ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya..... Hazal membuka lemari milik Cansu, membuat Cansu kesal. Hazal
lalu mengatakan jika mereka tidak tertukar maka Hazal lah yang memiliki
semuanya. Cansu kesal dan berkata sayangnya mungkin takdir memilih kehidupan
kita yang pantas kita terima. Hazal terdiam lalu mereka kembali ke ruang makan.
Dilara sudah menentukan tempat duduk untuk semua orang. Hazal lalu bertanya
pada Dilara dimana kamar miliknya.
Keluarga Cihan dan juga Gulseren bersama Hazal makan bersama.
Hazal bertanya dimana kamarnya dalam rumah Dilara ini. Gulseren menjawab bahwa
Hazal sudah punya kamar dirumahnya sendiri. Dilara mengalihkan pembicaraan
dengan menawarkan makan lebih dulu. Cihan meminta Hazal tenang dan makan dulu
karena mereka akan membahas mengenai sekolah dan keperluan Hazal. Hazal
bertanya dimana kakaknya, Cansu sedikit tersinggung karena Hazal sudah mengakui
Ozan sebagai kakaknya.
Dilain tempat, Ozan berkumpul dengan teman-temannya. Ozan marah
pada salah satu temannya dan menuduh dia lah yang melaporkan Ozan ke polisi.
Ozan dan temannya itu terlibat pertengkaran bahkan menggunakan pisau.
Gulseren tidak mau makan, dia datang karena ingin bicara mengenai
anak-anak mereka. Gulseren meminta izin agar dia lebih sering menemui Cansu.
Gulseren juga mengakui bahwa dia belum bisa memberikan hidup yang pantas untuk
Hazal tapi dia sangat menyayangi Hazal dan dia yakin keluarga Dilara akan
memberikan hidup yang pantas untuk Hazal. Lalu tiba-tiba ada yang datang,
Keriman muncul di ruang makan menyapa mereka yang sedang serius. Gulseren
terkejut karena Keriman bisa datang dirumah itu. Dilara dan Rahmi menyambut
kedatangan Keriman.
Keriman akhirnya membuka mulutnya, awalnya dia basa basi mengenai
tertukarnya anak-anak mereka. Keriman mengatakan dia ingin menerima uang kompensasi.
Gulseren berusaha menghentikan Keriman tapi Keriman masih saja terus bicara.
Lalu Cihan mengajak Dilara keluar untuk bicara berdua. Cihan menuntut
penjelasan dari Dilara karena sudah mengundang Keriman. Cihan juga tau Dilara
sengaja mengundang Gulseren karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih kaya dari
Gulseren.
Baca juga :
Rahmi menatap terus menerus ke arah Gulseren sambil memegang
kalung milik Hazal. Keriman berkata bahwa dia akan menyerahkan Hazal dan
meminta uang dari mereka. Gulseren marah dan bilang dia tidak ingin uang
sepeser pun. Rahmi langsung berdiri dan berkata kasar pada Gulseren. Dia
mengatakan kalau Gulseren berakting sangat bagus. Gulseren bingung dengan
perkataan Rahmi. Lalu Rahmi mengatakan kalau Gulseren hanya berakting dan dia
sama seperti wanita-wanita lainnya. Rahmi menunjuk Keriman hanya meminta uang
sejumlah yang dia inginkan tapi Gulseren menginginkan lebih banyak. Gulseren
sangat kesal dengan hinaan Rahmi padanya. Rahmi lalu menunjukkan kalung milik
Gulseren yang dia temukan. Gulseren dan Cansu pun terkejut melihat kalung itu
ada pada Rahmi.
Rahmi bertanya bagaimana kalung milik Gulseren ada disaku jas
Cihan. Cansu mengambil kalung itu dan melihatnya, lalu Cansu pergi ke kamarnya.
Gulseren marah dan membanting gelas yang ada didepannya. Gulseren meminta Rahmi
cukup mempermalukan dia dan menghinanya. Gulseren menuding Rahmi dan
keluarganya sengaja mengundang Gulseren karena ingin mempermalukannya dan
membuat Cansu membenci Gulseren. Dilara berpura-pura baik menenangkan Gulseren
dan minta maaf. Gulseren sudah marah dan mengajak Hazal pulang. Tapi Hazal
melepaskan tangan Gulseren menolak untuk pulang bersama Gulseren. Gulseren
sangat sedih dan berlari keluar. Cihan mengancam Dilara dan Rahmi akan membalas
semua perbuatan mereka. Cihan lalu berlari mengejar Gulseren, sedangkan Dilara
menerima telpon sambil mengejar Cihan. Dilara meminta Cihan berhenti karena dia
baru mendapat telpon kalau Ozan menusuk temannya. Cihan seketika itu berhenti
karena memikirkan anaknya sedangkan Gulseren sudah berlari jauh pergi dengan
perasaan sangat kecewa dan hancur.
Post a Comment