ellieve.com - Ozan lalu bertanya dimana Cansu. Dilara melirik Cihan
dan bertanya ada apa dengan wajahnya. Cihan balik bertanya apa perasaan Dilara
sudah membaik setelah memotong rambutnya. Ozan memuji ibunya terlihat cantik.
Dilara meminta Ozan membersihkan diri dan makan. Cihan mengatakan pada Ozan
sebelum makan untuk memberikan pisau yang diberi oleh Rahmi pada Cihan. Dilara bingung
karena merasa tidak tau.
Cihan menunggu Ozan diruang keluarga. Tak lama, Ozan
datang mengembalikan pisau itu pada ayahnya. Ozan mengakui kalau dia tidak
pernah menggunakan pisau itu. Cihan percaya pada anaknya namun dia tetap memberikan
saran pada Ozan. Lalu Cihan meminta Ozan membuka jendela, Cihan mendekati
jendela dan membuang pisau itu. Cihan berbicara dari hati pada Ozan bahwa apa
pun yang terjadi, Ozan tetap lah putra satu-satunya Cihan dan dia akan selalu
menyayangi Ozan.
Selang beberapa lama kemudian, Cihan ingin membereskan
pakaiannya. Dilara mengatakan untuk Cihan tidak repot-repot karena pembantu
akan menyiapkan dan mengirimkannya. Cihan berterimakasih lalu berjalan ingin
keluar. Dilara ingin menghentikan Cihan untuk memberikan barang Cihan yang
ketinggalan. Lalu Cihan mendengar suara Rahmi, Cihan kesal karena Rahmi belum
juga pergi dari rumah itu. Cihan kembali bertengkar dengan Rahmi dan meminta
Rahmi segera pergi. Dilara menahan Rahmi karena dia berhak untuk menahan Rahmi
tinggal dirumahnya. Cihan meminta Dilara tidak ikut campur. Rahmi lalu mengalah
dan mengatakan dia akan pergi.
Gulseren baru saja tiba dirumahnya. Gulseren
memanggil-manggil Hazal lalu Gulseren berjalan menuju kamarnya. Gulseren sangat
terkejut mendapati kamarnya yang berantakan. Selang beberapa lama, Keriman
datang dan memanggil-manggil Hazal. Gulseren keluar menanyakan pada Keriman
dimana Hazal berada.
Hazal sedang berada dirumah Dilara sambil menelpon.
Saat asyik bicara, Hazal melihat Cansu dari pantulan kaca. Hazal mengakhiri
telponnya dan bicara dengan Cansu. Cansu heran melihat Hazal ada dirumahnya.
Cansu bertanya ada apa Hazal datang kerumah itu dan apakah ada masalah. Hazal
dengan tenang dan dengan wajah seakan menyepelekan Cansu menjawab bahwa dia
akan tinggal dirumah itu mulai saat ini. Hazal mengatakan kalau Dilara
menghubunginya dan meminta Hazal tinggal dirumah Dilara mulai saat ini.
Hazal memuji sepatu boot milik Cansu. Hazal juga
berkomentar mengenai hobi Cansu berkuda karena kuda sangat bau. Hazal lalu
bertanya pada Cansu dimana ibunya berada karena dia akan pergi berbelanja
dengan ibunya. Cansu sangat kesal dan sedih lalu segera pergi meninggalkan
Hazal yang sangat senang. Cansu meminta supirnya segera berangkat mengantarnya.
Keriman memojokkan Gulseren yang selingkuh. Keriman
juga mengancam apa yang akan dilakukan Ozkan jika dia tau perbuatan Gulseren
yang sangat memalukan. Gulseren marah dan mendorong Keriman sampai terjatuh
lalu berkata kalau Ozkan lah yang meninggalkan Gulseren sepuluh tahun yang
lalu. Gulseren lalu pergi meninggalkan Keriman. Keriman lalu menghubungi
pengacara Ozkan dan mengatakan kalau dia akan memberikan uang yang diminta
untuk membebaskan Ozkan dari penjara.
Dilara menghampiri Hazal dan mengatakan kalau dia
sudah menyiapkan kamar untuk Hazal. Dilara membawa Hazal ke kamar tamu yang
disiapkannya untuk Hazal. Hazal berkomentar kalau kamar itu sangat kecil.
Dilara menjelaskan kalau hanya itu kamar yang tersisa dan berjanji akan
menyiapkan kamar untuk Hazal yang lebih besar dan ini hanya sementara. Dilara
lalu mengatakan dia akan ganti baju dan segera membawa Hazal pergi berbelanja
pakaian baru untuk Hazal. Hazal merasa sangat senang dan mengatakan ide ibunya
sangat sempurna.
Cihan sangat mencemaskan keadaan Gulseren . Ponsel
Gulseren tidak aktif. Cihan merasa khawatir karena Gulseren dalam keadaan sedih
karena perbuatan ayahnya. Cihan sudah tau bagaimana ayahnya dan ayahnya memang
bersifat seperti itu, sangat jahat dan tidak memikirkan perasaan orang lain.
Cihan bertemu dengan sahabat baiknya. Dia mendukung
Cihan yang sudah pergi dari rumah itu karena Dilara akan menjadikan hal itu
sebagai alat untuk menekan Cihan. Cihan hanya mencemaskan bagaimana keadaan
Gulseren. Cihan lalu berdiri dan ingin pergi ke rumah Gulseren. Saat berjalan
ke luar, Ozan baru saja tiba dan menghampiri Cihan menunjukkan berita mengenai
Ozan yang menggunakan narkoba itu. Cihan berjanji akan segera menyelesaikannya.
Cihan meminta Ozan untuk menunggu direstoran.
Gulseren mendatangi rumah Derya. Gulseren menyampaikan
bahwa ponselnya rusak dan dia ingin menghubungi Hazal. Derya meminta Gulseren
untuk tenang. Gulseren meminta izin untuk menghubungi Hazal melalui ponsel
Derya. Gulseren menghubungi ponsel Hazal yang menjawab adalah Dilara. Gulseren
menanyakan apa Hazal bersama Dilara. Awalnya Gulseren bersikap baik, namun saat
Dilara tidak mengizinkan Gulseren bicara dengan Hazal dan mengatakan Hazal akan
tinggal bersama Dilara, Gulseren naik emosinya dan berteriak pada Dilara.
Dilara mengatakan kalau anak-anaknya tidak menginginkannya lagi dan dia tidak
pantas memiliki putri karena sikapnya tidak baik. Dilara juga mengatakan itu
adalah hukuman untuk Gulseren atas apa yang dilakukannya pada keluarga Dilara yaitu
berhubungan dengan Cihan.
Gulseren sangat panik dan berlari keluar. Derya sangat
bingung dan ingin menenangkan Gulseren namun Gulseren sudah dulu pergi dengan
panik karena Dilara sudah mengambil Hazal, putrinya.
Cihan mendatangi orang yang menulis berita mengenai
Ozan yang memakai narkoba dan ditangkap. Cihan memukul orang itu dan
mengancamnya. Dia bukanlah wartawan dan dia tidak berhak membuat berita fitnah
tentang orang lain.
Dirumah Dilara, Hazal sudah bersiap-siap. Dilara sudah
menunggu Hazal, Hazal mengatakan apa dia
boleh membeli ponsel baru. Dilara mengizinkan dan dia juga akan membelikan
tablet untuk Hazal. Mereka pun pergi untuk berbelanja.
Cansu sangat sedih dan kecewa. Cansu melampiaskan
kesedihannya itu dengan berkuda. Cansu berkuda sendirian dan tanpa tersenyum
sedikit pun.
Diperjalanan, Hazal bertanya apa Gulseren menghubungi
Hazal. Dilara membenarkan lalu Hazal bertanya apa yang ibunya bilang. Dilara
menjawab bahwa dia mengatakan pada Gulseren Hazal adalah anak Dilara sekarang.
Dilara mengatakan semua hal buruk tentang Gulseren, Hazal pun mendukungnya dan
meminta agar Dilara mencegah Gulseren merebut ayahnya dari Dilara.
Post a Comment