ellieve.com - Sebelumnya.... Gulseren terkejut dan mengatakan itu semua tidak mungkin.
Lalu Cansu berusaha menunjukkan bukti. Cansu dan Gulseren pergi dan berbicara.
Cansu menjelaskan bahwa dirumah sakit yang sama ada 4 orang bayi yang lahir, 2
bayi adalah perempuan. Cansu yakin perawat mengalami kesalahan dan membuat
mereka tertukar antara Cansu dan Hazal.
Dilain tempat, Cihan merasa Cansu mendekati Gulseren karena
Cansu yakin Gulseren adalah ibu kandungnya. Cihan ingat putri Gulseren yang
pernah ditemui, kalau Gulseren adalah ibu kandung Cansu, berarti anak yang dia
temui waktu itu adalah putri kandungnya.
Gulseren belum percaya dengan perkataan Cansu, dia masih
merasa ragu. Selang beberapa lama, Cihan datang mendekati mereka. Cansu senang
karena ayahnya datang. Cihan meminta Cansu pergi menjauh dulu untuk membiarkan
ayahnya bicara dengan Gulseren sebentar. Cihan lalu mengatakan awalnya dia juga
tidak percaya tapi hasil tes menunjukkan semua itu benar. Gulseren mengatakan
kalau begitu dia merawat putrinya Cihan dan Cihan merawat putri kandungnya
Gulseren. Gulseren menambahkan apakah
kalau begitu mereka harus menukar anaknya kembali.
Dilara sedang sibuk dengan pekerjaannya. Lalu guru Cansu
menghubungi Dilara dan menanyakan bagaimana keadaan Cansu. Dilara terkejut
mendengar perkataan gurunya. Setaunya Cansu pergi ke sekolah.
Gulseren histeris dan menolak untuk membiarkan Cihan
mengambil Hazal. Dia tidak bisa hidup tanpa Hazal meskipun dia miskin. Cihan
juga berkata bahwa dia tidak mau menyerahkan Cansu. Cihan ingin mereka
membicarakannya semua bersama, bersama istri Cihan dan suami Gulseren. Gulseren
menolak untuk bicara hari itu dan pergi.
Gulseren kembali ke toko dan karena lama tidak kembali ke
toko kue, dia dipecat dari pekerjaannya. Lalu Gulseren mendatangi Derya dan
menceritakan kebenaran tentang Cansu dan Hazal. Derya menyaran Gulseren tenang,
bahkan seharusnya dia senang karena dia memiliki dua anak. Gulseren hanya takut
jika Hazal tau dia adalah putri kandung dari keluarga kaya, dia akan
meninggalkan Gulseren. Derya meminta Gulseren tenang dan tidak berpikiran buruk
tentang Hazal.
Dirumahnya, Dilara menemui Cansu dan menanyakan kemana dia
seharian tidak datang ke sekolah. Cansu dengan begitu saja menjawab bahwa dia
menemukan ibu kandungnya. Dilara sangat terkejut mendengar perkataan Cansu.
Cihan meminta Cansu kembali ke kamarnya. Cihan berbicara dengan Dilara mengenai
Gulseren dan putri kandung mereka. Cihan memiliki saran untuk bertemu dengan
Gulseren membicarakan masalah itu.
Cihan, Dilara dan orang kepercayaan Cihan berbicara mengenai
Gulseren. Mereka bingung kenapa Cansu bisa menemukan ibu kandungnya sebelum
mereka. Cihan diberitahu Cansu bahwa dia memiliki data tentang bayi yang lahir
bersamaan dengannya dan itu adalah putri dari Gulseren.
Cansu memberitahu Ozan bahwa kedua orang tuanya bersama
pamannya membicarakan mengenai Cansu. Ozan lalu pergi menemui mereka dan sangat
marah karena mereka membicarakan Cansu tanpa memberitahu dia. Ozan tidak mau
membuat Cansu merasa sedih di rumahnya sendiri.
Dirumahnya, Gulseren menanyakan kapan acara sekolahnya.
Gulseren memberitahu bahwa dia mengizinkan Hazal pergi ke acara sekolahnya
bahkan Gulseren memberikan uang lebih untuk digunakan Hazal selama acara
sekolahnya. Hazal sangat senang karena ibunya mengizinkan dan memberikan dia
uang. Gulseren sebenarnya hanya tidak ingin Hazal meninggalkannya dan pergi ke
orang tua kandungnya yang kaya raya.
Dirumah, Dilara bertanya pada Cihan siapa nama anak kandung
mereka. Cihan memberitahu namanya adalah Hazal. Dilara lalu bertanya apa Cihan
akan bertemu dengan Gulseren dan menawarkan Dilara untuk ikut. Dilara menolak
ikut karena dia masih belum bisa menerima kenyataan itu.
Keesokan harinya, Gulseren menyiapkan pakaiannya. Hazal
bertanya apa ibunya akan pergi bekerja. Lalu Gulseren menjelaskan bahwa dia
sudah berhenti karena tidak ingin Hazal tinggal dirumah sendiri. Gulseren
menyarankan Hazal untuk segera pergi karena bisa terlambat dan meminta Hazal
hati-hati.
Post a Comment