ellieve.com - Tidak peduli dengan ancaman Dilara, Cihan pun keluar
dari pintu rumah itu. Awalnya Cihan berputar-putar didepan lalu Cihan
memutuskan untuk pergi. Dilara masuk ke kamarnya sambil menangis lalu Dilara
melihat sebuah cincin di atas laci kamarnya. Cincin itu adalah cincin kawin
mereka. Cihan meletakkan cincin itu saat masuk ke kamar Dilara tadi. Dilara
sangat marah lalu melempar barang-barang yang ada diatas laci itu. Dilara
kelihatan sangat frustasi.
Sedangkan Gulseren berjalan dengan hati yang sangat
kecewa dan sedih. Gulseren berjalan tanpa memikirkan kakinya yang lelah.
Gulseren terjatuh pingsan dijalanan karena terlalu lelah. Orang-orang disekitar
mendekati Gulseren yang pingsan itu.
Dirumah, Keriman sedang menunggu pengantar makanan
untuk Hazal. Saat membuka pintu, ternyata yang datang adalah pengacara utusan
Ozkan. Pengacara meminta uang tebusan untuk Ozkan. Hazal mendengar percakapan
Keriman dengan pengacara mengenai uang yang tiap bulan dikirim oleh Ozkan untuk
kebutuhan Hazal. Keriman meminta pengacara pergi dan akan menghubunginya nanti.
Hazal meminta penjelasan Keriman kenapa ayahnya ada dipenjara dan mengapa uang
yang dikirimkan oleh Ozkan diambil oleh Keriman. Hazal membela ibunya yang
bekerja sampai larut malam tapi Keriman menipu dan mengambil uang yang dikirim
oleh ayahnya. Hazal marah dan masuk ke kamar, dia mengancam akan memberitahu
ibunya mengenai itu.
Gulseren tersadar dirumah sakit memanggil-manggil nama
Hazal. Saat membuka mata, Gulseren melihat Cihan ada disampingnya. Gulseren
bertanya kenapa Cihan ada bersamanya. Cihan rupanya menghubungi Gulseren saat
pergi dari rumahnya dan yang menjawab telponnya adalah perawat yang memberitahu
Gulseren ada dirumah sakit. Cihan lalu berkata kalau dia sudah keluar dari
rumahnya.
Rahmi baru saja tiba dirumah Dilara. Rahmi bertanya
dimana Cihan. Pembantu mengatakan Cihan tidak dirumah. Lalu Rahmi bertanya
dimana Dilara dan Ozan. Pembantu kembali menjawab bahwa Dilara ada dikamarnya
dan Ozan akan pulang besok pagi. Rahmi berjalan ke dalam dan melihat Dilara
sedang duduk diruang santai. Rahmi mendekati Dilara dan mencoba menghibur
Dilara untuk tidak cemas karena Ozan akan pulang besok paginya. Dilara menuntut
penjelasan Rahmi tentang kejadian saat makan tadi. Rahmi mendapat kesempatan
menghindar karena pembantu menanyakan kopi yang diminta Rahmi.
Gulseren memaksa untuk keluar dari rumah sakit dan
pulang. Cihan berusaha menahan tapi Gulseren sudah sangat keras hatinya. Dokter
lalu mengatakan bahwa Gulseren sudah boleh pulang. Cihan ingin mengantar
Gulseren namun Gulseren menolak dan meminta Cihan kembali kerumahnya dan
melanjutkan hidup mereka masing-masing. Cihan tidak mau bahkan dia mengajak
Gulseren untuk makan dulu dengan alasan bukan Gulseren saja yang hancur
hatinya.
Dilara ingin menemui Cansu dikamarnya tapi Cansu sudah
tidur. Lalu Dilara menuju ruang makan untuk bicara dengan Rahmi. Dilara merasa
tidak suka dengan sikap Rahmi saat tadi dan membuat keadaan semakin rumit.
Rahmi membela diri karena dia hanya ingin membantu Dilara dan merasa tidak
tahan terhadap Gulseren. Lalu Cansu terbangun membuat mereka menghentikan
pembicaraan itu.
Ditahanan, Ozan masih belum bisa bebas. Sahabat baik
Cihan yang sekaligus adalah pengacara diminta Cihan untuk menemani Ozan bahkan
membelikan Ozan makanan yang enak. Sedangkan dalam perjalanan bersama Gulseren,
Cihan menghubungi sahabatnya itu menanyakan keadaan Ozan. Cihan berjanji akan
segera datang tapi dia melarang Cihan dan untuk datang besok paginya. Cihan
sangat berterimakasih pada sahabatnya itu.
Setelah Cansu pergi, Dilara melanjutkan
pembicaraannya. Dilara mencontohkan Cansu yang hatinya hancur karena kejadian
tadi. Dilara marah karena Rahmi tidak memikirkan cucunya yang hatinya sensitif
dan rapuh. Dilara hanya geleng-geleng kepala
melihat sikap Rahmi karena Rahmi lah yang sengaja mengundang Keriman
untuk datang. Dilara merasa sudah kalah karena keadaan bukan membaik justru
semakin parah.
Cihan dan Gulseren makan di sebuah tempat yang tidak
mewah dan berada ditepi jalan. Gulseren tidak mau makan dan malah pergi. Cihan
menahan tangan Gulseren pergi dan meminta Cihan membiarkannya pulang. Gulseren
merasa kacau karena Hazal membencinya dan merasa malu memiliki ibu seperti
Gulseren. Gulseren juga takut tidak bisa bertemu Cansu lagi karena dia malu
memiliki ibu seperti Gulseren. Cihan menenangkan Gulseren dan membujuknya, dia
meyakinkan Gulseren kalau dia akan bicara dengan Cansu, Cansu tidak akan
menganggap Gulseren buruk dimatanya. Akhirnya Gulseren tenang dan Cihan membawa
Gulseren masuk kembali ke mobilnya.
Sedangkan ditempat lain, Alper dan Solmaz bertemu
dengan seseorang yang kelihatan mereka sedang merencanakan untuk menjatuhkan
Cihan dan Dilara dengan selembar foto.
Post a Comment