ellieve.com - Dirumahnya, Dilara baru saja sampai. Dia meminta pembantu
menyiapkan perlengkapan yoganya. Lalu pembantu mengatakan bahwa Cansu sudah ada
dikamarnya dan sedang sakit. Dilara masuk ke kamar Cansu dan menanyakan
keadaannya. Lalu tidak sengaja, Dilara melihat foto ibu hamil. Dilara bertanya
foto siapa itu. Cansu menjelaskan itu foto Gulseren dan dia datang ke sekolah
Cansu. Dilara awalnya marah karena Gulseren bisa tau sekolah Cansu dan menuduh
Cihan yang memberitahu Gulseren. Cansu kesal dan meminta ibunya tidak
menyalahkan ayahnya lagi. Lalu tiba-tiba, Dilara berkata dimana sekolah anak
Gulseren.
Cihan cerita pada Gulseren mengenai Dilara dan rencana
perceraiannya dengan Dilara. Cihan memberitahu Gulseren bahwa dia dan Dilara
tidak cocok, dan memutuskan untuk berpisah. Gulseren terkejut mendengar
perkataan Cihan mengenai kehidupan keluarganya.
Cansu berada dirumahnya, saat sedang minum tiba-tiba
terdengar bunyi bel. Cansu segera membukakan pintu dan melihat ada seorang
laki-laki tua yang tak lain adalah kakeknya Cansu.
Dilara menuju sekolah Hazal diantar supirnya. Dilara
melihat-lihat dan mencari Hazal dan setelah menemukannya, Dilara meminta
supirnya memanggil Hazal untuk masuk ke mobil. Hazal membuka pintu mobil dan
melihat Dilara. Dilara menyapa Hazal dan mengatakan bahwa dia ibunya Hazal dan
meminta Hazal masuk.
Rahmi mencoba membuat Cansu mengingatnya dengan menceritakan
apa yang dilakukannya dengan Cansu saat masih kecil. Setelah beberapa lama,
Cansu baru ingat itu adalah kakeknya. Rahmi bertanya dimana Ozan. Cansu
mengatakan dia tidak bisa sekolah karena sedang sakit. Rahmi mengatakan dia
akan membuatkan sup untuk Cansu. Cansu ingin menghubungi ayahnya tapi dilarang
oleh Rahmi. Rahmi ingin membuat kejutan untuk Cihan.
Gulseren dan Cihan berjalan sambil mengantar Gulseren ke
taxi. Gulseren mengatakan bahwa dia bertemu dengan Cansu sebelumnya dan
mengantarkan Cansu pulang karena Cansu sedang demam dan flu. Cihan memberitahu
bahwa Cansu memang tidak mau mendengarkan perkataannya untuk istirahat.
Gulseren mengatakan Cansu sama dengannya, setelah istirahat sebentar saja, dia
akan sembuh sedangkan Hazal jarang sakit tapi sekalinya sakit dia akan butuh
waktu sepekan untuk istirahat. Cihan menjawab itu sama dengan dirinya. Cihan
menawarkan untuk mengantarkan Gulseren pulang dan Gulseren mengatakan dia akan
datang kerumah Cihan saat makan malam nantinya.
Dilara membawa Gulseren makan direstoran. Dilara bertanya
mengenai Gulseren dan pekerjaannya. Hazal dengan santai menjawab bahwa Gulseren
tidak bekerja dan dia bukan ibunya. Hazal tidak peduli pada Gulseren karena
Gulseren bukan ibunya. Dilara sangat senang karena Hazal tidak menginginkan
tinggal bersama Gulseren dan itu akan memudahkannya mengambil Hazal untuk
tinggal bersamanya.
Ditoko, Derya bertengkar dengan bosnya. Bosnya memarahinya
padahal dia hanya izin untuk pergi membayar tagihan. Derya kesal dengan hinaan
bosnya dan mengatakan akan berhenti bekerja. Selang beberapa lama, Derya pergi
bertemu dengan Gulseren. Mereka berjalan dijalanan melihat sebuah toko baju.
Dilara dan Hazal selesai makan, Dilara mengatakan akan
banyak hal yang ingin dilakukannya, salah satunya belanja. Hazal yang mendengar itu sangat senang.
Gulseren dan Derya melihat sebuah baju yang sangat cantik
dan dirasa oleh Gulseren baju itu akan cantik dipakai oleh Hazal. Derya mengatakan
akan membelikan baju itu untuk Hazal. Sangat beruntunglah Gulseren memiliki
Derya sebagai sahabat terbaiknya.
Dilara dan Hazal berbelanja, Dilara membelikan banyak baju
mahal yang sangat bagus untuk Hazal. Alangkah senang hati Hazal karena dibelikan
baju yang mahal yang dari dulu sangat diinginkannya.
Gulseren mengajak Derya kembali ke sekolah Hazal dan
memberikan baju itu dan pastinya Hazal sangat senang. Gulseren tidak tau bahwa
Hazal sedang berbelanja dengan Dilara, ibu kandungnya dan Dilara membelikan
baju-baju mahal untuk Hazal.
Dirumah, kakek Rahmi memasakkan makanan untuk Cansu. Ozan
pulang memanggil-manggil Cansu. Cansu berteriak mengatakan dia ada didapur.
Ozan masuk dan langsung mengenali kakeknya. Ozan memeluk kakeknya dan sangat senang.
Dilara mampir kesebuah kedai kopi untuk minum kopi bersama
Hazal. Hazal sangat senang karena dibelikan tablet oleh Dilara. Bahkan Hazal
mengatakan bahwa Gulseren tidak akan sanggup membelikannya tablet seperti ini.
Lalu Dilara bertanya apa Hazal menyayangi Gulseren. Hazal mengatakan dia
menyayangi Gulseren karena dia membesarkannya tapi Gulseren tidak terlalu
peduli padanya. Hazal juga mengatakan bibinya yang menyayanginya tapi bibinya
lebih menyukai uang. Dilara bertanya dimana rumah Hazal. Hazal juga bertanya
dimana rumah Dilara. Dilara mengatakan rumahnya dan mengajak Hazal kerumahnya.
Hazal lalu mendekati Dilara mengambil foto berdua. Mereka terlihat sangat
mirip.
Post a Comment