Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 19 September 2015 Episode 13 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 19 September 2015 Episode 13 - Bagian 2

ellieve.com - Dirumah Dilara, mereka menunggu Ozan pulang. Lalu bel berbunyi, Dilara segera ke depan karena mengira itu adalah Ozan. Ternyata Alper yang datang dan mengatakan kalau Cihan mengeluarkannya dari perusahaan. Alper mengancam Dilara jika Dilara tidak mengurus itu, dia yang akan mengurusnya. Entah apa kesepakatan antara Dilara dan Alper dulunya.


Dirumah, Gulseren dan Hazal menyidang Keriman. Mereka memojokkan Keriman karena tidak memberitahu mereka kalau Ozkan sering menghubunginya. Lalu setelah selesai bicara dengan Keriman, Hazal mengatakan pada Gulseren kalau tidak ada satu orang pun yang menginginkannya. Gulseren bertanya apa maksud Hazal. Lalu Hazal mengatakan kalau ayah Ozkan, ibunya Dilara juga tidak menginginkannya. Dia datang tapi tidak peduli pada Hazal. Gulseren menghibur Hazal dan mengatakan kalau Dilara sangat menginginkan Hazal bahkan mereka mengundang Hazal makan malam disana dengan mereka. Hazal sangat senang, Gulseren lalu berjanji dia akan membiarkan mereka membantu Hazal, sekolah yang baik, uang saku dan juga pakaian yang bagus. Gulseren juga berkata meskipun Hazal tinggal jauh, Gulseren akan selalu menyayangi Hazal. Hazal pun memeluk Gulseren dengan sangat bahagia.

Sedangkan dirumah Dilara, Cihan baru saja pulang bersama Ozan. Lalu saat tidak ada siapa-siapa, Cansu bicara dengan Cihan. Cansu bertanya apa yang akan terjadi pada Cihan dan ibunya. Cihan menjawab akan memberitahu Cansu setelah waktunya. Cansu dan Cihan berpelukan dengan erat. Saat makan malam, teman Ozan datang ingin menjenguk Ozan. Setelah temannya pergi, Dilara marah kenapa mereka tidak memberitahu Dilara mengenai Ozan yang ditangkap polisi. Dilara marah pada Cihan dan membuat Ozan juga marah pada Dilara. Ozan mengatakan kalau dia tidak peduli, yang harus dipikirkan kenapa ayahnya tidur dikamar tamu dirumahnya sendiri. Ozan pun pergi disusul oleh Cansu. Rahmi mengatakan akan bicara dengan cucu-cucunya. Cihan dan Dilara kembali bertengkar dan membuat Cihan ingin pergi. Dilara marah dan meminta Cihan  pergi saja bersama wanita kampung itu (maksudnya Gulseren). Dilara mengatakan kalau dia tidak akan bercerai dengan Cihan.

Malam itu, Cihan sangat kacau dan berada dicafe. Sedangkan Gulseren berada dirumahnya menyelimuti Keriman yang tidur disofa ruang TV. Lalu ponsel Gulseren berbunyi, ada yang mengirim pesan. Gulseren membuka pesan dan langsung melihat keluar jendela. Saat Gulseren menoleh kebawah, Cihan sudah berdiri dibawah melihat ke arah Gulseren.

Gulseren lalu masuk ke kamarnya dan menghubungi Cihan. Cihan meminta Gulseren turun, Gulseren mengatakan kalau hubungan mereka sudah selesai. Cihan mengancam jika Gulseren tidak turun maka Cihan akan naik ke atas. Gulseren mengalah dan berkata akan turun menemui Cihan. Dilantai bawah, Gulseren menemui Cihan. Cihan mengatakan kalau dia ingin bicara dengan Gulseren. Gulseren menurut dan ikut dengan mobil Cihan. Tanpa Gulseren tau, Keriman melihat dari atas Gulseren pergi bersama Cihan.

Ditepi pantai, Cihan cerita mengenai awal pertemuan Cihan dan Dilara. Cihan mengakui kalau sebenarnya Cihan tau dia tidak akan bisa bersama Dilara tapi saat Cihan ingin putus, Dilara mengatakan kalau dia hamil. Cihan terpaksa menikahi Dilara dan menjalani kehidupannya tapi dia tidak merasakan kebahagiaan sedikitpun. Sedangkan Gulseren menceritakan kalau dia dan Ozkan sangat mencintai, mereka masih muda dan menikah tapi dia tidak menyesal dengan pernikahannya bersama Ozkan. Cihan mengatakan bahwa dia tidak bahagia, Gulseren memberikan saran agar Cihan mempertahankan kehidupannya dengan Dilara karena Dilara adalah istrinya selama 19 tahun. Gulseren pergi meninggalkan Cihan dengan wajah sedih.

Keesokan hari, Alper bertemu dengan Dilara. Entah apa kesepakatan mereka, Dilara menuruti permintaan Alper. 

Post a Comment