Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 16

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 16

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 16

ellieve.com - Seung Jo serta Ha Ni datang ke kampus dengan mengendarai sepedah. Seung Jo langsung memarkirkan sepedahnya serta berjumpa dengan He Ra. He Ra bertanya, "Kenapa kau bisa datang dengan memakai sepedah? Ah sepertinya sepedah kau serta Ha Ni memakai sepedah pasangan ya?" Seung Jo menjawab, "Ini semua sebab ibuku. Bahkan dirinya tadinya ingin memakaikan baju pasangan padaku juga." He Ra tertawa lalu bertanya, "Tapi... Kenapa kau tak memakai cincin yang begitu penting?" Seung Jo menjawab, "Aku bakal mengenakannya seusai mendapat surat izin menikah." He Ra kebingungan tetapi Seung Jo langsung mengundang He Ra berangkat bersama.

Seung Jo memberi tahu faktor itu pada He Ra serta He Ra mengatakan pada Ha Ni, "Ha Ni jadi kau serta Seung Jo belum menikah dengan cara hukum?" Ha Ni mengatakan, "Apa yang kau bicarakan hah? Langit serta bumi pun telah tahu bahwa kami telah menikah. Apakah kau tahu berapa saksi yang menonton pernikahan kami? Ah bukankah kau juga menyaksikannya." He Ra berkomentar, "Tapi tetap saja ini belum sah dengan cara hukum. Kau memerlukan Stempel dari pengadilan khusus. Ah kalau begitu ini artinya aku tetap mempunyai peluang, bukan?" He Ra mengejar Seung Jo serta langsung merangkul tangan Seung Jo sementara itu Ha Ni terkesan cemburu menonton itu.

He Ra bertanya pada Seung Jo, "Benarkah faktor itu? Jadi dirinya bakal masuk fakultas perawat hanya sebab kau menjadi dokter?" Seung Jo menjawab, "Ya." He Ra tersenyum serta mengatakan, "Wow Oh Ha Ni sangatlah mengangumkan. Dirinya itu seperti bintang yang ada di orbit Seung Jo." Seung Jo berkomentar, "Apakah maksudmu itu orbit bumi yang mengelilingi matahari?" He Ra mengatakan, "Hah? Hey apakah kau ini jenis macho?" Seung Jo hanya tersenyum mendengar faktor itu.

Ha Ni berangkat ke perpustakaan serta meminjam tak sedikit buku. Ha Ni bergumam, "Apa? Mempunyai peluang? Sangatlah tak bisa di percaya! Serta Baek Seung Jo tak bakal mendaftarkan pernikahan ini dengan cara hukum hingga aku masuk jurusan Perawat? Sangatlah menjengkelkan serta kekanak-kanakan!" Omongan Ha Ni itu terlalu kencang jadi orang-orang di kurang lebih Ha Ni mendengar faktor itu serta langsung pergi.

Ha Ni mulai membuka buku serta bergumam, "Baiklah. Sebab ini menjengkelkan serta kekanak-kanakan maka aku bakal membuktikannya dengan lulus tes ujian perawat."

Joon Gu memperoleh ide untuk membikin menu khusus bekal makan siang serta dirinya membahas semua itu pada Papah Ha Ni. Ada tamu yang datang ke Restaurant serta itu merupakan Christine si wanita asing itu. Joon Gu terkesan kesal menonton dirinya tetapi Papah meminta Joon Gu melayaninya jadi Joon Gu pun mau tak mau harus menghampiri Christine.

Joon Gu bertanya, "Kau mau pesan apa?" Christine menjawab, "Hari ini aku ingin makan mie Sam Gye." Joon Gu berkomentar, "Kenapa kau setiap hari rutin makan mie? Kau butuh makan nasi serta roti juga." Christine mengatakan, "Aku tak hanya makan mie. Aku juga ingin makan kimchi timun yang kau buat. Sangat enak. Sepertinya aku telah kecanduan sekali." Joon Gu mengatakan, "Ah sayang sekali Kimchi Timun telah habis." Christine bertanya, "Benarkah? Ah sayang sekali..." Christine langsung terkesan sedih.

Joon Gu menonton sesuatu yang di bawa oleh Christine serta dirinya bertanya, "Ah apa itu? Terkesan keren." Christine mengatakan, "Ini merupakan Terere. Biasanya di pakai untuk minum Mate Tea dingin. Apa kau mau mencobanya?" Joon Gu bertanya "Yay kenapa aku harus meminum apa yang kau minum juga?" Christine menjawab, "Kami rutin meminum ini serta share. Ini yang di namakan share pada kawan." Joon Gu tetap menolak serta mengatakan, "Kenapa orang-orang share faktor itu? Aku bakal memperoleh bakteri, singkirkanlah cepat!" Christine mengatakan, "Tenang saja terere ini mempunyai bahan khusus yang bisa membunuh bakteri."

Christine mengatakan, "Minumlah ini serta kami bisa menjadi kawan." Joon Gu menolak serta mengatakan, "Tidak! Aku tak ingin menjadi kawanmu jadi cepatlah makan mie-nya serta segera pergi. Ok?" Christine mengatakan, "Kalau begitu jadilah pacarku. Aku menyukaimu Baginda Bong Joon Gu sejak pertama kali berjumpa. Jadi mari kami menjadi pasangan saja."

