ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Ozan berhenti dan membuka kaca mobilnya. Polisi meminta Ozan
menunjukkan SIM dan STNK milik Ozan. Ozan mengeluarkan STNK mobil, polisi
melihat tidak ada SIM. Polisi meminta Ozan menyerahkan SIM nya, lalu Ozan
mengaku kalau dia tidak punya SIM.
Polisi meminta tanda pengenal Ozan, dan melihat kalau Ozan belum genap
berusia 18 tahun. Polisi mengatakan kalau ada yang melaporkan bahwa Ozan
mengendarai mobil tanpa SIM dan dalam keadaan mabuk, ditambah pula Ozan
mengendarai mobil sambil menelpon. Ozan diminta tes alkohol dan Ozan ketahuan
sebelumnya sudah mengkonsumsi alkohol. Ozan dibawa polisi menggunakan mobil
polisi.
Cihan menunggu Gulseren datang, Gulseren datang dan duduk.
Cihan bertanya ada apa dengan Gulseren. Gulseren memberitahu bahwa Dilara
datang kerumahnya. Cihan kesal karena Dilara datang menemui Gulseren dan
membuat Gulseren sedih. Cihan mengambil ponsel dan mencoba menelpon Dilara.
Gulseren mencegah dan mengancam jika Cihan menghubungi Dilara maka dia akan
pergi.
Saat itu, Dilara sedang menerima surat dari pengantar surat.
Dilara menjawab telponnya tapi Cihan tidak bicara. Dilara masuk dan membuka
surat, membacanya. Surat itu adalah surat panggilan pengadilan untuk perceraian
Dilara dan Cihan. Dilara sangat marah dan membanting semua barang-barang
didepannya.
Cihan menanyakan apa yang dibicarakan oleh Dilara pada
Gulseren. Gulseren akan menceritakan jika Cihan tidak memberitahu Dilara. Cihan
berjanji lalu Gulseren menceritakan apa yang Dilara bilang padanya. Cihan
menjawab semua itu bukan lah keputusan Cihan.
Dirumahnya, Dilara merenung dihalaman. Tatapan mata Dilara
kosong menatap ke pantai. Rahmi menghampiri Dilara dan menghiburnya. Rahmi tau
Dilara memikirkan masalah Gulseren dan Cihan. Dia juga memberitahu bahwa Cihan
mendaftarkan asuransi untuk Gulseren dan Hazal. Dilara terkejut karena
kata-kata Rahmi. Rahmi juga memberitahu kalau Cihan ditelpon oleh Gulseren dan
Cihan langsung pergi.
Setelah selesai bertemu dengan Cihan, Gulseren duduk ditepi
pantai. Gulseren ragu-ragu, dia bingung akan menghubungi Dilara atau tidak. Sedangkan
dirumahnya, Dilara sedang memikirkan rencana bersama Rahmi. Lalu telpon Dilara
berbunyi, Gulseren menghubungi Dilara. Dilara terkejut.
Baca juga :
Sinopsis Shehrazat Ep 48 (19 September 2015)
Cihan datang ke kantor polisi mengurus masalah Ozan yang
ditangkap. Cihan menandatangani surat perjanjian untuk membebaskan Ozan dari
penjara. Setelah selesai, Ozan membiarkan ayahnya untuk marah padanya. Cihan
lalu mengatakan kalau dia memang marah tapi dia tidak ingin memperpanjang
masalahnya. Cihan yakin semua orang pernah melakukan kesalahan dan meminta Ozan
bersabar sebentar lagi untuk mendapatkan SIM. Cihan juga meminta Ozan tidak
minum saat mengemudi lagi. Ozan minta tolong pada ayahnya untuk tidak
menceritakan pada ibunya tentang hal ini. Cihan pun menyanggupi permintaan
Ozan.
Gulseren berada dirumah Derya menceritakan apa yang terjadi.
Derya ragu Gulseren akan datang bersama Hazal kesana. Gulseren mengatakan kalau
dia hanya ingin semua masalahnya selesai dan Hazal tetap bisa bersamanya.
Gulseren pun pamit pulang kerumahnya pada Derya.
Dirumah Gulseren, Keriman bicara dengan Hazal. Hazal kesal
karena dia masih tinggal dirumah itu sedangkan dia adalah anak kandung Cihan.
Keriman lalu berkata kalau Dilara datang kerumah siang itu. Hazal sangat senang
dan mengira Dilara datang ingin menjemput Hazal. Keriman memberitahu bahwa
Dilara tidak ingin membawa Hazal, Dilara sendiri yang memberitahu Gulseren
siang itu. Hazal sangat sedih dan lari ke kamarnya, Hazal menangis meratapi
nasibnya.
Keriman lalu ditelpon oleh Ozkan. Ozkan awalnya marah karena
Keriman tidak menjawab telpon dari pengacaranya. Keriman lalu beralasan bahwa
dia punya masalah karena Hazal bukanlah anak kandung Ozkan. Keriman menceritakan
semua yang terjadi. Lalu Gulseren pulang, Gulseren mendengar Keriman menyebut
nama Ozkan. Gulseren merebut telpon dari Keriman dan ingin bicara pada Ozkan.
Ozkan hanya diam mendengar kemarahan Gulseren dan langsung memutuskan
telponnya. Hazal mendengar Gulseren memanggil-manggil nama Ozkan dan bertanya
apa ayahnya yang menelpon.
Post a Comment