Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 7

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 7

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 7

ellieve.com - He Ra menatap Ha Ni dengan tatapan merendahkan, sama seperti tatapan yang rutin ditunjukan oleh Seung Jo pada Ha Ni. Ha Ni tak enak hati jadi dirinya hanya bisa menundukan kepalanya. He Ra pun langsung berangkat meninggalkan Ha Ni.

Ha Ni pulang ke rumah dengan lesu. Ha Ni menaiki tangga serta berjumpa dengan Seung Jo yang baru keluar kamar. Ha Ni pun bertanya, "Hey! Perempuan yang tadi itu yang berjumpa di depan kelasmu..." Seung Jo memotong omongan Ha Ni serta bertanya, "Apakah maksudmu Yoon He Ra?" Ha Ni baru tau kalo nama perempuan tadi adalah He Ra, "Apakah namanya He Ra? Dirinya seniormu?" Seung Jo keheranan, "Senior? Apakah dirinya terkesan lebih tua dari kita? Serta lagi dirinya disebut Dewi di kampus." Ha Ni bertanya, "Dewi? Dirinya satu angkatan dengan kita?" Seung Jo menjawab, "Ya. Dirinya masuk Universitas Parang sebab memperoleh beasiswa juga." Ha Ni berkomentar bahwa He Ra sangat canggih.

Seung Jo to the point bertanya, "Kenapa? Apakah kau cemburu?" Ha Ni langsung mengelak, "Cemburu? Tak mungkin. Kenapa aku wajib cemburu?" Seung Jo berkomentar bahwa Ha Ni pasti cemburu sebab dirinya serta Ha Ni kan telah sempat berciuman. Ha Ni kaget mendengar faktor itu. Seung Jo mendekat ke Ha Ni serta Ha Ni telah siap menutup matanya serta dalam hati dirinya bertanya-tanya, "Apakah ini bakal menjadi ciuman yang ke2?" Seung Jo tersenyum lalu berangkat meninggalkan Ha Ni tanpa mencium Ha Ni sama sekali.

Ha Ni masuk ke dalam kamarnya serta mengatakan, "Dia mempermainkan aku lagi. Bagi dirinya mungkin ciuman tempo hari bukan faktor yang istimewa. Itu nyatanya hanya lelucon." Ha Ni sangatlah merasa sedih sebab Seung Jo hanya menjadikan dirinya sebagai lelucon saja.

Di kampus, Ha Ni, Joo Ri, serta Min Ah seperti biasa berlangsung-jalan di kampus bersama-sama. Kawan-kawan Ha Ni bertanya, "Jadi kau tak sangatlah pacaran dengannya?" Ha Ni terduduk lemas. Joo Ri menyarankan supaya Ha Ni lebih agresif pada Seung Jo. Tetapi Min Ah justru menyarankan supaya Ha Ni jangan agresif sebab itu bakal membikin Seung Jo lebih membenci Ha Ni.

Joo Ri menonton jam lalu mengatakan, "Ah aku wajib pergi. Maaf aku tak bisa ikut makan siang bersama sebab aku telah memperoleh pekerjaan di Salon Kecantikan Parang, salon di depan kampus." Ha Ni serta Min Ah pun langsung memuji Joo Ri yang sangat canggih telah memperoleh pekerjaan. Joo Ri bilang bahwa dirinya mungkin bakal sangat sibuk jadi susah untuk makan siang bersama dengan Ha Ni serta Min Ah. Joo Ri pun langsung pamit pergi.

Min Ah lalu meminta maaf pada Ha Ni sebab dirinya juga tak bisa makan siang bersama. Ha Ni bertanya, "Kenapa?" Min Ah menjawab, "Sebetulnya hari ini para seniorku mengundang kami anak baru untuk makan siang bersama." Min Ah sangatlah meminta maaf sebab dirinya tak bisa makan siang bersama Ha Ni. Ha Ni mengerti serta memperbolehkan Min Ah pergi. Min Ah pun langsung berangkat serta Ha Ni mengatakan, "Huh aku benci makan sendirian..." Ha Ni teringat Seung Jo makanya dirinya mengeluarkan HPnya serta langsung sms Seung Jo, "Seung Jo, apakah kau tak ada kawan makan siang bersama?"

Ha Ni berangkat ke kantin kampus serta menyatakan nama menunya satu-satu. Tiba-tiba dari belakang Ha Ni ada yang berbisik, "Apakah kau tak bisa berfikir apabila tak menyatakannya dengan keras?" Ya itu adalah Seung Jo! Ha Ni kaget serta bilang pada Seung Jo bahwa dirinya tak mengira Seung Jo bakal datang. Seung Jo meminta menu Hamburger steak serta Ha Ni juga mengikuti memesan menu Hamburger steak. Seung Jo meminta sayuran yang tak sedikit serta Ha Ni juga ikut meminta sayuran yang tak sedikit. Seung Jo kesal sebab Ha Ni terus mengikutinya tapi Ha Ni hanya tersenyum bahagia.

Koki memberbagi pesanan mereka berdua serta Seung Jo kaget sebab porsi makanannya sangat sedikit sedangkan porsi Ha Ni sangat tak sedikit. Seung Jo pun protes, "Permisi apakah ini tak salah?" Si koki itu nyatanya adalah Joon Gu yang bekerja di tahap kantin Universitas Parang. Joon Gu mengatakan, "Hey baginda sempurna, apakah kau berani melawanku dalam pemecahan makanan?" Seung Jo serta Ha Ni sama-sama kaget saat mengenal bahwa koki itu adalah Joon Gu.