Semua pelayan toko serta Papah diam-diam menonton faktor itu serta tersenyum. Joon Gu mengatakan, "Oh tuhan apakah gadis ini Gila? Hey telah aku katakan bahwa aku ini menyukai seseorang!" Christine berkomentar, "Bohong! Aku setiap hari datang kemari serta tak sempat menonton perempuan yang kau suka itu! Aku juga bahkan tak sempat menontonmu berangkat berkencan dengan seseorang." Joon Gu mengatakan, "Apakah apabila aku menyukai seseorang maka aku harus berangkat kencan dengannya serta menjadi pasangannya? Hanya diriku serta hatiku yang bisa menonton dirinya seorang." Christine kesal serta bergumam, "Huh apa-apaan ini." Joon Gu mengatakan, "Mulai kini jangan datang lagi kemari. Mengerti? Jangan datang!"

Joon Gu kembali ke dapur serta para pelayan serta Papah Ha Ni langsung kembali bekerja seperti semula. Sementara itu Christine terdiam sedih.

Ha Ni sedang menelfon dengan Min Ah serta bilang bahwa mereka bakal berjumpa nanti. Kyung Soo lewat serta mengatakan, "Hey Oh Ha Ni. Telah lama tak menontonmu. Kenapa kau tak sempat datang ke klub tennis? Apa sebab kau telah menikah maka kau membolos hah?" Ha Ni menjawab, "Bukan begitu..."

Ha Ni lalu membahas semuanya pada Kyung Soo serta Kyung Soo terkesan kaget serta bertanya, "Apa? Kau bakal pindah jurusan?" Ha Ni menjawab, "Hmm ya. Aku putus asa kini ini." Kyung Soo lalu mengatakan, "Ah aku tahu sedikit mengenai jurusan perawat sebab ada kawanku yang mengambil jurusan itu juga. Pekerjaan serta kompetensi itu sangat berat. Jadi sangat susah sekali masuk jurusan itu makanya tak tidak sedikit yang mengambil jurusan itu. Bagaimana bisa kau masuk jurusan itu apabila kau tak mencobanya terlebih dahulu hah?" Ha Ni mengatakan, "Aku tahu faktor itu tapi aku bakal mencobanya untuk masuk ke jurusan itu."

Kyung Soo bergumam, "Sebaiknya kau mengulang di Universitas lain saja dengan jurusan yang sama yaitu Ilmu Sosial." Ha Ni mengatakan, "Huh mencoba kembali? Tak mungkin. Tak bakal ada topan yang datang dua kali dalam wkatu yang bersamaan!" Kyung Soo bertanya, "Topan? Apa itu?" Ha Ni menjawab, "Hanya perumpaan saja."

Kyung Soo lalu mengatakan, "Ha Ni.. Ada sesuatu yang ingin aku katakan." Ha Ni balik bertanya, "Sesuatu? Apa dengan He Ra? Ah apa kalian berpacaran?" Kyung Soo menjawab, "Bukan itu. Tapi ya kami berkencan serta makan hot dog bersama." Ha Ni berkomentar, "Hah hot dog? Apa itu?" Kyung Soo menjawab, "Hey Hot Dog itu sangat penting. Tapi kenapa bisa seperti ini? Bisakah seseorang menyukai sebegini besar perasaannya?" Ha Ni menepuk Kyung Soo serta mengatakan, "Tentu saja itu mungkin." Ha Ni tersenyum lalu pergi.

Ha Ni serta Min Ah bersama-sama datang ke salon Joo Ri serta Joo Ri reaksinya biasa saja tak seceria biasanya. Joo Ri sedang memotong rambut seorang laki-laki serta dirinya diam saja jadi Ha Ni serta Min Ah pun duduk terdiam. Saat laki-laki itu telah pergi, Ha Ni serta Min Ah sama-sama saling menatap.

Joo Ri lalu bercerita pada Ha Ni serta Min Ah, "Dulu rambut laki-laki itu sebahu, bukankah itu panjang? Dirinya setiap hari datang kemari serta memintaku untuk memotong rambutnya sedikit demi sedikit. Tapi anehnya dirinya rutin datang saat jam kerja telah beres jadi hanya aku yang bisa memotong rambutnya." Ha Ni berkomentar, "Dia datang kemari untuk menemuimu." Joo Ri tersenyum malu-malu. Min Ah mengatakan, "Mungkin saja. Untuk seseorang sepertimu yang tak mempunyai sertifikat, ini faktor keren." Joo Ri kesal serta mengatakan, "Hey aku juga sedang belajar!"

Min Ah mengatakan, "Huh apabila kau mulai berpacaran maka kau bakal sibuk serta perkawan kami bisa beres." Joo Ri tertawa serta berkomentar, "Hey kau juga sangat sibuk dengan web mu itu.Sebab itu lah hingga kini kau tak mempunyai pacar untuk kencan. Huh Min Ah kau ini hanya buang-buang waktu saja." Ha Ni mengatakan, "Dia ini sangat keren. Hey Web buatanmu itu sangat keren sekali Min Ah bahkan ratingnya pun sangat tinggi." Min Ah ceria serta mengatakan, "Ya. Ah aku telah meng upload yang baru lagi. Apakah kalian mau menontonnya?'

Min Ah memperlihatkan web cartoon yang di buatnya serta nyatanya di web itu Min Ah membikin komik yang ceritanya itu mengenai kejadian saat bersekolah di SMA. Bahkan Min Ah pun membikin komik mengenai Ha Ni yang suka pada Seung Jo serta Seung Jo mengembalikan surat cinta yang di berbagi oleh Ha Ni. Joo Ri berkomentar, "Huh kenapa kau mengfotoku sebesar itu? Lihat tanganku sangat besar." Sementara Ha Ni tertawa serta mengatakan, "Kenapa kau memasukan cerita ini? Hahahaha...."

