Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 14 September 2015 Episode 8 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 14 September 2015 Episode 8 - Bagian 2

ellieve.com - Sebelumnya.... Dirumah Gulseren, Hazal mengumpulkan semua baju-baju lamanya dan mengganti isi lemarinya dengan semua barang-barang yang dibelikan oleh Dilara. Keriman sibuk mengusik Hazal dan meminta ponsel lama Hazal. Lalu mereka berfoto berdua. Gulseren pulang dan memanggil-manggil Hazal. Gulseren masuk ke kamar Hazal dan melihat Hazal sedang memegang ponsel barunya. Gulseren sangat marah saat tau bahwa Hazal dibelikan semua barang-barang mahal oleh Dilara, ibunya. Gulseren mengambil barang-barang itu dan membawanya keluar. Hazal berusaha mencegah mengejar Gulseren, Hazal berteriak bahwa Gulseren tidak berhak melakukan itu semua karena dia bukan ibu kandung Hazal. Hazal sangat marah pada Gulseren, Gulseren membakar semua barang-barang Hazal. Hazal bahkan mengatakan akan pergi tinggal dengan ibu kandungnya. Hazal menangisi semua barang yang dibakar oleh Gulseren. Dia kembali kerumah, Keriman menunjukkan baju pemberian Gulseren. Hazal merobek baju itu dan mengatakan bahwa dia membenci Gulseren.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 14 September 2015 Episode 8 - Bagian 2

Cansu merasa lebih betah dikamar. Dia memandangi foto yang diberikan oleh Gulseren sambil tersenyum sangat bahagia. Cansu sangat senang karena memiliki foto ibu kandungnya yang sangat disayanginya. Cansu bahkan tidak peduli bahwa ibunya tidak seperti Dilara, memiliki harta yang berlimpah dan rumah yang mewah. Cansu hanya ingin bersama ibu kandungnya yang melahirkan dirinya.

Cihan berbicara ditelpon dengan sahabat baiknya. Cihan yakin ayahnya datang tiba-tiba karena ada yang dia rencanakan. Sahabatnya berkata bahwa keluarga Cihan kembali seperti semula. Cihan lalu mengaku dia tidak bisa selamanya terus berpura-pura bahwa keluarganya baik-baik saja dan tidak hancur karena dari dulu keluarganya sudah hancur. Cihan juga tidak ingin anak-anaknya hidup dalam keluarga yang sudah hancur. Saat tengah berbicara, Dilara masuk dan menghampiri Cihan. Cihan langsung menyudahi pembicaraannya dengan sahabatnya itu. Dilara melihat dari kaca kalung kalajengking pemberian dari ayah mertuanya itu. Cihan memuji itu bagus dan sangat cocok dengan Dilara.

Dilara meminta penjelasan dari Cihan mengenai ancamannya jika Dilara tidak mengantarkan Hazal pulang maka Dilara akan menanggung akibatnya. Cihan dan Dilara kembali bertengkar. Dilara mengatakan bahwa Cihan akan menyerahkan Cansu jika Dilara tidak mengantarkan Hazal kembali kerumahnya siang itu juga. Ozan mendengar pembicaraan itu dan marah pada ayahnya karena tega ingin menyerahkan Cansu pada orang lain. Cihan dari awal tidak berniat menyerahkan Cansu. Lalu tiba-tiba terdengar teriakan Gulseren memanggil Dilara. Cihan dan Dilara keluar dan menemui Gulseren. Gulseren sangat marah karena Dilara ingin membeli Hazal dengan uangnya. Gulseren bahkan mengamuk disana dan tidak mau bicara dengan Cihan. Cansu dan Ozan pun melihat kemarahan dan perkataan Gulseren.

Gulseren lalu pergi dan dikejar oleh Cihan. Cihan meminta Gulseren tenang tapi Gulseren tidak mau. Bahkan Gulseren tidak ingin mempercayai Cihan lagi. Gulseren melarang Cihan maupun Dilara untuk menghubunginya lagi bahkan Hazal. Cihan menahan Gulseren dan tidak sengaja memegang tangannya.  Dilara melihat kejadian itu dan berlari masuk kerumahnya. Gulseren juga segera pergi. Cihan disusul Dilara masuk kerumah dan mendapati Cansu sedang melihat foto Dilara dan Hazal di ponsel milik Dilara. Cansu sangat sedih karena merasa ibunya akan menyerahkannya secepat ini. Cansu lalu berlari dan mengurung di kamarnya. Dilara merasa sangat bingung. Cihan tidak mau membantu dan membiarkan Dilara.

Cihan kembali keruang keluarga dan melihat Ozan memegang ponsel Dilara. Cihan menjelaskan pada Ozan bahwa dia tidak ingin menyerahkan Cansu. Ozan masih tidak mau menerima Hazal sebagai adiknya karena menurutnya hanya Cansu lah adik satu-satunya yang dia miliki. Cihan menjelaskan bahwa dia terpaksa berkata akan menyerahkan Cansu untuk mencegah agar Dilara tidak membawa Hazal kerumah mereka selamanya. Ozan tidak suka dengan cara Dilara, dia bahkan tidak mengenal Hazal sama sekali. Rahmi bingung dan meminta penjelasan pada Cihan tapi Cihan belum bisa menjelaskan.

Dilain tempat, Hazal menangis karena sikap Gulseren yang membakar semua pemberian dari ibu kandungnya sedangkan Cansu menangis karena dia merasa Dilara sudah tidak menginginkannya lagi dan ingin menyerahkannya pada Gulseren begitu saja padahal niat Cansu mencari Gulseren hanya karena dia ingin tau siapa ibu kandungnya.

Cihan menghampiri Dilara dan memarahinya. Kalau bukan karena sikap nekat Dilara, semua kejadian hari ini tidak akan pernah terjadi. Dilara balik memarahi Cihan karena sikap berlebihannya dengan Gulseren. Cihan membela diri karena dia tidak betah dan tahan hidup bersama perempuan egois seperti Dilara. Cihan mengatakan andai saja Dilara mendengarkannya dan berjalan seperti apa yang direncanakan Cihan. Cihan juga mengancam Dilara agar secepatnya menenangkan Cansu terlebih dahulu.

Dikamarnya, Cansu masih berdiam diri dan tidak bergerak sedikit pun. Sedangkan Cihan berjalan di halaman depan rumahnya dan membayangkan apa yang dikatakan Gulseren. Gulseren mengatakan bahwa Hazal adalah hartanya satu-satunya dan harta yang diberikan oleh mereka tidak sebanding dengan apa yang Gulseren miliki. Dan itu membuat Hazal akan meninggalkan Gulseren.

Keesokan hari, Hazal terbangun ditempat tidurnya. Dirumahnya, Cihan bingung dan mondar mandir. Dia ingin menghubungi Gulseren tapi ragu. Saat mencoba menghubungi Gulseren ternyata ponselnya tidak aktif. Lalu Cansu memanggil Cihan dari belakang. Cansu sudah bangun pagi-pagi dan dia berkata bahwa dia tidak bisa tidur. Cihan memeluk Cansu dan mengatakan bahwa dia menyayangi Cansu.

Hazal bersiap-siap berangkat sekolah. Keriman menghampiri Hazal lalu Hazal meminta kembali ponselnya. Keriman juga memberikan uang saku untuk Hazal. Keriman mencari simpati dari Hazal agar hidupnya tidak seperti ini lagi dan bisa ikut kaya bersama Hazal. Sedangkan Hazal sama sekali tidak mau bicara dengan Gulseren. Tiba-tiba Ozkan menghubungi Keriman. Keriman sembunyi-sembunyi mengangkat telpon dari Ozkan. Ozkan meminta uang untuk membebaskannya dan meminta Keriman menggadaikan rumah itu untuk membayar uang bebas untuk Ozkan.

Dilara menceritakan pada Rahmi mengenai masalah tertukarnya Cansu. Rahmi mendukung keputusan Dilara mengambil Hazal dan juga tidak memberikan Cansu pada ibu kandungnya. Dilara sangat senang karena ada yang mendukung keputusannya karena Cihan tidak berpikiran sama dengannya. Lalu Dilara mencari Cansu dikamarnya dna tidak menemukan Cansu. Dilara sangat terkejut melihat kamar Cansu yang sudah rapi.

Post a Comment