Ha Ni bertanya, "Boon Joon Gu? Kenapa kau disini? Bukankah kau kerja di Restaurant Papahku?" Joon Gu menjawab, "Ya kau benar tapi aku bekerja di restaurant Papahmu pada malam hari serta bekerja disini pada siang hari. Aku sedang mencari tak sedikit uang jadi apabila kalian mau menikah dengaku maka aku siap kapanpun juga. Aku telah mempersiapkan segalanya. Saat tau kalau kalian berangkat ke Universitas yang sama dengan bajingan ini, kalian pikir aku tak bisa berbuat apa-apa hah? "

Joon Gu bertanya, "Hey Baek Sung Jo, kau terkejut kan?" Seung Jo menjawab, "Ya aku sangat terkejut! Bagaimana bisa kalian mengejar-ngejar perempuan seperti ini?" Joon Gu bilang bahwa ini adalah yang namanya cinta. Ha Ni meminta Joon Gu supaya tak tidak sedikit bicara. Seung Jo meminta koki lain untuk mengganti porsi makannya, Koki kepala menonton itu serta memarahi Joon Gu. Joon Gu tak terima di marahi begitu saja makanya dirinya bilang bahwa orang seperti Seung Jo itu pantas memperoleh porsi makanan yang sedikit.

Seung Jo menerima menu makananya serta berangkat meninggalkan Joon Gu. Ha Ni menonton kursi kosong serta memperkenalkan Seung Jo untuk duduk bersama. Tetapi ada kawan-kawan Seung Jo yang terbuktigil Seung Jo serta mengundang Seung Jo makan satu meja. Akhirnya Seung Jo berangkat ke kawan-kawannya itu serta Ha Ni makan sendirian. Joon Gu yang menonton itu terus memberbagi semangat pada Ha Ni.

Ha Ni serta kawan-kawan barunya sedang berlangsung menuju gedung kampus tetapi Ha Ni meminta kawan-kawannya untuk berangkat duluan sebab ada sesuatu yang mau dirinya perbuat. Nyatanya Ha Ni menonton Seung Jo di taman serta langsung duduk di kursi belakang Seung Jo. Saat Ha Ni mau mengundang Seung Jo mengobrol, Ada Kyung Soo -Senior Seung Jo- yang duduk di samping Seung Jo serta mengundang Seung Jo mengobrol lebih dulu.

Seung Jo langsung mengatakan, "Ah senior... Telah lama tak berjumpa." Kyung Soo mengatakan, "Kau ini juniorku jadi sewajibnya kau yang mencariku. Menyedihkan sehari ini." Kyung Soo lalu to the point mengundang Seung Jo untuk bergabung di Klubnya sebab apabila Seung Jo ikut maka mereka pasti bisa maju ke tingkat Nasional. Seung Jo menolaknya sebab dirinya telah lama tak berlatih. Kyung Soo terus membujuk Seung Jo jadi Seung Jo pun setuju. Kyung Soo bahagia serta bilang bahwa dirinya bakal menunggu Seung Jo di ruang Klub.

Ha Ni mendengarkan pembicaraan itu serta kebingungan, "Hmm Klub sekolah?" Seung Jo menyadari keberadaan Ha Ni serta Ha Ni mengayunkan tangannya pada Seung Jo. Seung Jo bertanya, "Apakah kau tak ada jadwal kelas? Kau ini sangatlah mengikutiku terus." Ha Ni bertanya, "Ngomong-ngomong... Klub apa yang ingin kau ikuti?" Seung Jo menjawab, "Aku tak bakal memkabarhumu sebab apabila kau tau maka kau bakal mengikutiku." Seung Jo langsung berlangsung berangkat serta Ha Ni bergumam, "Mengikutimu? Siapa bilang aku bakal mengikutimu hah?"

Nyatanya benar saja dugaan Seung Jo. Ha Ni terus mengikuti Seung Jo. Ha Ni menonton Seung Jo masuk ke sebuah ruangan serta Ha Ni pun ikut masuk ke ruangan itu. Ha Ni sangat kaget saat masuk ke ruangan itu sebab itu adalah Ruang Club Kekuatan. Para anak buah klub itu juga kaget saat menonton Ha Ni masuk ke ruangan itu. Ha Ni buru-buru berangkat dari ruangan itu.

Kyung Soo masuk ke ruang klub serta tak sedikit anak buah yang telah berkumpul. Tiba-tiba Kyung Soo mengatakan, "Hey kalian silahkan masuk!" Ya yang masuk adalah Ha Ni. Ha Ni menatap ruang Klub tersebut yang nyatanya ruang klub tennis. HaNi menonton ada Seung Jo serta Seung Jo kaget saat menonton Ha Ni.

Ha Ni duduk di kursi serta He Ra datang duduk di kursi samping Ha Ni. He Ra menonton Ha Ni serta bertanya, "Kita berjumpa kembali. Apakah kau pandai bermain tennis?" Ha Ni menjawab, "Tidak. Aku tak bisa bermain tennis sebab aku tak sempat mencobanya sebelumnya." He Ra berkomentar, "Sewajibnya kau tak datang ke klub ini sebab kau terlalu berpendapat ringan klub ini." Ha Ni kesal serta mengatakan, "Apa maksudmu? Kyung Soo mangatakan padaku bahwa aku boleh bergabung mesikipun aku tak bisa bermain dengan baik. Dirinya bilang bahwa yang aku butuhkan adalah niat bermain dengan ketulusan."

Seung Jo berkomentar, "Diamkan saja dia, dirinya terbukti tak sempat memikirkan sesuatu memakai otaknya." He Ra tersenyum serta mengatakan, "Ya aku tau." Ha Ni sangatlah kesal mendengar faktor itu.

Kyung Soo lalu membuka pertemuan para anak buah serta memperkenalkan dirinya sebagai wakil ketua serta juga mahasiswa tingkat 2 berumur 21 tahun. Ha Ni sangat kaget mendengarnya. Serta semua anak buah yang lainnya ikut tertawa. Kyung Soo bilang bahwa tahun ini klub mereka sangat di berkati sebab kedatangan anak buah Tennis yang sangat berbakat yaitu Seung Jo yang memenangkan pertandingan tennis tingkat SMA serta juga He Ra yang memenangkan pertandingan tingkat SMA untuk divisi perempuan. Seung Jo serta He Ra pun langsung memperkenalkan diri mereka.

