ellieve.com - Hazal mengajak Seyda pergi menuju ke suatu tempat. Seyda
bingung Hazal akan mengajak Seyda kemana dan Hazal berjanji itu suatu tempat
yang menyenangkan.
Rahmi menemui Cihan
dikantornya. Rahmi marah karena Cihan tidak membalas budi padanya
mengatakan kalau dia tidak punya uang sedangkan ayahnya sudah menyekolahkannya.
Cihan kesal dan mengatakan sesuatu yang membuat Rahmi terdiam. Kejadian saat
ibunya meninggal karena ulah Rahmi yang berhutang kesana kemari dan akhirnya
membuat mereka kabur dari kejaran orang selama 1 tahun dan setelah Cihan
bangkit, dia memberikan ayahnya restoran diluar negeri dan juga membayar 10
orang untuk mengawasi ayahnya agar tidak terjadi sesuatu padanya tapi Rahmi
malah berulah lagi dan menjual restorannya.
Gulseren menghubungi Cihan dan mengajaknya bertemu. Gulseren
menangis dan sangat sedih membuat Cihan cemas dan berjanji akan segera datang
menemui Gulseren.
Hazal dan Seyda datang ke tempat berkuda. Hazal merasa kuda
yang ditunggangi Cansu adalah miliknya bukan milik Cansu. Hazal juga menyamakan
dirinya dengan Ozan. Hazal tetap menyalahkan Gulseren karena menghalanginya
tinggal bersama keluarganya. Hazal nekad ingin mendekati Ozan dan yakin Ozan
akan menyukainya. Hazal menghampiri Ozan dan menanyakan apa dia mengenal Hazal.
Ozan tetap bersikap cuek pada Hazal dan tidak mendengar perkataan Hazal. Ozan
bahkan meninggalkan Hazal dan bicara dengan teman-temannya. Ozan sengaja bicara
dengan teman-temannya dan berkata bahwa dia sangat menyayangi Cansu, adiknya
satu-satunya.
Hazal sangat kesal mendengar perkataan Ozan dan sikap Ozan
padanya. Hazal mendengar bahwa Ozan mengendarai mobil tanpa memiliki surat
izinnya. Itu menjadi rencana bagi Hazal. Saat Ozan pergi dengan mobilnya, Hazal
menghubungi polisi dan melaporkan Ozan.
Alper bicara pada Solmaz bahwa dia yakin Cihan tidak akan
menganggap masalah mengenai pemerasan Alper pada Cihan. Lalu tiba-tiba, sahabat
baik Cihan mendatangi Alper. Dia memberitahu bahwa Cihan tidak ingin Alper ada
diperusahaannya dan menawarkan memberikan deposito dan bunganya agar Alper
keluar dari perusahaannya. Alper menolak dan mengancam kalau dia masih punya kartu
As milik Cihan.
Ozan mengendarai mobilnya sambil bicara ditelpon dengan
temannya. Lalu Ozan melihat ada pemeriksaan polisi ditengah jalan, Ozan
menghentikan pembicaraannya dengan temannya itu dan memperlambat laju mobilnya.
Ozan berhenti dan membuka kaca mobilnya. Polisi meminta Ozan
menunjukkan SIM dan STNK milik Ozan. Ozan mengeluarkan STNK mobil, polisi
melihat tidak ada SIM. Polisi meminta Ozan menyerahkan SIM nya, lalu Ozan
mengaku kalau dia tidak punya SIM.
Polisi meminta tanda pengenal Ozan, dan melihat kalau Ozan belum genap
berusia 18 tahun. Polisi mengatakan kalau ada yang melaporkan bahwa Ozan
mengendarai mobil tanpa SIM dan dalam keadaan mabuk, ditambah pula Ozan
mengendarai mobil sambil menelpon. Ozan diminta tes alkohol dan Ozan ketahuan
sebelumnya sudah mengkonsumsi alkohol. Ozan dibawa polisi menggunakan mobil
polisi.
Baca juga :
Cihan menunggu Gulseren datang, Gulseren datang dan duduk.
Cihan bertanya ada apa dengan Gulseren. Gulseren memberitahu bahwa Dilara
datang kerumahnya. Cihan kesal karena Dilara datang menemui Gulseren dan
membuat Gulseren sedih. Cihan mengambil ponsel dan mencoba menelpon Dilara.
Gulseren mencegah dan mengancam jika Cihan menghubungi Dilara maka dia akan
pergi.
Saat itu, Dilara sedang menerima surat dari pengantar surat.
Dilara menjawab telponnya tapi Cihan tidak bicara. Dilara masuk dan membuka
surat, membacanya. Surat itu adalah surat panggilan pengadilan untuk perceraian
Dilara dan Cihan. Dilara sangat marah dan membanting semua barang-barang
didepannya.
Post a Comment