ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya..... Ditepi pantai, Cihan cerita mengenai awal pertemuan Cihan
dan Dilara. Cihan mengakui kalau sebenarnya Cihan tau dia tidak akan bisa
bersama Dilara tapi saat Cihan ingin putus, Dilara mengatakan kalau dia hamil.
Cihan terpaksa menikahi Dilara dan menjalani kehidupannya tapi dia tidak
merasakan kebahagiaan sedikitpun. Sedangkan Gulseren menceritakan kalau dia dan
Ozkan sangat mencintai, mereka masih muda dan menikah tapi dia tidak menyesal
dengan pernikahannya bersama Ozkan. Cihan mengatakan bahwa dia tidak bahagia,
Gulseren memberikan saran agar Cihan mempertahankan kehidupannya dengan Dilara
karena Dilara adalah istrinya selama 19 tahun. Gulseren pergi meninggalkan
Cihan dengan wajah sedih.
Keesokan hari, Alper bertemu dengan Dilara. Entah apa
kesepakatan mereka, Dilara menuruti permintaan Alper.
Ditempat kerja, Gulseren diberikan pekerjaan sangat banyak
oleh atasannya. Temannya bertanya kenapa atasannya memberikan pekerjaan sangat
banyak padanya seperti dia sangat dendam pada Gulseren. Gulseren menjelaskan
kalau sebelumnya temannya pernah memukul atasannya itu karena itu dia sangat
dendam pada Gulseren.
Saat istirahat bekerja, Derya datang menghampiri Gulseren.
Derya ingin membawa Gulseren pergi secepat mungkin. Gulseren bingung dengan
sedikit protes mengikuti Derya menaiki sebuah bus.
Di depan rumahnya, Keriman ingin pergi lalu tetangganya
menahan Keriman pergi. Tetangga sudah mulai bercerita mengenai Gulseren yang
masuk ke mobil bersama seorang laki-laki. Keriman lalu mengatakan kalau Ozkan
akan kembali dan mematahkan kaki Gulseren.
Derya mengantarkan Gulseren ke perusahaan yang membuka
lowongan kerja. Derya beralasan kalau dia tau karena ada temannya yang tau
bahwa di sana ada lowongan kerja. Gulseren takut tidak diterima bekerja namun
Derya memaksa dan meyakinkan Gulseren untuk masuk dan ikut dalam wawancara
dengan manager perusahaan itu.
Didalam, Gulseren disambut oleh manager untuk interview.
Manager itu berkata kalau Gulseren direkomendasikan oleh seseorang dari kantor
pusat. Gulseren langsung diterima bekerja disana. Lalu Gulseren keluar dan
mengajak Derya makan. Gulseren sangat senang bahkan dia membayarkan makan untuk
Derya. Gulseren bilang kalau perusahaan memberikan gaji sepertiga di awal, dan
itu mungkin untuk Gulseren membeli baju. Gulseren juga membayar hutangnya pada
Derya. Gulseren cerita mengenai Ozkan yang ada di penjara dan minta uang
tebusan. Setelah selesai bertemu dengan Gulseren, Derya pergi kembali pulang.
Diperjalanan, Derya menghubungi Cihan. Cihan bertanya apa
ada yang terjadi. Derya mengatakan kalau dia sudah memberikan Gulseren
pekerjaan itu. Gulseren bertanya tapi Derya beralasan kalau dia tau lowongan
itu dari orang. Derya juga berterima kasih karena Gulseren layak mendapatkan
pekerjaan lebih baik. Cihan meminta Derya merahasiakan itu semua dan
berterimakasih pada Derya karena sudah menolongnya. Diakhir percakapan, Derya
bertanya darimana Cihan bisa menemukan Derya. Cihan mengatakan kalau
pengacaranya cukup cerdik bisa menemukan Derya untuknya.
Dilara menemui sahabat baik Cihan sekaligus pengacara Cihan
yang mengurus semua urusan Cihan bahkan perceraiannya dengan Dilara. Dilara
menuntutnya karena mendukung keputusan Cihan untuk bercerai. Dilara menyalahkan
Cihan ingin pergi dari Dilara karena alasan sesuatu. Lalu dia mengatakan
alasannya adalah Cihan tidak bisa membuat Dilara bahagia, karena kehidupan
Dilara terlalu tinggi untuk bisa diraih oleh Cihan. Dilara tersinggung dan
pergi meninggalkan pengacara Cihan.
Baca juga :
Gulseren berjalan disekitar pasar dan tanpa sengaja melihat
sebuah toko aksesoris. Gulseren masuk dan memilih sebuah kalung. Gulseren lalu
membelinya dan berjalan menuju sekolah Cansu. Saat melihat Cansu keluar,
Gulseren memanggil Cansu. Cansu sangat senang karena melihat Gulseren dan
langsung memeluknya. Cansu bertanya kenapa Gulseren datang. Gulseren menjawab
bahwa dia ingin menemui Cansu dan memberikan sesuatu. Cansu lalu memberitahu
ada taman disekitar sana, Cansu dan Gulseren pergi ke taman. Ditaman, Gulseren
memberikan kalung yang dia beli untuk Cansu. Gulseren mengatakan kalau kalung
itu tidak mewah tapi dia ingin memberikan kenang-kenangan untuk Cansu. Cansu
yang memang rendah hati lebih menyukai kalung itu apa lagi diberikan oleh ibu
kandungnya sendiri. Cansu sangat senang karena ibunya memberikannya hadiah.
Gulseren mengatakan kalau dulunya dia punya kalung yang diberikan oleh ibunya
yang mirip dengan itu tapi kalung itu sudah hilang. Cansu semakin bahagia
karena dia juga diberikan kalung oleh ibunya. Gulseren memasangkan dileher
Cansu yang membuat hati Cansu berbunga-bunga.
Sedangkan Hazal baru pulang sekolah bersama Seyda. Hazal
berjalan dan melihat sebuah baju dipajang di sebuah toko. Baju itu sangat mewah
dan mahal. Seyda meminta Hazal tidak bermimpi lagi. Hazal mengatakan kalau dia
akan makan malam dirumah ayahnya. Seyda terkejut mendengar jawaban Hazal. Hazal
berjanji akan berfoto yang banyak disana untuk ditunjukkan pada Seyda agar
Seyda percaya padanya.
Post a Comment