ellieve.com - Ha Ni dan Papah nyatanya pindah ke lantai atas di Restaurant Mie milik keluarga mereka. Ha Ni pagi-pagi telah bangun dan menatap keluar jendela. Papah masuk ke kamar Ha Ni dan bertanya, "Apa yang kau lihat? " Ha Ni menjawab, "Aku melihat jalan di bawah sana. Orang-orang yang berlangsung, gang-gang itu... Aku menyukainya. Ini membahagiakan dan sangatlah menyegarkan." Papah mengatakan, "Kita bakal tinggal disini sementara aku bakal mencari tempat tinggal yang baru. Mesikipun ini tak enjoy tapi bersabarlah sebentar." Ha Ni berkomentar, "Tidak apa-apa. Aku menyukai lingkungan ini." Papah bilang bahwa lingkungan ini tetap agak Kuno jadi terasa lebih emosional. Ha Ni tertawa ceria dan bilang bahwa dirinya sangat menyukai lingkungan ini. Papah bahagia dan mengundang Ha Ni turun untuk makan bersama.
Ha Ni turun ke Restaurant dan berjumpa dengan Joon Gu. Joon Gu pasti saja bahagia Ha Ni berangkat dari rumah Seung Jo. Joon Gu menyiapkan makanan untuk Ha Ni dan dirinya mengatakan, "Aku tau bahwa kau bakal kembali. Bagaimanapun juga aku tak percaya bahwa kami dapat kembali bersama secepat ini." Papah datang dan memarahi Joon Gu, "Hey apa maksudmu dengan 'kembali bersama'?" Joon Gu menjawab, "Papah... Kami tinggal dan bernafas di tempat yang sama, bukankah itu namanya nasib bersama?"
Papah mencoba bercanda dengan mengusir Joon Gu berangkat apabila mengganggu Ha Ni terus. Joon Gu jelas tak mau diusir begitu saja. Papah memberbagi kode pada Joon Gu supaya tak tidak sedikit bicara sebab Ha Ni terkesan tetap sedih dan hanya diam sejak tadi. Papah membukakan makanan untuk Ha Ni dan meminta Ha Ni untuk makan yang lahap.
Di rumah Seung Jo. Bunda Seung Jo sangatlah sedih dan mengurung diri di kamar. Seung Jo masuk ke kamar ibunya dan mengatakan, "Jangan diam saja dirumah. Pergilah kesuatu tempat untuk mengambil gambar dan berjumpa dengan kawan-kawanmu." Bunda Seung Jo mengatakan, "Aku bahkan tak mempunyai semangat untuk meperbuat apapun juga. Apakah kamu baik-baik saja? Apa kamu tak merasa ada yang salah padamu?" Seung Jo menjawab, "Aku baik-baik saja dan merasa enjoy."
Ibu Seung Jo menatap Seung Jo dan mengatakan, "Keenjoyan? Apa yang kamu maksudkan dengan keenjoyan hah? Tak ada satupun yang tak dapat kamu perbuat? Meperbuatnya segalanya sendirian? Bukankah itu sebabnya kenapa kamu begitu pendiam dan terjebak dalam kenasibanmu sendiri? Kamu tak berangkat ke Universitas Tae San dan lebih memilih berangkat ke Universitas Parang, Bukankah tujuanmu supaya kau mandiri?" Seung Jo diam saja tak mengatakan apapun.
Malamnya di Restaurant. Joon Gu memberbagi makanan pada Papah dan meminta Papah untuk mencoba menyicipi makannnya. Joon Gu mengatakan, "Ha Ni... Kini ini dirinya tak semacam yang dulu. Aku mulai mengkhawatirkannya. Apakah menurutmu aku butuh menelfonnya untuk menghibur dia?" Papah pasti tak setuju apabila Joon Gu menelfon Ha Ni selarut ini. Joon Gu mengatakan lagi, "Ha Ni terkesan paling cantik apabila tersenyum. Aku meperbuat ini hanya sebab belakangan ini dirinya rutin terkesan sedih. Aku bakal mengembalikan senyumnya dalam sekejap." Tak dapatkah kamu mengijinkanku mengundang Ha Ni berkencan pada malam ini? Papah bertanya, "Kau bakal mengembalikan senyumannya? Kalau begitu baiklah..."
Joon Gu langsung bersemangat dan menelfon Ha Ni untuk mengundang Ha Ni kencan pada malam ini.
HP Ha Ni terus berbunyi dan Ha Ni tau bahwa ada seseorang yang menelfonnya tetapi dirinya sedang tak ingin membawa telfon dari siapapun jadi dirinya terus mendiami telfon itu dan menatap keluar jendela.
Joon Gu sedih sebab Ha Ni tak juga membawa telfonnya. Papah bertanya, "Ada apa?" Joon Gu menjawab dengan sedih, "Dia tak membawa telfonnya." Papah kembali bertanya, "Benarkah?" Joon Gu menganggukan kepala dan sangatlah merasa sedih.
Eun Jo bilang pada Seung Jo bahwa Papah membagi berbagai pekerjaan rumah sebab Ibunya itu tetap tak mau keluar kamar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Tugas Seung Jo lumayan tak sedikit sebab tak mungkin Eun Jo yang mencuci piring dan juga memasak.
