ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya..... Cansu sedang bersama Ozan, Dilara dan Cihan datang dan melihat
keadaan Ozan. Dilara mencemaskan Ozan, Ozan meminta ibunya marah karena sudah
mempermalukan ibunya lagi. Dilara menahan amarahnya dan mencemaskan Ozan.
Penjaga tahanan mengatakan bahwa waktu mereka sudah habis. Cihan mengajak
Dilara kembali, Ozan meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja.
Dilara dan Cihan berbicara lalu Rahmi dan Alper muncul. Cihan
tampak tidak suka dengan kedatangan Rahmi. Lalu Cihan mengajak Rahmi bicara
diluar. Diluar, Cihan marah pada Rahmi dan mengatakan Rahmi datang ke
kehidupannya lagi setelah dia merusak keluarganya sendiri. Rahmi membantah dan
mengatakan Cihan lah yang merusak keluarganya sendiri demi wanita itu
(Gulseren). Cihan tampak tidak tahan dan memukul dinding dibelakang Rahmi
membuat Rahmi sangat terkejut.
Diluar, Cihan marah pada Rahmi dan mengatakan Rahmi datang ke
kehidupannya lagi setelah dia merusak keluarganya sendiri. Rahmi membantah dan
mengatakan Cihan lah yang merusak keluarganya sendiri demi wanita itu
(Gulseren). Cihan tampak tidak tahan dan memukul dinding dibelakang Rahmi
membuat Rahmi sangat terkejut. Lalu Cihan berkata bahwa
ayahnya beruntung karena dia adalah ayah Cihan kalau tidak, tak akan tau apa
yang akan dilakukan Cihan padanya. Rahmi beralasan apa yang dia lakukan hanya
untuk keluarga Cihan dan mengatakan Dilara adalah istri yang tidak pantas diperlakukan
buruk oleh Cihan. Cihan marah karena ayahnya yang dulu mempermainkan ibunya
malah memberi nasehat padanya. Cihan meminta ayahnya pergi dan tidak muncul
dihadapannya lagi.
Dirumah Gulseren, Hazal sangat kesal pada Gulseren.
Hazal masuk ke kamarnya saat Gulseren tidak ada. Hazal menghancurkan dan
merusak semua barang-barang Gulseren. Bahkan dia mengeluarkan semua baju
Gulseren dan membuang ke lantai. Keriman melihat itu dan sangat senang karena
Hazal sudah mewakili keinginannya. Keriman ikut masuk ke kamar Gulseren
dan menyobek baju Gulseren yang dia ambil dari lemari.
Dirumah sakit, mereka mendapat kabar bahwa teman Ozan
yang tertusuk pisau sudah membaik. Mereka sangat senang, Dilara ingin segera
mengeluarkan Ozan dan membawanya pulang. Tapi mereka belum bisa mengeluarkan
Ozan malam ini karena pemeriksaannya belum selesai. Dilara bersikeras ingin
mengeluarkan Ozan malam itu juga tapi Cansu meminta ibunya tenang karena Ozan
baik-baik saja. Dilara melunak dan menurut untuk pulang kembali kerumah.
Diperjalanan pulang, Dilara marah-marah dan menuding
Cihan bukanlah ayah sejati. Cansu membela ayahnya karena bagaimana pun tidak
ada yang bisa dilakukan oleh ayahnya. Cihan mengatakan seharusnya mereka
mendatangi keluarga Canel untuk minta maaf. Dilara membantah karena merasa itu
bukan salah Ozan. Dilara dan Cihan kembali bertengkar dan membuat Cansu
berteriak kesal menghentikan mereka.
Baca juga :
Cihan, Dilara dan Cansu tiba dirumah. Saat itu kedua
pembantunya membicarakan Ozan yang ditangkap polisi serta tingkah laku Hazal
yang sombong. Mereka bahkan merasa sangat kasihan pada Cansu. Lalu mereka
terburu-buru ke depan menyambut Cihan, Dilara dan Cansu. Pembantu bertanya
dimana Ozan. Cihan mengatakan Ozan masih harus di kantor polisi dan akan
dijemput keesokan paginya. Sedangkan Dilara sudah dulu masuk ke kamarnya, begitu
juga dengan Cansu.
Cihan masuk ke kamar tamu tempat dimana dia tidur.
Cihan lalu teringat kejadian saat makan malam tadi bersama Gulseren dan Hazal.
Cihan lalu mendatangi Cansu dikamarnya. Cihan meminta waktu untuk bicara dan
menjelaskan masalah Gulseren. Cansu tidak mau dan belum siap untuk membicarakan
itu semua. Cihan meyakinkan Cansu bahwa kapan pun Cansu ingin, Cihan akan
menjelaskan semuanya tapi Cihan berpesan agar Cansu mempercayai Gulseren kalau
dia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali. Cihan lalu pergi meninggalkan
Cansu dikamarnya.
Saat berjalan ke depan pintu, Cihan ditahan oleh
Dilara. Dilara bertanya Cihan ingin kemana. Cihan menjawab bahwa dia ingin
pergi dari rumah itu. Dilara menjelaskan bahwa dia tidak tau apa-apa mengenai
kejadian tadi. Cihan masih tidak percaya pada Dilara karena dia tau bagaimana
sifat Dilara. Cihan tetap ingin pergi, Dilara menuduh Cihan ditelpon oleh
Gulseren. Cihan menjawab dengan dingin pertanyaan Dilara dan tidak peduli
dengan apa pun pikiran Dilara bahkan tentang kalung itu. Dilara berkata “ayah
macam apa kau, saat anakmu sedang dipenjara, kau malah pergi”. Cihan menjawab
dengan santai bahwa dia tidak peduli apa pun tapi dia akan mengeluarkan
putranya dari penjara bagaimana pun caranya. Saat Cihan berjalan keluar pintu,
Dilara berkata seakan ingin mengancam Cihan jika keluar dari pintu itu. Sebelum
Dilara menyelesaikan perkataannya, Cihan sudah lebih dulu memotong perkataan
Dilara meminta Dilara melanjutkan dan merasa tidak peduli dengan apa pun
ancaman Dilara. Dilara terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
Post a Comment