Jo Ri mengatakan, "Kini Ha Ni menjadi istri dari Baek Seung Jo. Ini merupakan sesuatu yang harus di lihat." Min Ah tersenyum serta mengatakan, "Benar. Aku sangat berminat sekali saat mengfoto ini." Ha Ni bergumam sedih, "Huh tapi aku belum menjadi istrinya dengan cara sah."

Ha Ni menolong Bunda Seung Jo mengelap piring serta mengatakan, "Semua orang mengatakan ini tak mungkin. Tes untuk pindah jurusan ini sangat susah. Serta mereka bilang sangat tak mungkin aku tetap jurusan perawat. Apa yang harus aku perbuat? Ijin pernikahan itu..." Bunda Seung Jo memperoleh suatu  ide serta mengundang Ha Ni untuk berangkat ke ruang belajar khusus.

Ibu Seung Jo membuka laptopnya serta mencari informasi mengenai tutorial membikin surat ijin pernikahan sendiri. Ha Ni mengatakan, "Tapi... Aku telah berjanji padanya." Bunda Seung Jo berkomentar, "Bagaimana bisa itu disebut janji apabila dirinya meperbuat faktor ini sendiri? Ah ini lihat.... Suart ijin pernikahan harus di tandatangani oleh dua saksi. Ah baiklah Aku serta Bapa Seung Jo bisa menandatangi surat ijin itu." Ha Ni sedikit ketakutan serta bertanya, "Apakah ini baik-baik saja?" Bunda Seung Jo menjawab, "Tentu saja ini baik-baik saja. Pertama kami bakal melapor faktor ini serta kau bisa mengambil tes perawat. Ah tapi ada persoalan... Kami butuh kartu bukti diri Seung Jo. Apakah Seung Jo rutin mengangkat katu bukti dirinya?" Ha Ni kebingungan bakal faktor itu.

Ha Ni menempelkan telinganya di pintu kamar mandi serta mendengar bahwa Seung Jo sedang mandi. Ha Ni langsung berangkat ke kamar serta nyatanya Eun Jo menonton itu serta kebingungan. Ha Ni mengecek pakaian Seung jo serta menemukan dompetnya Seung Jo. Ha Ni menonton kartu bukti diri Seung Jo serta ingin mengambilnya tapi Seung Jo datang ke kamar serta bertanya, "Apa yang kau perbuat dengan dompet orang lain?" Ha Ni kaget mendengar itu serta menjawab, "Aku hanya menonton dompetmu sebab dompetmu terkesan cantik. Ah haruskah aku membeli dompet yang sama juga sepertimu?"

Seung Jo mengambil dompetnya serta mengatakan, "Apa kau rutin mengecek dompet suamimu juga hah?" Ha Ni menggelengkan kepalanya da mengatakan, "Hmm bukan begitu." Seung Jo bergumam, "Sepertinya uangku ada yang hilang." Ha Ni sangat kesal serta mengatakan, "Apa yang kau bicarakan? Kenapa kau mengatakan seperti itu hah?" Seung Jo menyimpan dompetnya di bawah bantal dna bertanya, "Apa kau tak bakal tidur?" Ha Ni menjawab, "Aku bakal tidur."



Malamnya Seung Jo telah tertidur serta Ha Ni berusaha mengambil dompet Seung Jo yang di letakan di bawah bantal. Pada akhirnya Ha Ni sukses memperoleh dompet itu. Seung Jo memeluk Ha Ni saat tidur serta Ha Ni diam-diam mengambil kartu bukti diri Seung Jo serta dirinya tersenyum bahagia.

Ibu Seung Jo serta Ha Ni datang ke kantor pendaftaran pernikahan untuk mendaftarkan pernikahan Seung Jo serta Ha Ni. Tapi petugas di kantor itu bilang bahwa pernikahan Seung Jo serta Ha Ni telah terdaftar. Bunda Seung Jo serta Ha Ni kebingungan serta mengatakan, "Tidak mungkin. Kami baru pertama kali datang kemari." Petugas itu lalu mengatakan, "Ah suamimu yang mendaftarkannya. Baginda Baek Seung Jo yang mendaftarkannya." Ha Ni serta Bunda Seung Jo lagi-lagi kaget mendengar faktor itu.

Ha Ni serta Bunda Seung Jo pulang ke rumah. Seung Jo langsung meminta kartu bukti dirinya di kembalikan serta Ha Ni bertanya, "Apa kau tau aku mengambilnya?" Seung Jo menjawab, "Ya." Bunda Seung Jo lalu bertanya, "Hey kenapa kau begitu bahagia menggoda Ha Ni hah?" Seung Jo menjawab, "Menyenangkan menggodanya. Dirinya bekerja keras apabila ada peluang. Sangat susah untuk merubah jurusan itu jadi aku sengaja mengatakan seperti itu supaya dirinya memikirkan faktor itu serta berusaha. Tapi kau diam-diam menyentuh dompetku, aku sedih." Ha Ni buru-buru mengatakan, "Tidak. Aku bakal berusaha serta bekerja keras jadi jangan sedih."