Seung Jo berangkat ke lemarinya untuk mengganti baju. Di lemarinya, Seung Jo menemukan kotak hadiah dari Ha Ni dulu dan dirinya membuka kotak itu dan menemukan garpu kecil yang di beri Ha Ni. Seung Jo ingat bahwa dulu Ha Ni lah yang telah mendorongnya supaya ikut Ujian masuk Universitas.
Semacam biasa Ha Ni berjumpa dengan Joo Ri dan Min Ah di taman. Ha Ni bercerita bahwa dirinya telah tak tinggal di rumah Seung Jo lagi. Min Ah berkomentar, "Benarkah? Aku pikir kau bakal rutin tinggal disana." Sedangkan Joo Ri berkomentar, "Kamu bakal kehilangan keuntunganmu tinggal disana sedikit demi sedikit." Ha Ni bilang pada kawan-kawannya itu bahwa dirinya juga bakal segera menyerah mengejar Seung Jo. Jelas saja Joo Ri dan Min Ah kaget dan bilang bahwa Ha Ni yang keas kepala tak mungkin menyerah begitu saja. Ha Ni mengatakan bahwa dirinya sdah berubah dan tak bakal mengejar Seung Jo sebab dirinya merasa tak ada peluang lagi. Ha Ni mengatakan, "Aku telah menuturkan faktor ini dengan Papah dan ya aku bakal mencari pacar yang lebih keren dari dia. Selamat tinggal Baek Seung Jo!"
Joo Ri mengundang Ha Ni makan siang sebab dirinya tak izin keluar dari salon jadi ya dirinya wajib makan dengan cepat. Min Ah juga mengundang makan sebab dirinya tetap ada kelas kuliah. Ha Ni bilang bahwa dirinya tak lapar jadi sebaiknya Joo Ri dan Min Ah berangkat terlebih dahulu saja dan kelak dirinya bakal menyusul. Joo Ri mengatakan, "Ya apabila kau semacam ini maka kau tak terkesan semacam Oh Ha Ni yang aku kenal." Min Ah bertanya, "Apakah kau takut bakal berjumpa dengan Baek Seung Jo di kantin?" Ha Ni menjawab, "Mungkin apabila aku berjumpa Seung Jo maka perasaanku bakal berubah kembali." Min Ah dan Joo Ri sama sama geleng kepala dan bilang bahwa Ha Ni semacamnya tak bakal bia mencintai laki-laki lain tidak hanya Seung Jo.
Min Ah menyarankan supaya Ha Ni lebih tak jarang berjumpa Seung Jo supaya terbiasa dan mulai melupakan Seung Jo. Joo Ri setuju dengan saran Min Ah sebab tak mungkin Ha Ni terus menghindari Seung Jo yang satu kampus dengan dia. Ha Ni hanya isa terdiam. Joo i bilang bahwa dirinya sangat lapar jadi dirinya memaksa Ha Ni untuk segera berangkat ke kantin kampus.
Saat Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah berlangsung masuk ke kampus, tak sedikit sekali orang-orang yang melihat ke arah mereka dan saling berbisik-bisik. Nyatanya Ha Ni di lihat begitu sebab ada poster besar di kantin kampus yang berbunyi, "Oh Ha Ni telah menyerah bakal Baek Seung Jo dan mereka telah putus!" Dan pasti saja yang membikin poster itu adaah Joon Gu.
Ha Ni, Min Ah dan Joo Ri langsung masuk ke kantin dan marah-marah ke Joon Gu. Ha Ni sangat kesal dan bertanya, "Hey Boon Joon Gu, apa yang kau perbuat hah?" Joon Gu justru balik bertanya, "Ha Ni kau mau makan apa? kali ini ada nasi daging special." Ha Ni jelas sangat marah dan bilang bahwa dirinya ini sedang tak bercanda. Joo Ri mengatakan, "Boon Joon Gu kau cari mati!" Min Ah juga mengatakan, "Kau bagaimana apabila Seung Jo melihat ini hah?" Joon Gu menjawab, "Seung Jo? Dirinya telah mengenalnya. Itu dia.
Ha Ni, Joo Ri, Min Ah membalikan badan dan melihat telah ada Seung Jo dan He Ra di belakang mereka dan sedang melihat poster itu. He Ra terkesan tersenyum dan mengatakan, "Wow ini sungguh membosankan. Sabarlah Baek Seung Jo. Apakah ini caramu Ha Ni untuk menarin perhatian Seung Jo?" Joon Gu tak suka He Ra memperlaukan Ha Ni semacam itu makanya dirinya memarahi He Ra. Tiba-tiba Ha Ni mengatakan, "Tidak. Aku telah melupakan Seung Jo. Baek Seung Jo telah tak ada hubungan apapun denganku. Dan kami tak tinggal bersama lagi. Kami hanya... dua orang yang tak saling kenal."
Seung Jo tak mengatakan apa-apa dan dengan dinginnya dirinya berlangsung melalui Ha Ni untuk memesan makanan. Ha Ni sangat sedih makanya dirinya langsung berlari keluar kantin dan Joo Ri, Min Ah langsung mengejarnya. Joon Gu terus terbuktigil nama Ha Ni tetapi Ha Ni tak kembali. Ha Ni berangkat ke luar gedung dan Joo Ri, Min Ah memilih untuk tak mengikuti Ha Ni supaya Ha Ni dapat menenangkan diri.
