Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 9

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 9


ellieve.com - Seung Jo menggenggam tangan Ha Ni serta mengundang Ha Ni berlari. Mereka terus berlari serta para preman itu pun terus mengejar Seung Jo serta Ha Ni. Ha Ni sangat seang serta berkah dalam hati, "Baek Seung Jo berlari bersamaku. Oh ini semacam tidak nyata. Sungguh tidak semacam kenyataan..." Para preman itu terus mengejar tetapi mereka kehilangan jejak sebab Ha Ni serta Seung Jo bersembunyi di sebuah Mini Market.

Seusai aman, Seung Jo serta Ha Ni pun keluar dari mini market itu. Seung Jo mengatakan, "Sebab dirimu aku mengalami situasi yang tidak sempat aku bayangkan. Nyatanya ada gunanya juga berolahraga." Ha Ni sangat rugi serta meminta maaf. Ha Ni lalu bertanya, "Apakah kau tau bahwa kami mengikutimu?" Seung Jo menjawab, "Apabila aku tidak tau maka itu aneh." Ha Ni meminta maaf serta bilang bahwa dirinya mengikuti Seung Jo tanpa sadar sebab tadi mendengar kalau Seung Jo serta He Ra bakal melihat bersama. Ha Ni mengatakan, "Apabila kau menyukai He Ra.... Aku tidak dapat berbuat apa pun."

Seung Jo bertanya, "Apakah ada tempat yang ingin kalian datangi? Aku tanya apa kau mau berangkat ke sebuahtempat?" Ha Ni kebingungan tetapi dirinya tersenyum bahagia.

Seung Jo mengundang Ha Ni ke sebuah danau serta mereka naik perahu bersama. Ha Ni mengatakan dalam hati, "Semacam sebuah mimpi. Aku bersama Seung Jo. Rasanya aku bakal memperoleh seluruh kebahagiaanku pada hari ini." Ha Ni melihat kurang lebihnya serta mengatakan, "Yang datang ke sini hanya keluarga, semacamnya kami satu-satunya pasangan yang ada disini." Seung Jo berkomentar, "Tentu saja. Sebab ada berita yang beredar bahwa pasangan yang datang ke sini bakal berpisah dalam waktu 6 bulan. Apa kau tidak tau? Berita itu sangat populer. Lagi pula tidak usah khawatir, kami ini bukan pasangan."

Ha Ni panik mendengar cerita Seung Jo serta meminta Seung Jo supaya segera pulang saja. Ha Ni berdiri di perahu serta itu membikin perahu oleng jadi mereka berdua pun terjatuh ke danau. Orang-orang yang ada di kurang lebih pun melihat ke arah mereka berdua.

Ha Ni mengeringkan rambutnya di sebuah taman. Seung Jo datang serta memberbagi Ha Ni sebuah baju. Seung Jo mengatakan, "Lebih baik pakai ini dari pada memakai bajumu yang basah itu. Aku membelinya di pinggir jalan. Apa kau tidak suka?" Ha Ni melihat baju itu serta mengatakan, "Ini sama? Apakah ini couple shirt?" Ha Ni langsung mencium baju itu sebab bahagia. Seung Jo hanya geleng-geleng kepala serta memberbagi Ha Ni makanan yaitu Hamburger.

Sambil mengeringkan pakaian mereka yang basah, mereka berdua duduk di pinggir taman. Ha Ni memakan hamburger itu serta mengatakan dalam hati, "Sangatlah enak bahkan lebih enak dari makanan Prancis serta Italia. Aku tidak bakal dapat makan hamburger seenak ini lagi. Aku berharap waktu berhenti saat ini juga." Seung Jo melihat Ha Ni yang diam saja serta dirinya mengatakan, "Makanlah, jangan hanya di lihat saja."

Ha Ni penasaran bakal satu faktor serta dirinya pun bertanya, "Tadi... Mengapa kau luar biasa tangaku serta berlari? Kalian kan sedang bersama dengan He Ra." Seung Jo lumayan kebingungan menjawab tapi dirinya akhirnya mengatakan, "Itu sebab... Kau yang paling dekat denganku." Ha Ni sedikit sedih tapi dirinya tersenyum bahagia serta mengucapkan terima kasih.

Ha Ni bilang bahwa selagi ini dirinya rutin memberbagi kesusahan pada Seung Jo. Seung Jo berkomentar, "Aku belum sempat mengalami sesuatu yang susah untukku. Tapi seusai kau muncul... Aku merasa dunia ini sangat tidak sama. Semuanya terjadi dengan cara tiba-tiba. Dapat dikatakan bahwa ini semacam menyelesaikan pertanyaan yang tidak ada jawabannya.Ini mungkin titik dimana aku mulai menyadari semuanya. Sesuatu yang tidak dapat kuhindari serta sesuatu yang wajib ku berakhirkan."

Ha Ni bertanya, "Menyadari sesuatu? Apa itu aku?" Seung Jo menjawab, "Pada mulanya aku bertanya-tanya bagaimana menyelesaikan semua ini serta hanya ingin menghindar saja. Tapi kini aku tidak bakal lari. Aku yakin aku bakal menemukan jawabannya serta menyelesaikannya. Aku bakal menghadapinya." Ha Ni kebingungan serta kembali bertanya, "Apa? Menghadapi aku?" Seung Jo mengatakan, "Apabila kau tidak mengerti maka lupakan saja!" Ha Ni bilang bahwa dirinya mengerti yang di maksud Seung Jo.

Ha Ni sebetulnya tetap tidak mengerti makanya dirinya bertanya, "Jadi sebab itu kaumembenciku serta menghindariku? Tapi saat ini kau berubah pikiran serta bersamaku? Omo! Apa kau sedang menikahiku?" Seung Jo kaget mendengar itu serta mengatakan, "Bagaimana dapat kau menyimpulkan faktor itu? Serta asalkan kau tau bahwa aku tidak membencimu. Dapat bersamamu bukanlah faktor yang mudah tapi ya aku hanya ingin memberi tahu saja bahwa aku tidak membencimu." Ha Ni bahagia serta memeluk lengan Seung Jo, "Terima Kasih. Aku mengira kau membenciku. Semanjak SMA aku menyukaimu. Aku tidak mengenal mengenai Sarte ataupun Nietzsche serta aku juga tidak dapat memasak. Bahkan aku tidak glamor tapi tetap saja aku bakal berusaha semampuku. Seung Jo tersenyum serta mengatakan, "Benarkah? Aku bakal menunggunya."

