Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 18 September 2015 Episode 12 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 18 September 2015 Episode 12 - Bagian 2

ellieve.com - Hazal mengajak Seyda pergi menuju ke suatu tempat. Seyda bingung Hazal akan mengajak Seyda kemana dan Hazal berjanji itu suatu tempat yang menyenangkan.

Rahmi menemui Cihan  dikantornya. Rahmi marah karena Cihan tidak membalas budi padanya mengatakan kalau dia tidak punya uang sedangkan ayahnya sudah menyekolahkannya. Cihan kesal dan mengatakan sesuatu yang membuat Rahmi terdiam. Kejadian saat ibunya meninggal karena ulah Rahmi yang berhutang kesana kemari dan akhirnya membuat mereka kabur dari kejaran orang selama 1 tahun dan setelah Cihan bangkit, dia memberikan ayahnya restoran diluar negeri dan juga membayar 10 orang untuk mengawasi ayahnya agar tidak terjadi sesuatu padanya tapi Rahmi malah berulah lagi dan menjual restorannya. 

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 18 September 2015 Episode 12 - Bagian 2


Gulseren menghubungi Cihan dan mengajaknya bertemu. Gulseren menangis dan sangat sedih membuat Cihan cemas dan berjanji akan segera datang menemui Gulseren.

Hazal dan Seyda datang ke tempat berkuda. Hazal merasa kuda yang ditunggangi Cansu adalah miliknya bukan milik Cansu. Hazal juga menyamakan dirinya dengan Ozan. Hazal tetap menyalahkan Gulseren karena menghalanginya tinggal bersama keluarganya. Hazal nekad ingin mendekati Ozan dan yakin Ozan akan menyukainya. Hazal menghampiri Ozan dan menanyakan apa dia mengenal Hazal. Ozan tetap bersikap cuek pada Hazal dan tidak mendengar perkataan Hazal. Ozan bahkan meninggalkan Hazal dan bicara dengan teman-temannya. Ozan sengaja bicara dengan teman-temannya dan berkata bahwa dia sangat menyayangi Cansu, adiknya satu-satunya.

Hazal sangat kesal mendengar perkataan Ozan dan sikap Ozan padanya. Hazal mendengar bahwa Ozan mengendarai mobil tanpa memiliki surat izinnya. Itu menjadi rencana bagi Hazal. Saat Ozan pergi dengan mobilnya, Hazal menghubungi polisi dan melaporkan Ozan.

Alper bicara pada Solmaz bahwa dia yakin Cihan tidak akan menganggap masalah mengenai pemerasan Alper pada Cihan. Lalu tiba-tiba, sahabat baik Cihan mendatangi Alper. Dia memberitahu bahwa Cihan tidak ingin Alper ada diperusahaannya dan menawarkan memberikan deposito dan bunganya agar Alper keluar dari perusahaannya. Alper menolak dan mengancam kalau dia masih punya kartu As milik Cihan.

Ozan mengendarai mobilnya sambil bicara ditelpon dengan temannya. Lalu Ozan melihat ada pemeriksaan polisi ditengah jalan, Ozan menghentikan pembicaraannya dengan temannya itu dan memperlambat laju mobilnya.


Ozan berhenti dan membuka kaca mobilnya. Polisi meminta Ozan menunjukkan SIM dan STNK milik Ozan. Ozan mengeluarkan STNK mobil, polisi melihat tidak ada SIM. Polisi meminta Ozan menyerahkan SIM nya, lalu Ozan mengaku kalau dia tidak punya SIM.  Polisi meminta tanda pengenal Ozan, dan melihat kalau Ozan belum genap berusia 18 tahun. Polisi mengatakan kalau ada yang melaporkan bahwa Ozan mengendarai mobil tanpa SIM dan dalam keadaan mabuk, ditambah pula Ozan mengendarai mobil sambil menelpon. Ozan diminta tes alkohol dan Ozan ketahuan sebelumnya sudah mengkonsumsi alkohol. Ozan dibawa polisi menggunakan mobil polisi.
Baca juga :
Cihan menunggu Gulseren datang, Gulseren datang dan duduk. Cihan bertanya ada apa dengan Gulseren. Gulseren memberitahu bahwa Dilara datang kerumahnya. Cihan kesal karena Dilara datang menemui Gulseren dan membuat Gulseren sedih. Cihan mengambil ponsel dan mencoba menelpon Dilara. Gulseren mencegah dan mengancam jika Cihan menghubungi Dilara maka dia akan pergi.


Saat itu, Dilara sedang menerima surat dari pengantar surat. Dilara menjawab telponnya tapi Cihan tidak bicara. Dilara masuk dan membuka surat, membacanya. Surat itu adalah surat panggilan pengadilan untuk perceraian Dilara dan Cihan. Dilara sangat marah dan membanting semua barang-barang didepannya. 

Post a Comment