Ha Ni mengumpulkan bola bola tennis dengan lesu dan Kyung Soo langsung memarahi Ha Ni dan meminta Ha Ni bekerja dengan cepat. Ha Ni meminta waktu sebentar sebab dirinya sangat lelah. Kyung Soo tak mempedulikannya dan terus memarahi Ha Ni. Akhirnya Ha Ni tak ada opsi lain dan langsung mengumpulkan bola dengan cepat.
Ha Ni sangatlah lelah dan dirinya berlangsung memasuki ruang klub tennis. Ha Ni masuk ke dalam ruang klub dan sangat kaget saat melihat ada Seung Jo. Seung Jo mengatakan, "Aku dengar kau hanya mengumpulkan bola saja." Ha Ni tak mempedulikan kata kata Seung Jo dan bertanya, "Kenapa kamu ada disini?" Seung Jo menjawab, "Kenapa aku disini? pasti saja sebab aku ini anak buah klub." Ha Ni mengatakan dalam hati, "Aku berusaha menghindarinya bahkan aku tak masuk kedalam kelas Bahasa Inggris tapi kenapa wajib berjumpa disini?"
Kyung Soo masuk ke ruang klub dan bilang bahwa klub mereka ini bakal ada pertaningan dan ada pelatihan selagi 3 hari 2 malam dan pasti saja Seung Jo wajib ikut juga. Seung Jo bilang bahwa dirinya tak mau ikut. Kyung Soo bertanya, "Kenapa?" Seung Jo menjawab, "Menurut perjanjian aku boleh datang kapanpun yang aku mau." Kyung Soo lalu mengatakan, "Sebab kami ini pemain maka ayo bertaruh engan bertanding. Apabila kamu menang maka kamu tak butuh berangkat dan apabila aku yang menang maka kau wajib ikut pergi. Ah ya bagaimana apabila pertandingan ganda? Bakal lebih menyenangkan. Kamu berpasangan dengan Ha Ni. Dan aku mungkin dapat berpasangan dengan He Ra." Ha Ni dan Seung Jo sama-sama kaget dan mengatakan, "APA?"
Ibu Seung Jo pulang ke rumah dan bertanya pada Eun Jo, "Apakah Kakakmu ada diatas? Kali ini dirinya tak ada kelas di kampus jadi sewajibnya dirinya diam di kamarnya dan membaca." Eun Jo menjawab, "Tidak... dirinya berangkat keluar seusai mengambil tas tennis." Bunda Seung Jo ingat bahwa Seung Jo itu ikut klub tennis. Bunda Seung Jo memperoleh ide dan menelfon pihak kampus, "Aku Bunda Seung Jo. Dapatkah aku mengenal klub apa yang diikuti oleh Oh Ha Ni? Omo? Benarkah?"
Ibu Seung Jo berangkat ke kampus dan dirinya telah tau bahwa Ha Ni nyatanya satu klub dengan Seung Jo yaitu klub tennis. Bunda Seung Jo bertanya pada mahasiswa, "Kau apa tau Oh Ha Ni? Ah mungkin kau tak tau. Hmm kalau begitu apa anda tau tempt klub tennis?" Mahasiswa itu saling berbisik dan bilang bahwa mereka tau mengenai Oh Ha Ni. Bunda Seung Jo kaget, "Kalian mengenal Oh Ha Ni?" Mahasiswa itu menjawab, "Ya di kantin kampus tadi ada poster mengenai hubungan Oh Ha Ni dan Baek Seung Jo telah putus." Bunda Seung Jo langsung bilang, "Putus? Tak tidak! Itu tak bakal mungki terjadi. Bilang pada mahasiswa lain bahwa mereka berdua tak putus!" Mahasiswa itu kebingungan dan bertanya, "Siapa kamu ini?" Bunda Seung Jo menutup wajahnya dan langsung pergi.
Ibu Seung Jo terus menanyakan Klub Tennis pada mahasiswa lain tetapi tak ada yang tau. Akhirnya Bunda Seung Jo berjumpa dengan Min Ah dan Joo Ri dan mereka pun mengobrol akrab. Joo Ri bertanya, "Kenapa kamu berpakaian semacam ini?" Bunda Seung Jo menjawab, "Aku sedang menyamar. Apakah ini ketauan?" Joo Ri dan Min Ah langsung mengangguk. Min Ah bertanya, "Apakah kamu datang untuk melihat Ha Ni bermain tennis?" Bunda Seung Jo menjawab, "Tentu saja. Apakah aku hanya dapat diam di rumah sementara Ha Ni bermain tennis?" Min Ah bilang bahwa Bunda Seung Jo telat datang sebab latihan kali ini telah beres dan kelak malam bakal ada pertandingan dimana Ha Ni dan Seung Jo bakal jadi satu grup tim. Jelas saja Bunda Seung Jo bahagia mendengarnya.
