Cansu dikamarnya sangat sedih, Cansu menatap kalung pemberian dari
Gulseren. Sedangkan Ozan sedang dibawa ke kantor polisi. Cihan sangat panik,
saat Rahmi ikut campur, Cihan marah dan meneriaki Rahmi. Cansu mendengar hal
itu langsung keluar kamar dan panik karena Ozan pasti sedang dalam masalah.
Cihan menghubungi sahabat baiknya untuk mencari tau dimana Ozan dibawa polisi.
Cihan, Dilara dan Cansu segera pergi sebelum Cihan pergi, Cihan memperingati
Rahmi untuk segera pergi dari rumah itu sebelum Cihan kembali.
Sedangkan Hazal masih duduk terdiam dibangkunya. Keriman sibuk
membungkus makanan, Hazal tidak mau makan. Rahmi masuk dan mengusir Keriman,
Keriman lah yang menjual Hazal, keponakannya pada Rahmi. Akhirnya Keriman mengajak
Hazal keluar dari rumah itu. Disepanjang jalan, Keriman menuding Gulseren sudah
merayu Cihan dan merencanakan sesuatu. Hazal kesal dan membentak Keriman untuk
diam.
Keriman dan Hazal tiba dirumah. Hazal marah pada Keriman dan
mengusir Keriman. Hazal mengurung diri dikamarnya. Keriman kesal dan mengatakan
kalau Gulseren lah yang salah tidur dengan Cihan. Gulseren berjalan dan tiba
dirumahnya. Gulseren masuk dan melihat Keriman diruang TV. Keriman menuding
Gulseren sudah tidur dengan Cihan dan Hazal juga menuding ibunya seperti itu.
Hazal marah dan menyalahkan Gulseren lah yang menghancurkan hidupnya, Keriman
mengompori Hazal untuk menyalahkan Gulseren karena Gulseren wanita yang buruk.
Gulseren sangat sakit hati dan menampar Keriman. Saat Gulseren akan pergi,
Hazal mengatakan kalau dia menyesal tinggal bersama ibu yang kotor. Gulseren
pergi dengan hati yang hancur.
Didalam rumah, Keriman berusaha mendekati Hazal. Keriman
berpura-pura baik tapi Hazal tau Keriman hanya ingin mendapatkan uang dengan
menjual Hazal. Hazal mengusir Keriman dan membuat Keriman sakit hati, lantas
membentak Hazal dan Gulseren yang pantas menerima kejadian ini.
Cihan, Dilara dan Cansu tiba dikantor polisi. Ozan masih ditahan
dipenjara membuat Dilara emosi. Dilara berkeras ingin menemui komisaris untuk
membebaskan Ozan, Cihan kesal dengan sikap Dilara yang tidak mau mengerti.
Akhirnya komisaris memanggil mereka ke dalam, Cansu menunggu diluar. Komisaris
memberitahu Ozan mengakui sudah menusuk temannya dengan pisau. Dilara terkejut
dan nyaris pingsan, untunglah Cihan disampingnya. Saat Dilara sudah tenang,
komisaris melanjutkan bahwa temannya Ozan melaporkan Ozan saat mengemudi dalam
keadaan mabuk.
Dikamarnya, Hazal sangat sedih, dia menangis meratapi nasibnya
yang tidak akan bisa tinggal bersama keluarganya yang hidup kaya. Sedangkan Cansu dikantor polisi mencemaskan
kakaknya. Cansu berjalan dan mencari Ozan ditahan. Cansu melihat Ozan dari
balik jeruji dan memanggilnya. Ozan sangat senang melihat Cansu, Cansu
mengeluarkan tangan memegang tangan Ozan. Ozan meminta Cansu untuk tidak cemas.
Cansu juga menenangkan Ozan bahwa ayahnya akan mengeluarkan Ozan secepatnya.
Didalam ruangan, komisaris menjelaskan jika temannya itu dalam
kondisi baik, Ozan tidak akan di bawa ke pengadilan tapi jika sebaliknya mereka
akan memperkarakan Ozan. Cihan bertanya pisau itu milik siapa, komisaris
mengatakan pisau itu milik Chaner, temannya dan Ozan hanya ingin membela
dirinya. Lalu Dilara meminta bertemu dengan Ozan.
Cansu sedang bersama Ozan, Dilara dan Cihan datang dan melihat
keadaan Ozan. Dilara mencemaskan Ozan, Ozan meminta ibunya marah karena sudah
mempermalukan ibunya lagi. Dilara menahan amarahnya dan mencemaskan Ozan.
Penjaga tahanan mengatakan bahwa waktu mereka sudah habis. Cihan mengajak
Dilara kembali, Ozan meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja.
Dilara dan Cihan berbicara lalu Rahmi dan Alper muncul. Cihan
tampak tidak suka dengan kedatangan Rahmi. Lalu Cihan mengajak Rahmi bicara
diluar. Diluar, Cihan marah pada Rahmi dan mengatakan Rahmi datang ke
kehidupannya lagi setelah dia merusak keluarganya sendiri. Rahmi membantah dan
mengatakan Cihan lah yang merusak keluarganya sendiri demi wanita itu
(Gulseren). Cihan tampak tidak tahan dan memukul dinding dibelakang Rahmi
membuat Rahmi sangat terkejut.
Post a Comment