Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 12 September 2015 Episode 6 - Bagian 1

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 12 September 2015 Episode 6 - Bagian 1

ellieve.com - Dilara kembali kerumah menemui Cihan karena Cihan menghubunginya dan terlihat sangat marah karena Dilara tidak mau pulang saat Cihan memintanya. Cihan dan Dilara berbicara dikamarnya. Cihan menyampaikan rasa kesalnya selama ini dengan sikap Dilara. Cihan merasa selama mereka menikah, Dilara hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak memikirkan keluarga. Dilara hanya sibuk dengan urusan yayasan dan teman-teman kaya rayanya. 

Cihan juga berkata bahwa dia sudah tidak tahan menghadapi sikap Dilara yang seperti itu selama bertahun-tahun dan tidak pernah berubah. Lalu Dilara bertanya apa yang diinginkan Cihan saat ini. Dengan pasti, Cihan mengatakan bahwa dia ingin bercerai dengan Dilara. Cihan tidak bisa meneruskan pernikahan mereka lagi. Cihan ingin mereka bercerai. Dilara hanya terlihat diam dan tidak menoleh ke arah Cihan.

Dilara keberatan untuk bercerai dan berpisah dari Cihan. Dilara mengatakan dia akan memperbaiki semuanya. Cihan berkata selama ini dia mementingkan keluarga bahkan sekarang mengenai putri kandungnya sedangkan Dilara malah sibuk dengan yayasan dan teman-teman kayanya.


Keesokan pagi, Cansu berpamitan pada ayahnya ingin pergi ke sekolah. Cihan memastikan Cansu sudah sembuh dari demamnya. Setelah dirasa yakin, Cihan memberikan izin Cansu kembali ke sekolah.Dilara bergabung untuk sarapan bersama. Cihan masih kesal dengan Dilara setelah bertengkar semalam.

Gulseren mencari-cari lowongan kerja di koran. Hazal berkata diinternet lebih banyak. Keriman dengan tegas meminta Gulseren mencari iklan rumah juga untuk dia tinggali setelah pindah dari rumah Keriman.

Dilara memanggil Cihan yang ingin pergi bekerja. Dilara meminta Cihan mengundang Gulseren dan Hazal untuk makan malam bersama mereka. Cihan memperingatkan Dilara bahwa mereka tidak aakn menukar anak mereka. Dilara mengatakan dia tidak ingin menukar, dia ingin kedua anaknya tinggal bersamanya dirumah mereka. Cihan lantas kesal dan marah, bagaimana Dilara bisa berbuat seperti itu dan tidak memikirkan ibu dari Hazal yang merawat Hazal dari kecil. Dilara malah bilang itu semua ada harganya. Maksud perkataan Dilara adalah untuk membayar Gulseren demi mendapat kedua putrinya. Dilara juga bilang Gulseren hanyalah seorang pelayan dan tidak memiliki suami, jadi dia ingin putrinya tinggal bersamanya. Cihan semakin marah dan mengatakan Dilara terlalu biasa membeli semua hal termasuk orang dengan uang.

Setelah Cihan pergi, Dilara memanggil orang terdekatnya. Dia bermaksud ingin memiliki putri kandungnya. Alasannya adalah dia ingin putrinya tinggal disini dan mendapat kehidupan yang pantas karena Gulseren hanyalah seorang pelayan. Lalu dia bertanya pada Dilara, apakah Dilara berencana untuk menyerahkan Cansu pada Gulseren. Dilara dengan lantang mengatakan itu tidak mungkin. Dia hanya ingin putrinya tinggal bersamanya dan juga Cansu. Dilara juga meminta menawarkan sejumlah uang pada Gulseren agar menyerahkan putri kandung Dilara untuk tinggal bersama mereka.  Intinya Dilara ingin menukar putri kandungnya yang bersama Gulseren dengan sejumlah uang untuk diberikannya pada Gulseren karena dia hanyalah seorang pelayan. Laki-laki itu tidak mau melakukan itu, dia adalah sahabat dekatnya Cihan selama bertahun-tahun, dia tidak ingin melakukan itu tanpa persetujuan Cihan.

Dilara menyerah karena sahabat Cihan tidak mau melakukan permintaannya. Dilara meminta dia menyembunyikan pembicaraan itu dari Cihan. Dilara kembali sibuk dengan yayasannya setelah bicara dengan sahabat Cihan.

Gulseren bersiap-siap untuk pergi. Keriman bertanya kemana Gulseren akan pergi namun Gulseren tidak mau menjawab. Setelah Gulseren pergi, Keriman berusaha menghubungi Ozkan untuk memberitahunya mengenai masalah tertukarnya Hazal saat masih bayi.
Direstoran milik Cihan, Alper mengawasi persiapan untuk acara rapat. Alper menghubungi Cihan meminta bertemu dengannya. Alper ingin bicara dengan Cihan. Cihan mengatakan dia akan pergi rapat dan belum tentu jam kembalinya.

Gulseren ternyata menuju ke sebuah sekolah. Gulseren bertanya kapan siswa-siswi selesai ujian. Lalu Gulseren menunggu diruang tunggu.

Seorang laki-laki datang ke restoran Cihan dan meminta untuk memilih meja. Sedangkan ruangan itu sudah dipesan untuk rapat. Alper menanyakan siapa laki-laki itu. Laki-laki itu menjawab dia adalah Rahmi, ayah dari Cihan. Alper langsung mengenalkan diri sebagai rekan kerja Cihan.

Cansu selesai ujian dan keluar. Dia melihat Gulseren dan hatinya sangat senang. Gulseren ternyata sengaja datang kesekolah itu menemui Cansu. Cansu sangat senang hatinya karena Gulseren mengunjunginya. Gulseren meminta maaf karena saat ditelpon, dia tidak bersikap baik pada Cansu. Cansu sudah memaafkan ibunya itu. Cansu dan Gulseren pergi menaiki taxi bersama ke suatu tempat. Didalam taxi, Gulseren memberikan foto saat dia masih hamil mengandung Cansu. Alangkah senang hatinya Cansu melihat itu. Dia juga meminta foto ayahnya tapi Gulseren tidak mempunya foto Ozkan. Cansu bertanya apa Gulseren sudah bercerai dengan ayahnya. Gulseren menjawab dia belum bercerai. 

Post a Comment