ellieve.com - Sebelumnya... Alper berbincang-bincang dengan Rahmi, ayahnya Cihan.
Ternyata Rahmi berkeliling dan jarang menetap. Alper berkata dia mengira
ayahnya Cihan sudah meninggal. Rahmi sengaja datang begitu saja karena ingin
membuat kejutan untuk Cihan dan melarang Alper menghubungi Cihan memberitahu
bahwa ayahnya ada direstoran.
Gulseren dan Cansu sampai didepan rumahnya Cansu. Gulseren
membayar uang taxi dan mereka turun. Cansu mengatakan ibunya tidak ada dirumah
dan mengajak Gulseren masuk untuk minum kopi terlebih dahulu. Gulseren menolak
dengan alasan dia ada pekerjaan lain. Cansu sangat sedih lalu Gulseren membelai
wajah Cansu dan mengatakan lain kali Gulseren akan datang mengunjungi Cansu.
Cansu kembali tersenyum dan mengatakan apa Gulseren bisa menghubunginya nanti.
Gulseren berjanji mereka bisa saling menghubungi melalui telpon, Cansu lalu
berkata apa dia boleh menghubungi Gulseren. Gulseren berkata tentu saja, apa Cansu
menyimpan nomornya Gulseren. Cansu mengangguk mengatakan iya. Lalu Gulseren
memeluk Cansu dan berpamitan. Gulseren naik bus meninggalkan rumah Cansu.
Setelah dari rumah Cansu, Gulseren pergi menemui Derya di
sebuah restoran. Gulseren cerita mengenai rumah mewah milik Cihan. Gulseren
sangat takut Cihan dan keluarganya akan mengambil Hazal dan dia selalu bermimpi
buruk mengenai itu. Derya bertanya bagaimana sikap Cansu melihat dan bertemu
dengannya. Gulseren memberitahu bahwa Cansu sangat senang dan gembira. Derya
bersyukur karena Cansu sangat senang bertemu Gulseren. Gulseren takut tidak
bisa membahagiakan Cansu dengan kehidupannya sedangkan Cansu hidup sempurna
saat ini. Bagaimana cara Gulseren memberikan kehidupan yang layak untuk Cansu.
Derya lalu berkata Gulseren bisa memberikan kasih sayang untuk Cansu bukan
hanya harta.
Gulseren mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan dari
Cihan. Derya menyarankan Gulseren menghubungi Cihan balik. Gulseren menghubungi
Cihan, Cihan ingin bertemu dengan Gulseren dan bicara karena saat mengantar
Hazal waktu itu, mereka tidak sempat bicara. Gulseren setuju untuk bertemu.
Gulseren kembali kerumahnya, Keriman menyambut Gulseren
dengan lembut. Keriman meminta maaf pada Gulseren dan mengatakan bahwa Ozkan
sudah meninggalkan mereka. Keriman menangis dan memohon Gulseren untuk
memaafkannya.
Dilara pamitan pada teman yayasannya untuk masuk kelas yoga
hari ini. Saat ingin pergi, Dilara dan pelayan yang membawa teh berpapasan dan
tersenggol. Dilara sangat kesal dan marah pada pelayan karena kerjanya tidak
beres padahal tugasnya hanya mengantarkan teh saja.
Gulseren bersiap-siap, dia memberitahu Keriman akan pergi
wawancara.
Beberapa menit kemudian, Gulseren sudah berada disebuah
restoran bertemu dengan Cihan. Cihan memberitahu bahwa Hazal meminta tinggal
bersamanya. Gulseren sangat kesal dan marah dan berkata dia tidak akan
membiarkan Cihan mengambil Hazal darinya. Cihan meminta Gulseren tenang dan dia
mengatakan tidak akan melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Gulseren.
Bahkan Cihan menawarkan Gulseren untuk
membuat semacam perjanjian bahwa dia tidak akan mengambil Hazal dan hanya ingin
menjadi ayah yang baik untuk Hazal.
Dirumahnya, Dilara baru saja sampai. Dia meminta pembantu
menyiapkan perlengkapan yoganya. Lalu pembantu mengatakan bahwa Cansu sudah ada
dikamarnya dan sedang sakit. Dilara masuk ke kamar Cansu dan menanyakan
keadaannya. Lalu tidak sengaja, Dilara melihat foto ibu hamil. Dilara bertanya
foto siapa itu. Cansu menjelaskan itu foto Gulseren dan dia datang ke sekolah
Cansu. Dilara awalnya marah karena Gulseren bisa tau sekolah Cansu dan menuduh
Cihan yang memberitahu Gulseren. Cansu kesal dan meminta ibunya tidak
menyalahkan ayahnya lagi. Lalu tiba-tiba, Dilara berkata dimana sekolah anak
Gulseren.
Post a Comment