Ozan menghampiri Cansu dikamarnya. Cansu menangis lalu Ozan menghibur Cansu. Ozan juga berkata dia lebih memilih mencintai adiknya yang dibesarkan bersamanya meskipun adik itu bukan adik kandungnya. Ozan bahkan mengajak Cansu mencari keluarganya tapi meskipun Cansu bertemu dengan keluarganya, hubungan diantara mereka tidak akan pernah berubah. Cansu tetap adalah adik kandungnya. Lalu Cansu memeluk Ozan yang sangat menyayanginya.
Dilara dan Cihan bertengkar, Cihan membenarkan perkataan Cansu yang ingin mengetahui siapa keluarga kandungnya yang sebenarnya dan meminta untuk tidak berpura-pura bahwa itu tidak pernah terjadi. Dilara sangat bingung, Cihan ingin mencari anak kandungnya. Dilara berpikir dan merenung sendiri. Sedangkan Cihan mencium Cansu yang sudah tertidur.
Gulseren sangat menyayangi Hazal, dia hanya tidak ingin Hazal tidak belajar dan sekolah dengan baik. Dia tidak mau hidup Hazal sepertinya yang bekerja sembarangan dan tidak berhasil. Gulseren melihat hazal yang tertidur dan menciumnya.
Sebelum tidur, Dilara dan Cihan berbicara. Dilara mengatakan bahwa dia setuju untuk mencari anak kandung mereka. Cihan tersenyum dan memeluk Dilara.
Keesokan hari, Gulseren pergi bekerja. Tetangganya yang sirik malah bergosip tentang Gulseren membuat Gulseren kesal.
Cansu dan Ozan mendatangi rumah sakit dimana dia dilahirkan. Cansu bertekad ingin mencari dimana keluarga kandungnya. Cansu mendatangi seorang pegawai rumah sakit dan menanyakan data bayi yang lahir sama dengan dirinya. Pegawai rumah sakit tidak mau memberikan tanpa seizin keluarganya. Ozan mendapat ide untuk membawa pegawai yang menjaga ruangan arsip pergi dan Cansu masuk keruangan itu. Cansu masuk dan menemukan data bayi itu. Namanya Hazal dan alamatnya. Cansu membawa berkas itu dan menemui Ozan diluar. Ozan menghibur Cansu yang menunjukkan wajah kecewanya.
Cihan bercerita pada orang kepercayaannya mengenai Cansu yang sudah mengetahui kebenarannya bahwa dia bukan anak kandung Cihan dan Dilara. Temannya itu bertanya apa Dilara tidak mau mencari anak kandungnya. Cihan tau siapa Dilara, dia adalah perempuan yang sempurna, dan dia hanya takut jika anaknya nanti tidak sesempurna dan sepandai Cansu.
Cansu merasa belum siap menemui keluarganya. Dia meminta Ozan membawanya kembali ke sekolah. Ozan akhirnya menurut saja dengan permintaan adik kesayangannya.
Cihan mendatangi rumah sakit dimana Cansu dilahirkan. Cihan ingin meminta data bayi yang lahir sama dengan bayinya. Cihan memberitahu pihak rumah sakit telah salah memberikan bayi mereka dan tes menunjukkan kalau Cansu bukan anak kandung dari mereka. Pegawai arsip diminta mencari arsip bayi yang lahir sama dengan Cansu tapi mereka tidak menemukannya. Tentulah saja mereka tidak menemukan karena arsip itu sudah diambil sebelumnya oleh Cansu. Cihan menuntut jika file itu tidak ditemukan, maka mereka akan bertemu dipengadilan.
Cansu mendatangi alamat Gulseren sendirian tanpa Ozan. Tetangga Gulseren memberitahu bahwa Gulseren sedang tidak dirumah dan bekerja disebuah toko kue. Cansu lalu segera mendatangi toko kue itu untuk melihat ibu kandungnya.
Dilain hal, Hazal dan teman-temannya akan merayakan ulang tahun temannya. Mereka mengajak Hazal ke toko kue yang kebetulan adalah tempat ibunya bekerja. Awalnya Hazal menolak lalu temannya memaksa. Ditoko kues, Hazal ingin secepatnya pergi.
Dijalan, Cansu yang ingin pergi ke toko kue berpapasan dengan Hazal yang ingin pergi dari sana. Takdir mempertemukan mereka tapi belum tau bahwa mereka telah tertukar.
Post a Comment