Tapi Min Ah bilang bahwa Ha Ni berusaha melupakan Seung Jo. Bunda Seung Jo kaget dan bertanya, "Melupakan? Kenapa?" Min Ah bilang bahwa dirinya awalnya berfikir Ha Ni dan Seung Jo itu hubungannya baik-baik saja. Joo Ri juga setuju dan bilang bahwa dirinya berfikir Ha Ni dan Seung Jo baik-baik saja apalagi pada malam kelulusan mereka telah berciuman dan yang mengawali mencium merupakan Seung Jo. Bunda Seung Jo jelas sangat kaget mendengar faktor ini tapi dirinya justru sangat bahagia. Bunda Seung Jo pun bertekad bakal membawa Ha Ni kembali ke rumah mereka mesikipun Seung Jo menentangnya.
Malamnya pertandingan antara SeungJo Ha Ni dan Kyung Soo He Ra pun di mulai. Ha Ni ketakutan dan meminta Seung Jo menyerah saja sebab mereka pasti kalah. Seung Jo pasti tak mau menyerah dan bilang bahwa Ha Ni tak butuh memukul bola dan menghalanginya.
Ha Ni terbuktigil He Ra dan mengatakan, "Anggap saja tak ada aku di lapangan ini jadi jangan mengarahkan bola padaku. Mengerti?" He Ra berkomentar, "Aku ingin berangkat ke pelatihan bersama Seung Jo jadi pasti saja aku tak bakal menyerah. Berusahalah mengambil bola itu." He Ra langsung berangkat meninggalkan Ha Ni dengan senyuman merendahkan dan pasti saja Ha Ni jadi panik.
Pertandingan di mulai dan Ha Ni berbagai kali menjadi penghalang bagi Seung Jo jadi mereka kehilangan berbagai point tapi Seung Jo sukses membikin kedudukan sama. Seung Jo bilang pada Ha Ni supaya tak menghalangi dirinya sebab ini merupakan pukulan yang terbaru. Ha Ni mengerti dan berusaha tak menghalangi Sung Jo tapi nyatanya bola pukulan dari Kyung Soo mengarah ke Ha Ni dan Ha Ni ketakutan jadi dirinya tak memukul bola itu dan si bola mengenai lengannya. Ya mereka kalah dan itu artinya Seung Jo wajib mau ikut ke pelatihan.
Seung Jo mengatakan pada Ha Ni, "Terima kasih Oh Ha Ni, berkatmu semenjak aku di lahirkan ini merupakan pertama kalinya aku kalah! Rasanya menyenangkan." Ha Ni meminta maaf dan bilang bahwa dirinya dari awal telah mau menyerah.
Kyung Soo dan He Ra datang menghampiri dan mengejek Seung Jo si baginda sempurna yang akhirnya memperoleh kegagalan. Seung Jo bilang bahwa sebuahhari kelak bakal membalasnya. Kyung Soo setuju lalu menyarankan supaya ada pertandingan saat diadakan pelatihan. Ha Ni kaget sebab itu artinya pertandingan bakal di adakan minggu depan. Kyung Soo bertanya, "Kenapa? Kau tak sanggup? Tapi memag seberapa jenius dirimu tapi rasanya 1 minggu tak mungkin, benar?" Seung Jo jelas tak mau kalah makanya dirinya menjawab, "Baiklah. Aku setuju minggu depan kami bakal bertanding." He Ra dan Ha Ni sama-sama kaget mendengar itu dan pastinya yan paling kaget merupakan Ha Ni.
Ha Ni membawa peralatan tennisnya dan berjumpa dengan Seung Jo. Seung Jo bilang bahwa waktu mereka hanya 1 minggu untuk berlatih dan mereka pasti menang. Ha Ni bertanya, "Apakah menurutmu ini masuk akal?" Seung Jo menjawab, "Dulu kau memintaku menambah rengkingmu dari rengking terbawah masuk ke 50 besar hanya dalam 1 minggu. Kau pikir ini masuk akal? Kemana hilangnya percaya dirimu itu?"
Malam hari mereka mulai latihan dan pasti saja Ha Ni merasa sangat kelelahan sebab Seung Jo terus melatihnya. Saat Seung Jo mengajari Ha Ni memegang raket yang benar, itu membikin Ha Ni merasa deg degan sebab tangan Seung Jo menggenggam tangannya.
He Ra membawakan kopi untuk Seung Jo dan dirinya bilang bahwa Ha Ni semacamnya sangatlah berusaha meperbuat yang paling baik tapi tetap saja 1 minggu rasanya tak lebih mungkin bakal memenangkan pertandingan itu. seung Jo tersenyum dan mengatakan, "Ini menyenangkan. Oh Ha Ni mempunyai keinginan yang besar. Dirinya luar biasa. Apabila dirinya serius dalam meperbuat sesuatu dan berusaha keras, dirinya pasti memperolehnya." He Ra berkomentar, "Tentu saja kau tak mengerti pengertian bekerja keras yang sesungguhnya sebab kau tiak sempat merasakannya." Seung Jo mengatakan, "Bukankah kau juga begitu?"
Ha Ni tak hanya latihan di kampus, dirinya juga berlatih di rumah supaya tak mengecewakan Seung Jo. Tapi muskipun telah berlatih setidak jarang mungkin, performa Ha Ni tetap payah sebab dirinya tak dapat bahkan tak berani meringkus bola yang di lemparkan oleh Seung Jo. Seung Jo terus memarahi Ha Ni dan meminta Ha Ni untuk memukul bolanya tetapi Ha Ni terus menerus gagal.
