Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 16 September 2015 Episode 10 - Bagian 1

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 16 September 2015 Episode 10 - Bagian 1

ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Ditempat latihan, Cansu cerita pada petugas disana yang sangat dekat dengannya. Cansu melampiaskan kekesalannya dengan mengatakan bahwa seorang gadis menangis bukan karena cinta tapi karena ada orang yang meminta maaf pada gadis itu tapi setelahnya langsung meninggalkan gadis itu.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 16 September 2015 Episode 10 - Bagian 1

Gulseren bertanya pada Hazal bagaiman semua itu bisa terjadi. Hazal menceritakan bahwa motor itu yang salah datang tiba-tiba. Lalu tiba-tiba, Dilara muncul. Hazal sangat senang. Dilara langsung mendekati Hazal dan menanyakan keadaannya. Dilara mendoakan semoga Hazal cepat sembuh. Dilara lalu mengajak Cihan bicara diluar sebentar.

Diluar, Dilara bertanya apa Cihan datang bersama Gulseren. Cihan mengatakan bahwa dia sedang bersama Gulseren saat pihak rumah sakit menghubunginya. Dilara sangat kesal lalu mengatakan pada Cihan untuk tidak usah pulang kerumah. Dilara langsung pergi meninggalkan Cihan.

Hazal marah karena Gulseren datang. Gulseren kecewa dan menanyakan apa Hazal menyimpan nomor ponsel Dilara dengan nama ibu. Gulseren lalu melihat nomornya di ponsel Hazal. Gulseren terkejut dan semakin kecewa karena Hazal hanya menyimpan nomor Gulseren dengan nama saja. Cihan muncul dan menyapa mereka serta menawarkan Hazal makan.

Dirumah Cihan, pembantu sudah menyiapkan makanan untuk Cansu. Cansu teringat sesuatu lalu meminta pembantunya membungkuskan beberapa makanan itu untuknya. Selang beberapa lama, Dilara sampai dirumah. Dilara terlihat sangat kesal dan marah. Dilara masuk ke kamarnya dan mengeluarkan semua bajunya sambil bicara sendiri. Lalu tak lama, Dilara pun sadar dan mengatakan “untuk apa dia sedih hanya karena perempuan itu”.

Dirumah Gulseren, Keriman mencoba menghubungi Rahmi untuk membuat kesepakatan. Rahmi tidak mengangkat telponnya. Selang beberapa lama, ada yang mengetuk pintu. Cansu muncul dan bertanya “apa nyonya Gulseren ada?”. Keriman dengan keras menjawab “dia tidak ada” dan langsung menutup pintu. Tiba-tiba Keriman teringat sesuatu dan membuka kembali pintunya sambil berkata “apa kau Cansu?”. Cansu mengangguk, Keriman lalu memperkenalkan dirinya dan mengajak Cansu masuk. Cansu duduk sambil berbincang dengan Keriman.

Dilain tempat, Rahmi dan Ozan sedang makan siang bersama disebuah restoran. Ozan penasaran kenapa kakeknya sudah lama tidak ke Turki dan apa dia ada masalah dengan ayahnya Ozan. Rahmi membantahnya dan saat berpaling Rahmi melihat Solmaz. Rahmi menyapa Solmaz dan mengajaknya duduk bersama mereka. Ozan  terlihat tidak suka karena memang Ozan kurang suka dengan Solmaz.

Cansu melihat-lihat isi rumah Gulseren.  Cansu melihat foto-foto lalu melihat sebuah foto laki-laki. Keriman mengatakan bahwa foto itu adalah ayah Cansu. Cansu sangat senang lalu Cansu meminta Keriman menghubungi ayahnya. Keriman beralasan bahwa dia tidak punya nomor Ozkan lagi.

Selang beberapa lama, Gulseren tiba. Gulseren melihat Cansu langsung menyapanya dan memeluk Cansu. Awalnya Cansu sangat bahagia melihat Gulseren. Lalu Cansu melihat ayahnya, Cihan dan Hazal. Cansu merasa cemburu dalam hatinya karena ayahnya bersama anak kandungnya. Gulseren meminta Cansu makan bersama mereka terlebih dahulu sebelum pulang. Hazal meminta ponselnya karena dia yakin ibunya akan menghubunginya. Cansu merasa sangat sedih karena Hazal sudah sangat dekat dengan Dilara dan Cihan sedangkan Cansu belum bisa sedekat itu dengan Gulseren.

Cihan dan Gulseren pergi bicara diluar, Keriman menyinggung Cansu lalu Cansu pergi pamit untuk pulang. Cansu menemui Gulseren dan ayahnya di luar. Cansu mengajak ayahnya pulang kerumah, Gulseren memeluk Cansu dan membelai wajahnya. Gulseren menyesal karena dia tidak tau Cansu datang dan menemaninya. Cansu menjawab “tidak apa-apa, lain kali aku bisa datang lagi atau kita bisa bertemu diluar”.

Gulseren kembali masuk kerumah. Gulseren kembali bertengkar dengan Keriman karena Keriman selalu mendukung keinginan Hazal untuk bersama keluarga kandungnya. Keriman juga mengatakan Gulseren sengaja karena tidak mau Cansu tinggal dirumah sederhana seperti ini.


Dirumah keluarga Cihan, semua sedang makan malam. Cansu tiba-tiba menanyakan bagaimana keadaan teman Dilara yang kecelakaan siang tadi. Dilara bingung dan balik bertanya. Cansu menjelaskan perkataan Dilara saat meninggalkan dirinya di toko baju tadi. Cansu tau bahwa Dilara sudah berbohong padanya. Cansu pergi meninggalkan ruang makan dan Ozan menyusul. 

Post a Comment