Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 10 September 2015 Episode 4 - Bagian 1

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 10 September 2015 Episode 4 - Bagian 1

ellieve.comDilain hal, Hazal dan teman-temannya akan merayakan ulang tahun temannya. Mereka mengajak Hazal ke toko kue yang kebetulan adalah tempat ibunya bekerja. Awalnya Hazal menolak lalu temannya memaksa. Ditoko kue, Hazal ingin secepatnya pergi.

Sinopsis Serial TV Turki Cansu dan Hazal 10 September 2015 Episode 4 - Bagian 1

Dijalan, Cansu yang ingin pergi ke toko kue berpapasan dengan Hazal yang ingin pergi dari sana. Takdir mempertemukan mereka tapi belum tau bahwa mereka telah tertukar.


Cansu mendatangi toko kue tempat Gulseren bekerja. Gulseren yang kebetulan diluar melihat kepergian Hazal bertemu dengan Cansu. Cansu keliatan pucat, Gulseren menyapa Cansu dan mengatakan apakah ada sesuatu pada Cansu. Tiba-tiba ada 2 pemuda mengendarai moto mencoba menarik tas Cansu. Cansu terseret karena berusaha memegang tasnya, akhirnya Cansu terlepas dengan tas ditangannya, Gulseren menolong Cansu membawa Cansu ke klinik untuk mengobati lukanya.

Diklinik, Cansu diobati lukanya oleh dokter. Lalu Gulseren memberitahu bahwa ponsel Cansu berdering. Cansu menerima telpon dari ayahnya dan memberitahu ayahnya bahwa dia mengalami sedikit kecelakaan. Cansu memberitahu dimana dia berada pada ayahnya.

Dilara yang stres memikirkan masalah tertukarnya anaknya dan bagaimana anak kandungnya menjalani terapi yoga.

Cihan mendatangi klinik dimana Cansu diobati. Cihan melihat Gulseren dan mengenali Gulseren saat sebelumnya Cihan membantu Gulseren menemukan anaknya. Cansu terkejut karena ayahnya sudah kenal dengan Gulseren. Cihan menjelaskan bahwa dia belum berkenalan tapi dia memang sudah pernah bertemu. Cansu memberitahu bahwa Gulseren lah yang membantu Cansu saat hampir dijambret dan sempat terjatuh. Sebelum pergi, Cansu bahkan meminta izin untuk memeluk Gulseren. Cansu juga bertanya apa Gulseren memiliki anak selain Hazal. Gulseren mengatakan bahwa dia hanya memiliki Hazal, putri satu-satunya.

Diluar, Cansu mengatakan pada ayahnya bahwa Gulseren wanita yang sangat baik. Cihan bertanya apa yang dilakukan Cansu didaerah itu. Cansu berbohong dan berkata bahwa dia sedang mengerjakan tugas dari sekolahnya. Cihan curiga bahwa Cansu berbohong tapi Cihan berpura-pura percaya pada Cansu dan mengantarkan Cansu pulang.

Dilara makan bersama Solmaz sambil menunggu teman-temannya datang. Mereka membicarakan masalah yayasan mereka.  

Cihan diperjalanannya menghubungi guru Cansu menanyakan apa ada tugas untuk Cansu. Gurunya berkata bahwa Cansu sudah menyerahkan tugasnya. Cihan benar dengan keraguannya tentang apa yang dilakukan Cansu didaerah itu.

Dilara menghubungi Cansu dan mengatakan bahwa dia makan malam diluar bersama teman-teman yayasan amalnya. Temannya memuji Cansu yang sibuk belajar, mirip seperti Dilara tapi wajah Cansu terlihat berbeda dari Dilara. Dilara terkejut mendengar perkataan teman-temannya karena Cansu memang bukan anak kandungnya.

Cihan kembali kerumah dan menanyakan dimana Dilara. Pembantu berkata bahwa yang ada hanya Cansu. Cihan masuk ke kamar Cansu menemuinya, Cihan mengatakan bahwa dia sangat menyayangi Cansu.

Gulseren pulang bekerja, dirumah Gulseren sangat sedih dan kecewa. Dia berjalan dengan lesu, lalu Hazal menanyakan apa ibunya ingin makan. Gulseren bertanya pada Hazal apakah dia malu ibunya menjadi pelayan karena itu dia pergi. Gulseren sangat kecewa pada Hazal padahal dia adalah ibu kandungnya sendiri.

Pasangan Solmaz dan Alper membicarakan mengenai kehidupan Dilara dan Cihan. Alper meminta Solmaz mencari tau kenapa Dilara terlihat sedih dan banyak pikiran. Solmaz memberitahu Alper itu semua karena Cansu. Alper mengatakan jadi itu semua bukan karena Cihan memliki perempuan lain.

Dirumahnya, Keriman ingin mencari tau siapa nama artis favoritnya. Hazal mengajarkan cara mencari di internet dengan google. Setelah sepi, Gulseren penasaran dan mencoba mencari sendiri nama Cihan. Entah kenapa Gulseren tiba-tiba memikirkan Cihan. Setelah sadar, Gulseren langsung menutup laptopnya.

Keesokan hari, Gulseren berjalan sendiri. Gulseren merasa ada yang mengikutinya, memang ternyata Cansu mengikuti Gulseren diam-diam. Tiba-tiba Gulseren menghilang dan Cansu kehilangan jejaknya.

Dikantornya, Cihan sedang berbicara dengan Alper. Tiba-tiba ada yang menghubungi Cihan yaitu gurunya Cansu. Dia memberitahu bahwa Cansu tidak datang ke sekolah padahal hari ini Cansu ada persentase.  Cihan panik lalu menghubungi Dilara. Dilara sedang tidak dirumah.


Cansu panik kehilangan jejak Gulseren. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari-cari Gulseren tapi tidak menemukannya. Selang beberapa lama, Gulseren muncul memanggil Cansu dari belakang. Cansu terkejut lalu Gulseren bertanya kenapa Cansu aneh, dia juga mengikuti Gulseren. Cansu terlihat bingung apa yang harus dia katakan. Cansu dengan ragu mengeluarkan data Hazal dan mengatakan bahwa Gulseren adalah ibu kandungnya. 

Post a Comment