ellieve.com - Dirumah Cihan, Solmaz datang ingin bertemu dengan Dilara.
Solmaz bertemu dengan Rahmi dan menanyakan apa Dilara ada. Rahmi mengatakan
bahwa Dilara sedang pergi dan memperkenalkan diri sebagai mertua Dilara,
ayahnya Cihan. Solmaz memberitahu bahwa dia adalah istrinya Alper, rekan kerja
Cihan. Rahmi menawarkan Solmaz untuk minum dulu didalam. Solmaz berusaha
mencari tau apa yang terjadi dengan Dilara dan Cihan dari Rahmi tapi Rahmi bisa
menyembunyikan rahasia keluarga Cihan.
Dilara datang ke tempat latihan kuda untuk mencari Cansu.
Dia bertanya pada petugas disana dan dia memberitahu bahwa Cansu sedang
berkuda.
Dikantor, Cihan sibuk bekerja, lalu Alper muncul. Cihan
bersikap tidak suka pada Alper. Alper memang ingin bersaing bisnis dengan Cihan
yang sudah sukses. Alper memberitahu Cihan mengenai hal yang dia tau tentang
Hazal dan ibunya. Alper mengancam Cihan untuk menandatangani kontrak dan
memberikan dia uang dan dia akan menutup mulutnya dari Dilara. Cihan berpura-pura
ikut dalam permainannya dan meminta waktu. Setelah Alper pergi, Cihan
merobek-robek kertas kontrak dari Alper itu.
Dirumahnya, Gulseren sedang bersiap-siap, Gulseren bahkan
berdandan. Keriman bertanya akan kemana Gulseren tapi Gulseren diam dan pergi
begitu saja.
Sesuai dengan perkataannya, Hazal membawa semua teman
sekelasnya makan direstoran milik Cihan, ayah kandungnya. Seyda menanyakan apa
Hazal bercanda mengenai ayah kandungnya. Saat pelayan ingin meminta Hazal
membayar, Hazal menyuruh pelayan memanggil Cihan karena dia adalah ayahnya.
Hazal bahkan pergi ke kantor Cihan untuk mencari Cihan tapi Cihan sudah pergi.
Hazal mencoba menghubungi ayahnya tapi nomor Cihan sedang sibuk.
Cihan baru saja tiba direstoran, Gulseren sudah ada disana.
Cihan menyapa Gulseren lalu mereka duduk. Sedangkan Dilara berusaha memperbaiki keadaan
dengan menemani Cansu ditempat berlatih kuda. Saat Dilara sedang bicara dengan
Cansu, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Hazal yang menghubunginya. Dilara tidak
mengangkat telpon dari Hazal dan berkata bahwa itu dari yayasan pada Cansu.
Direstoran Hazal sangat kesal karena ibu dan ayahnya tidak
mengangkat telpon darinya. Hazal mengeluarkan uang dan meminta mereka
menambahkan sisanya. Hazal pergi dengan menangis.
Dilara mengatakan bahwa dia memang mengajak Hazal keluar
tapi itu karena dia cemburu pada Gulseren yang memberikan foto dan Cansu
menyimpannya dengan baik. Dilara meminta maaf pada Cansu karena bersikap
seperti itu dan meminta Cansu tidak marah lagi padanya. Dilara juga berkata
bahwa dia sangat menyayangi Cansu. Mereka akhirnya berbaikan dan berpelukan.
Dilain tempat, Hazla duduk ditepi pantai menangis sendirian.
Hazal merasa sangat sedih karena tidak dipedulikan oleh kedua orang tua
kandungnya. Sedangkan Cihan masih bersama Gulseren direstoran. Cihan tiba-tiba
tertawa, Gulseren bingung dan bertanya kenapa. Cihan mengatakan dia biasanya
bicara tapi entah kenapa dia gugup. Lalu Cihan mengatakan bahwa dia selama ini
tidak pernah merasakan hal ini, Cihan merasa nasib mempertemukan mereka berdua. Cihan bertanya pada Gulseren apa dia yakin
pertemuan mereka adalah takdir. Gulseren mengatakan bahwa dia tidak tau. Cihan
berbicara dan menyampaikan perasaan yang dia rasakan pada Gulseren sehak
pertama kali dia bertemu Gulseren.
Hazal berjalan dengan bingung, kecewa dan juga sedih dengan
hidupnya. Dia berdiri ditepi jalan dan membayangkan Gulseren serta Dilara. Lalu
Hazal melihat ada sebuah sepeda motor, Hazal lalu tiba-tiba saja berjalan dan
akhirnya tertabrak oleh motor itu. Hazal pingsan ditengah jalan.
Gulseren mengatakan pada Cihan bahwa dia sangat takut. Cihan
menahan Gulseren agar tidak pergi. Sedangkan Dilara membawa Cansu berbelanja.
Cansu tidak suka berbelanja tapi Dilara ingin berbelanja karena untuk
bersenang-senang. Cansu kesal dan berpikir jika dia diposisi Hazal. Dilara
berusaha menjelaskan pada Cansu bahwa meskipun Dilara bukan ibu yang
melahirkannya tapi dia lah yang membesarkan Cansu. Cansu minta maaf pada ibunya
karena membuat Dilara bersedih.
Hazal sudah dibawa ke klinik dan sudah sadar. Hazal meminta
perawat menghubungi ayahnya dan juga ibunya Dilara. Dilara menerima telpon dari
perawat itu dan panik. Dia berbohong pada Cansu mengatakan bahwa temannya
kecelakaan dan meninggalkan Cansu.
Gulseren dan Cihan sudah tiba dirumah sakit lebih dulu.
Hazal kesal karena Gulseren datang. Cihan berjanji akan memindahkan Hazal kerumah
sakit yang lebih layak. Sedangkan Cansu kesal pada ibunya dan melampiaskan
kekesalannya dengan menyapu kandang kudanya. Cansu kesal dan sedih, dan
akhirnya dia menyerah dan menangis.
Dokter memberitahu bahwa Hazal tidak apa-apa, dokter juga
berkata remaja sekarang sengaja melakukan itu untuk mencari perhatian.
Ditempat latihan, Cansu cerita pada petugas disana yang
sangat dekat dengannya. Cansu melampiaskan kekesalannya dengan mengatakan bahwa
seorang gadis menangis bukan karena cinta tapi karena ada orang yang meminta
maaf pada gadis itu tapi setelahnya langsung meninggalkan gadis itu.
Post a Comment