Gulseren langsung teringat pada Cihan dan mengatakan bahwa
Cihan menculik anaknya. Gulseren berkata seharusnya dia tidak percaya pada
Cihan. Gulseren lalu berlari, Derya memanggil-manggil Gulseren dan mengejarnya.
Gulseren menunggu taxi ditepi jalan. Setelah melihat taxi,
Gulseren langsung masuk kedalam taxi. Sepertinya Gulseren ingin secepatnya
mencari Hazal dan dia mengira Cihan lah yang membawa Hazal pergi tanpa
sepengatahuannya.
Cihan baru saja tiba dikantornya. Sekretaris mengatakan ada
banyak panggilan masuk. Lalu Alper masuk keruangan Cihan dan mereka terlibat
perbincangan. Tiba-tiba Gulseren muncul mengatakan Cihan menculik putrinya.
Alper terkejut lalu Cihan meminta Alper pergi meninggalkan mereka dulu. Cihan
bertanya apa maksud Gulseren mengatakan hal seperti itu. Gulseren sangat kesal
dan emosi pada Cihan. Lalu Cihan meminta Gulseren menjelaskan apa maksud
Gulseren. Gulseren mengatakan Cihan mengirim supir menculik Hazal disekolahnya.
Cihan bingung dan tidak tau apa-apa. Gulseren berteriak dan mengatakan banyak
hal menuduh Cihan berbohong. Cihan berusaha menghentikan Gulseren tapi Gulseren
sudah marah dan tidak mau mendengar apa-apa. Gulseren pergi begitu saja.
Setelah Gulseren pergi, Cihan menghubungi Dilara. Cihan terkejut
karena yang mengangkat telpon Dilara adalah Hazal. Cihan bertanya kemana
Dilara, Hazal bilang Dilara sedang ke kamar mandi dan dia memang seharian
bersama Dilara. Lalu Dilara muncul, Cihan meminta bicara dengan Dilara. Cihan
bertanya apa yang dilakukan Dilara dengan membawa Hazal pergi. Cihan meminta
Dilara mengantar Hazal pulang kembali ke ibunya. Dilara tidak mau dan
mengatakan ibunya Hazal adalah dirinya. Cihan mengancam Dilara untuk tidak
membuatnya emosi dan membuat ibunya Hazal sedih. Cihan juga mengatakan jika
Dilara tidak melakukan apa yang dia bilang, maka Dilara akan tau akibatnya.
Cihan lalu menutup telponnya.
Gulseren kembali kerumahnya, dia menghubungi Derya meminta
bertemu dengan Derya. Gulseren sangat kacau dan butuh teman.
Setelah selesai bicara dengan Cihan, Dilara mengambil kunci
mobil dan membawa Hazal pergi dengan menyetir mobil sendiri.
Sekretaris Cihan memberitahu pada Alper bahwa Cihan keluar
kantor dengan marah-marah. Alper mendapat berita baru dan menghubungi Solmaz,
teman dekatnya Dilara.
Gulseren masih bersikeras menuduh bahwa Cihan menculik Hazal
dan mengatakan dia akan melaporkan pada polisi. Derya berusaha mencegah tapi
Gulseren sudah tidak mau mendengarkan siapapun.
Disepanjang perjalanan, Hazal bercerita mengenai sekolahnya
yang jelek dan sudah pernah terjadi ledakan kimia di laboratoriumnya. Hazal
juga bertanya dimana Cansu bersekolah. Cansu bersekolah di sekolah pribadi,
Hazal berkata sungguh enaknya nasib Cansu bersekolah disekolah yang sangat bagus.
Dirumah, Cansu dan Ozan serta pembantu rumah dihibur oleh
kakeknya Rahmi. Mereka bercerita panjang lebar bahkan sesekali membuat semua
orang yang ada disana tertawa bahagia.
Dilara membawa Hazal pergi dan seharusnya jika Dilara akan
menuju rumahnya, mereka menyebrang tapi Dilara membawa Hazal kembali
kerumahnya. Hazal berharap Dilara akan membawanya kerumah bagus mereka tapi
Dilara ingin mengantarkan Hazal pulang kerumah Gulseren. Hazal terlihat kecewa
karena harapannya musnah.
Gulseren pergi ke kantor polisi melaporkan bahwa anaknya
hilang. Tentunya polisi bertanya siapa dan umur anaknya bahkan siapa yang
dicurigai oleh Gulseren. Gulseren mengatakan bahwa ayah kandungnya yang membawa
anaknya. Polisi pastinya berpikiran bahwa Gulseren dan suaminya bercerai dan
siapa yang memiliki hak asuh.
Dilara mengantarkan Hazal pulang kerumahnya. Hazal marah
karena Dilara tidak sayang padanya justru mengantarkannya kembali kerumah
Gulseren. Dilara berusaha menjelaskan tapi Hazal sudah sangat kecewa. Dia
berharap akan tinggal dirumah mewah bersama keluarga yang kaya.
Post a Comment