Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 12 September 2015 Episode 6 - Bagian 2

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 12 September 2015 Episode 6 - Bagian 2

ellieve.com - Sebelumnya... Alper berbincang-bincang dengan Rahmi, ayahnya Cihan. Ternyata Rahmi berkeliling dan jarang menetap. Alper berkata dia mengira ayahnya Cihan sudah meninggal. Rahmi sengaja datang begitu saja karena ingin membuat kejutan untuk Cihan dan melarang Alper menghubungi Cihan memberitahu bahwa ayahnya ada direstoran.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 12 September 2015 Episode 6 - Bagian 2

Gulseren dan Cansu sampai didepan rumahnya Cansu. Gulseren membayar uang taxi dan mereka turun. Cansu mengatakan ibunya tidak ada dirumah dan mengajak Gulseren masuk untuk minum kopi terlebih dahulu. Gulseren menolak dengan alasan dia ada pekerjaan lain. Cansu sangat sedih lalu Gulseren membelai wajah Cansu dan mengatakan lain kali Gulseren akan datang mengunjungi Cansu. Cansu kembali tersenyum dan mengatakan apa Gulseren bisa menghubunginya nanti. Gulseren berjanji mereka bisa saling menghubungi melalui telpon, Cansu lalu berkata apa dia boleh menghubungi Gulseren. Gulseren berkata tentu saja, apa Cansu menyimpan nomornya Gulseren. Cansu mengangguk mengatakan iya. Lalu Gulseren memeluk Cansu dan berpamitan. Gulseren naik bus meninggalkan rumah Cansu.

Setelah dari rumah Cansu, Gulseren pergi menemui Derya di sebuah restoran. Gulseren cerita mengenai rumah mewah milik Cihan. Gulseren sangat takut Cihan dan keluarganya akan mengambil Hazal dan dia selalu bermimpi buruk mengenai itu. Derya bertanya bagaimana sikap Cansu melihat dan bertemu dengannya. Gulseren memberitahu bahwa Cansu sangat senang dan gembira. Derya bersyukur karena Cansu sangat senang bertemu Gulseren. Gulseren takut tidak bisa membahagiakan Cansu dengan kehidupannya sedangkan Cansu hidup sempurna saat ini. Bagaimana cara Gulseren memberikan kehidupan yang layak untuk Cansu. Derya lalu berkata Gulseren bisa memberikan kasih sayang untuk Cansu bukan hanya harta.

Gulseren mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan dari Cihan. Derya menyarankan Gulseren menghubungi Cihan balik. Gulseren menghubungi Cihan, Cihan ingin bertemu dengan Gulseren dan bicara karena saat mengantar Hazal waktu itu, mereka tidak sempat bicara. Gulseren setuju untuk bertemu.

Gulseren kembali kerumahnya, Keriman menyambut Gulseren dengan lembut. Keriman meminta maaf pada Gulseren dan mengatakan bahwa Ozkan sudah meninggalkan mereka. Keriman menangis dan memohon Gulseren untuk memaafkannya.

Dilara pamitan pada teman yayasannya untuk masuk kelas yoga hari ini. Saat ingin pergi, Dilara dan pelayan yang membawa teh berpapasan dan tersenggol. Dilara sangat kesal dan marah pada pelayan karena kerjanya tidak beres padahal tugasnya hanya mengantarkan teh saja.

Gulseren bersiap-siap, dia memberitahu Keriman akan pergi wawancara.

Beberapa menit kemudian, Gulseren sudah berada disebuah restoran bertemu dengan Cihan. Cihan memberitahu bahwa Hazal meminta tinggal bersamanya. Gulseren sangat kesal dan marah dan berkata dia tidak akan membiarkan Cihan mengambil Hazal darinya. Cihan meminta Gulseren tenang dan dia mengatakan tidak akan melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Gulseren. Bahkan  Cihan menawarkan Gulseren untuk membuat semacam perjanjian bahwa dia tidak akan mengambil Hazal dan hanya ingin menjadi ayah yang baik untuk Hazal.

Dirumahnya, Dilara baru saja sampai. Dia meminta pembantu menyiapkan perlengkapan yoganya. Lalu pembantu mengatakan bahwa Cansu sudah ada dikamarnya dan sedang sakit. Dilara masuk ke kamar Cansu dan menanyakan keadaannya. Lalu tidak sengaja, Dilara melihat foto ibu hamil. Dilara bertanya foto siapa itu. Cansu menjelaskan itu foto Gulseren dan dia datang ke sekolah Cansu. Dilara awalnya marah karena Gulseren bisa tau sekolah Cansu dan menuduh Cihan yang memberitahu Gulseren. Cansu kesal dan meminta ibunya tidak menyalahkan ayahnya lagi. Lalu tiba-tiba, Dilara berkata dimana sekolah anak Gulseren.

Post a Comment