Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 20 September 2015 Episode 14 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 20 September 2015 Episode 14 - Bagian 2

ellieve.com - Dirumahnya, Hazal baru saja pulang. Hazal menyapa bibinya lalu Gulseren menghampiri mereka. Gulseren berkata kalau dia dapat pekerjaan baru, Keriman menyepelekan Gulseren dan berkata Gulseren akan berhenti dalam seminggu. Gulseren marah lalu Gulseren memberikan baju baru untuk Hazal. Hazal menolak karena baju itu tidak bermerk dan dia tidak ingin memakainya saat makan malam dirumah Cihan. Hazal berkata Cansu akan memakai baju mewah sedangkan dia hanya memakai baju murahan. Hazal pergi ke kamarnya dan meninggalkan baju yang dibelikan oleh Gulseren.

Dirumah, Cihan baru saja pulang. Cihan disambut oleh Cansu. Cansu bertanya apa ibu Gulseren dan Hazal akan datang kerumah sabtu untuk makan malam. Cihan membenarkan dan menawarkan untuk membatalkannya jika Cansu tidak mau. Cansu membantah karena dia sangat ingin bertemu dan mengenal ibu kandungnya.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 20 September 2015 Episode 14 - Bagian 2

Keesokan hari, Hazal sudah bersiap-siap. Hazal mengenakan baju baru yang bermerk keinginannya. Gulseren sedih karena Hazal mengatakan kalau baju yang dibelikannya sebelumnya sangat murahan. Sedangkan Keriman ke salon untuk berdandan. Keriman ingin mengambil hati Rahmi, kakeknya Cansu. Dirumahnya, Keriman baru saja kembali dari salon. Keriman ingin ikut bersama mereka karena tidak ingin membiarkan Gulseren mengambil uang hasil penjualan Hazal pada keluarga kandungnya. Gulseren marah pada Keriman, Hazal pun tidak membiarkan Keriman ikut bersama mereka. Dijalan, Hazal tidak ingin kesana dengan bus. Dia memaksa Gulseren mengeluarkan uang gajinya untuk naik taxi bahkan sebelumnya Gulseren juga membelikan baju yang dipakai Hazal saat ini yang harganya sangat mahal.

Dirumahnya, Dilara bersiap-siap dan berdandan. Dilara teringat perkataan Gulseren mengenai Gulseren yang tidak ingin menyerahkan Hazal pada Dilara. Dilara meminta pembantunya menyiapkan seluruh makanan dan bahkan meminta mereka mengeluarkan peralatan makanan yang terbuat dari perak dan antik. Pembantunnya tau niat Dilara adalah ingin menunjukkan kalau dia kaya dan Gulseren miskin.  Sedangkan Cihan hanya diam dan termenung menatap kosong ke tepi pantai.

Dilara melihat Cihan dibawah menatap kosong. Rahmi menghampiri Dilara tapi sebelumnya Rahmi mengambil sebuah kalung dalam saku jas yang ada di sofa dekat Dilara. Ozan datang dan mengatakan akan pergi. Rahmi dan Dilara ingin menahan agar dia tetap ikut dalam acara makan malam. Akhirnya Dilara menyerah dan memberi izin Ozan untuk pergi.

Selang beberapa lama, Hazal dan Gulseren sampai didepan rumah Dilara. Hazal turun dan berjalan masuk diikuti oleh Gulseren. Hazal terkagum melihat besar dan indahnya rumah Dilara. Mereka masuk dan disambut oleh keluarga Cihan. Hazal berjalan melihat keindahan rumah itu tanpa menyalami mereka terlebih dahulu. Cihan lalu memeluk Hazal sedangkan Gulseren memeluk Cansu. Dilara melirik ke arah Cansu yang berpelukan dengan Gulseren, Gulseren juga mengalami itu saat Hazal memeluk Dilara.

Didalam, Rahmi basa-basi pada Gulseren. Gulseren mengatakan kalau mereka tidak akan lama, lalu Dilara meminta Cansu menunjukkan kamar pada Hazal. Sungguh senang hati Hazal saat Dilara meminta Cansu menunjukkan kamarnya. Gulseren hanya terkejut dan terdiam tidak mengerti maksud Dilara sebenarnya.

Cansu membawa Hazal melihat semua isi rumahnya dan juga kamar Cansu. Hazal berfoto-foto dan sangat senang. Lalu Cansu menunjukkan kamarnya pada Hazal. Hazal lalu menyindir Cansu karena beruntung bisa menjadi anak orang kaya. Cansu merasa tersinggung dengan kata-kata Hazal. Hazal lalu berjalan membuka pintu kamar Dilara. Cansu memarahi Hazal karena masuk ke kamar Dilara tanpa izin. Lalu Hazal juga ingin masuk ke kamar Ozan, yang diakui sebagai kakaknya. Cansu terkejut dan melarang Hazal masuk ke kamar Ozan karena Ozan tidak suka ada yang masuk ke kamarnya tanpa izin. Cansu mengajak Hazal ke kamarnya dan Hazal memegang-megang barang milik Cansu. Cansu marah dan meminta Hazal tidak menyentuh apa pun.

Sedangkan semua orang tua berkumpul. Gulseren berterimakasih tapi dia ingin secepatnya selesai membicarakan masalah anak-anak. Dilara meminta mereka untuk makan malam terlebih dahulu. Gulseren meminta anak-anak ada saat mereka bicara dan makan malam.


Hazal membuka lemari milik Cansu, membuat Cansu kesal. Hazal lalu mengatakan jika mereka tidak tertukar maka Hazal lah yang memiliki semuanya. Cansu kesal dan berkata sayangnya mungkin takdir memilih kehidupan kita yang pantas kita terima. Hazal terdiam lalu mereka kembali ke ruang makan. Dilara sudah menentukan tempat duduk untuk semua orang. Hazal lalu bertanya pada Dilara dimana kamar miliknya.

Post a Comment