ellieve.com - Dirumah Dilara, mereka menunggu Ozan pulang. Lalu bel
berbunyi, Dilara segera ke depan karena mengira itu adalah Ozan. Ternyata Alper
yang datang dan mengatakan kalau Cihan mengeluarkannya dari perusahaan. Alper
mengancam Dilara jika Dilara tidak mengurus itu, dia yang akan mengurusnya.
Entah apa kesepakatan antara Dilara dan Alper dulunya.
Dirumah, Gulseren dan Hazal menyidang Keriman. Mereka
memojokkan Keriman karena tidak memberitahu mereka kalau Ozkan sering
menghubunginya. Lalu setelah selesai bicara dengan Keriman, Hazal mengatakan
pada Gulseren kalau tidak ada satu orang pun yang menginginkannya. Gulseren
bertanya apa maksud Hazal. Lalu Hazal mengatakan kalau ayah Ozkan, ibunya Dilara
juga tidak menginginkannya. Dia datang tapi tidak peduli pada Hazal. Gulseren
menghibur Hazal dan mengatakan kalau Dilara sangat menginginkan Hazal bahkan
mereka mengundang Hazal makan malam disana dengan mereka. Hazal sangat senang,
Gulseren lalu berjanji dia akan membiarkan mereka membantu Hazal, sekolah yang
baik, uang saku dan juga pakaian yang bagus. Gulseren juga berkata meskipun
Hazal tinggal jauh, Gulseren akan selalu menyayangi Hazal. Hazal pun memeluk
Gulseren dengan sangat bahagia.
Sedangkan dirumah Dilara, Cihan baru saja pulang bersama
Ozan. Lalu saat tidak ada siapa-siapa, Cansu bicara dengan Cihan. Cansu
bertanya apa yang akan terjadi pada Cihan dan ibunya. Cihan menjawab akan
memberitahu Cansu setelah waktunya. Cansu dan Cihan berpelukan dengan erat.
Saat makan malam, teman Ozan datang ingin menjenguk Ozan. Setelah temannya
pergi, Dilara marah kenapa mereka tidak memberitahu Dilara mengenai Ozan yang
ditangkap polisi. Dilara marah pada Cihan dan membuat Ozan juga marah pada
Dilara. Ozan mengatakan kalau dia tidak peduli, yang harus dipikirkan kenapa
ayahnya tidur dikamar tamu dirumahnya sendiri. Ozan pun pergi disusul oleh
Cansu. Rahmi mengatakan akan bicara dengan cucu-cucunya. Cihan dan Dilara
kembali bertengkar dan membuat Cihan ingin pergi. Dilara marah dan meminta
Cihan pergi saja bersama wanita kampung
itu (maksudnya Gulseren). Dilara mengatakan kalau dia tidak akan bercerai
dengan Cihan.
Malam itu, Cihan sangat kacau dan berada dicafe. Sedangkan
Gulseren berada dirumahnya menyelimuti Keriman yang tidur disofa ruang TV. Lalu
ponsel Gulseren berbunyi, ada yang mengirim pesan. Gulseren membuka pesan dan
langsung melihat keluar jendela. Saat Gulseren menoleh kebawah, Cihan sudah
berdiri dibawah melihat ke arah Gulseren.
Gulseren lalu masuk ke kamarnya dan menghubungi Cihan. Cihan
meminta Gulseren turun, Gulseren mengatakan kalau hubungan mereka sudah
selesai. Cihan mengancam jika Gulseren tidak turun maka Cihan akan naik ke
atas. Gulseren mengalah dan berkata akan turun menemui Cihan. Dilantai bawah,
Gulseren menemui Cihan. Cihan mengatakan kalau dia ingin bicara dengan
Gulseren. Gulseren menurut dan ikut dengan mobil Cihan. Tanpa Gulseren tau,
Keriman melihat dari atas Gulseren pergi bersama Cihan.
Ditepi pantai, Cihan cerita mengenai awal pertemuan Cihan
dan Dilara. Cihan mengakui kalau sebenarnya Cihan tau dia tidak akan bisa
bersama Dilara tapi saat Cihan ingin putus, Dilara mengatakan kalau dia hamil.
Cihan terpaksa menikahi Dilara dan menjalani kehidupannya tapi dia tidak
merasakan kebahagiaan sedikitpun. Sedangkan Gulseren menceritakan kalau dia dan
Ozkan sangat mencintai, mereka masih muda dan menikah tapi dia tidak menyesal
dengan pernikahannya bersama Ozkan. Cihan mengatakan bahwa dia tidak bahagia,
Gulseren memberikan saran agar Cihan mempertahankan kehidupannya dengan Dilara
karena Dilara adalah istrinya selama 19 tahun. Gulseren pergi meninggalkan
Cihan dengan wajah sedih.
Keesokan hari, Alper bertemu dengan Dilara. Entah apa
kesepakatan mereka, Dilara menuruti permintaan Alper.
Post a Comment