Ha Ni kaget mendengar kata-kata Seung Jo tadi serta Seung Jo membahas bahwa dirinya bakal menunggu Ha Ni yang menjadi lebih pintar serta Seung Jo bakal memastikannya dengan melihat hasil ujian tengah semester Ha Ni. Ha Ni bilang bahwa dirinya tidak suka ujian. Seung Jo bertanya, "Terbuktinya ada yang menyukai ujian?" Ha Ni bertanya, "Bagaimana apabila kualitas minimalnya C?" Seung Jo berkomentar, "C? Apa maksudmu dengan kualitas C?" Ha Ni menjawab, "Hmm bagaimana apabila C+?"

Ha Ni serta Seung Jo berlangsung pulang. Ha Ni mengatakan dalam hati, "Kata-katanya tetap usil tetapi senyumnya saat ini sedikit beda. Lebih dari saat aku memberbagi surat cinta padanya serta lebih dari saat kami pertama berciuman. Aku merasa Baek Seung Jo lebih dekat denganku."

Seung Jo mengantar Ha Ni ke rumah serta Ha Ni mengucapkan terima kasih sebab Seung Jo telah mengantar Ha Ni pulang serta ini sangatlah semacam kencan yang sempurna. Seung Jo bertanya, "Apakah kalian baik-baik saja tinggal disini?" Ha Ni mejawab, "Ya mesikipun kamarnya kecil tapi tidak apa-apa. Lagi pula kami tinggal disini hanya sementara sampai rumah kami berakhir di perbaiki. Ah apakah tidak apa-apa?" Seung Jo kebingungan, "Tidak apa-apa?" Ha Ni menjawab, "Aku sedang menuturkan He Ra. Kau kau berangkat bersamanya, apakah tidak apa-apa apabila kau meninggalkannya begitu saja?" Seung Jo bilang bahwa He Ra pasti baik-baik saja sebab ada Kyung Soo.

He Ra serta Kyung Soo berangkat makan bersama. Kyung Soo mengatakan, "He Ra ada sesuatu yang mau aku bicarakan padamu... Ini faktor yang susah dikatakan jadi sebaiknya kau mendengarkannya dengan baik. Kau tau? Bahwa aku mempunyai ketidak lebihan..." He Ra memotong omongan Kyung Soo serta mengatakan, "Benarkah? Makanlah ini apabila kau ketidak lebihan." Kyung Soo bilang bahwa yang dirinya maksudkan itu bukan mengenai makanan.

Kyung Soo melanjutkan pembicaraannya, "Aku telah berusaha keras untuk tidak memikirkannya tapi aku terus memikirkanmu..." He Ra lagi-lagi memotong omongan Kyung Soo serta mengatakan, "Bolehkah aku pergi? Aku merasa sedikit pusing." Kyung Soo mau mengantar He Ra tetapi He Ra menolaknya serta langsung berangkat ke luar Restaurant.

Kyung Soo mengatakan sendiri, "He Ra aku tau aku mempunyai ketidak lebihan, sebab itu aku memutuskan untuk tidak memikirkanmu serta berusaha lebih keras. Belakangan ini aku terus memikirkanmu serta pikiranku hanya penuh denganmu. Itulah yang ingin aku katakan padamu..."

Ha Ni tersenyum di dalam kamarnya memikirkan kejadian tadi bersama Seung Jo. Papah mask ke kamar Ha Ni serta bertanya, "Ada apa? Ada sesuatu yang terjadi pada hari ini?" Ha Ni menjawab, "Tidak. Kejadian apa?" Papah melihat gambar Ha Ni serta Seung Jo lalu mengatakan, "Aku berharap sesuatu yang baik bakal terjadi pada kita." Ha Ni bertanya, "Sesuatu yang baik? Kenapa?" Papah pun membahas bahwa untuk membangun sebuah rumah itu diperlukan waktu yang lumayan lama serta itu artinya mereka bakal tinggal lebih lama di Restaurant Mie itu.

Papah meminta maaf terhadap Ha Ni serta Ha Ni bertanya, "Kenapa? Kenapa Papah meminta maaf padaku? Tidak usah mengkhawatirkan aku. Aku baik-baik saja." Papah mengerti serta keluar dari kamar Ha Ni.

Min Ah serta Joo Ri datang ke Restaurant Mie serta berjumpa dengan Joon Gu yang sedang bekerja. Joon Gu bertanya, "Kalian datang kemari? Ha Ni telah berangkat ke kampus." Joo Ri bilang bahwa dirinya datang sebab kangen makan Mie di Restaurant itu. Joon Gu mencatat pesanan mereka serta meminta koki untuk segera membikin Mie untuk Joo Ri serta Min Ah.

Joo Ri melihat penampilan Joon Gu serta mengatakan, "Ya Boon Joon Gu, kau sangatlah terkesan keren." Joon Gu bahagia serta bertanya, "Benarkah? Apakah aku wajib membelikan Ha Ni kacamata supaya dirinya dapat melihat penampilanku? Tidak sedikit yang bilang bahwa aku berubah tapi aku belum mendengar tasumsi apapun dari Ha Ni." Min Ah berkomentar, "Kau tidak boleh terlalu ambisius semacam ini sebab Ha Ni bakal cepat bosan. Kau tau kenapa Ha Ni menyukai Seung Jo? Itu sebab Seung Jo bersikap dingin." Joo Ri berkomentar, "Joon Gu kau ini tidak mengerti wanita ya. Bagi wanita, apabila pria itu menjauh maka mereka bakal terus mengejarnya. Serta apabila laki-laki mendatangi kami maka kami lah yang bakal lari." Joon Gu sangatlah penasaran serta bertanya, "Apakah benar semacam itu?"

Min Ah membahas, "Ya pasti saja benar. Apabila kau terus mengikutinya maka dirinya bakal terus membencimu Joon Gu." Joon Gu menggelengkan kepalanya serta mengatakan, "Tidak tidak tidak. Chef (Papah) bilang bahwa aku wajib menjadi diriku sendiri serta ini bukanlah diriku yang sebetulnya. Serta aku tidak menyukai ini. Aku adalah laki-laki dari Busan serta aku bakal meperbuat apa yang aku suka. Serta mungkin sebuahhari kelak Ha Ni bakal menyadari kehadiranku. Benarkan?" Min Ah hanya mengatakan, "Mana Mie pesanan kami?"

Seung Jo mau masuk ke dalam kelas tetapi dirinya berhenti serta tersenyum. Nyatanya dirinya tersenyum terhadap He Ra yang langsung berlangsung menghampiri Seung Jo. Seung Jo bertanya, "Apakah kau kemarin pulang dengan selamat?" He Ra menjawab, "Ya pasti saja." Seung Jo berkomentar, "Aku tau kau bakal aman apabila bersama Kyung Soo." He Ra sedikit kesal serta mengatakan, "Huh semacamnya kau tidak mengkhawatirkanku. Tapi ya kemarin sangat menyenangkan, semacam bermain film. Ayo masuk ke kelas..."

Kyung Soo memperlihatkan gambar-gambar He Ra pada Ha Ni serta bilang bahwa He Ra ini sangatlah semacam dewi. Ha Ni bertanya, "Lalu apa yang terjadi kemarin? Bagaimana kencan kalian?" Kyung Soo terkesan sedih serta menjawab, "Kencan apa? Kalian hanya makan lalu pergi. Ah sewajibnya aku yang membayar makanan itu." Ha Ni mendorong Kyung Soo serta mengatakan, "Ah apa itu? Bagaimana mungkin kau dapat semacam itu saat memperoleh peluang keren semacam itu hah? Kau wajib menyebutkan perasaanmu padanya!"

Kyung Soo bilang, "Kemarin aku ingin menyebutkannya tapi anehnya saat melihat He Ra... pikiranku menjadi kosong serta hanya omong kosong saja yang keluar dari mulutku. Serta aku bertanya-tanya, apakah ada laki-laki semacamku yang dengan melihatnya saja telah menanggulangi rasa rinduku padanya?" Ha Ni mengatakan, "Kenapa semacam itu? Kau lumayan mempunyai karisma." Kyung Soo berkomentar, "Aku tau aku mempunyai karisma tapi tetap saja aku merasa ciut di depan He Ra. Lalu bagaimana dengan Seung Jo? Apakah kau mengungkapkannya pada Seung Jo?" Ha Ni menjawab, "Sebetulnya aku telah sempat menulis surat cinta padanya." Kyung Soo tiba-tiba memperoleh ide serta bilang, "Ah benar, kenapa aku tidak memikirkan mengenai surat cinta ya?" Ha Ni langsung mencegah, "Jangan! He Ra ini semacam Seung Jo versi perempuan serta kau hanya bakal mempermalukan dirimu sendiri apabila mengirimkan surat padanya."

Ha Ni memberbagi saran lain, "Sebaiknya kau menatap matanya saja serta ungkapkan perasaanmu." Kyung Soo bilang bahwa dirinya bahkan tidak mampu sama sekali menatap mata He Ra. Ha Ni mengatakan, "Cobalah berlatih. Ah ya coba anggap aku ini He Ra serta tatap mataku." Kyung Soo menatap Ha Ni lama lalu mengatakan, "Ah ini tidak bekerja. Mana mungkin aku dapat membayangkan kalau dirimu ini He Ra? Cobalah kau bayangkan bahwa aku ini Baek Seung Jo." Ha Ni menatap Kyung Soo serta dirinya menggeleng tanda dirinya juga tidak dapat membayangkan Kyung Soo menjadi Seung Jo.

Mereka berlangsung bersama serta Ha Ni semacam biasa memberbagi trik pada Kyung Soo supaya dapat memperoleh He Ra. Ha Ni memperoleh ide serta langsung menarin Kyung Soo lalu mempraktekan faktor yang sempat di perbuat oleh Seung Jo saat mau menciumnya dulu. Kyung Soo bahagia melihat faktor itu serta bilang bahwa Ha Ni sangatlah canggih telah memberbagi ide semacam itu. Ha Ni terus berlatih faktor itu dengan Kyung Soo di lapangan tennis.

Ketua Tennis datang serta Kyung Soo bilang pada ketua Tennis bahwa dirinya sedang sibuk jadi sebaiknya Ketua Tennis saja yang membimbing Tennis. Ketua tennis tersenyum serta mengatakan pada Ha Ni, "Oh Ha Ni, ajarkan dirinya dengan tutorial yang benar!" Ha Ni tersenyum serta menjawab, "Siap!"

Saat sedang latihan adegan itu. Ada anak buah klub yang melihat faktor itu serta sangat kaget jadi mereka langsung diam-diam melihat Kyung Soo serta Ha Ni. Kyung Soo bertanya, "Aku bimbang saat mencium, aku wajib melihat kiri alias kanan?" Ha Ni juga kebingungan serta menjawab, "Pokonya pikirkan saja waktu yang tepat." Kyung Soo mengerti serta mengatakan, "Wah Oh Ha Ni kau nyatanya pandai ya dalam faktor ciuman." Ha Ni hanya tertawa serta anak buah klub tennis yang mendengar faktor ini langsung kaget.

Joo Ri sedang bekerja di salon serta dirinya mendengar ada mahasiswa yang menuturkan Ha Ni. Joo Ri penasaran dengan faktor itu serta menanyakannya pada mahasiswa itu, "Semacamnya ada gossip yang luar biasa. Mengenai apa?" Mahasiswa itu menjawab, "Ah ini mengenai mahasiswa di kampus kami. Dirinya katanya menyukai seorang laki-laki tapi ada rumor yang meihat bahwa perempuan itu sedang mencium senior di lapangan tennis. Sangatlah bagaimana mungkin perempuan itu dapat meninggalkan Baek Seung Jo yang sempurna itu?" Joo Ri sangatlah kaget serta langsung berlari berangkat tanpa menyelesaikan rambut mahasiswa yang sedang di cuci.

Seung Jo datang ke lapangan Tennis serta semua anak buah klub menatap ke dirinya serta berbisik-bisik. Ada seorang mahasiswa yang sedang menggosip serta Seung Jo mendengarnya, "Semacamnya Baek Seung Jo tidak mengenal faktor ini. Telah beredar berita bahwa Ha Ni berciuman dengan Kyung Soo. Bahkan Ha Ni meminta di cium ulang oleh Kyung Soo. Sangatlah aneh bukan? Lalu bagaimana dengan Seung Jo? Semacamnya Ha Ni meninggalkan Seung Jo." Seung Jo diam saja berusaha tidak mempedulikan faktor itu.

Kyung Soo mencoba menyebutkan perasaannya pada He Ra tetapi dirinya gugup serta tidak dapat mengatakan apa-apa sampai akhirnya He Ra pergi. Ha Ni jelas kesal melihat itu serta menggerutu kesal pada Kyung Soo. Kyung Soo bakal berubah percaya diri apabila memegang raketnya makanya dirinya memegang raketnya serta ingin menghampiri He Ra. Ha Ni takut Kyung Soo justru bakal menjadi kejam jadi dirinya menahan Kyung Soo serta mencoba melepaskan raket dari tangan Kyung Soo.

Ha Ni terus mencoba merebut raket itu serta itu membikin Ha Ni serta Kyung Soo terkesan semacam berpelukan. Semua anak buah klub melihat itu serta saling berbisik. serta pada saat itu Seung Jo sedang ada di lapangan serta melihat faktor itu.

Joo Ri serta Min Ah menghampiri Ha Ni serta menanyakan mengenai gossip yang beredar mengenai hubungan Ha Ni serta Kyung Soo. Ha Ni tertawa maun berbagai detik kemudian dirinya langsung kaget saat mengingat faktor itu. Joo Ri serta Min AH ikut kaget serta bertanya, "Apakah itu benar? Kaliang berciuman?" Ha Ni membahas, "Tidak. Aku hanya memberbaginya pelajaran." Joo Ri berfikir serta tanya, "Pelajaran?Pelajaran mengenai apa? AH! Apakah mengenai pelajaran seks?" Ha Ni langsung mengatakan, "Tentu tidak!"

Ada bola yang terjatuh serta mengenai kepala Ha Ni. mahasiswa yang bermain bola pun mengambil bola itu serta meminta maaf. Mahasiswa itu mellihat Ha Ni serta mulai bergossip lagi. Semua mahasiswa di kamus mengenali Ha Ni sebab gossip hubungan Ha Ni serta Kyung Soo telah beredar luas serta itu membikin Ha Ni sangat dikenal tidak sedikit orang. Min Ah pun mengatakan, "Semacamnya gossip ini sangatlah telah berkembang dengan cepat."

Seharian Seung Jo terus bad mood serta He Ra bertanya, "Kenapa? Kau terkesan sedih. Apa kau sedih sebab gadis yang selagi ini terus mengikutimu itu tiba-tiba pergi?" Seung Jo diam saja tidak berkomentar.

Ha Ni lari-lari serta langsung mengejar Seung Jo. He Ra melihat Ha Ni serta mengatakan, "Wow pemeran mutlak gossip itu telah datang semacamnya. Kau terkesan pemalu tapi nyatanya.... Sejak kapan kau dekat dengan Kyung Soo?" Ha Ni menatap Seung Jo serta bertanya, "Kau... Kau telah mendengar gossip ini?" Seung Jo tidak menatap Ha Ni serta berpamitan pada He Ra lalu berlangsung berangkat serta menabrak bahu Ha Ni. He Ra tersenyum bahagia serta mengucapkan selamat pada Ha Ni lalu dirinya berlangsung pergi. Ha Ni sangatlah sedih.

Ibu Seung Jo serta Bapa Seung Jo bakal berangkat berlibursehingga mereka wajib meninggalkan Eun Jo sendirian di rumah sebab Seung Jo sedang ada di kampus. Bunda Seung Jo sangat khawatir meninggalkan Eun Jo tetapi Eun Jo bilang bahwa dirinya ini telah lumayan dewasa serta bakal baik-baik saja. Bunda Seung Jo serta Bapa Seung Jo pergi. Eun Jo langsung menelfon untuk memesan pizza serta minum soda sambil bermain game.

Ha Ni sangatlah tidak tau apa lagi yang wajib di perbuat untuk membahasnya pada Seung Jo. Ha Ni mencoba mengirimkan sms pada Seung Jo tetapi dirinya tidak berani mengirimkan sms pada Seung Jo.

Seung Jo sedang ada di perpustakaan serta dirinya melihat HOnya bergetar. Seung Jo melihat HPnya serta terkesan ada miss call dari Ha Ni. Serta Seung Jo pun hanya mendiamkan telfonnya.

Ha Ni datang ke rumah Seung Jo serta ya dirinya bilang bahwa dirinya sendoro bimbang kenapa dapat datang ke rumah Seung Jo. Saat di depan pintu, Ha Ni mendengar ada suara sesuatu yang terjatuh serta dirinya pun jadi penasaran makanya dirinya masuk ke dalam rumah serta kaget saat melihat Eun Jo yang ada di lantai mengerang kesakitan. Ha Ni panik serta bertanya, "Eun Jo kenapa? Dimana Ibu?" Eun Jo menjawab lemas, "Perutku... Bunda sedang berlibur." Ha Ni sangat panik serta kebingungan.

Akhirnya Ha Ni mencoba menelfon Seung Jo memakai telfon rumah. Seung Jo membawa telfon serta kaget saat tau kalau Ha Ni menelfon dari rumahnya, "Sedang apa kau dirumah?" Ha Ni menjawab, "Eun Jo... Eun Jo... dirinya bilang sakit perut serta dirinya muntah. Apa yang wajib kuperbuat?" Seung Jo mengatakan, "Tenanglah. Mungkin ini usus buntu. Kau dengarkan perintahku serta ikuti. Pertama baringkan dirinya serta jaga supaya suhu tubuhnya tetap hangat. Hitung berapa kali dirinya muntah lalu telfon ambulans serta minta diantar ke rumah sakit Universitas Parang. Aku bakal segera kesana. Oh Ha Ni aku mengandalkanmu."

Ambulans datang serta langsung membawa Eun Jo ke rumah sakit. Dokter bilang pada Ha Ni bahwa Eun Jo terkena radang usus serta wajib di operasi. Ha Ni jelas bimbang untuk mengambil keputusan. Dokter bilang bahwa ini bukan operasi serius jadi Ha Ni wajib segera mengambil keputusan. Ha Ni ingat kata-kata Seung Jo yang bilang percaya padanya jadi dirinya pun setuju untuk meperbuat operasi untuk Eun Jo.

Seung Jo datang tergesah-gesah ke rumah sakit serta berjumpa dengan Ha Ni. Ha Ni bilang bahwa Eun Jo saat ini sedang di operasi. Seung Jo telah tau mengenai faktor itu serta meminta Ha Ni tidak butuh khawatir lagi.

Dokter keluar dari ruang operasi serta bilang pada Seung Jo bahwa operasi telah berlangsung berhasil serta Eun Jo wajib tetap di rawat kemarin hari untuk memulihkan luka jaitan di perutnya dampak luka operasi.

Eun Jo telah di pindahkan ke kamar rawat biasa serta dirinya tetap tertidur. Ha Ni menunggui Eun Jo serta Eung Jo datang lalu bilang bahwa Bunda serta Bapa Seung Jo bakal kembali ke korea dengan memakai pesawat sore ini. Ha Ni mengerti serta bilang bahwa Orang Tua Seung Jo pasti sangat khawatir. Seung Jo lalu bilang bahwa tadi Dokter memuji Ha Ni yang bersikap cepat mengambil keputusan operasi jadi semua berlangsung dengan lancar. Ha Ni bilang bahwa dirinya meperbuat itu semua sebab Seung Jo lah yang memberi tahu dia.

Seung Jo bilang bahwa dirinya tidak percaya kalau radang usus itu nyatanya penyakit yang berbahaya. Ha Ni mencoba menghindar dari Seung Jo serta bilang bakal menelfon ayahnya tapi dirinya lupa meletakan HP serta dompetnya. Seung Jo memegang bahu Ha Ni. Ha Ni lalu mengatakan, "Kau tau... Gossip mengenai aku serta Kyung Soo itu..." Seung Jo memotong omongan Ha Ni, "Kyung Soo telah membahas semuanya padaku. Terima kasih Oh Ha Ni."

Ha Ni langsung berbalik serta memeluk Seung Jo, "Aku sangat takut. Aku takut apabila sesuatu yang berbahaya terjadi pada Eun Jo." Seung Jo menenangkan Ha Ni, "Telahlah tidak apa-apa." Ha Ni terus menangis serta dalam hati dirinya mengatakan, "Ini pertama kalinya... Seung Jo mengatakan dengan lembut padaku. Hitiku sangatlah merasa lega. Mata serta hatiku... Aku menangis terus menerus. "

Ha Ni datang ke rumah sakit serta membawa bunga. Bunda Seung Jo telah datang dari liburannya serta menunggui Eun Jo. Eun Jo bosan melihat Ha Ni sebab pada intinya Ha Ni datang ke rumah sakit hanya untuk berjumpa Seung Jo. Bunda langsung memarahi Eun Jo serta bilang bahwa Ha Ni ini telah menjadi penyelamat Eun Jo. Ha Ni bertanya pada Bunda Seung Jo, "Dimana Seung Jo?" Bunda Seung Jo menjawab, "Dia sebentar lagi datang."

Ibu Seung Jo mengatakan, "Ah pasti sangat membahagiakan apabila kau kembali ke rumah kami." Seung Jo datang serta bertanya, "LAGI?" Bunda Seung Jo melihat itu serta bilang, "Ya Seung Jo, Kini kau tau kan apabila ada Oh Ha Ni maka kau bakal merasa canggih?" Seung Jo tidak mempedulikan itu serta langsung menghampiri Eun Jo.

Ibu Seung Jo serta Bapa Seung Jo sangat berterima kasih pada Papah sebab apabila tidak ada Ha Ni mungkin Eun Jo telah sangat kesakitan. Bapa Seung Jo lalu bertanya, "Bagaimana rumahmu?" Papah menjawab, "Sebab ini di dampakkan oleh gempa maka pihak asuransi tidak mau menggantinya tapi aku bakal terus berusaha menuntut hak yang wajib kudapatkan."

Bapa Seung Jo lalu memberbagi Papah sebuah amplop yang berisi uang yang dulu di berbagi pada Bapa Seung Jo sebagai uang pembayaran telah di perbolehkan menginap lama di rumah Keluarga Baek. Papah terus memaksa supaya keluarga Baek mau menerimanya tapi Bunda Seung Jo bilang bahwa dirinya tidak bakal sempat menerima uang itu. Bapa Seung Jo juga bilang pada Papah supaya memakai uang itu untuk mengurus Restaurant saja. Bunda Seung Jo lalu mengatakan, "Simpan saja uang itu serta tinggallah bersama kami lagi."

Papah bilang bahwa dirinya tidak dapat kembali ke rumah Keluarga Baek demi Ha Ni. Bunda Seung Jo lalu mengatakan, "Kau tau apa mengenai perempuan? Ku pasti tidak tau bahwa Ha Ni serta Seung Jo telah meperbuat seustu bukan? Mereka telah sempat berciuman bahkan Seung Jo lah yang pertama mencium Ha Ni." Papah serta Bapa Seung Jo jelas sangat kaget mendengarnya. Bunda Seung Jo melanjutkan omongannya, "Jadi ini bukti bahwa Seung Jo juga selagi ini menyukai Ha Ni."

Ha Ni datang kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Eun Jo. Ha Ni membeli kue serta memperkenalkannya pada kawan sekamar Eun o yaitu No Ri. Tapi Ha Ni rutin saja salah menyebut nama No Ri makanya Ha Ni meminta maaf pada No Ri. No Ri bilang bahwa dirinya bahagia sebab suasana rumah sakit jadi membahagiakan seusai ada Ha Ni. Eun Jo bertanya, "No Ri kau telah berapa lama di rawat disini?" No Ri menjawab, "Kurang lebih 1 tahun 2 bulan. Serta itu membikinku wajib mengulang pelajaran kelas 4."

Ha Ni memperkenalkan menolong No Ri untuk belajar. Seung Jo bertanya, "Menolong dirinya belajar? Apa kau pikir ini masuk akal? Kau terlalu gegabah." Eun Jo juga berkomentar, "Dasar bodoh!" Ha Ni bilang bahwa dirinya dapat mengajarkan No Ri tabel perkalian. No Ri mengatakan, "Tapi aku telah belajar itu pada kelas 2." Seung Jo mengatakan, "Telah cepat berikan saja kuenya itu." Eun Jo bilang pada No Ri bahwa Ha Ni ini sangat bodoh. Ha Ni jelas kesal di katakan semacam itu.

Joon Gu melihat Papah yang sedang melamun serta dirinya pun bertanya, "Ada apa? Wajahmu semacam sedang memikirkan sesuatu." Papah kaget di tanya begitu serta hanya mengatakan, "Kau telah membersihkan semuanya? Kerja keren." Joon Gu bertanya, "Apa ada sesuatu yang terjadi pada Ha Ni?" Papah menjawab, "Ha Ni? Apa yang terjadi pada Ha Ni? Ah kau boleh pulang sekarang." Joon Gu pun pamit pulang duluan.

Suster mengecek No Ri serta menegur Ha Ni sebab No Ri terserang demam gara-gara bermain seharian dengan Ha Ni. Ha Ni meminta maaf pada No Ri tapi No Ri bilang bahwa ini bukan kesalahan Ha Ni. Justru No Ri merasa bahagia dengan keberadaan Eun Jo, Ha Ni serta juga Seung Jo sebab suasana di rumah sakit terasa lebih menyenangkan. Seung Jo bilang bahwa ini telah malam serta saatnya istirahat.

Ha Ni serta Seung Jo berlangsung pulang bersama. Ha Ni bertanya, "Kira-kira apa penyakit No Ri?" Seung Jo menjawab, "Semacamnya penyakit jantung." Ha Ni merasa sedih serta bilang bahwa No Ri sangat kasian sekali sebab tetap kecil tapi telah menderita semacam itu. Seung Jo mengatakan, "Telah kau tidak usah sedih." Ha Ni bertanya, "Apa kau punya ide untuk menolongnya?" Seung Jo balik bertanya, "Apa yang dapat aku perbuat?"

Ha Ni memperoleh ide serta bilang, "Apabila saja kau mnjado dokter maka kau pasti bakal dapat menolong tidak sedikit orang semacam No Ri. Semua orang pasti bakal sangat berterima kasih padamu. Menurutmu bagaimana?" Seung Jo menjawab, "Apabila kau memintaku menjadi dokter apakah aku wajib menjadi dokter?" Ha Ni mengatakan, "Ya. kau tepat menjadi dokter. Baek Seung Jo tepat memakai pakaian jas lab... Wow aku sangat ingin melihatmu semacam itu." Seung Jo berkomentar, "Kau ini sangat aneh."

Ha Ni berlangsung bersama Joo Ri serta Min Ah. Joo Ri serta Min Ah bertanya "Jadi kau setiap hari ke rumah sakit? Berarti kau melalui waktu tidak sedikit bersama Seung Jo." Ha Ni menjawab, "Ya. Sebab Bunda Seung Jo rutin meninggalkan kami maka kami hanya berdua saja." Min Ah berkomentar, "Seandaikan saja Eun Jo di rawat lebih lama..." Ha Ni mengatakan, "Ya kau tidak boleh berfikir semacam itu." Joo Ri berkomentar, "Alah kami tau kalau kau ini pasti berharap semacam itu kan supaya dapat lebih lama bersama Seung Jo." Ha Ni hanya tersipu malu.

Ha Ni serta Seung Jo rutin datang ke rumah sakit serta bermain-main bersama Eun Jo serta No Ri. Bahkan mereka mendorong No Ri serta Eun Jo dengan memakai kursi roda. Seung Jo mengajarkan mereka berdua bahasa inggris serta Ha Ni menyediakan makanan untuk mereka semua. Bahkan mereka pun ikut memperingati ulang tahun No Ri.

Akhirnya Eun Jo di perbolehkan pulang serta No Ri mengucapkan selamat sebab Eun Jo boleh pulang. Eun Jo terkesan sangat sedih wajib meninggalkan No Ri. No Ri juga mengucapkan terima kasih pada Ha Ni serta Seung Jo. Ha Ni sedih wajib berpisah dengan No Ri jadi dirinya memeluk No Ri. Eun Jo menangis serta bilang bahwa dirinya pasti bakal datang berkunjung ke No Ri. No Ri juga bilang bahwa dirinya bakal cepat sembuh serta berkunjung ke rumah Eun Jo.

Eun Jo terus menatap gedung rumah sakit serta Ha Ni bilang bahwa No Ri tadi tidak menangis jadi sebaiknya Eun Jo juga jangan menangis. Seung Jo bilang bahwa No Ri pasti menahan supaya tidak menangis di depan kawan pertamanya di rumah sakit. Serta nyatanya benar saja, No Ri sesungguhnya sangat sedih serta dirinya juga menangis sebab kehilangan kawan pertamanya itu.

Ha Ni, Eun Jo serta Seung Jo pulang ke rumah serta mereka di kejutkan oleh pesta kejutan yang di buat oleh Bunda Seung Jo, Bapa Seung Jo serta Papah. serta ini juga adalah pesta untuk menyambut Ha Ni datang ke rumah keluarga Baek. Ha Ni tidak mengerti faktor ini serta Papah pun bilang bahwa dirinya tau apabila Ha Ni selagi ini tidak bahagia tinggal di Restaurant Mie. Bunda Seung Jo juga bilang bahwa dirinya lebih bahagia apabila Ha Ni pindah ke rumah keluarga Baek lagi.

Semua mengucapkan selamat datang pada Ha Ni kecuali Seung Jo serta Eun Jo. Eun Jo pasti tidak mau Ha Ni kembali ke rumah sebab itu artinya kamarnya bakal digunakan kembali oleh Ha Ni. Bunda Seung Jo bilang bahwa Eun Jo ini wajibnya mengucapkan terima kasih pada Ha Ni sebab telah di selamatkan. Ha Ni hanya tertawa serta bilang bahwa pada saat itu dirinya terbukti wajib menolong Eun Jo. Seung Jo hanya berkomentar, "Aku lelah serta ingin makan." Ha Ni mendengar itu langsung tersenyum.

Ha Ni menolong Bunda Seung Jo mengelap piring serta Ha Ni bilang bahwa dirinya bakal menyelesaikan semuanya serta Bunda Seung Jo boleh tidur duluan. Bunda Seung Jo sekali lagi mengucapkan selamat datang serta berangkat tidur. Eun Jo datang ke dapur serta bilang bahwa dirinya mau ambil minum. Lalu Eun Jo mengatakan, "Oh Ha Ni hari ini kau tidak sedikit menolongku.... Ehmm... Terima kasih...." Seusai mengucapkan terima kasih,Eun Jo langsung berlari. Ha Ni melihat itu tertawa serta mengatakan, "Anak itu... Nyatanya dirinya lumayan lucu."

Ha Ni keluar rumah serta berjumpa dengan Seung Jo yang sedang duduk di luar rumah. Ha Ni mengatakan, "Hmm semacamnya aku bakal tinggal disini lagi." Seung Jo berkomentar, "Asalkan tidak tinggal dijalan." Ha Ni tersenyum malu-malu serta menatap bintang sambil sesekali menatap Seung Jo. Seung Jo juga menatap bintang serta sesekali melihat Ha Ni lalu tersenyum.

Joon Gu memasak di restaurant dengan serius serta dirinya bahagia saat Ha Ni serta papah datang. Joon Gu bilang bahwa dirinya memasak yang special untuk Ha Ni serta dirinya berharap Papah dapat mencoba masakannya itu. Papah serta Ha Ni saling lirik serta meminta salah satu dari mereka wajib membahas pada Joon Gu bahwa Ha Ni bakal pindah kembali ke rumah Seung Jo. Ha Ni mengatakan, "Joon Gu... sebetulnya aku telah makan malam. Papah katakanlah..." Papah melihat Joon Gu serta mengatakan, "Sebetulnya... Ah ya kau meperbuat pekerjaanmu dengan sangat baik." Ya mereka berdua tidak ada yang berani mengatakan faktor ini pada Joon Gu sebab Joon Gu terkesan ceria.

Ha Ni mendesak papah untuk mengatakan yang sejujurnya serta Papah pun mengatakan, "Joon Gu, sebetulnya kami memutuskan untuk pindah kembali ke rumah Keluarga Baek Seung Jo. Disini tidak lebih enjoy serta kebetulan Keluarga Baek memperkenalkan kami kembali jadi kami bakal kembali. Aku rasa kau bakal mengerti." Senyum ceria Joon Gu pun hilang tapi dirinya berusaha tenang serta mengatakan, "Ya aku mengerti. Ha Ni cobalah masakanku ini. Ah ya aku permisi ke dapur sebentar." Di dapur Joon Gu terdiam lama serta merasa sedih.



Ha Ni kembali ke rumah Seung Jo serta dirinya sedang berendam di kamar mandi sambil berfikir, "Aku merasa tidak enak hati pada Joon Gu tapi aku juga merasa bahagia dapat pindah kemari karna lebih dekat dengan Seung Jo. Aku gembira tapi kadang aku merasa gugup juga. Apakah aku bakal menjalankan semua ini dengan baik-baik saja?"

Ha Ni berakhir mandi serta dirinya mencari sesuatu tetapi tidak menemukannya. Ha Ni menintip keluar dari kamar mandi serta kaget saat melihat Seung Jo membawa benda yang dirinya cari yaitu celana dalamnya. Seung Jo bilang bahwa dirinya menemukan itu di depan pintu kamar mandi. Ha Ni gugup serta ingin cepat masuk ke kamarnya tapi Seung Jo mengatakan, "Kau tidak mempunyai badan yang dapat di bilang seksi. Apakah kau berhenti bertumbuh saat SD?"

Jelas Ha Ni tidak terima di ejek semacam itu serta dirinya bertanya, "Apakah membahagiakan bagimu membikin seseorang tampak bodoh? Apabila kau tidak suka tinggal bersamaku maka katakan saja dengan jujur. Kau dapatnya hanya marah serta mengatakan bego pada orang orang." Seung Jo mengatakan, "Aku marah? Hmm entahlah tapi mungkin benar aku hanya dapat mengerjaimu saja apabila melihatmu."

Bapa Seung Jo kaget melihat Seung Jo yang sedang mengobrol dengan Ha Ni yang hanya memakai handuk saja jadi dirinya mengatakan, "Kalian sebaiknya jangan terlalu berdekatan sebab belum menikah. serta berhati-hatilah apalagi ada Eun Jo." Ha Ni sangat malu mendengar faktor itu makanya dirinya langsung masuk kedalam kamarnya. Semantara tu Seung Jo tertawa.

Bapa Seung Jo serta Seung Jo berangkat bersama. Bapa bertanya, "Kapan kau bakal memilih jurusan kuliahmu?" Seung Jo menjawab, "Pada tahun keduaku." Bapa kembali bertanya, "Lalu apakah kau telah memutuskan jurusan apa yang bakal kalian tempuh? Kau bakal lebih baik apabila masuk bisnis saja." Seung Jo langsung menjawab, "Aku tidak berminat." Bapa pun bertanya, "Kenapa?" Seung Jo tidka menjawab serta hanya mengatakan, "Tolong turunkan aku di depan sana."

Ha Ni berangkat ke kampus dengan mngendarai sepedahnya serta dirinya berjumpa dengan Seung Jo makanya dirinya berhenti serta mengayunkan tangan pada Seung Jo. Tapi Seung Jo bersikap dingin, bahkan dirinya sama sekali tidak mempedulikan Ha Ni. Ha Ni jelas jadi kebingungan melihat perubahan sifat Seung Jo lagi.

Ha Ni bercerita pada Min Ah serta Joo Ri mengenai Seung Jo yang kembali dingin padanya. Joo Ri serta Min Ah jelas ikut bimbang sebab apabila mendengar cerita Ha Ni, Seung Jo semacamnya telah mulai melunak aplagi seusai kejadian ciuman itu serta saat Ha Ni menangis di pelukannya Seung Jo. Ha Ni sedih serta bilang bahwa dirinya tidak tau apakah sebetulnya Seung Jo ini berminat padanya alias tidak.

Ha Ni bertanya, "Min Ah apakah kau punya ide untuk mencari tau apakah dirinya berminat padaku alias tidak?" Min Ah berfikir serta berhasil memperoleh ide, "Apakah kami wajib mencoba memakai teori menguap? Apabila kau menguap, lihatlah apakah dirinya mengikutimu juga? Apabila iya itu artinya dirinya berminat padamu."

Ha Ni mencoba teori itu di saat kelas Bahasa Inggris. Ha Ni menguap serta berbagai detik kemudain Seung Jo ikut menguap. Ha Ni sangat bahagia melihat itu tapi nyatanya bukan hanya Seung Jo yang menguap, hampir mahasiswa satu kelas ikut menguap sebab pelajaran Bahasa Inggris ini membosankan.

He Ra melihat Seung Jo serta langsung tersenyum serta mengundang mengobrol. He Ra bilang bahwa dirinya tidak sempat merasa sengsara sebab orang tuanya sangat bak serta dirinya rutin memperoleh apapun. Seung Jo berkomentar bahwa dirinya serta He Ra mempunyai kemiripan. Seung Jo bilang bahwa selagi ini dirinya nasib dengan penuh keberuntungan. He Ra bertanya, "Lalu kami wajib bagaimana? Hahaha semacamnya kami ditakdirkan bersama."

Seung Jo mengatakan, "Duniaku sangat sempurna sebelum Oh Ha Ni datang. Saat dirinya datang, aku merasakan bahwa dunia semacamnya mempunyai rencana lain untukku serta yeah mungkin selagi ini dirinya benar serta akulah yang salah. Ini sedikit mengejutkan jadi aku wajib menjelajahi dunia ini. Aku tidak jarang memikirkan faktor itu belakangan ini. Tapi bagaimana pun juga terima kasih He Ra sebab telah mau mendengarkan ceritaku ini." He Ra tersenyum di depan Seung Jo tapi sesungguhnya dirinya sangatlah merasa sedih sebab Seung Jo justru menuturkan Ha Ni.

Ha Ni datang ke tempat latihan tennis untuk mencari Seung Jo tapi justru Kyung Soo luar biasa Ha Ni serta tetap mengulas mengenai tutorial untuk mencium He Ra. Kyung Soo meminta Ha Ni menolongnya untuk latihan tetapi Ha Ni tidak mau. Kebetulan ada ketua Tennis serta dirinya memperkenalkan diri untuk menolong Kyung Soo berlatih mencium He Ra. Ya Ketua Tennis bakal ada di posisi menyender di tembok serta Kyung Soo yang bakal mencium tapi sebelum Kyung Soo mencium, Ketua Tennis tiba-tiba mencium Kyung Soo. (Omo. Gay?)

Kyung Soo mengatakan pada Ha Ni, "Lihatkan, waktunya tidak tepat. Bagaimana apabila faktor itu terjadi hah?" Ha Ni lalu memperkenalkan Kyung Soo untuk memegang raket, "Kyung Soo kau mau memegang raket? Biasanya apabila kau memegang raket maka kau bakal berubah menjadi sangat percaya diri. Ini peganglah." Kyung Soo memegang raket serta diri dirinya pun mulai berubah. Kyung Soo menatap Ketua Tennis serta langsung ingin menciumnya tapi Ketua Tennis takut serta langsung berlari. (Jadi gini loh Kyung Soo itu mau latihan adegan saat dulu Seung Jo mencium Ha Ni. Nah dirinya latihannya itu sebagai Seung Jo serta Ketua Tennis yang menjadi Ha Ni.)

Di rumah Ha Ni menolong pekerjaan Bunda Seung Jo serta Bunda Seung Jo mengatakan, "Aku tidak jarang merasa kelelahan mengerjakan ini semua tapi sebab ada Ha Ni ini semua merasa menyenangkan. Tenyata benar ya apabila manusia ini tidak dapat nasib sendiri. Ah ya Ha Ni dapatkah kalian mengambilkan berbagai baju kotor Eun Jo di kamar Seung Jo?" Ha Ni tersenyum bahagia serta mengatakan, "Baiklah."

Ha Ni masuk ke lemari pakaian Seung Jo serta dirinya sangat bahagia melihat pakaian Seung Jo apalagi Seung Jo nyatanya tetap menyimpan couple shirt yang waktu itu di beli Seung Jo saat mereka terjatuh dari perahu. Ha Ni ingat bahwa dirinya wajib buru-buru jadi dirinya langsung keluar dari lemari Seung Jo.

Ha Ni melihat ada koran di tempat tidur Seung Jo serta ada berbagai kolom yang di lingkari. serta kolom yang di lingkari itu mengenai Kamar sewa serta juga kerja paruh wkatu. Seung Jo masuk ke kamarnya serta bertanya, "Apa yang kau perbuat disini?" Ha Ni kaget serta menjawab, "Aku... Aku hanya mengambil pakaian kotor Eun Jo." Seung Jo dengan dinginnya mengatakan, "Kalau begitu kenapa kau lama-lama di dalam sini?"

Ha Ni sedikit kebingungan tetapi dirinya mengatakan, "Ah ya tadi Kyung Soo bilang padaku bahwa kau mungkin bakal pindah dari rumah ini. Hahaha dirinya itu sangatlah aneh ya." Seung Jo tiba-tiba mengatakan, "Itu benar. Aku bakal meninggalkan rumah ini." Ha Ni bertanya-tanya, "Kenapa?" Seung Jo balik bertanya, "Kenapa? Apa aku juga wajib meminta ijin darimu apabila ingin pindah?" Ha Ni sedih serta bertanya, "Apa kau ingin pindah sebab aku ada disini?" Seung Jo menjawab, "Ini tidak ada hubungannya denganmu. Jangan rutin menyalahkan dirimu."Tiba-tiba Bunda Seung datang serta bertanya, "Hah? Siapa yang bakal pergi? dari rumah ini?"

Malamnya, Seung Jo menghadap ke Bunda serta Bapa untuk meminta izin nasib mandiri. Bapa Seung Jo setuju bakal faktor ini tetapi pasti Bunda Seung Jo yang tidak setuju sebab Ha Ni baru saja pindah serta saat ini justru Seung Jo yang ingin pergi. Seung Jo bilang bahwa ini bukan sebab Ha Ni, keputusan ini dirinya ambil untuk dirinya sendiri.

Ha Ni diam-diam mendengar pembicaraan itu serta mengatakan dalam hati, "Bagaimana ini? Seung Jo bakal berangkat serta aku kembali ke rumah ini. Tapi hari ini Seung Jo bakal pergi..."

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16

Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment