ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya..... Keesokan harinya, Cihan sudah bersiap-siap untuk pergi
bekerja. Cihan melihat Dilara berdiri menatap ke luar jendela. Cihan
menghampiri Dilara dan mengatakan apa Dilara sedang menyesal karena
meninggalkan Cansu ditoko sendirian. Dilara berkata “aku yakin kita bisa
memperbaiki semuanya”. Cihan “tidak Dilara, itu semua tidak akan bisa”. Dilara “lupakan
kata-kata cerai, aku tidak akan bercerai denganmu Cihan”. Cihan “jadi kau ingin
aku tinggal bersamamu sedagkan aku tidak mencintaimu”.
Dilara “Cihan sebenarnya apa salahku sampai kau kejam
padaku?”. Cihan meminta Dilara memikirkannya. Dilara “aku sudah memikirkannya
dan kau bahkan menampar istrimu”. Cihan mengatakan dia akan selalu minta maaf
saat Dilara mengingat masalah itu. Cihan tertawa. Dilara meminta Cihan
melupakan kata-kata cerai. Cihan tidak bisa tinggal serumah dan hidup bersama
dengan orang yang hanya memikirkan reputasinya. Dilara tidak mau bercerai
karena reputasinya jika orang tau bahwa dia bercerai sedangkan Cihan tidak peduli
sama sekali.
Cihan menghampiri ayahnya dan menyapanya. Rahmi bertanya ada
apa dengan mereka. Cihan pergi lalu Rahmi bertanya pada Dilara. Dilara
mengatakan bahwa Cihan menginginkan bercerai dengan Dilara. Rahmi menjadi emosi
dan menanyakan apa Cihan selingkuh dengan wanita lain. Dilara membantahnya dan
berkata mungkin saja karena bosan sudah lama menikah. Rahmi berjanji akan
mendukung Dilara.
Dilara mendatangi kamar Cansu karena sebelumnya Cihan juga
mengingatkan agar Dilara hanya fokus untuk mengambil hati Cansu lagi. Cansu
terbangun dan membaca pesan dari Dilara. Cansu tersenyum karena Dilara minta
maaf padanya. Dilara lalu memeluk Cansu dan menciumnya, Cansu juga minta maaf
karena sudah keterlaluan pada Dilara.
Dirumah Gulseren, Hazal bersiap-siap untuk berangkat ke
sekolah. Gulseren meminta Hazal untuk istirahat saja tapi Hazal memaksa untuk
kembali bersekolah. Hazal pamitan dan meminta uang saku pada ibunya. Gulseren
menjawab bahwa dia sudah memberikan uang saku hari sebelumnya, Keriman lalu
mengeluarkan uang dan memberikannya pada Hazal. Keadaan kembali seperti semula,
dengan cara Hazal yang selalu meminta uang pada ibunya.
Baca juga :
Sinopsis Shehrazat Ep. 46 (17 September 2015)
Beberapa lama setelah Hazal pergi, Keriman menawarkan
Gulseren untuk duduk dan minum kopi. Keriman meminta bicara dengan Gulseren.
Gulseren yakin Keriman punya maksud tertentu. Gulseren marah karena Keriman
akan membicarakan mengenai menjual Hazal lagi. Keriman membantah kalau dia
tidak ingin menjual Hazal, dia hanya ingin bernegosiasi dengan keluarga mereka.
Keriman yakin keluarga mereka kaya dan tidak akan membiarkan Hazal tinggal
dilingkungan kumuh seperti ini. Gulseren marah dan mengatakan dia tidak akan
pernah menjual Hazal. Gulseren bahkan mengancam Keriman jika membicarakan uang
lagi, Keriman akan dibunuhnya. Gulseren lalu secepatnya pergi.
Alper dan Solmaz mendiskusikan mengenai rencana pemerasannya
pada Cihan. Alper yakin Cihan akan menandatangani kontrak kerjasamanya dengan
Alper kalau tidak Alper akan memberitahu Dilara mengenai Hazal. Padahal Alper
tidak tau kalau Hazal sebenarnya adalah anak kandung Cihan dan Dilara.
Dikantornya, Cihan meminta sahabat baiknya mengenai
pemerasan Alper padanya. Alper menyangka bahwa Hazal adalah anak tidak sah dan
mengancam akan memberitahu Dilara. Cihan juga bercerita bahwa Dilara lah yang
mengenalkan Alper dengannya dan memaksa agar Cihan dulunya bekerja sama dengan
Alper.
Post a Comment