Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 21 September 2015 Episode 15 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 21 September 2015 Episode 15 - Bagian 2

ellieve.comPertengkaran Ozan yang disebabkan kesalahan pahaman saat Ozan sebelumnya ditahan polisi berujung Ozan menusuk pisau pada temannya itu. Ozan ditangkap oleh polisi dan tangannya diborgol. Alper memanfaatkan kejadian itu dan mendapat foto saat Ozan diborgol tangannya. Alper punya rencana untuk itu. Solmaz sedikit pesimis kalau Alper akan mendapatkan keuntungan dari hal itu.

Cansu dikamarnya sangat sedih, Cansu menatap kalung pemberian dari Gulseren. Sedangkan Ozan sedang dibawa ke kantor polisi. Cihan sangat panik, saat Rahmi ikut campur, Cihan marah dan meneriaki Rahmi. Cansu mendengar hal itu langsung keluar kamar dan panik karena Ozan pasti sedang dalam masalah. Cihan menghubungi sahabat baiknya untuk mencari tau dimana Ozan dibawa polisi. Cihan, Dilara dan Cansu segera pergi sebelum Cihan pergi, Cihan memperingati Rahmi untuk segera pergi dari rumah itu sebelum Cihan kembali. 

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 21 September 2015 Episode 15 - Bagian 2

Sedangkan Hazal masih duduk terdiam dibangkunya. Keriman sibuk membungkus makanan, Hazal tidak mau makan. Rahmi masuk dan mengusir Keriman, Keriman lah yang menjual Hazal, keponakannya pada Rahmi. Akhirnya Keriman mengajak Hazal keluar dari rumah itu. Disepanjang jalan, Keriman menuding Gulseren sudah merayu Cihan dan merencanakan sesuatu. Hazal kesal dan membentak Keriman untuk diam.

Keriman dan Hazal tiba dirumah. Hazal marah pada Keriman dan mengusir Keriman. Hazal mengurung diri dikamarnya. Keriman kesal dan mengatakan kalau Gulseren lah yang salah tidur dengan Cihan. Gulseren berjalan dan tiba dirumahnya. Gulseren masuk dan melihat Keriman diruang TV. Keriman menuding Gulseren sudah tidur dengan Cihan dan Hazal juga menuding ibunya seperti itu. Hazal marah dan menyalahkan Gulseren lah yang menghancurkan hidupnya, Keriman mengompori Hazal untuk menyalahkan Gulseren karena Gulseren wanita yang buruk. Gulseren sangat sakit hati dan menampar Keriman. Saat Gulseren akan pergi, Hazal mengatakan kalau dia menyesal tinggal bersama ibu yang kotor. Gulseren pergi dengan hati yang hancur.

Didalam rumah, Keriman berusaha mendekati Hazal. Keriman berpura-pura baik tapi Hazal tau Keriman hanya ingin mendapatkan uang dengan menjual Hazal. Hazal mengusir Keriman dan membuat Keriman sakit hati, lantas membentak Hazal dan Gulseren yang pantas menerima kejadian ini.

Cihan, Dilara dan Cansu tiba dikantor polisi. Ozan masih ditahan dipenjara membuat Dilara emosi. Dilara berkeras ingin menemui komisaris untuk membebaskan Ozan, Cihan kesal dengan sikap Dilara yang tidak mau mengerti. Akhirnya komisaris memanggil mereka ke dalam, Cansu menunggu diluar. Komisaris memberitahu Ozan mengakui sudah menusuk temannya dengan pisau. Dilara terkejut dan nyaris pingsan, untunglah Cihan disampingnya. Saat Dilara sudah tenang, komisaris melanjutkan bahwa temannya Ozan melaporkan Ozan saat mengemudi dalam keadaan mabuk.

Dikamarnya, Hazal sangat sedih, dia menangis meratapi nasibnya yang tidak akan bisa tinggal bersama keluarganya yang hidup kaya.  Sedangkan Cansu dikantor polisi mencemaskan kakaknya. Cansu berjalan dan mencari Ozan ditahan. Cansu melihat Ozan dari balik jeruji dan memanggilnya. Ozan sangat senang melihat Cansu, Cansu mengeluarkan tangan memegang tangan Ozan. Ozan meminta Cansu untuk tidak cemas. Cansu juga menenangkan Ozan bahwa ayahnya akan mengeluarkan Ozan secepatnya.

Didalam ruangan, komisaris menjelaskan jika temannya itu dalam kondisi baik, Ozan tidak akan di bawa ke pengadilan tapi jika sebaliknya mereka akan memperkarakan Ozan. Cihan bertanya pisau itu milik siapa, komisaris mengatakan pisau itu milik Chaner, temannya dan Ozan hanya ingin membela dirinya. Lalu Dilara meminta bertemu dengan Ozan.

Cansu sedang bersama Ozan, Dilara dan Cihan datang dan melihat keadaan Ozan. Dilara mencemaskan Ozan, Ozan meminta ibunya marah karena sudah mempermalukan ibunya lagi. Dilara menahan amarahnya dan mencemaskan Ozan. Penjaga tahanan mengatakan bahwa waktu mereka sudah habis. Cihan mengajak Dilara kembali, Ozan meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja.

Dilara dan Cihan berbicara lalu Rahmi dan Alper muncul. Cihan tampak tidak suka dengan kedatangan Rahmi. Lalu Cihan mengajak Rahmi bicara diluar. Diluar, Cihan marah pada Rahmi dan mengatakan Rahmi datang ke kehidupannya lagi setelah dia merusak keluarganya sendiri. Rahmi membantah dan mengatakan Cihan lah yang merusak keluarganya sendiri demi wanita itu (Gulseren). Cihan tampak tidak tahan dan memukul dinding dibelakang Rahmi membuat Rahmi sangat terkejut.

Post a Comment