Kyung Soo bilang bahwa sejak tahun lalu sangat jarang sekali anak buah perempuan yang mau bergabung pada Klub Tennis tapi tahun ini ada sebuah kejutan yaitu adanya Oh Ha Ni yang bakal ikut bergabung. Ha Ni dengan samangat langsung memperkenalkan dirinya. He Ra tiba-tiba bertanya dengan suara kencang, "Oh Ha Ni, telah berapa lama kau bermain Tennis?" Ha Ni merasa malu serta menjawab, "Aku bahkan belum sempat memagang raket Tennis tapi aku tak jarang bermain badminton." Semua anak buah yang lain tertawa serta He Ra juga tertawa puas sebab telah mempermalukan Ha Ni.

Latihan Tennis pun di mulai. Ha Ni tak sukses memukul bola tetapi akhirnya dirinya sukses memukul bola yang justru bola itu mengenai kepala Kyung Soo. Kyung Soo menghampiri Ha Ni serta bilang bahwa pukulan bola Ha Ni sangat kuat serta Ha Ni pasti bisa apabila di latih lebih lama lagi. Ha Ni sangatlah meminta maaf sebab kejadian tadi. Kyung Soo memuji Ha Ni yang terkesan sangat cantik memakai pakaian Tennis.

He Ra serta Seung Jo datang menghampiri Ha Ni. Kyung Soo pun permisi mau mempersiapkan yang lainnya. He Ra tertawa serta bilang bahwa Ha Ni katanya belum sempat main tennis tapi berpenampilan ala pemain tennis. Seung Jo ikut mengejek Ha Ni dengan bilang bahwa orang yang tak bisa belajar pun rutin mempersiapkan pensil padahal belum pasti bisa menulis. Ha Ni sangatlah merasa di permalukan serta hanya bisa diam saja.

He Ra bertanya, "Hmm sepertinya kau lumayan dekat dengan Kyung Soo ya?" Ha Ni menjawab, "Kyung Soo sangat baik. bahkan dirinya mengenal tak sedikit faktor serta juga menolongku. Serta lagi kata-kata yang diucapkannya sangat baik, tak sama sekali dengan kata-kata kejam dari seseorang." Seung Jo menatap sinis ke Ha Ni. He Ra mengatakan, "Benarkah? Sepertinya kau belum tau Kyung Soo sebetulnya. Seung Jo ayo pergi..."

Latihan pertama yang di perbuat adalah pengelompokan performa. Kyung Soo bakal melempar 5 buah bola serta wajib di pukul oleh para anak buah tapi sebaiknya para anak buah tak butuh memaksakan diri sebab itu bisa membikin cedera. Semuanya mengerti lalu bubar untuk bersiap-siap.

Kyung Soo mengambil raketnya serta sikap baiknya pun berubah. Ya dirinya terkesan sangat menyeramkan saat latihan ini. Semua anak buah baru sangat kaget, sementara He Ra serta Seung Jo hanya tertawa sebab telah mengenal sikap Kyung Soo yang sebetulnya. Kyung Soo terus marah-marah saat ada anak buah yang tak bisa memukul bola dengan baik.

Tiba giliran He Ra yang memukul bola. Sepertinya Kyung Soo ini menyukai He Ra jadi Kyung Soo sengaja memukul bola dengan pelan jadinya He Ra bisa memukul semua bola dengan baik serta itu membikin semuanya jadi kagum.

Saatnya Seung Jo yang memukul bola. Kyung Soo bilang bahwa dirinya telah sangat lama menunggu 1 lawan 1 seperti ini. Seung Jo tersenyum percaya diri serta meminta Kyung Soo segera melemparkann bola. Kyung Soo melempar bola serta Seung Jo bisa memukulnya dengan baik. Kyung Soo mengatakan, "Aku tadi hanya bermain ringan sebab tau kalau kau telah lama tak bermain Tennis." Seung Jo membalas, "Bermainlah dengan serius. Aku bakal memukulnya dengan baik." Kyung Soo kesal serta bilang, "Dasar orang arogan yang bodoh!"

Kyung Soo melemparkan bola dengan kekutannya serta Seung Jo sukses memukul bola itu serta membikin Kyung Soo kewalahan mengejar bola sampai terjatuh. Seung Jo menghampiri Kyung Soo serta berkomentar, "Yang tadi itu keren." Kyung Soo menatap tak suka terhadap Seung Jo.

Para anak buah bilang bahwa Kyung Soo sangat marah serta pasti orang yang memukul bola terbaru bakal mati. Ha Ni sadar bahwa dirinya adalah yang selanjutnya bakal memukul bola. Ha Ni bersembunyi di balik kawannya tetapi Kyung Soo mengenal faktor itu serta langsung meminta Ha Ni untuk memukul bolanya. Seung Jo berbisik pada Ha Ni, "Keluarlah, dirinya terbuktigilmu." Ha Ni kesal serta mengatakan, "Ini semua sebabmu Seung Jo!"

Ha Ni memberanikan diri menghadapi Kyung Soo. Ha Ni meminta Kyung Soo jangan melempar terlalu kuat sebab ini pertama kalinya dirinya bermain Tennis. Kyung Soo tiak mempedulikan itu serta terus melemparka bola dengan penuh kekuatan. Bola pertama yang di lempar mengarah ke Ha Ni serta Ha Ni langsung menghindar. Bola yang ke dua juga di hindari Ha Ni serta itu membikin Kyung Soo sangat marah serta meminta Ha Ni tak menghindar lagi. bola ke tiga yang di lempar pun mengarah ke Ha Ni serta Ha Ni tak berani menghindar jadi bola itu kena ke wajahnya serta Ha Ni terjatuh pingsan.

