Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 15 September 2015 Episode 9 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 15 September 2015 Episode 9 - Bagian 2

ellieve.com -  Dirumah Cihan, Solmaz datang ingin bertemu dengan Dilara. Solmaz bertemu dengan Rahmi dan menanyakan apa Dilara ada. Rahmi mengatakan bahwa Dilara sedang pergi dan memperkenalkan diri sebagai mertua Dilara, ayahnya Cihan. Solmaz memberitahu bahwa dia adalah istrinya Alper, rekan kerja Cihan. Rahmi menawarkan Solmaz untuk minum dulu didalam. Solmaz berusaha mencari tau apa yang terjadi dengan Dilara dan Cihan dari Rahmi tapi Rahmi bisa menyembunyikan rahasia keluarga Cihan.

Dilara datang ke tempat latihan kuda untuk mencari Cansu. Dia bertanya pada petugas disana dan dia memberitahu bahwa Cansu sedang berkuda. 

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 15 September 2015 Episode 9 - Bagian 2

Dikantor, Cihan sibuk bekerja, lalu Alper muncul. Cihan bersikap tidak suka pada Alper. Alper memang ingin bersaing bisnis dengan Cihan yang sudah sukses. Alper memberitahu Cihan mengenai hal yang dia tau tentang Hazal dan ibunya. Alper mengancam Cihan untuk menandatangani kontrak dan memberikan dia uang dan dia akan menutup mulutnya dari Dilara. Cihan berpura-pura ikut dalam permainannya dan meminta waktu. Setelah Alper pergi, Cihan merobek-robek kertas kontrak dari Alper itu.

Dirumahnya, Gulseren sedang bersiap-siap, Gulseren bahkan berdandan. Keriman bertanya akan kemana Gulseren tapi Gulseren diam dan pergi begitu saja.

Sesuai dengan perkataannya, Hazal membawa semua teman sekelasnya makan direstoran milik Cihan, ayah kandungnya. Seyda menanyakan apa Hazal bercanda mengenai ayah kandungnya. Saat pelayan ingin meminta Hazal membayar, Hazal menyuruh pelayan memanggil Cihan karena dia adalah ayahnya. Hazal bahkan pergi ke kantor Cihan untuk mencari Cihan tapi Cihan sudah pergi. Hazal mencoba menghubungi ayahnya tapi nomor Cihan sedang sibuk.

Cihan baru saja tiba direstoran, Gulseren sudah ada disana. Cihan menyapa Gulseren lalu mereka duduk.  Sedangkan Dilara berusaha memperbaiki keadaan dengan menemani Cansu ditempat berlatih kuda. Saat Dilara sedang bicara dengan Cansu, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Hazal yang menghubunginya. Dilara tidak mengangkat telpon dari Hazal dan berkata bahwa itu dari yayasan pada Cansu.

Direstoran Hazal sangat kesal karena ibu dan ayahnya tidak mengangkat telpon darinya. Hazal mengeluarkan uang dan meminta mereka menambahkan sisanya. Hazal pergi dengan menangis.

Dilara mengatakan bahwa dia memang mengajak Hazal keluar tapi itu karena dia cemburu pada Gulseren yang memberikan foto dan Cansu menyimpannya dengan baik. Dilara meminta maaf pada Cansu karena bersikap seperti itu dan meminta Cansu tidak marah lagi padanya. Dilara juga berkata bahwa dia sangat menyayangi Cansu. Mereka akhirnya berbaikan dan berpelukan.

Dilain tempat, Hazla duduk ditepi pantai menangis sendirian. Hazal merasa sangat sedih karena tidak dipedulikan oleh kedua orang tua kandungnya. Sedangkan Cihan masih bersama Gulseren direstoran. Cihan tiba-tiba tertawa, Gulseren bingung dan bertanya kenapa. Cihan mengatakan dia biasanya bicara tapi entah kenapa dia gugup. Lalu Cihan mengatakan bahwa dia selama ini tidak pernah merasakan hal ini, Cihan merasa nasib mempertemukan mereka berdua.  Cihan bertanya pada Gulseren apa dia yakin pertemuan mereka adalah takdir. Gulseren mengatakan bahwa dia tidak tau. Cihan berbicara dan menyampaikan perasaan yang dia rasakan pada Gulseren sehak pertama kali dia bertemu Gulseren.

Hazal berjalan dengan bingung, kecewa dan juga sedih dengan hidupnya. Dia berdiri ditepi jalan dan membayangkan Gulseren serta Dilara. Lalu Hazal melihat ada sebuah sepeda motor, Hazal lalu tiba-tiba saja berjalan dan akhirnya tertabrak oleh motor itu. Hazal pingsan ditengah jalan.

Gulseren mengatakan pada Cihan bahwa dia sangat takut. Cihan menahan Gulseren agar tidak pergi. Sedangkan Dilara membawa Cansu berbelanja. Cansu tidak suka berbelanja tapi Dilara ingin berbelanja karena untuk bersenang-senang. Cansu kesal dan berpikir jika dia diposisi Hazal. Dilara berusaha menjelaskan pada Cansu bahwa meskipun Dilara bukan ibu yang melahirkannya tapi dia lah yang membesarkan Cansu. Cansu minta maaf pada ibunya karena membuat Dilara bersedih.

Hazal sudah dibawa ke klinik dan sudah sadar. Hazal meminta perawat menghubungi ayahnya dan juga ibunya Dilara. Dilara menerima telpon dari perawat itu dan panik. Dia berbohong pada Cansu mengatakan bahwa temannya kecelakaan dan meninggalkan Cansu.

Gulseren dan Cihan sudah tiba dirumah sakit lebih dulu. Hazal kesal karena Gulseren datang. Cihan berjanji akan memindahkan Hazal kerumah sakit yang lebih layak. Sedangkan Cansu kesal pada ibunya dan melampiaskan kekesalannya dengan menyapu kandang kudanya. Cansu kesal dan sedih, dan akhirnya dia menyerah dan menangis.

Dokter memberitahu bahwa Hazal tidak apa-apa, dokter juga berkata remaja sekarang sengaja melakukan itu untuk mencari perhatian. 


Ditempat latihan, Cansu cerita pada petugas disana yang sangat dekat dengannya. Cansu melampiaskan kekesalannya dengan mengatakan bahwa seorang gadis menangis bukan karena cinta tapi karena ada orang yang meminta maaf pada gadis itu tapi setelahnya langsung meninggalkan gadis itu. 

Post a Comment