Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 17 September 2015 Episode 11 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 17 September 2015 Episode 11 - Bagian 2


ellieve.com - Dirumahnya, Dilara marah-marah pada pembantu mengenai penyakit alerginya pada debu karena pembantu tidak membersihkan barang-barang dengan baik. Dilara lalu mengajak Rahmi jalan-jalan keluar. Selang beberapa lama, mereka sudah berada ditepi pantai. Tiba-tiba ponsel Rahmi berbunyi, Keriman menghubungi Rahmi menanyakan bagaimana kesepakatannya. Keriman meminta uang untuk menukar Hazal. Rahmi beralasan bahwa dia sedang mengurus dengan pengacaranya. Setelah pembicaraan selesai, Dilara bertanya apa Keriman percaya dia akan menerima uangnya. Rahmi mengatakan Keriman adalah wanita bodoh yang percaya pada harapan.

Selang beberapa lama, Dilara mendatangi rumah Solmaz. Dilara ingin mengajak Solmaz pergi ke yayasan bersama-sama. Dilara melihat memar diwajah Solmaz. Solmaz beralasan bahwa dia terjatuh tapi Dilara yakin Solmaz dipukul oleh Alper. 


Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 17 September 2015 Episode 11 - Bagian 2

Sedangkan dikantor, Cihan didatangi oleh Alper. Alper mengatakan kalau dia bercanda saat mengatakan akan memberitahu Dilara mengenai Hazal. Cihan lalu berkata “jadi kau hanya bercanda Alper. Kau sungguh teman yang baik padahal aku sudah menandatangani kontraknya, baiklah aku akan membuangnya”. Cihan membuah sebuah kertas ke tempat sampah. Alper melihatnya saja lalu dia pergi.

Solmaz membantah tuduhan Dilara mengenai wajahnya yang dipukul oleh Alper. Dilara yakin dan mengatakan bagaimana Alper tega seperti itu dan menyarankan Solmaz membalas suaminya. Solmaz emosi dan berkata “membalas suamiku. Bagaimana denganmu Dilara? Kau juga harus membalas suamimu”. Dilara bingung lalu bertanya apa maksud Solmaz. Solmaz awalnya enggan bicara lalu dengan ragu dia berkata kalau Cihan punya anak tidak sah.

Dilara membantah tuduhan Solmaz dan mengatakan bahwa dia mengenal Hazal dan masalahnya bukan Hazal adalah anak tidak sah. Dilara tidak ingin mengatakan yang sebenarnya tapi tidak ingin juga membenarkan tuduhan Solmaz. Dilara lalu pamit karena Solmaz bilang dia ingin mengompres wajahnya.

Disekolah, Hazal menunjukkan rekaman video pada teman-teman yang tidak percaya padanya kalau dia memang benar anak Cihan. Mereka masih tidak percaya dan menuduh Hazal mengedit videonya.

Gulseren mendapatkan pekerjaan disebuah perusahaan konveksi. Malam harinya, Cihan tidur dikamar tamu, Ozan melihat ayahnya tidur dikamar tamu dan bukannya dikamar bersama ibunya Dilara. Cihan memikirkan Gulseren sedangkan Dilara merenung dikamarnya memikirkan Cihan yang ingin bercerai dengannya.

Keesokan harinya, diyayasan, Dilara memberanikan diri untuk menceritakan hal yang sebenarnya pada teman-teman yayasan. Dilara memberitahu kebenaran mengenai tertukarnya anaknya dan Hazal adalah anak kandung dari Dilara dan Cihan. Mereka menyarankan Dilara untuk menuntut rumah sakit tempat dimana dia melahirkan. Setelah selesai, Dilara pamitan pada teman-temannya untuk pulang. Setelah Dilara pergi, salah satu teman yang tidak suka dengan Dilara, mengatakan pada yang lain bahwa cerita Dilara tadi adalah kebohongan.

Disekolah, Hazal ingin menghubungi Dilara. Saat mencoba menelpon, Dilara tidak menjawab telpon dari Hazal. Sedangkan teman-teman Hazal kembali mengejek Hazal berbohong mengenai keluarga kayanya. Hazal kesal dan lari ke toilet. Seyda menyusul dan melihat Hazal kesal. Seyda meminta Hazal tenang, Hazal berkata “dia tidak perlu mengangkat telponku, aku tidak akan pernah menelponnya lagi”. Hazal menangis, Seyda memeluk Hazal.

Ditempat latihan kuda, Cansu kembali semangat berlatih berkuda. Setelah selesai, Cansu melihat Ozan datang. Cansu tersenyum dan bertanya kenapa Ozan datang. Ozan mengatakan ingin melihat Cansu. Lalu mereka berbicara. Ozan mengatakan bahwa ayah mereka tidur dikamar tamu, Ozan juga berkata ayah bangun lebih cepat dan pergi agar mereka tidak tau dia tidur dikamar tamu. Awalnya Cansu tidak percaya tapi Ozan meyakinkan bahwa dia melihatnya. Cansu bertanya apa mereka benar-benar akan bercerai. Ozan bingung siapa wanita yang membuat hubungan ayahnya dan ibunya hancur. Cansu meyakinkan Ozan bahwa ayah mereka tidak seperti itu.

Ditempat kerja Gulseren, semua sedang bekerja. Lalu jam menunjukkan saatnya pulang, Gulseren bersiap-siap untuk pulang. Diluar, saat Gulseren sedang menunggu bus, salah satu pekerja disana menggoda Gulseren. Tiba-tiba Cihan muncul, Gulseren bertanya kenapa Cihan ada disana. Cihan meminta agar Gulseren ikut dengannya dan bicara. Awalnya Gulseren menolak dan laki-laki tadi meminta Cihan pergi. Cihan kesal dan meminta laki-laki itu hanya masuk ke mobilnya dan tidak ikut campur. Akhirnya Gulseren menyerah karena Cihan bertengkar dengan laki-laki itu.

Selang beberapa lama, mereka sudah sampai di tepi pantai. Cihan memuji-muji Gulseren tapi Gulseren mengatakan bahwa dunia mereka berbeda. Gulseren merasa dia adalah perempuan miskin sedangkan Cihan seorang pengusaha terkenal. Cihan menolak untuk dibanding-bandingkan seperti itu.


Sedangkan dirumah, Dilara cerita pada Rahmi mengenai sikap teman-temannya seakan tidak percaya dengan ceritanya. Rahmi menyarankan agar secepatnya mengadopsi Hazal untuk tinggal bersama mereka. Cansu muncul dan menghentikan pembicaraan Rahmi dan Dilara. Saat Cansu masuk ke kamarnya, Rahmi mengatakan bahwa dia punya ide dan tidak harus menunggu Cihan karena itu akan membuat bahan pergunjingan untuk keluarga mereka. 

Post a Comment