Semua anak buah sangat panik sementara He Ra serta Seung Jo hanya diam. Kyung Soo mengatakan, "Ya inilah yang aku maksud! Tetap fokus mesikipun wajib terluka! Kau canggih Oh Ha Ni!"

Malamnya di adakan pesta penyambutan klub tennis. Ketua Tennis bilang pada Ha Ni bahwa Kyung Soo ini sangat sopan serta baik tetapi apabila telah menyentuh raket Tennis maka Kyung Soo bakal sangat berubah. Ha Ni mengerti serta menonton Kyung Soo yang menyendiri sebab merasa bersalah.

Anggot klub tennis lainnya memuji performa Seung Jo serta He Ra yang sangat canggih. Ketua Tennis bilang bahwa Seung Jo serta He Ra ini terbukti populer saat SMA. Ketua Tennis bertanya, "Aku dengar He Ra mempunyai pacar?" He Ra menjawab, "Tidak. Aku tak begitu berminat untuk berpacaran. Orang lain serta aku mempunyai hubungan serta aku tak ingin terlalu di paksakan. Aku hanya ingin bebas. Tapi apabila aku berjumpa seseorang yang tepat mungkin aku bakal mencoba berpacaran." Ha Ni, Kyung Soo, Seung Jo serta anak buah yang lain pun mendengarkan kata-kata He Ra.

Seung Jo tiba-tiba mengatakan, "Hmm pada akhirnya cinta itu hanya mengambil hak keleluasaan orang lain saja serta mungkin itu di sebut kebencian." Ketua Tennis tak mengerti kata-kata yang diucapkan oleh Seung Jo serta He Ra sebab itu adalah kata-kata mutiara yang ada dalam buku sastra. Seung Jo serta He Ra nyatanya mempunyai ketertarikan yang sama pada dunia sastra serta itu membikin mereka berdua terkesan terus tepat. Seung Jo serta He Ra bersulang serta saling tersenyum sementara Ha Ni serta Kyung Soo menatap kesal.

Ha Ni berkunjung ke salon tempat Joo Ri bekerja serta Min Ah sedang di tata rambutnya oleh Joo Ri. Ha Ni menceritakan semua mengenai He Ra serta Joo Ri berkomentar, "Wah dirinya ini terkesan seperti Baek Seung Jo dalam versi perempuan." Min Ah mendukung Ha Ni supaya lebih semangat lagi. Joo Ri bilang bahwa Ha Ni ini sangatlah malang sebab telah sengaja masuk Klub Tennis demi Seung Jo tapi malah memperoleh luka. Min Ah juga bilang bahwa Ha Ni sangat menyedihkan sebab tak mempunyai peluang lagi.

Ha Ni mengatakan, "Tidak. Aku tetap mempunyai peluang. Ya mesikipun sangat tak mungkin apabila ada di Klub Tennis sebab ada He Ra tetapi aku tetap mempunyai sedikit peluang."

Nyatanya peluang yang di maksud oleh Ha Ni adalah peluang bersama dengan Seung Jo. Ya dirinya mempunyai peluang dengan Seung Jo sebab mereka ada di kelas yang sama untuk mata kuliah Bhs Inggris. Seung Jo pasti tak suka bakal keberadaan Ha Ni apalagi ada seorang tambahan lagi yang membikin Seung Jo kesal. Ha Ni menonton ke belakangnya serta kaget saat menonton ada Joon Gu di dalam kelas itu. Joon Gu serta Seung Jo sempat adu omongan tetapi akhirnya mereka kembali tenang. He Ra datang serta duduk di kursi samping Ha Ni.

Pelajaran di mulai serta Joon Gu sangat tak mengerti apa-apa. Ha Ni meminta Seung Jo untuk tenang. Dosen menghampiri Ha Ni serta bertanya dalam bahasa inggris mengenai luka di hidung Ha Ni. Ha Ni meminta bantuan Seung Jo tetapi Seung Jo diam saja tak menolong sama sekali. Ha Ni pun menjawab pertanyaan dosen dengan Bahasa Inggris yang belepotan serta membikin semuanya tertawa.
Joon Gu kesal serta membela Ha Ni. Dosen bertaya, "Kau... apakah murid di kelas ini? Kenapa tak membawa buku?" Joon Gu kebingungan menjawabnya sebab tak mengerti bahasa inggris sama sekali. Joon Gu menjawab pertanyaan dosen dengan kalimat yang lebih parah serta semua kembali tertawa. Seung Jo juga ikut tertawa serta mempermalukan Joon Gu.

He Ra lalu mengatakan dalam bahasa Inggris bahwa Joon Gu bukan murid di kampus ini serta bekerja di kantin kampus serta Joon Gu ada di kelas ini mungkin sebab menyukai Ha Ni. Dosen mengerti faktor itu serta tersenyum. Joon Gu tak mengerti yang di katakan oleh He Ra serta menyebut He Ra sebagai perempuan jahanam. He Ra menonton Joon Gu serta bilang bahwa semua orang di kampus itu membayar dengan mahal jadi sebaiknya Joon Gu berangkat saja serta tak mengganggu lagi. He Ra juga bilang bahwa dirinya tak menyukai orang bodoh. (OMG Kata-kata yang sama yang dulu sempat dikatakan Seung Jo pada Ha Ni.)

Di rumah, Ha Ni menolong Bunda Seung Jo memselesaikan pring-piring. Bunda Seung Jo bertanya, "Apakah kau tak ada kelas hari ini?" Ha Ni menjawab dengan lemas, "Aku rasa seusai masuk Universitas, semua ini bukan lelucon lagi." Bunda Seung Jo bertanya, "Ada apa? Ada sesuatu yang terjadi?" Ha Ni menjawab, "Bukan begitu... Aku berfikir bahwa tak sedikit sekali anak yang pintar serta cantik mungkin Seung Jo juga menyukai wanita yang cantik, pintar serta langsing. Bukankah Seung Jo bakal menyukai wanita seperti itu?"