Joon Gu meminta izin pada Papah untuk ikut Ha Ni ke peltihan Tennis yang di selenggarakan 3 hari 2 malam sebab dirinya takut bakal terjadi sesuatu antara Ha Ni dan Seung Jo. Papah menolak dan mengatakan, "Sampai kapan kau bakal terus mengejar-ngejar dia? Tak dapatkah kau membikin dirinya yang datang padamu? Kamu wajib mempunyai rasa hormat. Sebab kau rutin mengikutinya maka kau jadi tergila-gila padanya dan dirinya tak bakal mengakuimu kalau begini. Dan ubahlah model rambutmu itu. Rambut supermen itu bukan jenis kesukaan Ha Ni." Joon Gu pun mulai berfikir.
Ha Ni diam di kamarnya dan mengatakan, "Aku telah memutuskan tekadku dengan bulat untuk melupakannya tai apabila aku memikirkan bakal menghabiskan wkatu bersama Seung Jo kemarin hari... hatiku terus berdebar-debar. Apa yang wajib aku perbuat?"
Pagi-pagi Ha Ni berangkat dari rumah untuk mengikuti pelatihan Tennis. Joon Gu mengejarnya dan memberbagi bekal makan untuk Ha Ni. Joon Gu bersikap cuek dan dingin di depan Ha Ni dan itu membikin Ha Ni merasa kebingungan. Joon Gu masuk ke dalam rumah dan sifat aslinya langsung keluar, "Huh itu tadi bukan gayaku yang sebetulnya. ternayata sangat susah untuk bersikap semacam itu di depan orang yang kami cintai."
Pelatihan di mulai dan Kyung Soo marah-marah pada anak buah klub sebab berpakaian semacam bakal jalan-jalan padahal mereka ini bakal berlatih. Kyung Soo memberbagi wkatu 5 menit untuk para anggotanya mengganti pakaian. seorang anak buah bilang bahwa dirinya mau berganti baju apabila semua anak buah tim telah lengkap. Kyung Soo bertanya, "Siapa saja yang belum datang?" Anak buah tim pun bilang bahwa yang belum datang merupakan Seung Jo, He Ra dan Ha Ni. Kyung Soo bilang bahwa Seung Jo dan He Ra merupakan anak buah khusus jadi boleh datang kapan saja tapi Ha Ni merupakan anak buah biasa jadi sewajibnya datang cocok waktu.
Ibu Seung Jo datang ke Restaurant Papah dengan menaiki sepedah. Nyatanya sepedah yang di pakai oleh Bunda Seung Jo itu bakal di berbagi terhadap Ha Ni. Papah ingin menolak tetapi dirinya tak dapat menolak sebab Bunda Seung Jo terus memaksanya. Bunda Seng Jo bertanya, "Apa kau menyukai tinggal disini? Kau tau aku ini populer penyakit depresi yang lumayan serius." Papah hanya tersenyum dan bilang bahwa dirinya tau kalau Bunda Seung Jo sempat depresi di tinggal Ha Ni.
Ibu Seung Jo bilang bahwa dulu di rumah itu hanya dirinya yang menjadi pengacau sebelum Ha Ni datang dan Seung Jo juga Eun Jo merupakan orang yang cuek dan suaminya sangat sibuk jadi dirinya tak jarang merasa kesepian sekali. Tapi seusai Ha Ni datang, suasana di rumah sangat ramai dan dirinya merasa sangatlah nasib. Bunda Seung Jo mengatakan, "Bisakah apabila anda kembali ke rumah kami? Aku tau kalau aku ini egois dan rutin berusaha menjodohkan dirinya dengan Seung Jo tapi aku yakin bahwa Ha Ni pasti juga merasa kesepian disini." Papah bilang bahwa dirinya sebetulnya ingin pindah juga tetapi dirinya memikirkan perasaan Ha Ni apabila Seung Jo nantinya mempunyai pacar. Bunda Seung Jo jelas langsung sedih mendengar faktor itu.
Semua anak buah klub sedang rapat dan di berikan jadwal latihan kali ini. Kyung Soo tiba-tiba terbuktigil Ha Ni dan bilang bahwa Ha Ni tak usah ikut latihan sore sebab Ha Ni wajib memasak makan malam. Ha Ni tak mau tapi Kyung Soo bilang bahwa itu merupakan hukuman untuk Ha Ni sebab datang telat. Seung Jo mendengar pembicaraan itu dan bilang bahwa Ha Ni sewajibnya berlatih untuk pertandingan kelak dan bukannya di suruh untuk membikin makanan oleh Kyung Soo.
Kyung Soo bilang bahwa latihan merupakan persoalan Seung Jo dan Ha Ni. Seung Jo bertanya, "Kenapa? Kamu tak membiarkannya latihan sebab takut kalah kan?" He Ra juga mendengar faktor itu dan bertanya pada Kyung Soo, "Senior... Apakah kepecayaan dirimu serendah itu?" Kyung Soo kebingungan dan langsung pergi.
