Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 16 September 2015 Episode 10 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 16 September 2015 Episode 10 - Bagian 2


ellieve.com - Dilara menyusul Cihan yang masuk ke kamar. Dilara meminta penjelasan dari Cihan kenapa dia bisa bersama Gulseren. Cihan mengambil koper yang disiapkan Dilara untuk dibawa pergi. Dilara berusaha menahan Cihan tapi Dilara sendiri yang mengatakan agar Cihan tidak kembali kerumah. Dilara menyesal tapi Cihan sudah kesal, dia tetap ingin bercerai, dia datang hanya ingin mengantar Cansu pulang kerumah. Dilara menuduh Cihan ingin bersama Gulseren. Dilara bahkan mengatakan bahwa Cihan memang menyukai wanita sederhana seperti Gulseren dari dulu. Cihan marah karena Dilara mengatakan hal seperti itu.

Ozan bersama Cansu diruang santai sedang menonton. Ozan mengajak Cansu bicara karena dia tau Cansu sedang sedih. Ozan juga mengajak adiknya untuk nonton tapi Cansu menolak. Saat itu lah mereka mendengar pertengkaran ayah dan ibunya diluar. 


Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 16 September 2015 Episode 10 - Bagian 2


Cihan yang marah dengan hinaan Dilara dengan tidak sadar menampar wajah Dilara. Dilara sangat marah dan mengatakan bahwa dia akan mengingat perlakuan Cihan. Cansu muncul dan meminta mereka berhenti. Cansu mengatakan bahwa mereka tidak ada yang peduli pada Cansu karena Cansu bukan anak kandung mereka. Dilara memeluk Cansu tapi Cansu melepaskan pelukan ibunya. Cansu berkata “jika ibu akan meninggalkan aku kenapa ibu mengajakku belanja”. Dilara ingin mengatakan itu karena temannya ada yang kecelakaan. Cansu memotong perkataan ibunya “cukup ibu, jika ibu bilang bahwa putri kandung ibu kecelakaan, hatiku tidak akan sesakit ini”. Dilara terkejut karena Cansu sudah tau. Cansu bahkan meminta ibunya mengatakan bahwa dia bukan anak kandungnya. Cansu menangis tersedu-sedu, Cihan memeluk Cansu. Cihan menenangkan Cansu dan mengatakan bahwa Cansu adalah belahan jiwanya.

Beberapa lama kemudian, Cihan bicara dengan Dilara bahwa dia tidak akan keluar dari rumah tapi semua itu bukan karena Dilara tapi karena Cansu dan Ozan. Cihan juga berkata dia akan tidur di kamar tamu, Dilara meminta Cihan memikirkan kembali.

Ozan mendatangi Cansu dikamarnya, Ozan menghibur Cansu dan mengatakan bahwa dia tidak punya adik selain Cansu. Ozan menghibur Cansu dan membuat Cansu tertawa.
Dirumah Gulseren, Gulseren menyiapkan makanan dan obat untuk Hazal. Hazal membuka pintu kamarnya dan melihat makanan yang dibuat Gulseren. Hazal mengatakan kenapa makanannya selalu ini dan berkata “kenapa kau datang kerumah sakit padahal aku tidak menghubungimu. Jika bukan karena kau ada disana, ibu Dilara tidak akan pergi dan dia akan membawaku kerumah mereka”. Gulseren sudah sangat kesal dan marah, dia tidak tahan dan berkata “kalau begitu maumu, jika kau ingin tinggal bersama mereka, pergilah”. Gulseren mengambil tas dan jaket Hazal, Gulseren mengatakan “ini cukup untukmu sampai kesana, mereka akan membelikanmu baju yang baru, makanan yang lezat bahkan mereka juga akan membelikanmu sepatu kulit asli”. Keriman berusaha mencegah tapi Gulseren sudah sangat keras. Gulseren bahkan memberikan uang dan mengatakan “pergilah, ini cukup untukmu, naiklah taxi dan ibumu Dilara akan membayarkannya untukmu”. Hazal marah lalu pergi keluar dari rumah. Awalnya Gulseren mengunci pintu lalu tiba-tiba Gulseren sadar dan segera keluar mencari Hazal. Gulseren menyesal karena mengusir anaknya.

 Saat sampai diluar, Gulseren mencari-cari Hazal dan menemukan Hazal menangis ditepi jalan. Hazal menangis dan berkata “aku tidak bisa pergi ibu, aku takut. Mereka tidak menginginkan aku, mereka bilang ingin tapi dia sudah punya anak”. Gulseren memeluk dan mencium Hazal lalu mengatakan “aku menginginkanmu sayang, aku ibumu”.

Gulseren dan Hazal kembali kerumah. Gulseren menatap Hazal yang sudah tidur lelap. Gulseren membelai wajahnya dan mencium keningnya Hazal. Gulseren pergi ke atap dan menatap langit. Sedangkan Cihan juga keluar rumah menatap langit dan memikirkan Gulseren.


Keesokan harinya, Cihan sudah bersiap-siap untuk pergi bekerja. Cihan melihat Dilara berdiri menatap ke luar jendela. Cihan menghampiri Dilara dan mengatakan apa Dilara sedang menyesal karena meninggalkan Cansu ditoko sendirian. Dilara berkata “aku yakin kita bisa memperbaiki semuanya”. Cihan “tidak Dilara, itu semua tidak akan bisa”. Dilara “lupakan kata-kata cerai, aku tidak akan bercerai denganmu Cihan”. Cihan “jadi kau ingin aku tinggal bersamamu sedagkan aku tidak mencintaimu”. 

Post a Comment