Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 21 September 2015 Episode 15 - Bagian 1

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 21 September 2015 Episode 15 - Bagian 1

ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya..... Hazal membuka lemari milik Cansu, membuat Cansu kesal. Hazal lalu mengatakan jika mereka tidak tertukar maka Hazal lah yang memiliki semuanya. Cansu kesal dan berkata sayangnya mungkin takdir memilih kehidupan kita yang pantas kita terima. Hazal terdiam lalu mereka kembali ke ruang makan. Dilara sudah menentukan tempat duduk untuk semua orang. Hazal lalu bertanya pada Dilara dimana kamar miliknya.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 21 September 2015 Episode 15 - Bagian 1

Keluarga Cihan dan juga Gulseren bersama Hazal makan bersama. Hazal bertanya dimana kamarnya dalam rumah Dilara ini. Gulseren menjawab bahwa Hazal sudah punya kamar dirumahnya sendiri. Dilara mengalihkan pembicaraan dengan menawarkan makan lebih dulu. Cihan meminta Hazal tenang dan makan dulu karena mereka akan membahas mengenai sekolah dan keperluan Hazal. Hazal bertanya dimana kakaknya, Cansu sedikit tersinggung karena Hazal sudah mengakui Ozan sebagai kakaknya.

Dilain tempat, Ozan berkumpul dengan teman-temannya. Ozan marah pada salah satu temannya dan menuduh dia lah yang melaporkan Ozan ke polisi. Ozan dan temannya itu terlibat pertengkaran bahkan menggunakan pisau.

Gulseren tidak mau makan, dia datang karena ingin bicara mengenai anak-anak mereka. Gulseren meminta izin agar dia lebih sering menemui Cansu. Gulseren juga mengakui bahwa dia belum bisa memberikan hidup yang pantas untuk Hazal tapi dia sangat menyayangi Hazal dan dia yakin keluarga Dilara akan memberikan hidup yang pantas untuk Hazal. Lalu tiba-tiba ada yang datang, Keriman muncul di ruang makan menyapa mereka yang sedang serius. Gulseren terkejut karena Keriman bisa datang dirumah itu. Dilara dan Rahmi menyambut kedatangan Keriman.

Keriman akhirnya membuka mulutnya, awalnya dia basa basi mengenai tertukarnya anak-anak mereka. Keriman mengatakan dia ingin menerima uang kompensasi. Gulseren berusaha menghentikan Keriman tapi Keriman masih saja terus bicara. Lalu Cihan mengajak Dilara keluar untuk bicara berdua. Cihan menuntut penjelasan dari Dilara karena sudah mengundang Keriman. Cihan juga tau Dilara sengaja mengundang Gulseren karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih kaya dari Gulseren.  

Baca juga :

Rahmi menatap terus menerus ke arah Gulseren sambil memegang kalung milik Hazal. Keriman berkata bahwa dia akan menyerahkan Hazal dan meminta uang dari mereka. Gulseren marah dan bilang dia tidak ingin uang sepeser pun. Rahmi langsung berdiri dan berkata kasar pada Gulseren. Dia mengatakan kalau Gulseren berakting sangat bagus. Gulseren bingung dengan perkataan Rahmi. Lalu Rahmi mengatakan kalau Gulseren hanya berakting dan dia sama seperti wanita-wanita lainnya. Rahmi menunjuk Keriman hanya meminta uang sejumlah yang dia inginkan tapi Gulseren menginginkan lebih banyak. Gulseren sangat kesal dengan hinaan Rahmi padanya. Rahmi lalu menunjukkan kalung milik Gulseren yang dia temukan. Gulseren dan Cansu pun terkejut melihat kalung itu ada pada Rahmi.


Rahmi bertanya bagaimana kalung milik Gulseren ada disaku jas Cihan. Cansu mengambil kalung itu dan melihatnya, lalu Cansu pergi ke kamarnya. Gulseren marah dan membanting gelas yang ada didepannya. Gulseren meminta Rahmi cukup mempermalukan dia dan menghinanya. Gulseren menuding Rahmi dan keluarganya sengaja mengundang Gulseren karena ingin mempermalukannya dan membuat Cansu membenci Gulseren. Dilara berpura-pura baik menenangkan Gulseren dan minta maaf. Gulseren sudah marah dan mengajak Hazal pulang. Tapi Hazal melepaskan tangan Gulseren menolak untuk pulang bersama Gulseren. Gulseren sangat sedih dan berlari keluar. Cihan mengancam Dilara dan Rahmi akan membalas semua perbuatan mereka. Cihan lalu berlari mengejar Gulseren, sedangkan Dilara menerima telpon sambil mengejar Cihan. Dilara meminta Cihan berhenti karena dia baru mendapat telpon kalau Ozan menusuk temannya. Cihan seketika itu berhenti karena memikirkan anaknya sedangkan Gulseren sudah berlari jauh pergi dengan perasaan sangat kecewa dan hancur. 

Post a Comment