Seung Jo meminta Ha Ni segera masak makan maam supaya latihan mereka dapat berlangsung lebih cepat dan mereka wajib menang pada pertandingan mendatang. Seung Jo langsung berangkat meninggalkan Ha Ni. He Ra melihat Ha Ni dan mengatakan, "Seertinya bakal susah memasak sendiri. Aku tak berminat menolongmu tapi aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Ya semacam yang kau lihat, aku berminat pada Seung Jo dan bakal mengungkapkannya. Itu tak apa-apa kan? Aku merasa semacam merebut permen dari bayi jadi aku mengatakannya padamu." Ha Ni kesal tetapi dirinya mengatakan, "Aku tak apa-apa jadi silahkan saja."
Ha Ni mulai memasak tetapi dirinya sama sekali tak dapat memasak. Seung Jo datang dan meminta Ha Ni ceat memasaknya sebab wajib latihan. Ha Ni meminta bantuan Seung Jo memasak dan akhirnya Seung Jo menolong Ha Ni. Ha Ni jelas bahagia melihat Seung Jo memasak.
Semua anak buah tim sangatlah kaget melihat masakan yanga da di meja makan sebab sangat tak sedikit dan rasanya enak. Semua menyangka bahwa itu merupakan masakan Ha Ni jadi mereka memuji Ha Ni. Seung Jo diam-diam ikut tersenyum bahagia. Seorang anak buah tim mengatakan, "Hey Baek Seung Jo, kau sewajibnya memuji masakan Oh Ha Ni ini!" Seung Jo diam saja dan Kyung Soo mengatakan, "Dia itu pelit pujian!" Seung Jo hanya makan sedikit lalu mengundang Ha Ni untuk latihan.
Di rumah Seung Jo. Bunda Seung Jo bilang bahwa dirinya penasaran dengan apa yang saat ini sedang di perbuat oleh Ha Ni dan Seung Jo di tempat latihan. Bapa Seung Jo bilang bahwa dirinya mulai merasakan bahwa rumah terasa sangat sepi sebab Ha Ni telah pergi. Bunda Seung Jo pun membujuk suaminya itu supaya mengundang Papah dan Ha Ni tinggal kembali di rumah mereka. Baa Seung Jo setuju dan itu membikin Bunda Seung Jo bahagia. Eun Jo bilang bahwa dirinya pokonya tak mau menyerahkan kamarnya begitu saja pada Ha Ni.
Ha Ni dan Seung Jo mulai berlatih kembali. Seung Jo terus memaksa Ha Ni berusaha dengan keras mesikipun Ha Ni sangatlah merasa kelelahan. Ha Ni mulai memperoleh semangatnya lagi dan dirinya terus bersemangat saat dirinya sukses memukul bola. Seung Jo diam-diam melihat Ha Ni dan ikut tersenyum.
Joon Gu berlatih membikin mie di Resturant dan dirinya penasaran dengan keadaan Ha Ni jadi dirinya ingin menelfon Ha Ni. Tetapi Joon Gu langsung mematikan HPnya sebab dirinya tak mau mengganggu Ha Ni. Akhirnya Joon Gu hanya dapat melihat gambar Ha Ni di HPnya.
Ketua Tennis terbuktigil Seung Jo dan bilang bahwa kemarin Seung Jo melewatkan latihan sore. Seung Jo tak mempedulikan faktor itu dan berangkat begitu saja.
Ha Ni memperoleh tugas memasak kembali dan Seung Jo tak menolongnya jadi hasil masakan Ha Ni pun sangat kurang baik. Semua anak buah tim merasa heran saat melihat masakan Ha Ni sebab masakan Ha Ni terkesan gosong. Ha Ni bilang mesikipun penampilan masakannya jelek tapi rasanya enak. Kyung Soo meminta seorang anak buah tim untuk mencicipinya dan dirinya langsung terbatuk-batuk sebab rasanya tak enak. Kyung Soo bertanya, "Dimana makanan enak yang kemarin?" Ha Ni menjawab, "Hmm sebetulnya kemarin bukan aku yang memasak." Kyung Soo keheranan, "Lalu siapa? Bukankah hanya kau yang tak ikut latihan sore?" Ketua Tennis mengatakan, "Ah Baek Seung Jo." Semua menatap Seung Jo dan Seung Jo langsung terbatuk-batuk.
Akhirnya malam itu mereka tak memakan masakan Ha Ni tetapi memesan makanan lain dan berpesta bersama. He Ra membisikan sesuatu terhadap Seung Jo dan menantikan di luar gedung. Ha Ni melihat itu dan langsung panik sebab He Ra semacamnya bakal menyebutkan perasaannya pada Seung Jo.
Seung Jo menghampiri He Ra yang ada di luar dan berangkat mencari bangku di taman. Ha Ni diam-diam mengikuti mereka. Ha Ni bilang bahwa dirinya bukan mengikuti mereka tai berlangsung-jalan keluar untuk mencari udara segar. Tapi tetap saja Ha Ni terus diam-diam mengikuti Seung Jo dan He Ra.
Seung Jo bertanya, "Apa yang mau kau katakan?" He Ra malu-malu dan menjaab, "Hmm aku sedikit kebingungan sebab ini sangatlah bukan gayaku tapi ya aku menyukaimu. Bagaimana denganmu? Semacam apa perasaanmu padaku?" Ha Ni kaget mendengar itu dan diam-diam nyatanya Kyung Soo juga mengikuti Seung Jo dan He Ra. Ha Ni kaget melihat Kyung Soo dan berfikir, "Jangan-jangan kau menyukai He Ra?"
