![]() |
| Abad Kejayaan Episode 66 |
ellieve.com - Nigar berusaha melarikan diri tetapi Hatice sukses mencegahnya, Nigar membela diri, ia mengatakan bahwa Ibrahim bakal menyelamatkannya sebab Ibrahim mencintainya, mendengar semua itu Hatice terus marah serta memerintahkan pemenggalan kepada Nigar tetapi Hatice tidak tega pada bayi yang dikandung Nigar, Hatice mengabolisi hukuman itu tetapi ia berjanji bakal membikin Nigar menderita ketika melahirkan.
Raja memanggil Hurrem, beliau mengatakan bahwa Hurrem boleh melakukan apa saja tetapi tidak diperbolehkan mengendalikan halvet, Raja juga memberitau bahwa tugas Gulfem bakal digantikan oleh Afife Hatun, Hatice mendengar perbincangan Raja serta Hurrem dari luar, ia merasa puas sebab sukses membikin Hurrem dimarahi Raja.
Pagi itu Hurrem berada di kamar Bunda Suri, Hatice datang menyerang Hurrem serta mengusirnya, Hurrem mengatakan bahwa ini merupakan rumahnya serta bahwa rasa sakit atas perselingkuhan membikin Hatice tidak berpikir jernih, Hatice mengatakan pada Hurrem bahwa Hatice ingin menonton apa yang bakal Hurrem perbuat apabila Raja mencintai perempuan lain, Hurrem menjawab bahwa itu tidak bakal terjadi serta bahwa apabila ada halvet jadi halvet itu tidak untuk Raja tetapi untuk Ibrahim, Hatice pun marah serta sakit hati mendengar semua itu, lalu ia menampar Hurrem.
Setelah tamparan itu, Hurrem balik menyerang dengan kata.kata, Hurrem mengatakan bagaimana Hatice sudah menjadi bego untuk waktu yang lama serta tidak menyadari cinta antara Ibrahim serta Nigar, Hatice marah serta ia mengatakan bahwa ia tidak bakal menceraikan Ibrahim, lalu Hurrem balik membalas lagi dengan mengatakan bagaimana itu dapat terjadi bahwa Hatice bakal nasib bersama dengan Ibrahim serta juga Nigar
Raja datang kekamar Hurrem, tetapi hanya ada Mihrimah serta sikecil itu berterimakasih pada ayahnya atas kuda yang ayahnya berikan, Mihrimah juga mengatakan bahwa ibunya sedang berada dikamar Bunda Suri, sorot mata Raja berubah serta bergegas kekamar Bunda Suri
Raja marah serta meminta Hurrem mengosongkan kamar itu tapi Hurrem menolak, Hurrem mengatakan bahwa apabila dirinya tidak dibolehkan mengurus halvet jadi tidak ada larangan untuk menempati kamar itu, Raja mengingatkan supaya Hurrem berhati.hati disetiap ucapannya, Hurrem berkah apabila Raja menyuruh Hurrem keluar kamar jadi juga wajib keluar dari harem, Raja tersenyum puas serta menurutinya (senyum Raja menandakan, beliau bahagia sebab beliau paham bahwa maksud Hurrem merupakan supaya beliau tidak menerima perempuan lain)
Hurrem mengirim surat pada Iskandar Chelebi yang berisikan Hatice tidak bakal menceraikan Ibrahim, dari itu Hurrem meminta supaya ia serta Iskandar segera bertindak sebelum Ibrahim menjadi lebih kuat.
dipondok berburu, Raja bersama dengan anak.anaknya, Raja mengatakan pada Hurrem bahwa Raja tidak bakal mengeluarkan Hurrem dari harem.
disisi lain.. Mihrimah jatuh dari kuda, tetapi ia membahas bahwa itu bukan kesalahan Rustem sebab Mihrimah sendiri takut dengan ular yang lewat ketika ia berkuda.
Mihrimah menangis ketika ia tau bahwa ibunya tidak boleh menempati kamar Bunda Suri sebab itu berarti dirnya tidak memiliki kamar sendiri milik ibunya, Hatice mencoba menenangkan bahwa ia bakal memperoleh kamar lain tetapi Raja mencegahnya, sebab Raja mengijinkan Hurrem menempati kamar Bunda Suri, Raja tidak tega menonton Mihrimah menangis sebab tidak memiliki kamar.
Hurrem merasa bahagia sebab bujukan dari Mihrimah akhirnya dirinya dapat menempati kamar Bunda Suri, Hurrem berjanji pada Mihrimah bahwa dirinya bakal menikahkan Mihrimah hanya dengan orang yang dicintay Mihrimah.
Hatice yang tau bahwa Hurrem di.ijinkan menempati kamar Ibunya lalu ia merasa kecewa kemudian jatuh pingsan..

Post a Comment