ellieve.com - Dilain hal, Hazal dan teman-temannya akan merayakan ulang tahun temannya. Mereka mengajak Hazal ke toko kue yang kebetulan adalah tempat ibunya bekerja. Awalnya Hazal menolak lalu temannya memaksa. Ditoko kue, Hazal ingin secepatnya pergi.
Dijalan, Cansu yang ingin pergi ke toko kue berpapasan dengan Hazal yang ingin pergi dari sana. Takdir mempertemukan mereka tapi belum tau bahwa mereka telah tertukar.
Cansu mendatangi toko kue tempat Gulseren bekerja. Gulseren
yang kebetulan diluar melihat kepergian Hazal bertemu dengan Cansu. Cansu
keliatan pucat, Gulseren menyapa Cansu dan mengatakan apakah ada sesuatu pada
Cansu. Tiba-tiba ada 2 pemuda mengendarai moto mencoba menarik tas Cansu. Cansu
terseret karena berusaha memegang tasnya, akhirnya Cansu terlepas dengan tas
ditangannya, Gulseren menolong Cansu membawa Cansu ke klinik untuk mengobati
lukanya.
Diklinik, Cansu diobati lukanya oleh dokter. Lalu Gulseren
memberitahu bahwa ponsel Cansu berdering. Cansu menerima telpon dari ayahnya
dan memberitahu ayahnya bahwa dia mengalami sedikit kecelakaan. Cansu
memberitahu dimana dia berada pada ayahnya.
Dilara yang stres memikirkan masalah tertukarnya anaknya dan
bagaimana anak kandungnya menjalani terapi yoga.
Cihan mendatangi klinik dimana Cansu diobati. Cihan melihat
Gulseren dan mengenali Gulseren saat sebelumnya Cihan membantu Gulseren
menemukan anaknya. Cansu terkejut karena ayahnya sudah kenal dengan Gulseren.
Cihan menjelaskan bahwa dia belum berkenalan tapi dia memang sudah pernah
bertemu. Cansu memberitahu bahwa Gulseren lah yang membantu Cansu saat hampir
dijambret dan sempat terjatuh. Sebelum pergi, Cansu bahkan meminta izin untuk
memeluk Gulseren. Cansu juga bertanya apa Gulseren memiliki anak selain Hazal.
Gulseren mengatakan bahwa dia hanya memiliki Hazal, putri satu-satunya.
Diluar, Cansu mengatakan pada ayahnya bahwa Gulseren wanita
yang sangat baik. Cihan bertanya apa yang dilakukan Cansu didaerah itu. Cansu
berbohong dan berkata bahwa dia sedang mengerjakan tugas dari sekolahnya. Cihan
curiga bahwa Cansu berbohong tapi Cihan berpura-pura percaya pada Cansu dan
mengantarkan Cansu pulang.
Dilara makan bersama Solmaz sambil menunggu teman-temannya
datang. Mereka membicarakan masalah yayasan mereka.
Cihan diperjalanannya menghubungi guru Cansu menanyakan apa
ada tugas untuk Cansu. Gurunya berkata bahwa Cansu sudah menyerahkan tugasnya.
Cihan benar dengan keraguannya tentang apa yang dilakukan Cansu didaerah itu.
Dilara menghubungi Cansu dan mengatakan bahwa dia makan
malam diluar bersama teman-teman yayasan amalnya. Temannya memuji Cansu yang
sibuk belajar, mirip seperti Dilara tapi wajah Cansu terlihat berbeda dari
Dilara. Dilara terkejut mendengar perkataan teman-temannya karena Cansu memang
bukan anak kandungnya.
Cihan kembali kerumah dan menanyakan dimana Dilara. Pembantu
berkata bahwa yang ada hanya Cansu. Cihan masuk ke kamar Cansu menemuinya,
Cihan mengatakan bahwa dia sangat menyayangi Cansu.
Gulseren pulang bekerja, dirumah Gulseren sangat sedih dan
kecewa. Dia berjalan dengan lesu, lalu Hazal menanyakan apa ibunya ingin makan.
Gulseren bertanya pada Hazal apakah dia malu ibunya menjadi pelayan karena itu
dia pergi. Gulseren sangat kecewa pada Hazal padahal dia adalah ibu kandungnya
sendiri.
Pasangan Solmaz dan Alper membicarakan mengenai kehidupan
Dilara dan Cihan. Alper meminta Solmaz mencari tau kenapa Dilara terlihat sedih
dan banyak pikiran. Solmaz memberitahu Alper itu semua karena Cansu. Alper
mengatakan jadi itu semua bukan karena Cihan memliki perempuan lain.
Dirumahnya, Keriman ingin mencari tau siapa nama artis favoritnya.
Hazal mengajarkan cara mencari di internet dengan google. Setelah sepi,
Gulseren penasaran dan mencoba mencari sendiri nama Cihan. Entah kenapa
Gulseren tiba-tiba memikirkan Cihan. Setelah sadar, Gulseren langsung menutup
laptopnya.
Keesokan hari, Gulseren berjalan sendiri. Gulseren merasa
ada yang mengikutinya, memang ternyata Cansu mengikuti Gulseren diam-diam.
Tiba-tiba Gulseren menghilang dan Cansu kehilangan jejaknya.
Dikantornya, Cihan sedang berbicara dengan Alper. Tiba-tiba
ada yang menghubungi Cihan yaitu gurunya Cansu. Dia memberitahu bahwa Cansu
tidak datang ke sekolah padahal hari ini Cansu ada persentase. Cihan panik lalu menghubungi Dilara. Dilara
sedang tidak dirumah.
Cansu panik kehilangan jejak Gulseren. Dia menoleh ke kanan
dan ke kiri mencari-cari Gulseren tapi tidak menemukannya. Selang beberapa
lama, Gulseren muncul memanggil Cansu dari belakang. Cansu terkejut lalu
Gulseren bertanya kenapa Cansu aneh, dia juga mengikuti Gulseren. Cansu terlihat
bingung apa yang harus dia katakan. Cansu dengan ragu mengeluarkan data Hazal
dan mengatakan bahwa Gulseren adalah ibu kandungnya.
Post a Comment