Terdengar suara ribut dan Seung Jo pun mendatangi sumber suara yang nyatanya sumber suara itu berasal dari Ha Ni dan Kyung Soo. Seung Jo mengatakan, "Semacamnya anda menikmati waktu membahagiakan tapi aku minta maaf sebab aku wajib membawa Ha Ni untuk latihan." Seung Jo luar biasa tangan Ha Ni dan mengajaknya pergi. He Ra jelas sedih sebab tadi Seung Jo belum menjawab pertanyaannya.
Joon Gu semacam biasa sedang bantu-bantu di Restaurant dan dirinya berfikir, "Apakah aku wajib mengganti gaya rambutku ini? Padahal ini merupakan gaya rambut paling keren di lingkungan tempat tinggalku..."
Ha Ni berlatih memukul bola dan Seung Jo terus memperhatikannya. He Ra datang dan bilang pada Seung Jo bahwa Ha Ni semacamnya berjuang dengan gigih. Ha Ni sukses memukul bola dan itu membikin Seung Jo tersenyum. Ha Ni melompat kegirangan dan terjatuh. Ketua Tennis menghampiri Ha Ni dan bertanya, "Kau tak apa-apa?" Ha Ni mengangguk.
Seung Jo menghampiri Ha Ni dan memuji perkembangan Ha Ni yang membaik. Seung Jo tersenyum dan Ha Ni tepesona pada Seung Jo yang saat ini sedang menatapnya dan tersenyum padanya. Ha Ni mencoba berdiri tetapi dirinya tak dapat. Seung Jo khawatir dan memegang pergelangan kaki Ha Ni yang nyatanya terluka. Seung Jo berkomentar, "Telah aku duga, kau bukan Oh Ha Ni apabila tak menyebabkan kekacauan."
Kyung Soo datang dan bertanya, "Ada apa?" Seung Jo menjawab, "Kita batalkan saja pertandingan kelak malam sebab kakinya terluka." Ha Ni bilang bahwa ini tak boleh di batalkan sebab dirinya telah berlatih keras dan mereka wajib menang. Seung Jo bilang bahwa Ha Ni tak mungkin bertanding dengan keadaan kaki yang bahkan tak dapat di pakai berlangsung dengan baik. Ha Ni meminta maaf dan Seung Jo bilang bahwa dirinya tak yakin menang mesikipun Ha Ni baik-baik saja kakinya.
Seung Jo memaksa Ha Ni naik ke punggungnya dan langsung di gendong oleh Seung Jo. Semua orang pun langsung melihat faktor itu dan pasti saja He Ra yang paling cemburu melihat itu. Kyung Soo tiba-tiba mengatakan, "Hey Baek Seung Jo! Kami wajib tetap meperbuat pertandingan ini sesuai dengan kesepakatan. Bagaimana dapat kau berangkat begitu saja hah?" Seung Jo menjawab, "Apa kami wajib meperbuatnya sekarang? Kelak saja kami perbuatnya dan kau dapat melihat sendiri bahwa dirinya terluka."
Seung Jo menggendong Ha Ni kearah intu keluar. Ha Ni merasa bahagia sebab di gendong oleh Seung Jo dan dirinya hanya dapat tersenyum.
Joon Gu mengubah penampilannya dan karyawan Restaurant langsung memuji penampilan barunya. Bahkan Papah juga memuji rambut baru Seung Jo yang lebih keren. (Well, Zola akui bahwa Joon Gu angat berubah dan penampilannya kini ini JAUUUUH lebih keren dari yang dulu hehe :))
Ada taxi yang berhenti di depan Restaurant dan turunlah Seung Jo dan Ha Ni. Papah dan seluruh karyawan Restaurat sangat kaget melihat Ha Ni yang kesakitan. Seung Jo bilang bahwa Ha Ni terluka saat latihan dan mungkin ini juga sebab luka Ha Ni yang dulu daat kecelakaan. Papah berterima kasih pada Seung Jo yang telah mengantar Ha Ni pulang.
Seung Jo melihat Joon Gu dan berkomentar bahwa Joon Gu semacamnya berubah. Joon Gu kaget mendengar itu dan bilang bahwa Seung Jo telah bersalah sebab membikin kaki Ha Ni terluka. Ha Ni meminta Joon Gu tak marah-marah pada Seung Jo sebab ini merupakan salahnya. Joon Gu sedih mendengar faktor itu dan langsung pergi.
Malamnya, Joon Gu berjumpa Joo Ri dan Min Ah. Joo Ri bertanya, "Apakah Ha Ni tak berkomentar apapun mengenai perubahanmu ini?" Joon Gu menganggukan kepala. Min Ah bilang bahwa Ha Ni tak berkomentar sebab ada Seung Jo pada saat itu. Joo Ri mencoba menghibur Joon Gu dengan mangatakan bahwa rambut Joon Gu sangat keren. Min Ah juga memuji penampilan Joon Gu yang sangatlah tak sama. Joo Ri mengatakan bahwa Ha Ni patsi menyukai penampilan Joon Gu. Min Ah menyikut Joo Ri dan bilang bahwa Ha Ni tak memperhatikan gaya Joon Gu sekarang. Joon Gu sangatlah sedih sebab faktor ini dan dirinya kembali mengingat semua yang telah dirinya lewati bersama Ha Ni.