Joon Gu sibuk mempersiapkan untuk membikin menu bekal makan siang. Papah menghampriinya serta mengatakan, "Christine telah lama tak kemari." Joon Gu berkomentar, "Hmm benarkah? Aku sangat sibuk jadi tak begitu menyadarinya." Joon Gu terus sibuk menghitung barang serta Papah pun hanya terdiam.

Ha Ni sedang belajar mengenai teknik pernafasan di taman kampus serta Christine datang menghampiri Ha Ni serta bercerita bahwa dirinya menyukai Joon Gu. Ha Ni kaget mendengar cerita Christine serta mengatakan, "Benarkah?" Christine menjawab, "Ya. Joon Gu sangat keren" Ha Ni bertanya, "Apa bukan sebab makanannya? Apa kalian tak merasa kebingungan hah?" Christine menjawab, "Hmm tidak. Aku menyukai semuanya. Makanan buatannya serta juga penampilannya yang sangat laki-laki. Serta apabila aku lihat tutorial bicaranya, dirinya itu terkesan seperti sedang bernyanyi indah. Ah aku harus kembali pada malam natal tapi aku tak ingin pergi. Aku ingin tetap bersamanya. Apabila Joon Gu memintaku untuk tak berangkat maka aku tak bakal pergi."

Ha Ni tersenyum serta bertanya, "Aku mengerti. Apakah kau begitu menyukainya?" Christine menjawab, "Ya. Tapi dirinya bilang bahwa dirinya menyukai seseorang. Apa itu benar? Siapa itu?" Ha Ni kebingungan serta mengatakan, "Apakah dirinya mengatakan seperti itu? Itu tak benar." Christine sangat bahagia serta meminta supaya Ha Ni menolongnya, "Ha Ni kalau begitu bantu aku. Katakan pada Joon Gu bahwa aku ini cantik." Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Baiklah..."

Rumah makan khusus bekal makan siang milik Joon Gu pun akhirnya di buka serta Min Ah, Joo Ri serta juga Bye Bye Sea yang mengedarkan selembaran untuk mempromosikannya.

Seung Jo datang ke restaurant itu bersama He Ra serta memberbagi hadiah. Joon Gu bertanya, "Mana Ha Ni? Kenapa kau datang dengan wanita ini hah?" Ha Ni datang bersama Christine serta Christine memberbagi hadiah yaitu tisu. Joon Gu berkomentar, "Kenapa kau memberbagi hadiah ini untuk Restaurant baruku ini hah?" Ha Ni mengatakan, "Itu hadiah aku yang pilihkan." Joon Gu langsung merubah komentarnya, "Wow hadiah ini sungguh keren. Sangatlah keren."

Papah mengatakan, "Boss Bong Joon Gu tamumu telah datang jadi kau harus mengucapkan kata sambutan." Joon Gu kebingungan serta mengatakan, "Ah kau saja yang memberbagi sambutan." Papah mengatakan, "Hey kau yang harus memberbagi sambutan itu."

Joon Gu pun mengucapkan kata sambutannya serta semuanya langsung bertepuk tangan. Christine mengatakan, "Kau sangat keren Bong Joon Gu. Ah Bong Joon Gu aku bakal berangkat ke Inggris tapi aku tak ingin pergi. Katakan padaku supaya tak berangkat maka aku tak bakal pergi." Joon Gu kebingungan serta mengatakan, "Apa-apaan kau ini? Bukankah aku telah bilang bahwa aku menyukai seseorang? Aku tak menyukai siapapun juga kecuali Ha Ni." Christine kaget serta bertanya, "Hah Ha Ni? Oh Ha Ni?" Joon Gu menjawab, "Ya aku hanya menyukai Ha Ni. Apabila kau bakal berangkat ke Inggris maka pergilah serta jangan kembali." Ha Ni langsung memarahi Joon Gu, "Hey Bong Joon Gu!" Christine langsung berangkat keluar serta Ha Ni pun mengejarnya.

Orang-orang di Restaurant pun kaget mendengar faktor itu serta pasti saja yang paling kaget mendengar faktor itu merupakan Seung Jo yang sepertinya terkesan cemburu.

Malam hari di rumah Seung Jo... Seung Jo sedang membaca buku di tempat tidur serta Ha Ni duduk di sampingnya. Ha Ni mengatakan, "Huh apa yang harus aku perbuat? Christine memutuskan untuk kembali ke Inggris. Awalnya dirinya mempercayaiku serta memberi tahu bahwa dirinya menyukai Joon Gu. Aku merasa telah mengkhianatinya." Seung Jo bertanya, "Lalu kenapa kau rutin ikut campur dalam persoalan orang lain?" Ha Ni menjawab, "Dia yang memintaku untuk menolongnya."

Seung Jo berkomentar, "Kau pasti suka itu. Ibu-ibu telah mempunyai skandal. Tapi.. Apa yang sebetulnya terjadi antara kau serta Bong Joon Gu? Dirinya meperbuat faktor itu walupun kami telah menikah?" Ha Ni mengatakan, "Tidak apa-apa. Itu karakter Joon Gu selagi menjadi murid di sekolah. Ah apakah kau cemburu?" Seung Jo kaget ditanya seperti itu serta menjawab, "Cemburu? Siapa yang cemburu? Biarkan saja mereka yang menyadari perasaan mereka. Apabila kau terus terlibat mungkin kondisinya bakal terus memkurang baik. Biarkan saja mereka menyadari perasaannya." Ha Ni mengatakan, "Ah ya aku berfikiran seperti itu juga."

Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Ah kau juga meperbuat faktor itu." Seung Jo kebingungan serta bertanya, "Apa maksudmu?" Ha Ni menjawab, "Kamu juga seusai meninggalkan semuanya kalian menyadari perasaanmu sebetulnya." Seung Jo berkomentar, "Ah kau benar." Ha Ni terus mengganggu Seung Jo serta Seung Jo mengatakan, "Telahlah belajar saja." Ha Ni mengatakan, "Ah benarkah kau cemburu dari awal? Ah jawablah. Aku tahu kau cemburu kan. Ah lucu sekali kau ini." Seung Jo terus mengelak serta mengatakan, "Apa kau ini gila hah?" Ha Ni tertawa bahagia.

Restaurant bekal makan siang Joon Gu di buka serta Bye Bye Sea menjadi pelayannya. Salah seorang anak buah Bye Bye Sea mengatakan, "Tapi dirinya sepertinya tak datang." Joon Gu bertanya, "Hah? Siapa?" Anak buah Bye Bye Sea itu menjawab, "Christine. Apakah dirinya telah berangkat?" Tamu-tamu mulai datang serta Bye Bye Sea pun langsung masuk ke dalam Restaurant untuk menyiapkan segalanya sementara Joon Gu tetap diam di luar Restaurant.

Ha Ni berjumpa dengan Joon Gu di taman serta dirinya mengatakan, "Christine telah pergi. Kau telah mendengarnya bukan?" Joon Gu balik bertanya, "Apa hubungannya denganku?" Ha Ni mengatakan, "Jawabalah dengan jujur. Apa kau tak menyukai Christine?" Joon Gu menjawab, "Ya. Tak suka." Ha Ni bertanya, "Tapi kau begitu penasaran sebab tak menontonnya? Kau merindukannya kan?" Joon Gu menjawab, "Tidak mungkin. Bagiku hanya kau satu-satunya. Bukankah telah ku bilang padamu bahwa kau keluargaku."

Ha Ni berkomentar, "Sekarang ini aku telah menikah. Seung Jo merupakan keluargaku kini ini." Joon Gu mengatakan, "Ya kau benar. Ah asuransi. Ya berfikirlah kalau aku ini asuransimu. Apabila kau mengalami kesusahan maka kau bisa mencariku. Bukankah orang-orang mengambil asuransi saat sedang mengalami kesusahan?" Ha Ni meminta Joon Gu duduk di bandul sebelahnya lalu dirinya mengatakan, "Joon Gu... Selagi ini kau rutin mendukung semua yang aku telah perbuat. Memberi dukungan serta meperbuat apapun yang aku minta. Terima kasih. Jadi saat ini... Hanya hari ini tolong dengarkan apa yang aku katakan. Duduk tenang serta pikirkanlah semua ini. Tataplah langit serta kau bakal menyadari perasaanmu itu."

Joon Gu terdiam serta mulai mengayukan bandul sambil terus menatap langit mencoba mencari tahu apa perasaan sebetulnya pada Christine.

Kyung Soo sedang duduk di bawah pohon sambil menonton suatu  kertas yang memberi tahu dirinya untuk meperbuat harus militer. Kyung Soo berjumpa dengan He Ra serta memperlihatkan kertas itu. He Ra mengatakan, "Jadi untuk apa kau memperlihatkan pengumuman harus militermu itu padaku?" Kyung Soo menjawab, "Aku hanya... Aku tak tahu. Untuk berbagai argumen aku pikir kau butuh mengenal faktor ini." He Ra kembali bertanya, "Kenapa? Ah jangan-jangan sebab pada saat itu aku menangis di depanmu? Kau tak berfikir bahwa ada sesuatu yang istimewa terjadi diantara kami kan?" Kyung Soo menjawab, "Ah tidak. Aku tak sebodoh itu. Saat aku menontonmu menangis... aku tak memikirkan itu jadi jangan khawatir."

Kyung Soo lalu mengatakan, "Aku.. Aku bakal mengatakan faktor ini tapi aku minta kau jangan merasa terbebani. Saat kau merasa bosan... sangatlah bosan... Suatu  surat hmm maukah kau menulis suatu  surat untukku?" He Ra langsung menjawab, "Tidak. Itu mengganggu bahkan itu bukan e-mail." Kyung Soo tertawa sedih serta mengatakan, "Benar ini bukan e-mail. Mana mungkin kau punya wkatu menulis surat serta menempelkan perangko lalu mencari kotak surat. Ah mungkin saat itu juga kau lebih memilih tidur." He Ra menjawab, "Ya. Benar."

Kyung Soo sedih mendengar itu serta mengatakan, "Baiklah kalau begitu aku bakal pegri." Giliran He Ra yang sedih saat menonton Kyung Soo bakal pergi. Kyung Soo tiba-tiba mengatakan, "He Ra aku mempunyai satu permintaan lagi. Ini merupakan permintaan yang sebetulnya. Mulai sekarang... jangan menangis sendirian. Waktu itu kau menangis di bahuku itu terasa seperti tulangku meleleh. Aku sangatlah bakal berangkat sekarang. Jaga dirimu."

Kyung Soo berlangsung berangkat serta He Ra tiba-tiba mengatakan, "Apabila aku sedang bosan maka aku bakal mengunjungimu." Kyung Soo kaget mendnegar faktor itu tetapi dirinya bahagia apalagi He Ra tersenyum padanya.

Ha Ni sedang belajar di perpustakaan tapi dirinya merasa mengantuk serta akhirnya tertidur serta kepalanya membentur meja jadi mahasiswa yang lain tertawa menonton faktor itu. Ha Ni mencoba fokus belajar serta mengatakan, "Aku sebetulnya tak ingin meperbuat ini tapi Seung jo memintaku untuk meperbuatnya. Benar, aku tak boleh mengecewakannya."

Ha Ni merubah settings di HPnya serta dirinya tersenyum saat menonton HPnya itu ada kata-kata, "Seung Jo cinta Ha Ni. Bahagia. Berjuanglah!" Tiba-tiba ada yang menepuk punggung Ha Ni serta itu merupakan Kyung Soo yang mengundang Ha Ni untuk berkata di luar perpustakaan.

Kyung Soo menceritakan surat pemanggilan harus militer terhadap Ha Ni serta Ha Ni kaget mendengar faktor itu. Kyung Soo mengatakan, "Kau satu-satunya yang sedih sebab aku masuk harus militer. Bahkan orang tuaku saja bahagia mendengar faktor itu sebab anggaran kuliah sangat mahal. Tapi aku datang kemari bukan untuk mengatakan faktor itu. Aku kemari untuk berterima kasih padamu." Ha Ni bertanya, "Padaku? Untuk apa?" Kyung Soo mengatakan, "Kau rutin memberi tahuku mengenai ketulusan. Mengatakan yang sebetulnya merupakan faktor paling baik." Ha Ni mengatakan, "Tentu saja itu baik. Tunggu... Kau membikin kesaksian pada He Ra?" Kyung Soo berkomentar, "Kenapa aku harus mengaku? Aku tak mengaku tapi aku meperbuat faktor seperti pengakuan." Ha Ni tersenyum mendengar faktor itu.

Kyung Soo mengatakan, "Jujur dengan menontonmu aku telah belajar tak sedikit. Tapi aku tak meperbuat semua itu sebab aku terlalu takut mencobanya. Aku takut gagal ataupun di tolak, jadi aku tak sempat mengaku padanya. Aku rutin seperti itu. Tapi saat aku menontonmu, aku mulai berfikir, 'Siapa yang bakal menontonku gagal? serta siapa yang peduli apabila aku di tolak?' Ini merupakan pola pikirku sekarang. Aku mendalami semua itu seusai menontonmu. Terima kasih padamu sebab aku mempunyai waktu yang menyenangkan. Serta itu lah sebabnya Kakakmu ini bakal memberbagi hadiah padamu."Ha Ni bahagia serta langsung mengulurkan tangannya untuk menerima hadiah tetapi Kyung Soo mendorong tangan Ha Ni serta mengatakan, "Bukan seperti ini."

Kyung Soo mengatakan, "Bukankah kau ingin masuk jurusan perawat? Saat aku masuk harus militer maka aku bakal membuka tempat supaya kau bisa masuk jurusan perawat." Ha Ni berkomentar, "Bagaimana bisa kau meperbuat itu? Bahkan kau tak ada di jurusan perawat." Kyung Soo mengatakan, "Ha Ni didunia ini hanya negara kami yang mempunyai prorgam yang di sebut harus militer. Apa kau ingat mengenai kawanku yang ada di bidang perawat juga? Dirinya merupakan seorang pria serta dirinya kawan kamarku. Ketika aku masuk harus militer maka dirinya juga bakal aku ajak untuk berangkat bersama. " Ha Ni bertanya, "Benarkah?" Kyung Soo menjawab, "Ya.Apa yang bakal dirinya perbuat apabila dirinya tak pergi? Dirinya itu kawan sekamarku jadi apabila aku berangkat maka dirinya juga harus berangkat serta apabila aku ikut harus militer maka dirinya juga bakal ikut harus militer."

Ha Ni sangatlah bahagia mendengar faktor itu sebab apabila kawan Kyung Soo ikut harus militer maka bakal ada peluang untuknya masuk kedalam jurusan perawat. Kyung Soo mengatakan, "Hanya ini yang bisa aku berbagi. Aku tak bisa menolong ujianmu jadi aku harap kau meperbuat yang paling baik serta bisa diterima." Ha Ni langsung melompat kebahagiaan serta berterima kasih tak sedikit pada Kyung Soo. Kyung Soo bertanya, "Apa kau kini ini bahagia sebab aku masuk harus militer?" Ha Ni menjawab, "Ya. Aku bahagia sekali."

Joo Ri tetap di salon serta dirinya menantikan laki-laki yang rutin datang saat salon bakal di tutup tapi ternayat laki-laki itu tak datang juga. Saat Joo ri bakal pulang, laki-laki itu datang serta Joo Ri terkesan bahagia. Laki-laki itu meminta rambutnya di potong lebih singkat serta Joo Ri mengatakan, "Hmm tapi rambutmu ini telah pendek." Laki-laki itu mengatakan, "Potong saja." Joo Ri mengerti serta mulai memotong rambut laki-laki itu.

Laki-laki itu tiba-tiba mengatakann, "Aku bakal masuk harus militer." Joo Ri terkesan sedih serta mengatakan, "Ah kalau begitu kami tak bisa meperbuat faktor ini lagi." Joo Ri tiba-tiba memeluk laki-laki itu serta mengatakan, "Ini baik-baik saja. Jangan khawatir, aku bakal menantikanmu..."

