Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 13 September 2015 Episode 7 - Bagian 1

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 13 September 2015 Episode 7 - Bagian 1

ellieve.com - Dirumahnya, Dilara baru saja sampai. Dia meminta pembantu menyiapkan perlengkapan yoganya. Lalu pembantu mengatakan bahwa Cansu sudah ada dikamarnya dan sedang sakit. Dilara masuk ke kamar Cansu dan menanyakan keadaannya. Lalu tidak sengaja, Dilara melihat foto ibu hamil. Dilara bertanya foto siapa itu. Cansu menjelaskan itu foto Gulseren dan dia datang ke sekolah Cansu. Dilara awalnya marah karena Gulseren bisa tau sekolah Cansu dan menuduh Cihan yang memberitahu Gulseren. Cansu kesal dan meminta ibunya tidak menyalahkan ayahnya lagi. Lalu tiba-tiba, Dilara berkata dimana sekolah anak Gulseren.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 13 September 2015 Episode 7 - Bagian 1

Cihan cerita pada Gulseren mengenai Dilara dan rencana perceraiannya dengan Dilara. Cihan memberitahu Gulseren bahwa dia dan Dilara tidak cocok, dan memutuskan untuk berpisah. Gulseren terkejut mendengar perkataan Cihan mengenai kehidupan keluarganya.

Cansu berada dirumahnya, saat sedang minum tiba-tiba terdengar bunyi bel. Cansu segera membukakan pintu dan melihat ada seorang laki-laki tua yang tak lain adalah kakeknya Cansu.

Dilara menuju sekolah Hazal diantar supirnya. Dilara melihat-lihat dan mencari Hazal dan setelah menemukannya, Dilara meminta supirnya memanggil Hazal untuk masuk ke mobil. Hazal membuka pintu mobil dan melihat Dilara. Dilara menyapa Hazal dan mengatakan bahwa dia ibunya Hazal dan meminta Hazal masuk.

Rahmi mencoba membuat Cansu mengingatnya dengan menceritakan apa yang dilakukannya dengan Cansu saat masih kecil. Setelah beberapa lama, Cansu baru ingat itu adalah kakeknya. Rahmi bertanya dimana Ozan. Cansu mengatakan dia tidak bisa sekolah karena sedang sakit. Rahmi mengatakan dia akan membuatkan sup untuk Cansu. Cansu ingin menghubungi ayahnya tapi dilarang oleh Rahmi. Rahmi ingin membuat kejutan untuk Cihan.

Gulseren dan Cihan berjalan sambil mengantar Gulseren ke taxi. Gulseren mengatakan bahwa dia bertemu dengan Cansu sebelumnya dan mengantarkan Cansu pulang karena Cansu sedang demam dan flu. Cihan memberitahu bahwa Cansu memang tidak mau mendengarkan perkataannya untuk istirahat. Gulseren mengatakan Cansu sama dengannya, setelah istirahat sebentar saja, dia akan sembuh sedangkan Hazal jarang sakit tapi sekalinya sakit dia akan butuh waktu sepekan untuk istirahat. Cihan menjawab itu sama dengan dirinya. Cihan menawarkan untuk mengantarkan Gulseren pulang dan Gulseren mengatakan dia akan datang kerumah Cihan saat makan malam nantinya.

Dilara membawa Gulseren makan direstoran. Dilara bertanya mengenai Gulseren dan pekerjaannya. Hazal dengan santai menjawab bahwa Gulseren tidak bekerja dan dia bukan ibunya. Hazal tidak peduli pada Gulseren karena Gulseren bukan ibunya. Dilara sangat senang karena Hazal tidak menginginkan tinggal bersama Gulseren dan itu akan memudahkannya mengambil Hazal untuk tinggal bersamanya.

Ditoko, Derya bertengkar dengan bosnya. Bosnya memarahinya padahal dia hanya izin untuk pergi membayar tagihan. Derya kesal dengan hinaan bosnya dan mengatakan akan berhenti bekerja. Selang beberapa lama, Derya pergi bertemu dengan Gulseren. Mereka berjalan dijalanan melihat sebuah toko baju.

Dilara dan Hazal selesai makan, Dilara mengatakan akan banyak hal yang ingin dilakukannya, salah satunya belanja.  Hazal yang mendengar itu sangat senang.

Gulseren dan Derya melihat sebuah baju yang sangat cantik dan dirasa oleh Gulseren baju itu akan cantik dipakai oleh Hazal. Derya mengatakan akan membelikan baju itu untuk Hazal. Sangat beruntunglah Gulseren memiliki Derya sebagai sahabat terbaiknya.

Dilara dan Hazal berbelanja, Dilara membelikan banyak baju mahal yang sangat bagus untuk Hazal. Alangkah senang hati Hazal karena dibelikan baju yang mahal yang dari dulu sangat diinginkannya.

Gulseren mengajak Derya kembali ke sekolah Hazal dan memberikan baju itu dan pastinya Hazal sangat senang. Gulseren tidak tau bahwa Hazal sedang berbelanja dengan Dilara, ibu kandungnya dan Dilara membelikan baju-baju mahal untuk Hazal.

Dirumah, kakek Rahmi memasakkan makanan untuk Cansu. Ozan pulang memanggil-manggil Cansu. Cansu berteriak mengatakan dia ada didapur. Ozan masuk dan langsung mengenali kakeknya. Ozan memeluk kakeknya dan sangat senang.

Dilara mampir kesebuah kedai kopi untuk minum kopi bersama Hazal. Hazal sangat senang karena dibelikan tablet oleh Dilara. Bahkan Hazal mengatakan bahwa Gulseren tidak akan sanggup membelikannya tablet seperti ini. Lalu Dilara bertanya apa Hazal menyayangi Gulseren. Hazal mengatakan dia menyayangi Gulseren karena dia membesarkannya tapi Gulseren tidak terlalu peduli padanya. Hazal juga mengatakan bibinya yang menyayanginya tapi bibinya lebih menyukai uang. Dilara bertanya dimana rumah Hazal. Hazal juga bertanya dimana rumah Dilara. Dilara mengatakan rumahnya dan mengajak Hazal kerumahnya. Hazal lalu mendekati Dilara mengambil foto berdua. Mereka terlihat sangat mirip.

Post a Comment