Ibu Seung Jo kaget serta bertanya, "Apakah timbul wanita yang seperti itu? Ya Ha Ni! Aku mungkin terkesan muda tapi sesungguhnya aku ini telah dewasa. Aku cuma ingin bilang bahwa kalian ini sangat sempurna apabila bersama. Kau seperti panci serta tutupnya, sangat tepat. Aku tak tau seberapa canti wanita itu tapi aku yakin bahwa dirinya bukan jodoh Seung Jo. Lihat ini panci yang kecil tak bakal tepat dengan tutup panci yang besar. Jadi kalian tak butuh khawatir. Mengerti?" Ha Ni tersenyum bahagia, "Ya."

Lalu ada telfon dari Eun Jo yang meminta bantuan Ibunya untuk mengirimkan barang-barangnya yang tertinggal.

Ha Ni mengantar barang-barang Eun Jo ke sekolah Eun Jo. Eun Jo tak suka karna Ha Ni yang datang ke sekolahnya. Ha Ni bertanya, "Apa yang sedang kau lamunkan?" Ada seorang anak perempuan yang mengambil bola lalu melanjutkan bermai. Ha Ni pun mengatakan, "Ah aku tau. Pasti gadis itu. Benarkah? Oooh dirinya cantik." Eun Jo berkomentar, "Dia terbukti lebih cantik dari pada kalian Oh Ha Ni." Ha Ni kesal serta cemberut.

Anak perempuan itu berlangsung ke arah mereka untuk mengambil bola yang terjatuh. Ha Ni mengambil bola itu serta memberbaginya pada anak perempuan itu. anak perempuan itu menonton Eun Jo sekilas lalu melanjutkan bermain. Ha Ni menghampiri anak perempuan itu serta membisikan sesuatu. Anak perempuan itu menonton Eun Jo lalu tersenyum pada Ha Ni. Ha Ni tersenyum ke Eun Jo serta mengatakan bahwa semuanya selesai.

Nyatanya Ha Ni mengundang anak perempuan itu ke rumah. Bunda Seung Jo serta Ha Ni mengintip dari pintu kamar. Anak perempuan itu sangat bosan bermain dengan Eun Jo. Eun Jo memperkenalkan makanan tetapi anak itu menolaknya sebab dirinya takut gendut. Eun Jo memperkenalkan permainan lain tetapi anak perempuan itu tak mau. Bunda Seung Jo serta Ha Ni terus mengintip serta bilang bahwa Eun Jo jadi terkesan payah di depan anak perempuan itu. Anak perempuan itu ingin pulang tetapi Eun Jo mencegahnya serta bilang bahwa Ibunya sedang memasak makan malam.

Seung Jo baru pulang serta merasa heran saat menonton ibunya serta Ha Ni sedang mengintip ke kamarnya. Bunda Seung Jo serta Ha Ni langsung menyingkir serta mempersilahkan Seung Jo masuk ke kamarnya. Seung Jo masuk ke kamar serta baru sadar ada Eun Jo bersama kawannya. Anak perempuan itu menonton Seung Jo serta tersenyum. Seung Jo membikin sebuah robot kecil serta anak perempuan itu langsung terpesona serta bertanya, "Bolehkah aku ikut makan malam disini?" Seung Jo menggangguk serta tersenyum.

Nama anak perempuan itu nyatanya Sarah. Sarah selesai makan malam serta mengelap mulutnya dengan saputangan yang di bawanya serta Eun Jo terus menatap Sarah. Bunda Seung Jo bertanya, "Apakah kalian mau tambah?" Sarah menjawab, "Tidak butuh saya telah makan dengan lahap." Bunda Seung Jo bahagia sebab Sarah anak yang sangat baik. Eun Jo juga tersenyum pada Sarah.

Sarah bertanya pada Seung Jo. "Seung Jo oppa, apakah kau percaya pada cinta pandangan pertama?" Seung Jo menjawab, "Entahlah aku belum memikirkannya." Sarah lalu mengatakan, "Aku awalnya tak mempercayainya . Aku pikir orang dewasa hanya omong kosong saja tetapi kini aku pikir ini nyata." Ha Ni langsung tersenyum sebab berfikir bahwa kata-kata yang di ucapkan oleh Sarah itu untuk Eun Jo. Sarah melanjutkan pembicaraannya, "Sebelum Oppa masuk kedalam tadi, aku tak menonton apapun tapi seusai Oppa datang yang ada dimataku hanya Oppa saja. Oppa tunggu aku 7 tahun lagi ya." Semuanya sangat kaget mendengar faktor itu serta Ha Ni merasa tak enak hati pada Eun Jo.

Ibu Seung Jo mencoba menghibur Eun Jo yang dari tadi hanya duduk di luar rumah saja. Eun Jo terus marah serta Bunda Seung Jo bilang bahwa Eun Jo ini tak kalah keren dengan Seung Jo. Ha Ni diam-diam menonton faktor itu serta merasa kasihan pada Eun Jo.

Seung Jo turun ke dapur serta bertanya, "Mana Eun Jo?" Ha Ni menjawab, "Apa kalian tak khawatir padanya?" Seung Jo keheranan serta bertanya, "Ada apa? Kenapa kau seperti ini padaku?" Ha Ni mengatakan, "Kau ini penipu! Kau berakting seakan-akan kau tak meperbuatnya padahal kau menguasai semuanya. Aku menonton itu dengan jelas! Setiap waktu aku mencoba membuang perasaanku ini sebab aku berfikir ini tak boleh. Selagi ini kau terus menertawakanku. Aku bimbang apakah ini nyata alias hanya lelucon saja. Kalian membikin seseorang terkesan kebingungan serta bodoh."

