Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 15 September 2015 Episode 9 - Bagian 1

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 15 September 2015 Episode 9 - Bagian 1

ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Dilara menceritakan pada Rahmi mengenai masalah tertukarnya Cansu. Rahmi mendukung keputusan Dilara mengambil Hazal dan juga tidak memberikan Cansu pada ibu kandungnya. Dilara sangat senang karena ada yang mendukung keputusannya karena Cihan tidak berpikiran sama dengannya. Lalu Dilara mencari Cansu dikamarnya dna tidak menemukan Cansu. Dilara sangat terkejut melihat kamar Cansu yang sudah rapi.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 15 September 2015 Episode 9 - Bagian 1

Dilara mencari Cansu dikamarnya, saat membuka pintu kamar Cansu, Dilara tidak menemukan Cansu. Kamarnya terlihat rapi dan tidak ada siapa-siapa. Sedangkan Rahmi memarahi Ozan mengenai kenapa Ozan marah pada ibunya karena berfoto dengan adiknya. Ozan kesal karena adiknya hanyalah Cansu. Rahmi meminta Ozan menerima kenyataan bahwa Ozan memiliki hubungan darah dengan gadis yang ada difoto bersama ibunya. Ozan yang kesal lalu pergi berangkat ke sekolah.

Diruang makan, Dilara datang menghampiri Rahmi dan memberitahu bahwa Cansu tidak ada dikamarnya. Awalnya Rahmi berpikir Cansu pergi ke sekolah tapi Dilara mengatakan hari terlalu pagi untuk Cansu ke sekolah. Rahmi lalu bertanya dimana alamat Gulseren dan beranggapan bahwa Cansu datang kesana. Rahmi juga melarang Dilara menghubungi Cihan mengenai itu.

Tetangga dirumah Gulseren sudah mulai sibuk menggosip, menceritakan kejadian semalam saat Gulseren bertengkar dengan Hazal. Mereka beranggapan bahwa Gulseren memiliki laki-laki lain karena dia sudah tidak bersuami.  Sedangkan Gulseren datang kerumah Derya untuk menenangkan diri. Gulseren berharap secepatnya dia bisa dapat pekerjaan.
Cihan ternyata bersama Cansu sarapan di restoran. Cansu tidak nafsu makan lalu Cihan membujuknya. Cansu cerita bahwa temannya memiliki dua orang ibu tapi ibunya tidak menyayanginya. Cansu merasa Gulseren sangat menyayangi anaknya dan bukan Cansu. Cihan memberi nasehat pada Cansu agar bisa mengerti kedua ibunya. Cansu lalu bertanya kenapa ibu Gulseren tidak mau menerimanya. Cihan mengatakan bahwa Gulseren sangat menyayanginya dan dia sudah pernah bicara dengan Gulseren. Cansu lalu berkata mungkinkah Gulseren tidak mau membawa Cansu kerumahnya karena dia miskin. Cihan menjawab mungkin saja. Lalu Cansu mengatakan bahwa dia tidak peduli itu semua, dia hanya ingin bersama ibu kandungnya. Cihan meminta Cansu menunggu terlebih dahulu dan kembali ke sekolah.

Rahmi dan Dilara datang kerumah Gulseren. Dilara tidak mau naik ke atas, Rahmi yang naik sendiri ke atas untuk menjemput Cansu. Keriman yang berada dirumah, Rahmi mengatakan dia ingin menjemput Cansu. Keriman menawarkan Rahmi masuk, tapi setelah sadar Rahmi yakin Cansu tidak ada disana. Keriman mengatakan bahwa dia tidak tau dimana Cansu tapi jika mereka ingin Hazal, dia mempunyai kesepakatan. Rahmi akhirnya duduk dan meminta dibuatkan kopi.

Dirumah Derya, Gulseren menceritakan apa yang terjadi. Gulseren berkata bahwa Dilara memberikan semua barang-barang mahal termasuk ponsel bahkan tablet untuk Hazal. Gulseren mengatakan dia membuang semuanya. Derya terdiam dan tidak berkomentar. Gulseren tau Derya tidak sepaham dengannya, lalu Derya memberi saran bahwa itu semua wajar jika dia adalah ibu kandung Hazal. Gulseren juga bisa memberikan kasih sayang seorang ibu pada Cansu bukan cuma dari segi harta.

Cihan dan Dilara bicara ditelpon. Dilara marah pada Cihan karena membawa Cansu tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Dilara panik saat Cansu tidak ada dikamarnya, Cihan marah karena Dilara berteriak padanya. Cihan langsung mematikan telponnya. Dilara terlihat kesal, Rahmi mengatakan dia punya kabar gembira. Mereka segera pergi meninggalkan rumah Gulseren.

Selang beberapa lama, Cihan sudah berada direstoran. Cihan bicara dengan sahabat baiknya. Dia menyarankan Cihan untuk memikirkan kembali masalah perceraian dengan Dilara. Cihan sudah bulat dengan keputusannya. Sahabatnya mengatakan jika Cihan bercerai dengan Dilara, Dilara memiliki sebagian saham dari perusahaannya dan itu tidak akan menguntungkan untuk Cihan. Cihan menjawab bahwa dia bisa bangkit setelah itu dan dia juga akan keluar dari rumah. Saat sedang berbincang, ponsel Cihan berdering.

Gulseren menghubungi Cihan, Cihan sangat senang mendengar suara Gulseren. Gulseren menanyakan apa Cansu kabur. Cihan bingung dan balik bertanya. Gulseren mengatakan bahwa kakeknya Cansu dan juga istri Cihan datang mencari Cansu. Cihan terkejut lalu meminta Gulseren tenang karena Cansu tadi pagi bersama Cihan. Gulseren ingin menutup telpon lalu Cihan mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Gulseren. Cihan membujuk Gulseren untuk mau bertemu dengannya.

Disekolahnya, Hazal bermain ponsel saat jam pelajaran. Guru menegur Hazal dan menyita ponselnya. Hazal mengancam akan membawa ayahnya. Gurunya tidak peduli dan meminta Hazal memberitahu ibunya untuk datang. Setelah jam pelajaran selesai, teman-temannya menegur Hazal membully nya. Hazal lalu mengatakan bahwa ayah kandungnya memiliki restoran terkenal, bahkan Hazal mengajak semua teman sekelas datang ke restoran itu dan dia akan mentraktir mereka makan disana.


Cansu kembali ke hobinya berkuda. Cansu sedang berjalan bersama kudanya lalu Cansu berkata sendiri bahwa ayah Cihan sangatlah baik, dia adalah ayah yang luar biasa tapi sayangnya dia bukan ayah kandung Cansu. Cansu membayangkan bagaimana ayah kandungnya sebenarnya karena sampai saat ini, dia tidak tau siapa ayah kandungnya itu.

Post a Comment