ellieve.com - Sebelumnya.... Dirumah Gulseren, Hazal
mengumpulkan semua baju-baju lamanya dan mengganti isi lemarinya dengan semua
barang-barang yang dibelikan oleh Dilara. Keriman sibuk mengusik Hazal dan
meminta ponsel lama Hazal. Lalu mereka berfoto berdua. Gulseren pulang dan
memanggil-manggil Hazal. Gulseren masuk ke kamar Hazal dan melihat Hazal sedang
memegang ponsel barunya. Gulseren sangat marah saat tau bahwa Hazal dibelikan
semua barang-barang mahal oleh Dilara, ibunya. Gulseren mengambil barang-barang
itu dan membawanya keluar. Hazal berusaha mencegah mengejar Gulseren, Hazal
berteriak bahwa Gulseren tidak berhak melakukan itu semua karena dia bukan ibu
kandung Hazal. Hazal sangat marah pada Gulseren, Gulseren membakar semua
barang-barang Hazal. Hazal bahkan mengatakan akan pergi tinggal dengan ibu
kandungnya. Hazal menangisi semua barang yang dibakar oleh Gulseren. Dia
kembali kerumah, Keriman menunjukkan baju pemberian Gulseren. Hazal merobek
baju itu dan mengatakan bahwa dia membenci Gulseren.
Cansu merasa lebih betah
dikamar. Dia memandangi foto yang diberikan oleh Gulseren sambil tersenyum
sangat bahagia. Cansu sangat senang karena memiliki foto ibu kandungnya yang
sangat disayanginya. Cansu bahkan tidak peduli bahwa ibunya tidak seperti
Dilara, memiliki harta yang berlimpah dan rumah yang mewah. Cansu hanya ingin
bersama ibu kandungnya yang melahirkan dirinya.
Cihan berbicara ditelpon
dengan sahabat baiknya. Cihan yakin ayahnya datang tiba-tiba karena ada yang
dia rencanakan. Sahabatnya berkata bahwa keluarga Cihan kembali seperti semula.
Cihan lalu mengaku dia tidak bisa selamanya terus berpura-pura bahwa
keluarganya baik-baik saja dan tidak hancur karena dari dulu keluarganya sudah
hancur. Cihan juga tidak ingin anak-anaknya hidup dalam keluarga yang sudah
hancur. Saat tengah berbicara, Dilara masuk dan menghampiri Cihan. Cihan
langsung menyudahi pembicaraannya dengan sahabatnya itu. Dilara melihat dari kaca
kalung kalajengking pemberian dari ayah mertuanya itu. Cihan memuji itu bagus
dan sangat cocok dengan Dilara.
Dilara meminta penjelasan
dari Cihan mengenai ancamannya jika Dilara tidak mengantarkan Hazal pulang maka
Dilara akan menanggung akibatnya. Cihan dan Dilara kembali bertengkar. Dilara
mengatakan bahwa Cihan akan menyerahkan Cansu jika Dilara tidak mengantarkan
Hazal kembali kerumahnya siang itu juga. Ozan mendengar pembicaraan itu dan
marah pada ayahnya karena tega ingin menyerahkan Cansu pada orang lain. Cihan
dari awal tidak berniat menyerahkan Cansu. Lalu tiba-tiba terdengar teriakan
Gulseren memanggil Dilara. Cihan dan Dilara keluar dan menemui Gulseren.
Gulseren sangat marah karena Dilara ingin membeli Hazal dengan uangnya.
Gulseren bahkan mengamuk disana dan tidak mau bicara dengan Cihan. Cansu dan Ozan
pun melihat kemarahan dan perkataan Gulseren.
Gulseren lalu pergi dan
dikejar oleh Cihan. Cihan meminta Gulseren tenang tapi Gulseren tidak mau.
Bahkan Gulseren tidak ingin mempercayai Cihan lagi. Gulseren melarang Cihan
maupun Dilara untuk menghubunginya lagi bahkan Hazal. Cihan menahan Gulseren
dan tidak sengaja memegang tangannya.