Seung Jo sangatlah tak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan, "Sebetulnya apa yang sedang kau bicarakan hah?" Ha Ni menjawab, "Huh kalian sangatlah meperbuat faktor ini dengan sangat baik. Maksudku ya kalian berdua sangat tepat." Seung Jo bertanya, "Apakah kau sedang menuturkan He Ra? Bukan mengenai Eun Jo?" Ha Ni menjawab, "Ini adalah faktor yang sama."

Ibu Seung Jo masuk kedalam rumah serta Ha Ni bertanya, "Bagaimana hasilnya?" Bunda Seung Jo menggelengkap kepalanya.

Ha Ni berangkat keluar rumah serta menghampiri Eun Jo tetapi Eun Jo mengusirnya, "Aku tak mau menontonmu Oh Ha Ni! Ini semua kesalahanmu! Kau sewajibnya tak mengundangnya kemari apabila selesai seperti ini. Siapa yang meminta bantuanmu hah?" Ha Ni merasa bersalah serta mengatakan, "Maafkan aku. Kalian benar, aku bersalah serta sangat keterlaluan, tapi seperti itulah aku. Maafkan aku. Aku tau bahwa aku mungkin tak bisa menolongmu merasa lebih baik."

Eun Jo marah serta mengatakan, "Apa yang kalian ketahui hah?" Ha Ni menjawab, "Aku tau... Di dunia ini aku mungkin tau faktor yang paling baik. Orang yang aku sukai tak menyukaiku serta tertawa dengan orang lain. Aku sungguh mengerti perasaan itu. Tapi ya aku juga tak bisa cemburu padanya." Eun Jo bertanya, "Apakah kau menuturkan Kakakku?" Ha Ni mengangguk serta mengatakan, "Eun Jo. AKu pikr apabila dua orang saling menyukai satu sama lain itu adalah sebuah keajaiban. Sebuahhari... Apakah keajaiban itu bakal datang padaku?" Eun Jo menjawab bahwa dirinya tak tau faktor itu.Ha Ni tertawa serta memberantakan rambut Eun Jo. Eun Jo tak mau diperperbuat seperti anak kecil makanya dirinya marah tapi justru faktor itu membikin Ha Ni terus bahagia mengganggu Eun Jo.



Diam-diam Papah menonton keakraban Eun Jo serta Ha Ni. Papah mendengar kata-kata Ha Ni tadi serta ya dirinya merasa kasihan pada Ha Ni yang selagi ini rutin menyukai Seung Jo tetapi Seung Jo tetap cuek serta dingin.

Papah sedang bekerja di Restaurant serta dirinya berfikir, "Apakah aku wajib mencari rumah baru?" Tiba-tiba Joon Gu menghampirinya serta menunjukan adonan yang dirinya buat. Papah bilang bahwa adonan itu terlalu lembek tapi rasanya lumayan enak. Joon Gu bahagia di puji serta bilang bahwa dirinya bakal membikinnya lebih baik untuk Ha Ni. Papah lalu bertanya, "Joon Gu apa yang kau sukai dari Ha Ni?" Joon Gu kaget mendengar pertanyaan itu, "Aku merasa malu sebab kau bertanya seperti ini. Tapi ya apabila tak ada Ha Ni... Mungkin aku tak bakal lulus SMA. Aku rutin mempunyai persoalan di sekolah serta anak-anak yang lain rutin menghindari berteman denganku. Tapi Ha Ni mau berkawan denganku jadi aku bersemangat sekolah serta bisa lulus SMA."

Ha Ni sedang selesai-selesai di dapur serta dirinya mendengar ada bel datang jadi dirinya berangkat ke depan pintu untuk menyambut Seung Jo. Tapi nyatanya yang datang bukan hanya Seung Jo, ya ada He Ra juga yang datang. He Ra sempat kaget menonton Ha Ni tetapi dirinya langsung mengatakan, "Nyatanya benar kalau kalian ini tinggal bersama." Seung Jo tak mempedulikan Ha Ni serta langsung berangkat menaiki tangga menuju ke kamarnya.

Eun Jo turun dari tangga serta berpapasan dengan Seung Jo serta He Ra. Seung Jo mengatakan pada Eun Jo, "Aku ada tugas jadi bisakah kau belajar di ruang belajar biasa saja?" Eun Jo bertanya, "Tugas apa?" He Ra menjawab, "Tugas Ilmu pengetahuan barat serta kami wajib mengerjakannya dengan cara berkelompok. Apakah ini adikmu Seung Jo?" Seung Jo mengatakan, "Ya dirinya adikku. Eun Jo." He Ra tersenyum pada Eun Jo serta mengundang berkenalan. Eun Jo tersipu-sipu malu. Seung Jo mengundang He Ra segera ke kamarnya serta Eun Jo mengatakan, "Dia cantik."

Seung Jo mengundang He Ra menuju ke kamarnya untuk mengambil berbagai buku untuk tugasnya. He Ra bertanya, "Apa tak ada orang tuamu?" Seung Jo menjawab, "Bapaku sepertinya bakal pulang telat serta Bunda juga sepertinya sedang pergi." He Ra serta Seung Jo lalu mengulas berbagai faktor mengenai tugasnya serta Seung Jo terkesan menikmati saat-saat bersama He Ra.

Ha Ni sangat panik serta khawatir dengan apa yang di perbuat Seung Jo serta He Ra di dalam kamar jadi dirinya munggu di balkon dekat kamar Seung Jo. Tiba-tiba pintu kamar Seung Jo terbuka serta Seung Jo juga He Ra keluar dari kamar untuk belajar di ruang duduk dekat balkon. Ha Ni sangat kaget menontonnya serta langsung bersembunyi di balkon itu. He Ra mengatakan, "Aku dengar di Barat apabila seorang gadis datang ke rumah seorang pria maka itu artinya gadis itu setuju untuk menghabiskan malam bersama pria itu." Ha Ni kaget mendengarnya. Seung Jo tetap cuek serta mengatakan, "Ah sebaiknya kami cepat mengerjakan tugas ini."

Sampai malam mereka mengerjakan tugas itu serta Ha Ni tetap diam di balkon. Seung Jo serta He Ra memikirkan konsep tugas mereka lalu He Ra memperoleh ide untuk membikin seperti animasi serta gambar untuk tugas mereka ini. Seung Jo setuju.

Seung Jo berangkat ke ruangan Ibunya untuk mengambil kamera. Ibunya bertanya, "Mau dikemanakan kamera itu?" Seung Jo menjawab, "Aku mau mengerjakan tugasku." Eun Jo bilang bahwa Seung Jo ada tugas kelompok serta kawan satu kelompok Seung Jo adalah seorang wanita yang cantik. Bunda Seung Jo jelas sangat kaget mendengarnya. Seung Jo bilang bahwa dosen yang memilihkan kawan satu kelompok jadi Bunda tak boleh salah paham. Seung Jo meminjam kamera serta berangkat ke atas. Bunda Seung Jo sangatlah tetap tak percaya faktor itu.

Papah serta para karyawan pulang dari Restaurant tetapi Joon Gu tetap diam di Restaurant serta mencoba berlatih membikin mie. Joon Gu mengatakan, "Semua orang bisa masuk Universitas. Mereka mengikuti kegiatan klub serta juga belajar di kelas. Boon Joon Gu kau sangat menyedihkan. Aku wajib segera menguasai teknik membikin Mie jadi bisa menjadi koki populer serta membikin Ha Ni bangga. Ha Ni... Apa yang sedang kau perbuat sekarang? Ah apakah aku wajib menelfonnya sekarang? Aku tak sempat menelfonnya selarut ini. Ah aku sangat gugup saat mau menelfonnya."

Joon Gu mencoba menelfon Ha Ni tetapi Ha Ni tak membawa telfonnya sebab HPnya di tinggal di dalam kamar serta Ha Ni tetap bersembunyi di Balkon.

Seung Jo datang ke ruang atas serta membawa kameranya. Mereka membikin seperti patung bunga dari tanah liat serta memotretnya. Bunda Seung Jo datang ke ruang atas serta He Ra langsung memberbagi salam serta juga meminta maaf sebab tadi tak meminta ijin terlebih dahulu. Bunda Seung Jo mengerti serta bertanya, "Seung Jo, dimana Ha Ni?" Seung Jo menjawab, "Mungkin di kamanya." Bunda Seung Jo pun langsung berangkat ke kamarnya Ha Ni.

Ibu Seung Jo datang ke kamar Ha Ni tetapi dirinya tak menemukan Ha Ni. Bunda Seung Jo mau menelfon tetapi nyatanya HP Ha Ni ada di kamar. Bunda Seung Jo pun keluar kamar serta mengatakan pada Seung Jo, "Ha Ni tak ada di dalam kamarnya." Seung Jo sangat cuek serta hanya bertanya, "Benarkah? Dirinya pasti keluar ke sebuahtempat." Bunda Seung Jo pun berangkat dengan kesal. Dirinya terus mencari Ha Ni serta Ha Ni jadi tak enak hati karna dirinya tetap bersembunyi.

Saat mau memotret patung bunga dari tanah liat, ada seekor semut di kelopak bunganya. He Ra bilang bahwa ini terkesan sangat keren sebab ada makhluk nasib di karya mereka ini. Seung Jo tersenyum bahagia menonton faktor itu serta bilang bahwa faktor ini sangat luar biasa. Ha Ni menonton itu serta dirinya merasa sedih sebab Seung Jo terkesan begitu gembira saat berada bersama He Ra. He Ra meminta Seung Jo membawakan air minum jadi Seung Jo pun berangkat ke dapur untuk mengambilkan air minum.

He Ra berlangsung menuju balkon serta Ha Ni sangatlah sangat ketakututan apabila He Ra menemukannya di luar balkon sejak tadi. Untung saja ada seseorang yang menelfon He Ra jadi He Ra masuk kembali ke dalam rumah. Ha Ni sangatlah merasa lega.

Ha Ni mengambil bola-bola tennis yang di pakai untuk latihan. He Ra mengatakan, "Kau sebaiknya berlatih tennis. Bukannya mengambil bola sampai kau lulus. Tapi ya aku menghargai usahamu sebab rajin datang mesikipun Seung Jo tak bakal datang." Ha Ni kebingungan, "Kenapa dirinya tak bakal datang?" He Ra mengatakan, "Dia itu anak buah khusus di Klub ini jadi dirinya leluasa mau datang kapan pun saja. Kenapa kau tak tau? Bukankah kalian tinggal bersama? Tunggu dulu... Jadi hubungan kalian hanya sebatas itu saja? Hahaha kerenlah kalau begitu." He Ra langsung berangkat meninggalkan Ha Ni.

Ha Ni mengomel, "Dia sangat dewasa. Mesikipun usia kami sama tapi aku terkesan seperti anak kecil. Tunggu... Baek Seung Jo bisa datang kapan pun dirinya mau? Huh lalu kenapa aku wajib bergabung dalam klub ini? Untuk apa aku mengumpulkan bola-bola ini?" HP Ha Ni berbunyi serta itu telfon dari Papah.



Ya nyatanya Papah meminta Ha Ni datang ke Restaurant. Papah bertanya, "Bagaimana Tennis?" Ha Ni menjawab, "Sangat susah. Ah ada apa Papah memintaku datang kemari?" Papah mengatakan, "Sebaiknya kami pindah rumah saja. Kami tak bisa tinggal bersama mereka terus menerus. Meskipun aku rutin bekerja disini tapi aku tau bahwa kau mengalami kesusahan serta itu membikinku tak tenang. Ayo pindah rumah saja. Aku bakal berusaha mencari rumah untuk kami tinggal sementara waktu." Ha Ni memakan mienya serta merasa ingin menangis. Papah bertanya, "Ada apa?" Ha Ni menjawab, "Tidak... Aku sepertinya terlalu tak sedikit menaruh wasabi dalam mie ini jadi sangat pedas serta membikinku ingin menangis."

