ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Dilara menceritakan pada
Rahmi mengenai masalah tertukarnya Cansu. Rahmi mendukung keputusan Dilara
mengambil Hazal dan juga tidak memberikan Cansu pada ibu kandungnya. Dilara
sangat senang karena ada yang mendukung keputusannya karena Cihan tidak
berpikiran sama dengannya. Lalu Dilara mencari Cansu dikamarnya dna tidak
menemukan Cansu. Dilara sangat terkejut melihat kamar Cansu yang sudah rapi.
Dilara mencari Cansu dikamarnya, saat membuka pintu kamar
Cansu, Dilara tidak menemukan Cansu. Kamarnya terlihat rapi dan tidak ada
siapa-siapa. Sedangkan Rahmi memarahi Ozan mengenai kenapa Ozan marah pada
ibunya karena berfoto dengan adiknya. Ozan kesal karena adiknya hanyalah Cansu.
Rahmi meminta Ozan menerima kenyataan bahwa Ozan memiliki hubungan darah dengan
gadis yang ada difoto bersama ibunya. Ozan yang kesal lalu pergi berangkat ke
sekolah.
Diruang makan, Dilara datang menghampiri Rahmi dan
memberitahu bahwa Cansu tidak ada dikamarnya. Awalnya Rahmi berpikir Cansu
pergi ke sekolah tapi Dilara mengatakan hari terlalu pagi untuk Cansu ke
sekolah. Rahmi lalu bertanya dimana alamat Gulseren dan beranggapan bahwa Cansu
datang kesana. Rahmi juga melarang Dilara menghubungi Cihan mengenai itu.
Tetangga dirumah Gulseren sudah mulai sibuk menggosip,
menceritakan kejadian semalam saat Gulseren bertengkar dengan Hazal. Mereka
beranggapan bahwa Gulseren memiliki laki-laki lain karena dia sudah tidak
bersuami. Sedangkan Gulseren datang
kerumah Derya untuk menenangkan diri. Gulseren berharap secepatnya dia bisa
dapat pekerjaan.
Cihan ternyata bersama Cansu sarapan di restoran. Cansu tidak
nafsu makan lalu Cihan membujuknya. Cansu cerita bahwa temannya memiliki dua
orang ibu tapi ibunya tidak menyayanginya. Cansu merasa Gulseren sangat
menyayangi anaknya dan bukan Cansu. Cihan memberi nasehat pada Cansu agar bisa
mengerti kedua ibunya. Cansu lalu bertanya kenapa ibu Gulseren tidak mau
menerimanya. Cihan mengatakan bahwa Gulseren sangat menyayanginya dan dia sudah
pernah bicara dengan Gulseren. Cansu lalu berkata mungkinkah Gulseren tidak mau
membawa Cansu kerumahnya karena dia miskin. Cihan menjawab mungkin saja. Lalu
Cansu mengatakan bahwa dia tidak peduli itu semua, dia hanya ingin bersama ibu
kandungnya. Cihan meminta Cansu menunggu terlebih dahulu dan kembali ke
sekolah.
Rahmi dan Dilara datang kerumah Gulseren. Dilara tidak mau
naik ke atas, Rahmi yang naik sendiri ke atas untuk menjemput Cansu. Keriman
yang berada dirumah, Rahmi mengatakan dia ingin menjemput Cansu. Keriman
menawarkan Rahmi masuk, tapi setelah sadar Rahmi yakin Cansu tidak ada disana.
Keriman mengatakan bahwa dia tidak tau dimana Cansu tapi jika mereka ingin
Hazal, dia mempunyai kesepakatan. Rahmi akhirnya duduk dan meminta dibuatkan
kopi.
Dirumah Derya, Gulseren menceritakan apa yang terjadi.
Gulseren berkata bahwa Dilara memberikan semua barang-barang mahal termasuk
ponsel bahkan tablet untuk Hazal. Gulseren mengatakan dia membuang semuanya.
Derya terdiam dan tidak berkomentar. Gulseren tau Derya tidak sepaham
dengannya, lalu Derya memberi saran bahwa itu semua wajar jika dia adalah ibu
kandung Hazal. Gulseren juga bisa memberikan kasih sayang seorang ibu pada
Cansu bukan cuma dari segi harta.
Cihan dan Dilara bicara ditelpon. Dilara marah pada Cihan
karena membawa Cansu tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Dilara panik saat
Cansu tidak ada dikamarnya, Cihan marah karena Dilara berteriak padanya. Cihan
langsung mematikan telponnya. Dilara terlihat kesal, Rahmi mengatakan dia punya
kabar gembira. Mereka segera pergi meninggalkan rumah Gulseren.
Selang beberapa lama, Cihan sudah berada direstoran. Cihan
bicara dengan sahabat baiknya. Dia menyarankan Cihan untuk memikirkan kembali
masalah perceraian dengan Dilara. Cihan sudah bulat dengan keputusannya.
Sahabatnya mengatakan jika Cihan bercerai dengan Dilara, Dilara memiliki
sebagian saham dari perusahaannya dan itu tidak akan menguntungkan untuk Cihan.
Cihan menjawab bahwa dia bisa bangkit setelah itu dan dia juga akan keluar dari
rumah. Saat sedang berbincang, ponsel Cihan berdering.
Gulseren menghubungi Cihan, Cihan sangat senang mendengar
suara Gulseren. Gulseren menanyakan apa Cansu kabur. Cihan bingung dan balik
bertanya. Gulseren mengatakan bahwa kakeknya Cansu dan juga istri Cihan datang
mencari Cansu. Cihan terkejut lalu meminta Gulseren tenang karena Cansu tadi
pagi bersama Cihan. Gulseren ingin menutup telpon lalu Cihan mengatakan bahwa
dia ingin bertemu dengan Gulseren. Cihan membujuk Gulseren untuk mau bertemu
dengannya.
Disekolahnya, Hazal bermain ponsel saat jam pelajaran. Guru menegur
Hazal dan menyita ponselnya. Hazal mengancam akan membawa ayahnya. Gurunya
tidak peduli dan meminta Hazal memberitahu ibunya untuk datang. Setelah jam
pelajaran selesai, teman-temannya menegur Hazal membully nya. Hazal lalu
mengatakan bahwa ayah kandungnya memiliki restoran terkenal, bahkan Hazal
mengajak semua teman sekelas datang ke restoran itu dan dia akan mentraktir
mereka makan disana.
Cansu kembali ke hobinya berkuda. Cansu sedang berjalan
bersama kudanya lalu Cansu berkata sendiri bahwa ayah Cihan sangatlah baik, dia
adalah ayah yang luar biasa tapi sayangnya dia bukan ayah kandung Cansu. Cansu
membayangkan bagaimana ayah kandungnya sebenarnya karena sampai saat ini, dia
tidak tau siapa ayah kandungnya itu.
Post a Comment