Dilara melihat kejadian itu dan berlari masuk kerumahnya. Gulseren juga
segera pergi. Cihan disusul Dilara masuk kerumah dan mendapati Cansu sedang
melihat foto Dilara dan Hazal di ponsel milik Dilara. Cansu sangat sedih karena
merasa ibunya akan menyerahkannya secepat ini. Cansu lalu berlari dan mengurung
di kamarnya. Dilara merasa sangat bingung. Cihan tidak mau membantu dan
membiarkan Dilara.
Cihan kembali keruang
keluarga dan melihat Ozan memegang ponsel Dilara. Cihan menjelaskan pada Ozan
bahwa dia tidak ingin menyerahkan Cansu. Ozan masih tidak mau menerima Hazal
sebagai adiknya karena menurutnya hanya Cansu lah adik satu-satunya yang dia
miliki. Cihan menjelaskan bahwa dia terpaksa berkata akan menyerahkan Cansu
untuk mencegah agar Dilara tidak membawa Hazal kerumah mereka selamanya. Ozan tidak
suka dengan cara Dilara, dia bahkan tidak mengenal Hazal sama sekali. Rahmi
bingung dan meminta penjelasan pada Cihan tapi Cihan belum bisa menjelaskan.
Dilain tempat, Hazal
menangis karena sikap Gulseren yang membakar semua pemberian dari ibu
kandungnya sedangkan Cansu menangis karena dia merasa Dilara sudah tidak
menginginkannya lagi dan ingin menyerahkannya pada Gulseren begitu saja padahal
niat Cansu mencari Gulseren hanya karena dia ingin tau siapa ibu kandungnya.
Cihan menghampiri Dilara
dan memarahinya. Kalau bukan karena sikap nekat Dilara, semua kejadian hari ini
tidak akan pernah terjadi. Dilara balik memarahi Cihan karena sikap
berlebihannya dengan Gulseren. Cihan membela diri karena dia tidak betah dan
tahan hidup bersama perempuan egois seperti Dilara. Cihan mengatakan andai saja
Dilara mendengarkannya dan berjalan seperti apa yang direncanakan Cihan. Cihan
juga mengancam Dilara agar secepatnya menenangkan Cansu terlebih dahulu.
Dikamarnya, Cansu masih
berdiam diri dan tidak bergerak sedikit pun. Sedangkan Cihan berjalan di
halaman depan rumahnya dan membayangkan apa yang dikatakan Gulseren. Gulseren
mengatakan bahwa Hazal adalah hartanya satu-satunya dan harta yang diberikan
oleh mereka tidak sebanding dengan apa yang Gulseren miliki. Dan itu membuat
Hazal akan meninggalkan Gulseren.
Keesokan hari, Hazal
terbangun ditempat tidurnya. Dirumahnya, Cihan bingung dan mondar mandir. Dia
ingin menghubungi Gulseren tapi ragu. Saat mencoba menghubungi Gulseren
ternyata ponselnya tidak aktif. Lalu Cansu memanggil Cihan dari belakang. Cansu
sudah bangun pagi-pagi dan dia berkata bahwa dia tidak bisa tidur. Cihan
memeluk Cansu dan mengatakan bahwa dia menyayangi Cansu.
Hazal bersiap-siap
berangkat sekolah. Keriman menghampiri Hazal lalu Hazal meminta kembali
ponselnya. Keriman juga memberikan uang saku untuk Hazal. Keriman mencari
simpati dari Hazal agar hidupnya tidak seperti ini lagi dan bisa ikut kaya
bersama Hazal. Sedangkan Hazal sama sekali tidak mau bicara dengan Gulseren.
Tiba-tiba Ozkan menghubungi Keriman. Keriman sembunyi-sembunyi mengangkat
telpon dari Ozkan. Ozkan meminta uang untuk membebaskannya dan meminta Keriman
menggadaikan rumah itu untuk membayar uang bebas untuk Ozkan.
Dilara menceritakan pada
Rahmi mengenai masalah tertukarnya Cansu. Rahmi mendukung keputusan Dilara
mengambil Hazal dan juga tidak memberikan Cansu pada ibu kandungnya. Dilara
sangat senang karena ada yang mendukung keputusannya karena Cihan tidak
berpikiran sama dengannya. Lalu Dilara mencari Cansu dikamarnya dna tidak
menemukan Cansu. Dilara sangat terkejut melihat kamar Cansu yang sudah rapi.
Post a Comment