Ha Ni datang ke ruang kelas Seung Jo hanya untuk melihat wajah Seung Jo saja. Tapi nyatanya kelas telah beres dan Seung Jo berlangsung keluar kelas. Ha Ni takut ketahuan mau melihat Seung Jo jadi dirinya buru-buru bersembunyi. Terdengar He Ra mengundang Seung Jo melihat film dan nyatanya Seung Jo setuju. Ha Ni bener-bener kaget mendengar faktor itu dan memutuskan untuk mengikuti He Ra dan Seung Jo.
Ha Ni mencoba menyamar dengan memakai tutup kepala dan kacamata. Dirinya melihat Seung Jo dan He Ra sedang membeli makanan dan itu membikin Ha Ni berfikir, "Aku rutin memikirkan kencan bersamanya sejak awal tahun di SMA. Bahkan aku rutin memikirkan baju apa yang pantas aku pakai. Aku membayangkan bakal melihat film bersama lalu berangkat jalan-jalan bersama dan meminum kopi bersama sambil saling menatap. Tapi nyatanya faktor ini bakal diperbuat oleh Seung Jo dan He Ra. Huh."
Seung Jo dan He Ra mulai masuk ke gedung bioskop dan Ha Ni mencoba bersembunyi supaya tak ketauan. Tapi nyatanya saat Ha Ni bersembunyi, dirinya menabrak Kyung Soo yang juga diam-diam sedang mengikuti He Ra dan Seung Jo. Mereka berdua pun sama-sama kaget.
Kyung Soo mengakui bahwa dirinya terbukti suka He Ra dan dirinya tau kalau Ha Ni menyukai Seung Jo. Kyung Soo bilang bahwa He Ra dan Seung Jo tak boleh bersama jadi sebaiknya mereka berdua berkolaborasi untuk mengikuti He Ra dan Seung Jo. Ha Ni awalnya tak setuju tetapi seusai Kyung Soo membujuknya maka Ha Ni pun setuju.
Ha Ni dan Kyung Soo duduk di bangku belakang Seung Jo dan He Ra. Film yang mereka tonton merupakan film romantis dan pasti saja He Ra mekegunaaankan suasana ini untuk bersandar di bahu Seung Jo. Ha Ni dan Kyung Soo langsung panik makanya menghalangi kepala He Ra dengan majalah jadi He Ra malu dan tak berani bersandar di bahu Seung Jo. Ha Ni dan Kyung Soo takut ketahuan jadi mereka menutup wajah mereka memakai majalah.
Film telah beres dan Seung Jo dan Ha Ni berangkat keluar gedung bioskop. He Ra hamir tertabrak gerobak dan Seung Jo menyelamatkannya. Kyung Soo kesal melihat itu dan ha Ni mengatakan dalam hati, "Apa yang aku perbuat disini? Membuntuti mereka dan mengacaukan rencananya? Untuk apa ini di perbuat apabila pada akhirnya mereka bakal bersama?" Ha Ni sangatlah lemas dan bilang pada Kyung Soo bahwa dirinya tak bakal mengikuti Seung Jo dan He Ra lagi.
Kyung Soo terus mengundang Ha Ni berangkat mengikuti Seung Jo dan He Ra. Ha Ni tetap menolak dan mengatakan, "Apa salahnya apabila mereka berdua terbukti saling menyukai? Telahlah tak ada yang dapat kami perbuat lagi." Kyung Soo bertanya, "Jadi.... Kamu bakal menerimanya begitu saja?" Ha Ni berfikir sesaat dan menjawab, "Aku hanya tak ingin membikin kebodohan lagi."
Ha Ni berlangsung berangkat dan dirinya menabrak seorang laki-laki yang sedang membawa es krim untuk pacarnya dan sebab Ha Ni maka es krim itu kena ke jasnya. Ha Ni sangatlah meminta maaf dan Kyung Soo bilang bahwa bakal memberbagi uang untuk anggaran cuci. Laki-laki itu nyatanya meminta uang 1.000.000 won. jelas saja Kyung Soo tak sanggup membayar sebesar itu. Laki-laki itu mengancam bakal menghajar Kyung Soo apabila Kyung Soo tak membayar juga. Ha Ni mencoba melerainya tetapi laki-laki itu justru mendorong Ha Ni sampai terjatuh.
Seung Jo datang dan menolong Ha Ni untuk berdiri. He Ra datang dari belakang dan kebingungan melihat suasananya yang ramai. Nyatanya laki-laki itu mempunyai sebuah geng dan para anak buahnya keluar dan siap menghajar. Kyung Soo meminta bantuan Seung Jo sebab Seung Jo anak orang kaya. Seung Jo kebingungan dan mengatakan, "Ah aku baiklah..." Si laki-laki itu melepaskan Kyung Soo dan meminta uang dari Seung Jo. Seung Joo memberbagi kode pada Kyung Soo. Dan pada hitungan ke 3. Mereka pun kabur.
Seung Jo berlari luar biasa Ha Ni ke arah kanan, sementara Kyung Soo berlari luar biasa He Ra ke arah kiri. Seung Jo tersenyum bahagia saat berlari bersama Ha Ni.
Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment