ellieve.com - Dirumahnya, Dilara marah-marah pada pembantu mengenai
penyakit alerginya pada debu karena pembantu tidak membersihkan barang-barang
dengan baik. Dilara lalu mengajak Rahmi jalan-jalan keluar. Selang beberapa
lama, mereka sudah berada ditepi pantai. Tiba-tiba ponsel Rahmi berbunyi,
Keriman menghubungi Rahmi menanyakan bagaimana kesepakatannya. Keriman meminta
uang untuk menukar Hazal. Rahmi beralasan bahwa dia sedang mengurus dengan
pengacaranya. Setelah pembicaraan selesai, Dilara bertanya apa Keriman percaya
dia akan menerima uangnya. Rahmi mengatakan Keriman adalah wanita bodoh yang
percaya pada harapan.
Selang beberapa lama, Dilara mendatangi rumah Solmaz. Dilara
ingin mengajak Solmaz pergi ke yayasan bersama-sama. Dilara melihat memar
diwajah Solmaz. Solmaz beralasan bahwa dia terjatuh tapi Dilara yakin Solmaz
dipukul oleh Alper.
Sedangkan dikantor, Cihan didatangi oleh Alper. Alper
mengatakan kalau dia bercanda saat mengatakan akan memberitahu Dilara mengenai
Hazal. Cihan lalu berkata “jadi kau hanya bercanda Alper. Kau sungguh teman
yang baik padahal aku sudah menandatangani kontraknya, baiklah aku akan membuangnya”.
Cihan membuah sebuah kertas ke tempat sampah. Alper melihatnya saja lalu dia
pergi.
Solmaz membantah tuduhan Dilara mengenai wajahnya yang
dipukul oleh Alper. Dilara yakin dan mengatakan bagaimana Alper tega seperti
itu dan menyarankan Solmaz membalas suaminya. Solmaz emosi dan berkata “membalas
suamiku. Bagaimana denganmu Dilara? Kau juga harus membalas suamimu”. Dilara
bingung lalu bertanya apa maksud Solmaz. Solmaz awalnya enggan bicara lalu
dengan ragu dia berkata kalau Cihan punya anak tidak sah.
Dilara membantah tuduhan Solmaz dan mengatakan bahwa dia
mengenal Hazal dan masalahnya bukan Hazal adalah anak tidak sah. Dilara tidak
ingin mengatakan yang sebenarnya tapi tidak ingin juga membenarkan tuduhan
Solmaz. Dilara lalu pamit karena Solmaz bilang dia ingin mengompres wajahnya.
Disekolah, Hazal menunjukkan rekaman video pada teman-teman
yang tidak percaya padanya kalau dia memang benar anak Cihan. Mereka masih
tidak percaya dan menuduh Hazal mengedit videonya.
Gulseren mendapatkan pekerjaan disebuah perusahaan konveksi.
Malam harinya, Cihan tidur dikamar tamu, Ozan melihat ayahnya tidur dikamar
tamu dan bukannya dikamar bersama ibunya Dilara. Cihan memikirkan Gulseren
sedangkan Dilara merenung dikamarnya memikirkan Cihan yang ingin bercerai
dengannya.
Keesokan harinya, diyayasan, Dilara memberanikan diri untuk
menceritakan hal yang sebenarnya pada teman-teman yayasan. Dilara memberitahu
kebenaran mengenai tertukarnya anaknya dan Hazal adalah anak kandung dari Dilara
dan Cihan. Mereka menyarankan Dilara untuk menuntut rumah sakit tempat dimana
dia melahirkan. Setelah selesai, Dilara pamitan pada teman-temannya untuk
pulang. Setelah Dilara pergi, salah satu teman yang tidak suka dengan Dilara,
mengatakan pada yang lain bahwa cerita Dilara tadi adalah kebohongan.
Disekolah, Hazal ingin menghubungi Dilara. Saat mencoba
menelpon, Dilara tidak menjawab telpon dari Hazal. Sedangkan teman-teman Hazal
kembali mengejek Hazal berbohong mengenai keluarga kayanya. Hazal kesal dan
lari ke toilet. Seyda menyusul dan melihat Hazal kesal. Seyda meminta Hazal
tenang, Hazal berkata “dia tidak perlu mengangkat telponku, aku tidak akan
pernah menelponnya lagi”. Hazal menangis, Seyda memeluk Hazal.
Ditempat latihan kuda, Cansu kembali semangat berlatih
berkuda. Setelah selesai, Cansu melihat Ozan datang. Cansu tersenyum dan
bertanya kenapa Ozan datang. Ozan mengatakan ingin melihat Cansu. Lalu mereka
berbicara. Ozan mengatakan bahwa ayah mereka tidur dikamar tamu, Ozan juga
berkata ayah bangun lebih cepat dan pergi agar mereka tidak tau dia tidur
dikamar tamu. Awalnya Cansu tidak percaya tapi Ozan meyakinkan bahwa dia
melihatnya. Cansu bertanya apa mereka benar-benar akan bercerai. Ozan bingung
siapa wanita yang membuat hubungan ayahnya dan ibunya hancur. Cansu meyakinkan
Ozan bahwa ayah mereka tidak seperti itu.
Ditempat kerja Gulseren, semua sedang bekerja. Lalu jam
menunjukkan saatnya pulang, Gulseren bersiap-siap untuk pulang. Diluar, saat
Gulseren sedang menunggu bus, salah satu pekerja disana menggoda Gulseren.
Tiba-tiba Cihan muncul, Gulseren bertanya kenapa Cihan ada disana. Cihan
meminta agar Gulseren ikut dengannya dan bicara. Awalnya Gulseren menolak dan
laki-laki tadi meminta Cihan pergi. Cihan kesal dan meminta laki-laki itu hanya
masuk ke mobilnya dan tidak ikut campur. Akhirnya Gulseren menyerah karena
Cihan bertengkar dengan laki-laki itu.
Selang beberapa lama, mereka sudah sampai di tepi pantai.
Cihan memuji-muji Gulseren tapi Gulseren mengatakan bahwa dunia mereka berbeda.
Gulseren merasa dia adalah perempuan miskin sedangkan Cihan seorang pengusaha
terkenal. Cihan menolak untuk dibanding-bandingkan seperti itu.
Sedangkan dirumah, Dilara cerita pada Rahmi mengenai sikap
teman-temannya seakan tidak percaya dengan ceritanya. Rahmi menyarankan agar
secepatnya mengadopsi Hazal untuk tinggal bersama mereka. Cansu muncul dan
menghentikan pembicaraan Rahmi dan Dilara. Saat Cansu masuk ke kamarnya, Rahmi
mengatakan bahwa dia punya ide dan tidak harus menunggu Cihan karena itu akan membuat
bahan pergunjingan untuk keluarga mereka.
Post a Comment