ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Cihan dan Gulseren makan di sebuah tempat yang tidak mewah dan berada ditepi jalan. Gulseren tidak mau makan dan malah pergi. Cihan menahan tangan Gulseren pergi dan meminta Cihan membiarkannya pulang. Gulseren merasa kacau karena Hazal membencinya dan merasa malu memiliki ibu seperti Gulseren. Gulseren juga takut tidak bisa bertemu Cansu lagi karena dia malu memiliki ibu seperti Gulseren. Cihan menenangkan Gulseren dan membujuknya, dia meyakinkan Gulseren kalau dia akan bicara dengan Cansu, Cansu tidak akan menganggap Gulseren buruk dimatanya. Akhirnya Gulseren tenang dan Cihan membawa Gulseren masuk kembali ke mobilnya.
Alper dan Solmaz bertemu dengan seorang laki-laki yang
sepertinya bekerja di kantor berita. Solmaz memberikan informasi mengenai
kejadian Ozan dan mereka memberikan foto saat Ozan ditangkap polisi. Solmaz
mengingatkan untuk tidak membawa-bawa nama mereka saat dia membuat berita
tentang ini.
Cihan mengantar Gulseren kerumah Derya. Cihan menawarkan
membantu Gulseren naik ke atas menuju rumah Derya. Awalnya Gulseren menolak
namun Cihan memaksa karena Gulseren baru saja keluar dari rumah sakit dan
kondisinya tidak sehat. Saat tiba dirumah Derya, Gulseren dibawa masuk. Derya
sangat menerima Cihan dengan baik namun Gulseren meminta Cihan untuk tidak menghubunginya
lagi. Cihan pamitan untuk segera pulang. Setelah Cihan pergi, Derya menanyakan
apa yang terjadi pada Gulseren. Gulseren mengatakan dia sudah hancur.
Sedangkan dirumah, Keriman mengira Gulseren tidak pulang dan
meninggalkan Hazal dirumah untuk selamanya. Hazal sebenarnya menunggu ibunya
pulang namun dia tidak mau mengakuinya.
Gulseren menginap dirumah Derya malam itu. Dia merasa tidak
kuat untuk pulang kerumah dan bertemu dengan Hazal. Derya menyiapkan tempat
untuk Gulseren tidur.
Malam itu, Cihan menginap di hotel. Cihan hanya terdiam
menatap keluar jendela. Cihan memikirkan Gulseren dan keadaannya. Sedangkan
Cansu dikamarnya menatap foto Gulseren dan merasa sangat sedih. Cansu
sebenarnya tidak percaya bahwa Gulseren seburuk yang dibicarakan oleh kakeknya
ditambah dengan perkataan ayahnya yang meyakinkan Cansu bahwa Gulseren tidak
pernah melakukan hal yang dituduhkan padanya.
Dikamarnya, Dilara sangat frustasi karena hidup dan
keluarganya hancur. Ditambah lagi, Cihan sudah melepaskan cincin kawin mereka
dan meletakkan cincin itu dikamar Dilara dan pergi meninggalkan rumah.
Keesokan harinya, Cansu terbangun dengan perasaan sangat
sedih. Cansu menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi pada
keluarganya.
Baca juga :
Cihan mendatangi kantor polisi untuk menjemput Ozan. Saat
berjalan ke mobil, Cihan bertanya apa masalah Ozan dan Canel. Ozan mengatakan
kalau polisi yang menahannya dulu memberitahunya bahwa ada yang melaporkannya
pada polisi. Ozan yakin Canel lah yang melakukan itu karena hanya dia yang
bermasalah dengan Ozan. Namun Cihan tidak mau memperpanjang dan mengajak Ozan
segera pulang.
Dirumah Derya, Gulseren bangun pagi-pagi dan menyiapkan teh
untuk Derya. Gulseren bersiap-siap ingin segera pergi karena yakin Hazal akan
khawatir padanya karena tidak pulang malam itu. Derya menahan Gulseren untuk
sarapan terlebih dahulu dengannya. Gulseren tidak bisa menolak ajakan Derya
karena Derya adalah sahabat terbaiknya.
Tak lama kemudian, Cihan dan Ozan tiba dirumah. Ozan
disambut oleh pembantu dan dia langsung memeluk Ozan. Dia sangat senang melihat
Ozan sudah pulang dan menangis bersedih. Ozan meminta dia tenang lalu Dilara
muncul menghampiri Ozan. Dilara sangat senang karena putranya sudah pulang,
Ozan melihat penampilan ibunya berubah. Ozan bertanya apa ibunya memotong
rambutnya. Dilara menjawab bahwa dia baru saja memotongnya. Dilara memotong
rambutnya sendiri saat tengah frustasi membayangkan masalahnya dengan Cihan dan
cincin kawin itu.
Post a Comment