Hazal diminta oleh ibunya menemui dia dirumah yang akan dia
sewa. Awalnya Gulseren ingin memberikan Hazal kejutan tapi Hazal malah menghina
ibunya karena hanya bisa menyewakan rumah seperti itu sedangkan semua orang
sudah tinggal dirumah-rumah mewah. Bahkan Hazal berkata jika ibunya tidak bisa
memberikan hidup yang layak untuknya kenapa ibunya melahirkan dia dulu.
Gulseren sangat kecewa dengan perkataan Hazal yang tidak sopan.
Kehidupan yang Gulseren jalani sangat berat. Setelah
putrinya sendiri yang merasa tidak mau dilahirkan dari rahimnya, Gulseren
dilecehkan oleh bosnya sendiri. Gulseren berusaha melawan dan bertengkar dengan
bosnya. Karena melawan, Gulseren dipecat.
Sesampainya dirumah, Gulseren mencari-cari Hazal. Dia
memanggil-manggil Hazal tapi Keriman menjawab bahwa Hazal belum pulang.
Gulseren berusaha menghubungi ponsel Hazal tapi nomornya tidak aktif. Gulseren
semakin cemas lalu berlari menuju rumah Seyda, teman dekat Hazal. Gulseren
menanyakan dimana Hazal, Seyda dengan takut-takut menjawab bahwa Hazal katanya
ingin kesebuah cafe mewah dekat halte bis.
Gulseren segera berlari kesana dan berusaha masuk tapi Hazal tidak ada
disana.
Dilain tempat, Hazal dibawa oleh pemuda tadi. Rupanya pemuda
tadi sudah tau bahwa Hazal berbohong. Setelah dibawa jauh, Hazal diturunkan
begitu saja dijalan dalam keadaan hujan. Gulseren dibantu oleh Cihan karena
cafe itu miliknya. Lalu Hazal menghubungi Gulseren dan mengatakan dimana dia
berada. Gulseren ingin menjemput Hazal lalu Cihan menawarkan untuk menemani
Gulseren menjemput Hazal karena dia juga punya anak perempuan. Cihan kembali
bertemu dengan putri kandungnya tanpa tau bahwa dia adalah putri kandungnya.
Cihan dan Dilara berbincang-bincang mengenai Cansu. Cihan
berjanji tidak akan ada satu pun yang boleh mengambil Cansu dari tangan mereka.
Dilara menangis lalu Cihan memeluknya dan menenangkan Dilara.
Keesokan harinya, Cihan dan Dilara bertekad mencari anak
kandungnya. Dilara berkata bagaimana Cihan menemukannya. Cihan mengatakan bahwa
dia sudah meminta orang kepercayaannya mencari anak kandungnya. Dilara merasa
takut kalau-kalau anak kandungnya itu cacat atau yang lai. Cihan meminta Dilara
tenang bagaimana pun dia nanti, dia adalah anak kandung mereka. Lalu Ozan
muncul mendengar pembicaraan mereka. Ozan yang dikompori oleh orang lain
menganggap ayahnya memiliki anak dari wanita lain. Dilara meminta Ozan menjaga
perkataannya dan menjelaskan bahwa Cansu bukanlah anak kandung mereka. Ozan
terkejut merasa tidak percaya, Cansu bukan adik kandungnya.
Post a Comment