ellieve.com - Dilara menyusul Cihan yang masuk ke kamar. Dilara meminta
penjelasan dari Cihan kenapa dia bisa bersama Gulseren. Cihan mengambil koper
yang disiapkan Dilara untuk dibawa pergi. Dilara berusaha menahan Cihan tapi
Dilara sendiri yang mengatakan agar Cihan tidak kembali kerumah. Dilara
menyesal tapi Cihan sudah kesal, dia tetap ingin bercerai, dia datang hanya
ingin mengantar Cansu pulang kerumah. Dilara menuduh Cihan ingin bersama
Gulseren. Dilara bahkan mengatakan bahwa Cihan memang menyukai wanita sederhana
seperti Gulseren dari dulu. Cihan marah karena Dilara mengatakan hal seperti
itu.
Ozan bersama Cansu diruang santai sedang menonton. Ozan
mengajak Cansu bicara karena dia tau Cansu sedang sedih. Ozan juga mengajak
adiknya untuk nonton tapi Cansu menolak. Saat itu lah mereka mendengar
pertengkaran ayah dan ibunya diluar.
Cihan yang marah dengan hinaan Dilara dengan tidak sadar
menampar wajah Dilara. Dilara sangat marah dan mengatakan bahwa dia akan
mengingat perlakuan Cihan. Cansu muncul dan meminta mereka berhenti. Cansu
mengatakan bahwa mereka tidak ada yang peduli pada Cansu karena Cansu bukan
anak kandung mereka. Dilara memeluk Cansu tapi Cansu melepaskan pelukan ibunya.
Cansu berkata “jika ibu akan meninggalkan aku kenapa ibu mengajakku belanja”.
Dilara ingin mengatakan itu karena temannya ada yang kecelakaan. Cansu memotong
perkataan ibunya “cukup ibu, jika ibu bilang bahwa putri kandung ibu
kecelakaan, hatiku tidak akan sesakit ini”. Dilara terkejut karena Cansu sudah
tau. Cansu bahkan meminta ibunya mengatakan bahwa dia bukan anak kandungnya.
Cansu menangis tersedu-sedu, Cihan memeluk Cansu. Cihan menenangkan Cansu dan
mengatakan bahwa Cansu adalah belahan jiwanya.
Beberapa lama kemudian, Cihan bicara dengan Dilara bahwa dia
tidak akan keluar dari rumah tapi semua itu bukan karena Dilara tapi karena
Cansu dan Ozan. Cihan juga berkata dia akan tidur di kamar tamu, Dilara meminta
Cihan memikirkan kembali.
Ozan mendatangi Cansu dikamarnya, Ozan menghibur Cansu dan
mengatakan bahwa dia tidak punya adik selain Cansu. Ozan menghibur Cansu dan
membuat Cansu tertawa.
Dirumah Gulseren, Gulseren menyiapkan makanan dan obat untuk
Hazal. Hazal membuka pintu kamarnya dan melihat makanan yang dibuat Gulseren.
Hazal mengatakan kenapa makanannya selalu ini dan berkata “kenapa kau datang
kerumah sakit padahal aku tidak menghubungimu. Jika bukan karena kau ada
disana, ibu Dilara tidak akan pergi dan dia akan membawaku kerumah mereka”.
Gulseren sudah sangat kesal dan marah, dia tidak tahan dan berkata “kalau
begitu maumu, jika kau ingin tinggal bersama mereka, pergilah”. Gulseren
mengambil tas dan jaket Hazal, Gulseren mengatakan “ini cukup untukmu sampai
kesana, mereka akan membelikanmu baju yang baru, makanan yang lezat bahkan
mereka juga akan membelikanmu sepatu kulit asli”. Keriman berusaha mencegah
tapi Gulseren sudah sangat keras. Gulseren bahkan memberikan uang dan
mengatakan “pergilah, ini cukup untukmu, naiklah taxi dan ibumu Dilara akan
membayarkannya untukmu”. Hazal marah lalu pergi keluar dari rumah. Awalnya
Gulseren mengunci pintu lalu tiba-tiba Gulseren sadar dan segera keluar mencari
Hazal. Gulseren menyesal karena mengusir anaknya.
Saat sampai diluar, Gulseren
mencari-cari Hazal dan menemukan Hazal menangis ditepi jalan. Hazal menangis
dan berkata “aku tidak bisa pergi ibu, aku takut. Mereka tidak menginginkan
aku, mereka bilang ingin tapi dia sudah punya anak”. Gulseren memeluk dan
mencium Hazal lalu mengatakan “aku menginginkanmu sayang, aku ibumu”.
Gulseren dan Hazal kembali kerumah. Gulseren menatap Hazal
yang sudah tidur lelap. Gulseren membelai wajahnya dan mencium keningnya Hazal.
Gulseren pergi ke atap dan menatap langit. Sedangkan Cihan juga keluar rumah
menatap langit dan memikirkan Gulseren.
Keesokan harinya, Cihan sudah bersiap-siap untuk pergi
bekerja. Cihan melihat Dilara berdiri menatap ke luar jendela. Cihan
menghampiri Dilara dan mengatakan apa Dilara sedang menyesal karena
meninggalkan Cansu ditoko sendirian. Dilara berkata “aku yakin kita bisa
memperbaiki semuanya”. Cihan “tidak Dilara, itu semua tidak akan bisa”. Dilara “lupakan
kata-kata cerai, aku tidak akan bercerai denganmu Cihan”. Cihan “jadi kau ingin
aku tinggal bersamamu sedagkan aku tidak mencintaimu”.
Post a Comment