Sinopsis Lengkap Serial TV Turki Abad Kejayaan Episode 70

Sinopsis Lengkap Serial TV Turki Abad Kejayaan Episode 70

Sinopsis Lengkap Serial TV Turki Abad Kejayaan Episode 70
Abad Kejayaan Episode 70

ellieve.com - Hurrem menjadi marah saat dia tahu bahwa Firuze adalah Selir "favorit" yang telah dia cari begitu lama. Dia menyebut Firuze penghianat dan mengingatkan bahwa dia adalah orang yang menyelamatkannya. Firuze berterima kasih akan hal ini tetapi dia mengatakan bahwa semuanya karena cinta Baginda.

Kemudian Hurrem menarik leher Firuze dan akan mencekiknya, tiba-tiba Cihangir memasuki ruangan dan Hurrem melepaskan tangannya dari leher Firuze. Firuze meyakinkan dia, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dan Hurrem menyuruh pelayan membawa Cihangir ke ruangan lain. Hurrem menyeret Firuze ke pintu dan di depan pintu terlihat Afife Hatun, Sumbul Aga dan pelayan lain. Mereka semua terkejut melihat Firuze yang menangis, Hurrem mengatakan pada Afife Hatun bahwa dia akan bertanggung jawab jika Firuze kehilangan hidupnya. di kamar Baginda, Baginda tertarik untuk mengetahui bagaimana hubungan antara Hatice dan Ibrahim saat Ibrahim ada bersamanya d ruangan dan Ibrahim mengatakan bahwa Hatice belum memaafkannya . Hurrem memasuki ruangan Baginda dan Pingsan.

Di ruangan lain Afife Hatun dan Firuze sedang berbicara tentang kejadian yang baru saja terjadi. Ketika Baginda mengetahui apa yang terjadi, Baginda menegurAfife karna tidak bisa mengendalikan harem. *Sumbul memarahi Nigar karena dia tahu tentang Firuze dan karena dia adalah orang yang mengusulkan Firuze ke Hurrem sebagai orang kepercayaan Hurrem.

Nigar mengatakan bahwa dia tidak peduli, karena dia akan menikah dan meninggalkan semuanya. 
Pasha Palace, Ibrahim mengusulkan pada keluarganya agar pergi bersama-sama ke peternakan. Anak-anak sangat antusias dan senang, tapi Hatice tidak menginginkan hal itu. Gulfem mengusulkan dia untuk memaafkan Ibrahim dan juga memberitahu padanya bahwa Hurrem mengetahui tentang Firuze. 

*Atas perintah Baginda, Firuze mendapat kamarnya sendiri dan ia memberikan Firuze
hadiah. 

Taman Istana Baginda
sedang berbicara pada Pangeran Mehmed , setelah itu Rustem menginformasikan pada Baginda bahwa Ibrahim Pasha yang memecati mereka semua sebagai orang kepercayaan dari Iskender. Ibrahim mengatakan dia melakukan itu, karena mereka membicarakan dirinya di belakangnya dan itu
berbahaya bagi Baginda. Baginda meminta dia untuk tidak mengirim mereka pergi dan memerintahkan dia untuk menunjukkan kekuasaannya dengan mengendalikan mereka.

Kamar Hurrem, Hatice mengunjungi Hurrem dan mengatakan kepadanya untuk menerima kenyataan, bahwa Baginda jatuh cinta dengan wanita lain dua tahun yang
lalu dan Hurrem mengatakan bahwa dia adalah istri Baginda dan wanita lain bersifat sementara. Hatice memperingatkan bahwa bahkan apabila dia berniat membunuh Firuze, maka wanita lain akan muncul lagi.

Kamar Mihrimah, Mihrimah memanggil Firuze dan ketika Firuze datang Mihrimah mengatakan bahwa dia ingin mengatakan sesuatu padanya, tentang puisi dari Taslicali Yahya. Saat Firuze ingin mengatakan sesuatu pada Mihrimah, tapi Hurrem memasuki ruangan dan mengusir Firuze keluar, Mihrimah merasa heran dan bertanya kenapa Ibunya marah pada Firuze, Hurrem menjelaskan pada Mihrimah bahwa Firuze adalah wanita yang bersama Baginda selama ini. 

*Hatice meminta Nigar tinggal bersama Hurrem untuk mengawasinya. 
Kamar Mihrimah, Setelah Firuze telah diusir dari ruang Mihrimah, Mihrimah terkejut saat mengetahui kebenarannya. Kamar Firuze, Firuze pergi ke kamarnya dan menangis. Ketika Baginda
menjenguknya, ia mengatakan bahwa didunia ini tidak ada artinya tanpa Baginda dan satu-satunya yang dia inginkan adalah dia (Baginda). Manisa, Mahidevran datang ke istana di Manisa, di mana ia pernah hidup dengan Baginda, sebelum ia menjadi Raja. Begitu dia memasuki istana, kenangan indah masa lalu datang ke pikirannya.

Post a Comment