Ha Ni memperlihatkan surat dirinya mengajukan permohonan ganti jurusan terhadap Seung Jo. Seung Jo berkomentar, "Tesnya sebentar lagi." Ha Ni menjawab, "Ya tak tersisa waktu tak sedikit. Apa yang harus kuperbuat? Persaingannya sangat ketat." Seung Jo mengatakan, "Berjuanglah." Seung Jo telah mau tidur tetapi Ha Ni melarangnya serta mengatakan, "Hey pilihkan pertanyaan yang kira-kira bakal timbul di ujian. Tolonglah. Aku mohon darimu."

Akhirnya mereka pun belajar bersama serta Seung Jo menanyakan berbagai pertanyaan yang kira-kira bakal keluar di ujian. Ha Ni menjawab semua pertanyaan serta Seung Jo berkomentar, "Ini tergantung padamu. Kau bahkan tujuan hidupmu saja tetap aku yang menentukan." Ha Ni tiba-tiba mengatakan, "Aku punya tujuan. Apabila aku sukses melalui semua ini maka kencan di malam natal. Kami bahkan menikah tanpa sempat kencan serta saat bulan madu juga. Apabila aku melalui semuanya maka ayo kencan di malam natal." Seung Jo mengatakan, "Hmm baiklah." Ha Ni bahagia serta kembali mengatakan, "Full day!" Seung jo tersenyum serta mengatakan, "Baiklah." Ha Ni sangatlah bahagia mendengar faktor itu.

Ha Ni bertaya, "Ah apakah kami juga harus berlatih praktikum pertolongan mutlak dengan nafas buatan dengan cara langsung? Aku mendalami faktor itu tapi aku belum mencobanya..."

Akhirnya Seung Jo tiduran di tempat tidur untuk menjadi bahan uji coba latihan Ha Ni serta dirinya mengatakan, "Ingat harus 100 tekanan setiap menitnya." Ha Ni berkomentar, "Baiklah aku mengerti. Pertama cek nafas ah tak ada lalu buka sumber nafas lainnya yaitu mulut." Ha Ni mau memberbagi nafas buatan tetapi dirinya ragu-ragu serta itu membikin Seung Jo mengatakan, "Hey kau ini apa-apaan? Ini darurat. Kau merasakan itu?" Ha Ni gugup serta mengatakan, "Apa maksudmu dengan kata 'merasakan' hah?" Seung Jo mengatakan, "Telah cepat perbuat apa yang harus kau perbuat selanjutnya."

Ha Ni menekan dada Seung Jo serta Seung Jo berkomentar, "Kau ini sedang memberbagi pertolongan pada orang sakit alias orang sehat?" Ha Ni mengatakan, "Aku pikir ini menyakitkan ah baiklah aku bakal mengulangnya lebih keras." Seung Jo mengatakan, "Istirahatlah sebentar. Kemari." Seung Jo memeluk Ha Ni serta Ha Ni mengatakan, "Tapi aku butuh berlatih.' Seung Jo mengatakan, "Ini juga pelajaran."

Tiba-tiba pintu terbuka serta Eun Jo kaget saat menonton Seung jo sedang memeluk Ha Ni. Seung Jo serta Ha Ni juga kaget jadi langsung terbangun. Eun Jo mengatakan, "Aku hanya ingin mengatakan sesuatu... Kakak, Kakak Ipar Oh Ha Ni. Di kamar sebelah itu ada aku yang baru bakal menjadi remaja jadi tolong jangan ribut!" Ha Ni serta Seung Jo sama-sama malu serta meminta maaf.

Hari ujian perawat tiba. Seung Jo serta Bunda Seung Jo mendampingi Ha Ni ke tempat ujian. Bunda Seung Jo mengatakan, "Ha Ni makan ini. Kau bilang tes ini ada 2 sesi?" Ha Ni menjawab, "Ya. Tes tertulis serta tes wawancara. Aku sangat tegang." Bunda Seung Jo berkomentar, "Tenanglah kau bakal melaluinya." Seung Jo mengatakan "Cepatlah waktunya sebentar lagi." Ha i mengerti serta langsung turun dari mobil seusai di beri semangat oleh Bunda Seung Jo.

Ibu Seung Jo berkomentar, "Dia sebetulnya bisa memilih jalan yang mudah tapi nyatanya dirinya memilih jalan yang susah." Sementara itu Seung jo terkesan tersenyum.

Ha Ni bisa mengerjalan ujiannya dengan mudah serta beres ujian dirinya langsung menelfon Min Ah serta mengatakan, "Bagaimaa mungkin dirinya bisa tahu persis apa yang di tanyakan? Wah aku sangatlah menikah dengan pria yang menakjubkan. Min Ah, bagaimana apabila aku diterima di fakultas perawat ini?"

Ha Ni di panggil menuju ruang wawancara serta nyatanya yang mewawancarainya itu wanita yang dulu juga mewawancarainya untuk masuk Universitas Parang. Wanita itu berkomentar, "Oh kau si siput itu? Kau beruntung nyatanya." Wanita itu meminta Ha Ni untuk meperbuat pertolongan pertama pernafasan buatan serta Ha Ni sangat gugup jadi dirinya melewatkan hal-hal kecil yang membikin wanita itu terus berkomentar. Ha Ni mencoba menekan dada boneka pasien serta dirinya mengingat kata-kata Seung Jo yang meminta di tekan lebih keras jadi Ha Ni menekan dada boneka itu sangat keras.

