ellieve.com - Dirumahnya, Hazal baru saja pulang. Hazal menyapa bibinya
lalu Gulseren menghampiri mereka. Gulseren berkata kalau dia dapat pekerjaan
baru, Keriman menyepelekan Gulseren dan berkata Gulseren akan berhenti dalam
seminggu. Gulseren marah lalu Gulseren memberikan baju baru untuk Hazal. Hazal menolak
karena baju itu tidak bermerk dan dia tidak ingin memakainya saat makan malam
dirumah Cihan. Hazal berkata Cansu akan memakai baju mewah sedangkan dia hanya
memakai baju murahan. Hazal pergi ke kamarnya dan meninggalkan baju yang
dibelikan oleh Gulseren.
Dirumah, Cihan baru saja pulang. Cihan disambut oleh Cansu.
Cansu bertanya apa ibu Gulseren dan Hazal akan datang kerumah sabtu untuk makan
malam. Cihan membenarkan dan menawarkan untuk membatalkannya jika Cansu tidak
mau. Cansu membantah karena dia sangat ingin bertemu dan mengenal ibu
kandungnya.
Keesokan hari, Hazal sudah bersiap-siap. Hazal mengenakan
baju baru yang bermerk keinginannya. Gulseren sedih karena Hazal mengatakan
kalau baju yang dibelikannya sebelumnya sangat murahan. Sedangkan Keriman ke
salon untuk berdandan. Keriman ingin mengambil hati Rahmi, kakeknya Cansu.
Dirumahnya, Keriman baru saja kembali dari salon. Keriman ingin ikut bersama
mereka karena tidak ingin membiarkan Gulseren mengambil uang hasil penjualan
Hazal pada keluarga kandungnya. Gulseren marah pada Keriman, Hazal pun tidak
membiarkan Keriman ikut bersama mereka. Dijalan, Hazal tidak ingin kesana
dengan bus. Dia memaksa Gulseren mengeluarkan uang gajinya untuk naik taxi
bahkan sebelumnya Gulseren juga membelikan baju yang dipakai Hazal saat ini
yang harganya sangat mahal.
Dirumahnya, Dilara bersiap-siap dan berdandan. Dilara
teringat perkataan Gulseren mengenai Gulseren yang tidak ingin menyerahkan
Hazal pada Dilara. Dilara meminta pembantunya menyiapkan seluruh makanan dan
bahkan meminta mereka mengeluarkan peralatan makanan yang terbuat dari perak
dan antik. Pembantunnya tau niat Dilara adalah ingin menunjukkan kalau dia kaya
dan Gulseren miskin. Sedangkan Cihan
hanya diam dan termenung menatap kosong ke tepi pantai.
Dilara melihat Cihan dibawah menatap kosong. Rahmi
menghampiri Dilara tapi sebelumnya Rahmi mengambil sebuah kalung dalam saku jas
yang ada di sofa dekat Dilara. Ozan datang dan mengatakan akan pergi. Rahmi dan
Dilara ingin menahan agar dia tetap ikut dalam acara makan malam. Akhirnya
Dilara menyerah dan memberi izin Ozan untuk pergi.
Selang beberapa lama, Hazal dan Gulseren sampai didepan
rumah Dilara. Hazal turun dan berjalan masuk diikuti oleh Gulseren. Hazal
terkagum melihat besar dan indahnya rumah Dilara. Mereka masuk dan disambut
oleh keluarga Cihan. Hazal berjalan melihat keindahan rumah itu tanpa menyalami
mereka terlebih dahulu. Cihan lalu memeluk Hazal sedangkan Gulseren memeluk
Cansu. Dilara melirik ke arah Cansu yang berpelukan dengan Gulseren, Gulseren
juga mengalami itu saat Hazal memeluk Dilara.
Didalam, Rahmi basa-basi pada Gulseren. Gulseren mengatakan
kalau mereka tidak akan lama, lalu Dilara meminta Cansu menunjukkan kamar pada
Hazal. Sungguh senang hati Hazal saat Dilara meminta Cansu menunjukkan
kamarnya. Gulseren hanya terkejut dan terdiam tidak mengerti maksud Dilara
sebenarnya.
Cansu membawa Hazal melihat semua isi rumahnya dan juga
kamar Cansu. Hazal berfoto-foto dan sangat senang. Lalu Cansu menunjukkan
kamarnya pada Hazal. Hazal lalu menyindir Cansu karena beruntung bisa menjadi
anak orang kaya. Cansu merasa tersinggung dengan kata-kata Hazal. Hazal lalu
berjalan membuka pintu kamar Dilara. Cansu memarahi Hazal karena masuk ke kamar
Dilara tanpa izin. Lalu Hazal juga ingin masuk ke kamar Ozan, yang diakui
sebagai kakaknya. Cansu terkejut dan melarang Hazal masuk ke kamar Ozan karena
Ozan tidak suka ada yang masuk ke kamarnya tanpa izin. Cansu mengajak Hazal ke
kamarnya dan Hazal memegang-megang barang milik Cansu. Cansu marah dan meminta
Hazal tidak menyentuh apa pun.
Sedangkan semua orang tua berkumpul. Gulseren berterimakasih
tapi dia ingin secepatnya selesai membicarakan masalah anak-anak. Dilara
meminta mereka untuk makan malam terlebih dahulu. Gulseren meminta anak-anak
ada saat mereka bicara dan makan malam.
Hazal membuka lemari milik Cansu, membuat Cansu kesal. Hazal
lalu mengatakan jika mereka tidak tertukar maka Hazal lah yang memiliki
semuanya. Cansu kesal dan berkata sayangnya mungkin takdir memilih kehidupan
kita yang pantas kita terima. Hazal terdiam lalu mereka kembali ke ruang makan.
Dilara sudah menentukan tempat duduk untuk semua orang. Hazal lalu bertanya
pada Dilara dimana kamar miliknya.
Post a Comment