ellieve.com - Dilara kembali kerumah menemui Cihan karena Cihan menghubunginya dan terlihat sangat marah karena Dilara tidak mau pulang saat Cihan memintanya. Cihan dan Dilara berbicara dikamarnya. Cihan menyampaikan rasa kesalnya selama ini dengan sikap Dilara. Cihan merasa selama mereka menikah, Dilara hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak memikirkan keluarga. Dilara hanya sibuk dengan urusan yayasan dan teman-teman kaya rayanya.
Cihan juga berkata bahwa dia sudah tidak tahan menghadapi sikap Dilara yang seperti itu selama bertahun-tahun dan tidak pernah berubah. Lalu Dilara bertanya apa yang diinginkan Cihan saat ini. Dengan pasti, Cihan mengatakan bahwa dia ingin bercerai dengan Dilara. Cihan tidak bisa meneruskan pernikahan mereka lagi. Cihan ingin mereka bercerai. Dilara hanya terlihat diam dan tidak menoleh ke arah Cihan.
Dilara keberatan untuk bercerai dan berpisah dari Cihan. Dilara mengatakan dia akan memperbaiki semuanya. Cihan berkata selama ini dia mementingkan keluarga bahkan sekarang mengenai putri kandungnya sedangkan Dilara malah sibuk dengan yayasan dan teman-teman kayanya.
Dilara keberatan untuk bercerai dan berpisah dari Cihan. Dilara mengatakan dia akan memperbaiki semuanya. Cihan berkata selama ini dia mementingkan keluarga bahkan sekarang mengenai putri kandungnya sedangkan Dilara malah sibuk dengan yayasan dan teman-teman kayanya.
Keesokan pagi, Cansu berpamitan pada ayahnya ingin pergi ke
sekolah. Cihan memastikan Cansu sudah sembuh dari demamnya. Setelah dirasa
yakin, Cihan memberikan izin Cansu kembali ke sekolah.Dilara bergabung untuk
sarapan bersama. Cihan masih kesal dengan Dilara setelah bertengkar semalam.
Gulseren mencari-cari lowongan kerja di koran. Hazal berkata
diinternet lebih banyak. Keriman dengan tegas meminta Gulseren mencari iklan
rumah juga untuk dia tinggali setelah pindah dari rumah Keriman.
Dilara memanggil Cihan yang ingin pergi bekerja. Dilara
meminta Cihan mengundang Gulseren dan Hazal untuk makan malam bersama mereka.
Cihan memperingatkan Dilara bahwa mereka tidak aakn menukar anak mereka. Dilara
mengatakan dia tidak ingin menukar, dia ingin kedua anaknya tinggal bersamanya
dirumah mereka. Cihan lantas kesal dan marah, bagaimana Dilara bisa berbuat
seperti itu dan tidak memikirkan ibu dari Hazal yang merawat Hazal dari kecil.
Dilara malah bilang itu semua ada harganya. Maksud perkataan Dilara adalah untuk
membayar Gulseren demi mendapat kedua putrinya. Dilara juga bilang Gulseren
hanyalah seorang pelayan dan tidak memiliki suami, jadi dia ingin putrinya
tinggal bersamanya. Cihan semakin marah dan mengatakan Dilara terlalu biasa
membeli semua hal termasuk orang dengan uang.
Setelah Cihan pergi, Dilara memanggil orang terdekatnya. Dia
bermaksud ingin memiliki putri kandungnya. Alasannya adalah dia ingin putrinya
tinggal disini dan mendapat kehidupan yang pantas karena Gulseren hanyalah
seorang pelayan. Lalu dia bertanya pada Dilara, apakah Dilara berencana untuk menyerahkan
Cansu pada Gulseren. Dilara dengan lantang mengatakan itu tidak mungkin. Dia
hanya ingin putrinya tinggal bersamanya dan juga Cansu. Dilara juga meminta
menawarkan sejumlah uang pada Gulseren agar menyerahkan putri kandung Dilara
untuk tinggal bersama mereka. Intinya
Dilara ingin menukar putri kandungnya yang bersama Gulseren dengan sejumlah
uang untuk diberikannya pada Gulseren karena dia hanyalah seorang pelayan.
Laki-laki itu tidak mau melakukan itu, dia adalah sahabat dekatnya Cihan selama
bertahun-tahun, dia tidak ingin melakukan itu tanpa persetujuan Cihan.
Dilara menyerah karena sahabat Cihan tidak mau melakukan
permintaannya. Dilara meminta dia menyembunyikan pembicaraan itu dari Cihan. Dilara
kembali sibuk dengan yayasannya setelah bicara dengan sahabat Cihan.
Gulseren bersiap-siap untuk pergi. Keriman bertanya kemana
Gulseren akan pergi namun Gulseren tidak mau menjawab. Setelah Gulseren pergi,
Keriman berusaha menghubungi Ozkan untuk memberitahunya mengenai masalah
tertukarnya Hazal saat masih bayi.
Direstoran milik Cihan, Alper mengawasi persiapan untuk
acara rapat. Alper menghubungi Cihan meminta bertemu dengannya. Alper ingin
bicara dengan Cihan. Cihan mengatakan dia akan pergi rapat dan belum tentu jam
kembalinya.
Gulseren ternyata menuju ke sebuah sekolah. Gulseren
bertanya kapan siswa-siswi selesai ujian. Lalu Gulseren menunggu diruang
tunggu.
Seorang laki-laki datang ke restoran Cihan dan meminta untuk
memilih meja. Sedangkan ruangan itu sudah dipesan untuk rapat. Alper menanyakan
siapa laki-laki itu. Laki-laki itu menjawab dia adalah Rahmi, ayah dari Cihan.
Alper langsung mengenalkan diri sebagai rekan kerja Cihan.
Cansu selesai ujian dan keluar. Dia melihat Gulseren dan
hatinya sangat senang. Gulseren ternyata sengaja datang kesekolah itu menemui Cansu.
Cansu sangat senang hatinya karena Gulseren mengunjunginya. Gulseren meminta
maaf karena saat ditelpon, dia tidak bersikap baik pada Cansu. Cansu sudah
memaafkan ibunya itu. Cansu dan Gulseren pergi menaiki taxi bersama ke suatu
tempat. Didalam taxi, Gulseren memberikan foto saat dia masih hamil mengandung
Cansu. Alangkah senang hatinya Cansu melihat itu. Dia juga meminta foto ayahnya
tapi Gulseren tidak mempunya foto Ozkan. Cansu bertanya apa Gulseren sudah
bercerai dengan ayahnya. Gulseren menjawab dia belum bercerai.
Post a Comment