Papah bilang pada Bunda Seung Jo serta Bapa Seung Jo bahwa dirinya serta Ha Ni bakal pindah rumah. Bunda Seung Jo pasti saja tak setuju apabila Ha Ni pergi. Bapa Seung Jo juga bilang pada Papah bahwa dirinya ingin supaya Papah serta Ha Ni tetap tinggal bersama mereka. Papah bilang bahwa mereka telah terlalu lama tinggal di rumah Keluarga Baek serta membikin persoalan pada Seung Jo serta Eun Jo. Papah mengatakan, "Dan lagi... Ha Ni bakal segera melupakan Seung Jo." Bunda Seung Jo berkomentar, "Persoalan itu... Apa yang wajib aku perbuat? Bagaimanapun juga persoalan ini wajib di selesaikan oleh mereka." Papah bilang, "Seung Jo tak menyukai Ha Ni dan..."

Ibu Seung Jo terus menangis serta bertanya, "Apabila Ha Ni menjadi anak buah keluarga ini maka ini tak bakal menjadi persoalan lagi kan? Oh aku sangat menyukai kepribadian dirinya serta menyukai sifatnya yang lucu. Aku yakin bahwa Seung Jo pasti bisa menyukai Ha Ni." Papah jadi tak enak hati mengenai faktor itu. Diam-diam nyatanya Eun Jo mendengarkan faktor itu.

Eun Jo berangkat ke kamarnya serta mengatakan pada Seung Jo, "Hyung... Aku dengar bahwa Oh Ha Ni serta Papahnya bakal berangkat dari rumah kita. Bukankah itu keren? Sejak dirinya datang kemari, dirinya rutin membikin kekacauan." Seung Jo kaget mendengar faktor itu.

Seung Jo keluar dari kamar serta berjumpa dengan Ha Ni. Dirinya bertanya, "Apakah kau bakal pindah?" Ha Ni menganggukan kepalanya serta bertanya, "Kenapa? Apakah kau sedih?" Seung Jo menjawab, "Tidak. Aku merasa ini faktor yang keren serta melegakan sebab nasibku bakal kembali seperti dulu." Ha Ni mengerti serta bilang bahwa dirinya bakal segera mengemasi barang-barangnya.

Ha Ni menonton gambarnya bersama Seung Jo saat kelulusan serta dirinya jadi teringat tak sedikit faktor yang telah di lalui berama dengan Seung Jo. Mulai dari memberbagi surat cinta, kaget saat tau bahwa mereka berdua tinggal satu rumah, saat mereka berlari di taman untuk memperebutkan gambar, saat Ha Ni di selamatkan oleh Seung Jo ketika Ha Ni tenggelam serta tak sedikit lagi kejadian yang diingat oleh Ha Ni. Di saat yang sama, Seung Jo diam-diam terus menatap pintu kamar Ha Ni.

Pagi-pagi, Papah datang ke kamar Ha Ni serta bilang bahwa mereka wajib segera turun ke bawah sebab yang lain telah menunggu. Ha Ni memeluk Papahnya serta menangis. Papah juga sebetulnya merasa berat meninggalkan keluarga Baek ini.

Mereka turun ke bawah serta berpamitan. Papah mengucapkan tak sedikit terima kasih terhadap keluarga Baek sebab telah menolong mereka selagi ini. Papah juga mengundang Seung Jo serta Eun Jo untuk sesekali datang ke rumah mereka itu. Ha Ni berterima kasih sebab telah di jaga selagi ini. Bunda Seung Jo sangatlah merasa sedih serta Ha Ni pun bilang bahwa dirinya sangat berterima kasih sebab Bunda Seung Jo rutin memasakan makanan yang enak untuknya serta Papah.Ha Ni juga berterima kasih pada Bunda Seung Jo sebab telah membelikan Pizza untuk kawan kelasnya serta mengundang Joo Ri serta Min Ah ke pantai untuk berlibur bersama.

Ibu Seung Jo sangatlah sedih menonton Ha Ni yang bakal pergi. Ha Ni lalu meminta maaf terhadap Seung Jo sebab telah tak jarang membikin kekacauan pada Seung Jo. Seung Jo hanya diam saja tak berkomentar apapun.

Di luar rumah. Ha Ni terbuktigil Bunda Seung Jo dengan sebutan 'Ibu' serta itu terus membikin Bunda Seung Jo sedih serta bilang bahwa dirinya ingin sekali terus tinggal bersama Ha Ni. Bapa Seung Jo berusaha menenangkan istrinya serta bilang supaya tak menangis seperti ini sebab bakal membikin Ha Ni sedih. Tapi Bapa Seung Jo juga sedih karna wajib melepaskan kawan baiknya yaitu Papah Ha Ni. Seung Jo mengucapkan selamat tinggal serta Ha Ni dengan papah pun pergi.

Eun Jo langsung mengatakan, "Akhirnya aku memperoleh kembali kamarku." Bapa Seung Jo jelas langsung marah pada Eun Jo. Seung Jo bertanya pada Ibunya, "Ibu... Apa kau tak bakal memasak makanan untuk hari ini?" Bunda Seung Jo sangat kesal serta bilang, "Kau ini! Ini semua sebab kesalahanmu tau!"

Seung Jo masuk ke kamar Ha Ni serta menemukan boneka yang dulu dirinya berbagi pada Ha Ni. Tenyata Ha Ni meninggalkan boneka itu di dalam kamarnya.

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16

Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment