![]() |
| Abad Kejayaan Episode 73 |
ellieve.com - Hurrem baru saja tiba di istana dan meminta untuk bertemu Nigar. Sumbul menyembunyikan gadis kecil Nigar di sebuah ruangan dan pelayan istana yang mengurus anak itu. Nigar memberitahukan pada Hurrem tentang pernikahannya dengan Rustem yang akan terjadi sebentar lagi dan Hurrem mengatakan bahwa Hurrem bisa melihat kesedihan dalam diri Nigar , tapi Nigar mengatakan bahwa dia tidak akan menyesal jika sekarang nyawanya lebih baik hilang dan Hurrem menangkan Nigar, sambil berkata "siapa tahu, jiwa baru dapat membawa kembali kebahagiaan untuk Anda". Nigar bertanya-tanya tentang kata-kata Hurrem tetapi hatinya terus mengatakan bahwa Ibrahim tidak peduli tentang dia, Nigar melihat bahwa Ibrahim tidak cemburu untuk pernikahan ini. Hurrem berkata lagi bahwa pernikahan adalah kekal bila tidak ada satu kata: "Perceraian"!
RUANG BAGINDA
Ibrahim Suleiman menginformasika
n pada Baginda bahwa Italia dan Perancis bersatu melawan Spanyol. Baginda menginginkan mereka harus menulis sebuah buku tentang peristiwa-peristiwa sejarah dan negosiasi untuk dapat diketahui orang-orang apa yang telah terjadi. Tiba tiba Baginda berkata bahwa dia mengetahui tentang pernikahan antara Nigar dan Rustem, Ibrahim memberitahu kepada Baginda bahwa itu adalah kehendak Hatice.
Percem Aga menginformasikan Rustem, bahwa Hurrem Sultana telah menemukan gadis kecil Nigar dan menyembunyikan dirinya di istana.
Ketika Hurrem bertemu Ibrahim, Ibrahim mengatakan bahwa dia bisa masuk ke dalam kamar Baginda, karna Firuze baru saja meninggalkan ruangan Baginda. Hurrem mengatakan bahwa Nigar belum pergi, dia ada untuk mengingatkan Ibrahim tentang anak mereka. Ketika Ibrahim mengatakan padanya untuk tidak melibatkan anak yang sudah mati yang tidak bersalah dalam diskusi mereka, Hurrem membuatnya bertanya-tanya, dengan mengatakan pada Ibrahim, bahwa Nigar mendengar anak itu menangis ketika lahir , sementara Hatice mengatakan itu lahir dalam keadaan mati. Hurrem bertanya apakah dia pernah melihat kuburan nya. Hurrem berlalusambil tersenyum
RUANGAN IBRAHIM
Ibrahim memanggil Gulfem dan bertanya pada Gulfem apakah benar semua yang didengarnya, bahwa Hatice membunuh anaknya setelah lahir dalam keadaan hidup. Gulfem mengatakan bahwa Hatice tidak bisa menyakiti siapa pun dan balik bertanya pada Ibrahim apakah dia tahu anaknya masih hidup. Kemudian Gulfem mengatakan dia, bahwa ada kuburan untuk meyakinkan dia. ditempat lain Cihangir senang belajar bahasa Persia dengan ayahnya dan dia mengeluh bahwa ia tidak bisa melihat Firuze Setiap hari, karena ibunya tidak menyukainya. Mihrimah pergi ke kamar Cihangir bersama Hurrem. Hurrem bertanya pada Mihrimah apakah Firuze berada di kamar, Mihrimah melihat ke dalam, dan mengatakan bahwa didalam kamar hanya ada Cihangir dengan ayah mereka.
DAPUR
Sumbul meminta susu panas untuk seorang gadis kecil, yang berada di istana. Ketika Nigar mendengarnya dia bertanya-tanya siapa anak itu.
disuatu tempat Ibrahim mencari makam anaknya seperti yang diberitahu Gulfem, dan dia mulai membongkarnya, dia melihat makam anaknya kosong dan kemudian menyadari bahwa anaknya masih hidup dan Hurrem tahu tentang hal itu.
KAMAR HURREM
Hurrem senang melihat Afife yang menyelamatkan hidupnya dan memberikannya sebuah permata. Suleiman senang dengan Firuze karna mencintai Cihangir dan mengatakan kepada Firuze untuk mengatakan apa yang dia inginkan. Firuze mengatakan bahwa dia adalah seorang budak miskin dan tidak ingin meminta apa pun dari Baginda. Dia mau orang lain membiarkannya mencintai Baginda, dia mengatakan bahwa dia marah karena Mihrimah tidak lagi menyukainya dan keinginannya adalah untuk memberinya seorang anak pada Baginda. Baginda merasa bahagia dan membacakan puisi untuknya.
ketika bertemu Hurrem, Ibrahim meminta Hurrem untuk menceritakan di mana putrinya dan Hurrem mengatakan kepadanya bahwa gadis kecil itu terlihat seperti Nigar, dan untuk melihat putrinya, ia harus menendang Firuze pergi istana. Ibrahim memikirkan kata2 Hurrem dan terus berpikir tentang anaknya bersama Nigar.
MANISSA
Helena mengunjungi orang tuanya dengan Mustafa dan ayahnya mengatakan bahwa tidak baik hidup bersama tanpa menikah.
ISTANA IBRAHIM
Ibrahim berteriak marah pada Hatice bahwa anaknya masih hidup dan kuburan yang mereka katakana itu kosong dan Hatice tidak punya hak untuk berbohong seperti itu.
disuatu tempat Rustem bertemu Hurrem dan mengaku keberatan mengenai pernikahannya dengan Nigar dan Hurrem mengusulkan dia untuk menikahinya untuk mengikuti Ibrahim melalui Nigar.
Hurrem menginformasikan pada Afife tentang makan malam nya dengan para wanita kaya, dan meminta Afife untuk mempersiapkannya, makan malam itu bertujuan untuk amal penggalangan dana dan kemauan Mihrimah adalah tidak mengundang Hatice untuk makan malam tersebut.
Setelah Hatice mengetahui dari Ibrahim tentang permintaan Hurrem pada Ibrahim, Hatice menemui Gulfem , dan dia bertanya apakah Gulfem ada mengatakan sesuatu pada Ibrahim tapi Gulfem membantahnya.
RUANG IBRAHIM
Matrakci menginformasikan pada Ibrahim bahwa rumah tempat Hatice menyembunyikan gadis kecil itu kosong. Ibrahim terkejut Firuze melihat pelayan Mihrima dengan surat di tangannya dan dia tau bahwa surat itu dikirim dari Yahya, dan meminta agar dia yang memberikan Mihrimah sendiri. Mihrimah marah ketika melihat Firuze di kamarnya dan Firuze mengingatkan dia betapa baiknya hubungan mereka sebelum terungkap rahasia Firuze. Firuze juga mengatakan bahwa dia harus memahami dirinya, karena hati Mihrimah berdetak juga karna cinta sambil memberikan surat cinta dari Yahya.
MANISSA
Fatma mengatakan pada Fidan, bahwa dia ingin menyingkirkan Helena, sebelum terjadi padanya hal yang sama seperti Mahidevran dan Hurrem.
ISTANA TOPKAPI
Sumbul mencari anak Nigar yang tidak ada di kamarnya dan sangat terkejut ketika ia menemukan anak itu sedang bersama Nigar. Sumbul berbohong pada Nigar bahwa gadis kecil itu adalah putri dari seorang budak di istana.
SIDANG ISTANA
Ibrahim memanggil "Divan" untuk menginformasikan pada para pasha tentang perubahan undang-undang dan beberapa dari mereka keberatan akan hal itu, Ibrahim menyela mereka dengan mengatakan bahwa itu adalah perintah Baginda.
KAMAR HURREM
Hurrem menyambut para wanita kaya dan mereka banyak memuji kecantikan Hurrem daripada Mahidevran. Mihrimah meminta izin untuk pergi, tapi Hurrem mengharuskan dia untuk tinggal. Tiba-tiba muncul Hatice dan bertanya apakah Hurrem mencoba untuk mencontoh tindakan Valide. DanHurrem bertanya padanya apakah dia datang untuk berbicara tentang pernikahan Nigar dan memberitahu pada Hatice bahwa dia mempersiapkan hadiah besar untuk pernikahan ini.
Saat Ibrahim bertemu dengan Hatice ia mengatakan pada Hatice bahwa ia tidak menemukan anaknya di rumah itu dan Hurrem telah mengambilnya lebih dulu. Hatice meminta agar Ibrahim tidak menyerah dengan pemerasan Hurrem itu.
Setelah pernikahan antara Rustem dan Nigar, Nigar bertanya pada Rustem mengapa dia begitu dingin dengan Nigar dan apakah Rustem mencintai wanita lain. Dia mengatakan kepada Rustem bahwa pernikahan mereka adalah karena nasib dan Nigar akan mencoba untuk membuatnya bahagia. Dan Rustem berkata bahwa nasibnya adalah Ibrahim Pasha, Nigar mencoba mencium Rustem tapi Rustem menghindar dan pergi meninggalkan Nigar sendirian.
KAMAR MEHMET
Hurrem mengunjungi kamar Mehmet dan dia marah, ketika ia melihat Mehmet sedang tidur dengan seorang wanita, karna dia tidak diberitahu tentang halvet Mehmet. Dia membutuhkan persetujuan dan memberitahukan apa yang akan dilakukan, jangan mengambil keputusan sendiri.
KAMAR BAGINDA
Hurrem menginformasikan pada Baginda tentang kemajuan proyek dia telah dilakukan dengan dana amal dari wanita2 kaya, dan kemudian meskipun Baginda meminta untuk menghentikan pembicaraan, ketika ia mengalihkan pembicaraan tentang Ibrahim, Dia mengatakan bahwa ia mempromosikan Mustafa untuk naik takhta, sesuatu yang dia anggap sebagai kesalahan serius, sama seperti yang dilakukan pada Hatice, dan untuk alasan ini, ia harus menghukum Ibrahim dengan berat dengan hukuman mati . Baginda akan melakukannya jika orang lain orang lain yang melakukannya. Baginda tersenyum, dan berkata pada Hurrem jika dia bertanya bagaimana ia harus bertindak, jika orang lain melakukan semua ini bukan dari pihak keluarga sendiri, seharusnya Hurrem tau kalau Baginda tau apa yang Hurrem lakukan selama ini, akan tidak tetapi dia tidak melakukan apa-apa pada Hurrem. Hurrem malu dan tetap diam.
MANISSA
Fatma mencoba mengancam Helena, karna dia tidak mau Helena dekat dengan Mustafa lagi. Tidak lama kemudian Dia melahirkan seorang anak.
Suleiman diinformasikan tentang kabar gembira itu saat ia sedang makan malam dengan Mihrimah dan Firuze. Mihrimah mengatakan berita tersebut pada Hurrem.
setelah pertemuan dengan Hurrem yang meminta Ibrahim mengusir Firuze, Ibrahim sudah berpikir dan memutuskan untuk bertindak mengusir Firuze. Afife menginformasikan pada Firuze bahwa kereta kuda telah menunggu untuk membawanya ke istana Hatice karna Hatice ingin bertemu dengan Firuze. Kemudian Ibrahim memberitahukan pada Hurrem bahwa Firuze telah pergi jauh dan meninggalkan kerajaan untuk sementara dan sekarang saatnya Hurrem harus memberikan putrinya yang d sembunyikan Hurrem. Ketika dalam perjalanan ke Istana Hatice, Firuze tiba-tiba melihat Sumbul berada di depannya sambil membawa gadis kecil memasuki Istana Hatice…. Firuze merasa Bingung… bersambung…. (Bingung deh sendiri hehehe dia g tau itu anaknya Nigar dan Ibrahim )
Baca Juga episode sebelumnya

Post a Comment