ellieve.com - Cerita di episode sebelumnya.... Gulseren pergi ke kantor polisi melaporkan bahwa anaknya
hilang. Tentunya polisi bertanya siapa dan umur anaknya bahkan siapa yang
dicurigai oleh Gulseren. Gulseren mengatakan bahwa ayah kandungnya yang membawa
anaknya. Polisi pastinya berpikiran bahwa Gulseren dan suaminya bercerai dan
siapa yang memiliki hak asuh.
Dilara mengantarkan Hazal
pulang kerumahnya. Hazal marah dan mengatakan bahwa Dilara tidak sayang padanya
justru mengantarkannya kembali kerumah Gulseren. Dilara berusaha menjelaskan
dan mengatakan waktunya belum tepat untuk membawa Hazal kerumah mereka. Hazal
sudah sangat kecewa. Dia berharap akan tinggal dirumah mewah bersama keluarga
yang kaya, saat pertama kali tau bahwa dia anak dari Cihan dan Dilara, Hazal
berharap mereka akan langsung mengajaknya tinggal dirumah mereka dan keluar
dari kehidupan miskin yang dia alami selama ini. Hazal semakin berharap saat
Dilara datang mengajaknya makan, belanja bahkan berjalan-jalan, Dilara juga
sempat mengatakan akan membawa Hazal kerumahnya.
Dikantor polisi, Gulseren
menceritakan mengenai kronologis tertukarnya bayi mereka saat baru lahir dulu
dan kebenarannya sekarang.
Dilara mengantar Hazal
turun dan membawakan barang-barangnya. Dilara meminta Hazal untuk tidak marah
padanya. Lalu Hazal menjawab bahwa dia tidak marah, Dilara memeluk Hazal dan
Hazal naik ke lantai atas. Tetangga membantu Hazal membawakan belanjaan Hazal
ke atas. Keriman tampak bingung dan bertanya-tanya siapa yang mengantar Hazal
pulang. Hazal dengan santai menjawab bahwa itu adalah ibunya.
Polisi bertanya apa
Gulseren yakin bahwa keluarga kandungnya yang menculik putri Gulseren. Polisi
juga meminta Gulseren menghubungi kembali dan menanyakan dimana Hazal. Gulseren
lalu menghubungi rumah dan Keriman mengangkat telponnya. Gulseren bertanya apa
Hazal sudah pulang, lalu Keriman mengatakan Hazal sudah pulang. Gulseren minta
maaf dan berterimakasih pada polisi.
Gulseren berjalan bersama
Derya ingin kembali kerumah. Gulseren menghubungi Hazal dan menanyakan kemana
saja dia. Hazal meminta bicara nanti saja setelah ibunya kembali kerumah.
Gulseren ingin cepat pulang tapi Derya mengajak Gulseren kerumahnya terlebih
dahulu dan sekalian mengambil baju yang mereka beli untuk Hazal siang itu.
Dirumah Derya, Gulseren
bingung kalau bukan Cihan yang membawa Hazal jadi siapa lagi. Gulseren
menebak-nebak dan berpikir bisa saja istrinya yang membawa Hazal. Derya bingung
kenapa suami istri tidak saling tau apa yang dilakukan masing-masing. Lalu Gulseren
mengatakan bahwa Cihan dan istrinya sedang bertengkar dan Cihan bilang mereka
akan bercerai. Tiba-tiba Cihan menghubungi Gulseren, sebelumnya Gulseren sempat
ingin menghubungi Cihan tapi langsung dimatikannya. Gulseren memberitahu bahwa
Hazal sudah pulang dan meminta maaf pada Cihan karena sudah menuduhnya yang
macam-macam. Cihan mengatakan bahwa semuanya tetaplah sama.
Dilara pulang kerumahnya
dan terkejut karena melihat Rahmi. Dilara memeluk Rahmi dan terlihat sangat
senang. Dilara memeluk Rahmi dengan tawa diwajahnya. Cihan hanya diam saja
melihat suasana itu.
Gulseren dan Derya berada
dirumah Gulseren. Gulseren tampak seperti orang linglung dan bingung. Derya
mengatakan apa Gulseren sedang jatuh cinta. Gulseren beralasan bahwa dia hanya
mengagumi ayahnya Cansu. Cansu memiliki ayah yang pemberani dan menurunkan padanya.
Derya menangkap bahwa Gulseren sedang memuji Cihan. Gulseren menjadi malu
karena tuduhan Derya padanya. Derya mendukung jika Gulseren dan Cihan
memiliki perasaan yang sama apalagi menurut apa yang disampaikan Gulseren,
Cihan akan bercerai dengan istrinya sedangkan Gulseren sudah lama ditinggal
oleh Ozkan.
Saat makan malam, dirumah
Cihan, Rahmi memberikan hadiah untuk Dilara, menantu kesayangannya. Cihan hanya
diam melihat pemandangan itu. Lalu Rahmi memberikan hadiah sebuah kancing baju
untuk Cihan. Ozan juga diberikan hadiah oleh kakeknya sebuah pisau untuk
berburu.
Post a Comment