Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 19 September 2015 Episode 13 - Bagian 1

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 19 September 2015 Episode 13 - Bagian 1

ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Ozan berhenti dan membuka kaca mobilnya. Polisi meminta Ozan menunjukkan SIM dan STNK milik Ozan. Ozan mengeluarkan STNK mobil, polisi melihat tidak ada SIM. Polisi meminta Ozan menyerahkan SIM nya, lalu Ozan mengaku kalau dia tidak punya SIM.  Polisi meminta tanda pengenal Ozan, dan melihat kalau Ozan belum genap berusia 18 tahun. Polisi mengatakan kalau ada yang melaporkan bahwa Ozan mengendarai mobil tanpa SIM dan dalam keadaan mabuk, ditambah pula Ozan mengendarai mobil sambil menelpon. Ozan diminta tes alkohol dan Ozan ketahuan sebelumnya sudah mengkonsumsi alkohol. Ozan dibawa polisi menggunakan mobil polisi.

Cihan menunggu Gulseren datang, Gulseren datang dan duduk. Cihan bertanya ada apa dengan Gulseren. Gulseren memberitahu bahwa Dilara datang kerumahnya. Cihan kesal karena Dilara datang menemui Gulseren dan membuat Gulseren sedih. Cihan mengambil ponsel dan mencoba menelpon Dilara. Gulseren mencegah dan mengancam jika Cihan menghubungi Dilara maka dia akan pergi. 

Saat itu, Dilara sedang menerima surat dari pengantar surat. Dilara menjawab telponnya tapi Cihan tidak bicara. Dilara masuk dan membuka surat, membacanya. Surat itu adalah surat panggilan pengadilan untuk perceraian Dilara dan Cihan. Dilara sangat marah dan membanting semua barang-barang didepannya. 
Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 19 September 2015 Episode 13 - Bagian 1

Cihan menanyakan apa yang dibicarakan oleh Dilara pada Gulseren. Gulseren akan menceritakan jika Cihan tidak memberitahu Dilara. Cihan berjanji lalu Gulseren menceritakan apa yang Dilara bilang padanya. Cihan menjawab semua itu bukan lah keputusan Cihan.

Dirumahnya, Dilara merenung dihalaman. Tatapan mata Dilara kosong menatap ke pantai. Rahmi menghampiri Dilara dan menghiburnya. Rahmi tau Dilara memikirkan masalah Gulseren dan Cihan. Dia juga memberitahu bahwa Cihan mendaftarkan asuransi untuk Gulseren dan Hazal. Dilara terkejut karena kata-kata Rahmi. Rahmi juga memberitahu kalau Cihan ditelpon oleh Gulseren dan Cihan langsung pergi.

Setelah selesai bertemu dengan Cihan, Gulseren duduk ditepi pantai. Gulseren ragu-ragu, dia bingung akan menghubungi Dilara atau tidak. Sedangkan dirumahnya, Dilara sedang memikirkan rencana bersama Rahmi. Lalu telpon Dilara berbunyi, Gulseren menghubungi Dilara. Dilara terkejut.

Baca juga :
Sinopsis Shehrazat Ep 48 (19 September 2015)

Cihan datang ke kantor polisi mengurus masalah Ozan yang ditangkap. Cihan menandatangani surat perjanjian untuk membebaskan Ozan dari penjara. Setelah selesai, Ozan membiarkan ayahnya untuk marah padanya. Cihan lalu mengatakan kalau dia memang marah tapi dia tidak ingin memperpanjang masalahnya. Cihan yakin semua orang pernah melakukan kesalahan dan meminta Ozan bersabar sebentar lagi untuk mendapatkan SIM. Cihan juga meminta Ozan tidak minum saat mengemudi lagi. Ozan minta tolong pada ayahnya untuk tidak menceritakan pada ibunya tentang hal ini. Cihan pun menyanggupi permintaan Ozan.

Gulseren berada dirumah Derya menceritakan apa yang terjadi. Derya ragu Gulseren akan datang bersama Hazal kesana. Gulseren mengatakan kalau dia hanya ingin semua masalahnya selesai dan Hazal tetap bisa bersamanya. Gulseren pun pamit pulang kerumahnya pada Derya.

Dirumah Gulseren, Keriman bicara dengan Hazal. Hazal kesal karena dia masih tinggal dirumah itu sedangkan dia adalah anak kandung Cihan. Keriman lalu berkata kalau Dilara datang kerumah siang itu. Hazal sangat senang dan mengira Dilara datang ingin menjemput Hazal. Keriman memberitahu bahwa Dilara tidak ingin membawa Hazal, Dilara sendiri yang memberitahu Gulseren siang itu. Hazal sangat sedih dan lari ke kamarnya, Hazal menangis meratapi nasibnya.


Keriman lalu ditelpon oleh Ozkan. Ozkan awalnya marah karena Keriman tidak menjawab telpon dari pengacaranya. Keriman lalu beralasan bahwa dia punya masalah karena Hazal bukanlah anak kandung Ozkan. Keriman menceritakan semua yang terjadi. Lalu Gulseren pulang, Gulseren mendengar Keriman menyebut nama Ozkan. Gulseren merebut telpon dari Keriman dan ingin bicara pada Ozkan. Ozkan hanya diam mendengar kemarahan Gulseren dan langsung memutuskan telponnya. Hazal mendengar Gulseren memanggil-manggil nama Ozkan dan bertanya apa ayahnya yang menelpon.

Post a Comment