ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Ditempat latihan, Cansu cerita pada petugas disana yang
sangat dekat dengannya. Cansu melampiaskan kekesalannya dengan mengatakan bahwa
seorang gadis menangis bukan karena cinta tapi karena ada orang yang meminta
maaf pada gadis itu tapi setelahnya langsung meninggalkan gadis itu.
Gulseren bertanya pada Hazal bagaiman semua itu bisa
terjadi. Hazal menceritakan bahwa motor itu yang salah datang tiba-tiba. Lalu
tiba-tiba, Dilara muncul. Hazal sangat senang. Dilara langsung mendekati Hazal
dan menanyakan keadaannya. Dilara mendoakan semoga Hazal cepat sembuh. Dilara
lalu mengajak Cihan bicara diluar sebentar.
Diluar, Dilara bertanya apa Cihan datang bersama Gulseren.
Cihan mengatakan bahwa dia sedang bersama Gulseren saat pihak rumah sakit
menghubunginya. Dilara sangat kesal lalu mengatakan pada Cihan untuk tidak usah
pulang kerumah. Dilara langsung pergi meninggalkan Cihan.
Hazal marah karena Gulseren datang. Gulseren kecewa dan
menanyakan apa Hazal menyimpan nomor ponsel Dilara dengan nama ibu. Gulseren lalu
melihat nomornya di ponsel Hazal. Gulseren terkejut dan semakin kecewa karena
Hazal hanya menyimpan nomor Gulseren dengan nama saja. Cihan muncul dan menyapa
mereka serta menawarkan Hazal makan.
Dirumah Cihan, pembantu sudah menyiapkan makanan untuk
Cansu. Cansu teringat sesuatu lalu meminta pembantunya membungkuskan beberapa
makanan itu untuknya. Selang beberapa lama, Dilara sampai dirumah. Dilara
terlihat sangat kesal dan marah. Dilara masuk ke kamarnya dan mengeluarkan
semua bajunya sambil bicara sendiri. Lalu tak lama, Dilara pun sadar dan
mengatakan “untuk apa dia sedih hanya karena perempuan itu”.
Dirumah Gulseren, Keriman mencoba menghubungi Rahmi untuk
membuat kesepakatan. Rahmi tidak mengangkat telponnya. Selang beberapa lama,
ada yang mengetuk pintu. Cansu muncul dan bertanya “apa nyonya Gulseren ada?”.
Keriman dengan keras menjawab “dia tidak ada” dan langsung menutup pintu.
Tiba-tiba Keriman teringat sesuatu dan membuka kembali pintunya sambil berkata “apa
kau Cansu?”. Cansu mengangguk, Keriman lalu memperkenalkan dirinya dan mengajak
Cansu masuk. Cansu duduk sambil berbincang dengan Keriman.
Dilain tempat, Rahmi dan Ozan sedang makan siang bersama
disebuah restoran. Ozan penasaran kenapa kakeknya sudah lama tidak ke Turki dan
apa dia ada masalah dengan ayahnya Ozan. Rahmi membantahnya dan saat berpaling
Rahmi melihat Solmaz. Rahmi menyapa Solmaz dan mengajaknya duduk bersama mereka.
Ozan terlihat tidak suka karena memang
Ozan kurang suka dengan Solmaz.
Cansu melihat-lihat isi rumah Gulseren. Cansu melihat foto-foto lalu melihat sebuah
foto laki-laki. Keriman mengatakan bahwa foto itu adalah ayah Cansu. Cansu
sangat senang lalu Cansu meminta Keriman menghubungi ayahnya. Keriman beralasan
bahwa dia tidak punya nomor Ozkan lagi.
Selang beberapa lama, Gulseren tiba. Gulseren melihat Cansu
langsung menyapanya dan memeluk Cansu. Awalnya Cansu sangat bahagia melihat
Gulseren. Lalu Cansu melihat ayahnya, Cihan dan Hazal. Cansu merasa cemburu
dalam hatinya karena ayahnya bersama anak kandungnya. Gulseren meminta Cansu
makan bersama mereka terlebih dahulu sebelum pulang. Hazal meminta ponselnya
karena dia yakin ibunya akan menghubunginya. Cansu merasa sangat sedih karena
Hazal sudah sangat dekat dengan Dilara dan Cihan sedangkan Cansu belum bisa
sedekat itu dengan Gulseren.
Cihan dan Gulseren pergi bicara diluar, Keriman menyinggung
Cansu lalu Cansu pergi pamit untuk pulang. Cansu menemui Gulseren dan ayahnya
di luar. Cansu mengajak ayahnya pulang kerumah, Gulseren memeluk Cansu dan
membelai wajahnya. Gulseren menyesal karena dia tidak tau Cansu datang dan
menemaninya. Cansu menjawab “tidak apa-apa, lain kali aku bisa datang lagi atau
kita bisa bertemu diluar”.
Gulseren kembali masuk kerumah. Gulseren kembali bertengkar
dengan Keriman karena Keriman selalu mendukung keinginan Hazal untuk bersama
keluarga kandungnya. Keriman juga mengatakan Gulseren sengaja karena tidak mau
Cansu tinggal dirumah sederhana seperti ini.
Dirumah keluarga Cihan, semua sedang makan malam. Cansu tiba-tiba
menanyakan bagaimana keadaan teman Dilara yang kecelakaan siang tadi. Dilara
bingung dan balik bertanya. Cansu menjelaskan perkataan Dilara saat
meninggalkan dirinya di toko baju tadi. Cansu tau bahwa Dilara sudah berbohong
padanya. Cansu pergi meninggalkan ruang makan dan Ozan menyusul.
Post a Comment