Wanita itu mengatakan, "Cukup. Kau bisa membunuh korban itu apabila terlalu keras menekan dadanya. Bahkan tulang rusuknya bisa patah apabila kau meperbuat faktor itu. Kami tak mungkin menerima seorang yang justru bakal membunuh pasien." Ha Ni sangatlah sedih medengar faktor itu.

Ha Ni memberi tahu keluarga di rumah bahwa dirinya tak lolos ujian bahkan dirinya dibilang tak pantas masuk jurusan itu sebab bisa membikin pasien meninggal. Pasti semua anak buah keluarga sedih menengar faktor itu. Eun Jo berkomentar, "Bukankah telah ku bilang bahwa itu tidk tepat untuknya?" Bunda Seung Jo langsung memarahi Eun Jo. Papah bertanya, "Ha Ni lalu apa yang bakal kauperbuat sekarang?" Ha Ni mengatakan, "Aku terlalu mengambil keputusan dengan midah. Ah aku bakal memikirkan jurusan apa yang bakal aku ambil selanjutnya maka aku bakal permisi berangkat ke kamar duluan."

Ha Ni berangkat ke kamarnya serta Bunda SeungJo mengatakan, "Ha Ni pasi sangat sedih." Bapa Seung Jo juga berkomentar, "Dia mempunyai hidup yang kurang baik sebab berjumpa dengan wanita yang mewawancarainya itu." Seung Jo juga merasa kasihan pada Ha Ni.

Seung Jo masuk ke kamar serta mengatakan, "Hmm apa yang harus aku perbuat? Aku pikir tak bakal ada kencan." Ha Ni mengatakan, "Huh ya tak ada yang bisa kami perbuat." Seung Jo berkomentar, "Bagaimana ini? Aku sungguh ingin berangkat kencan dengan Oh Ha Ni. Baiklah aku tak bisa mengabolisi ini sebab janji merupakan janji. Tapi aku pikir makan malam saja tak cukup." Ha Ni tersenyum serta bertanya, "Benarkah?" Seung Jo tersenyum serta menganggukan kepalanya.

Joon Gu sedang membikin makanan di Restaurant Papah. Papah mengatakan, "Apa yang kau perbuat disini? Laki-laki seusiamu seharusnya berangkat bermain pada malam natal ini." Joon Gu bertanya, "Apa yang harus aku perbuat pada malam natal ini?" Papah menjawab, "Ah ya. Chrisitne bakal berangkat hari ini. Bukankah dirinya bilang bakal berangkat pada malam natal? Ah ya katanya dirinya bakal berangkat dengan pesawat pukul 7 malam ini." Joon Gu tetap terdiam serta Papah mengatakan, "Ah seharusnya dirinya kini ini sedang ada di bandara." Joon Gu pun mulai memikirkan kata-kata Papah.

Ha Ni memilih baju serta tas untuk makan malam hari ini bersama Seung Jo. Dirinya menonton jamnya serta terkejut sebab dirinya telah telat jadi dirinya tergesah-gesah kelur kamar serta pergi.

Ha Ni berangkat memakai taxi serta lalu lintas sedang sangat macet. Ha Ni meminta supir taxi untuk lebih cepat tetapi supir itu bilang bahwa dirinya tak bisa meperbuat faktor itu sebab lalu lintas sedang macet. Ada motor yang melintas serta tertabrak oleh mobil. Ha Ni sangat kaget menonton faktor itu.

Si korban merupakan seorang wanita serta dirinya terjatuh dari motornya serta pingsan. Ha Ni menghampirinya untuk memberbagi bantuan tetapi dirinya ingat kata-kata wanita pewawancara yang bilang bahwa dirinya ini bisa membunuh pasien. Ha Ni jadi takut menolong serta menghindar tetapi dirinya menonton korban itu serta sangatlah kasihan. Ha Ni mengingat kata-kata Seung Jo yang bilang bahwa dalam waktu 5 menit apabila korban di diamkan saja maka bakal terjadi pendarahan otak serta apabila di biarkan 10 menit maka bakal meninggal.

Ha Ni pun meminta orang-orang untuk menyingkir sebab dirinya ingin menolong korban itu. Ha Ni memberbagi bantuan nafas buatan serta terus berusaha menekan dada korban itu. Ha Ni meminta supaya orang-orang segera terbuktigil ambulan tetapi orang-orang itu justru kebingungan, akhirnya Ha Ni menunjuk satu orang serta meminta segera di panggilkan ambulan. Ha Ni terus berusaha memberbagi pertolongan serta akhirnya korban itu sadar. Ha Ni merasa sangat lega sebab faktor itu.

Joon Gu berlari masuk ke dalam bandara. Joon Gu ingin masuk ke ruangan check in tetapi petugas bandara menahannya sebab dirinya tak mempunyai tiket untuk masuk kedalam. Joon Gu meminta wkatu 1 menit saja tetapi petugas tetap tak memperbolehkannya.

Joon Gu pun duduk di kursi serta mengatakan, "Apa yang kau perbuat disini Bong Joon Gu? Kenapa kau ada disini? Apa kau gila?" Nyatanya Christine belum pergi, dirinya duduk di belakang Joon Gu serta sangat bahagia saan menonton Joon Gu, "Wow Mr Bong. Aku benar nyatanya kau datang. Kau datang kemari untuk memperolehku kembali serta memintaku supaya tak berangkat kan?" Joon Gu gengsi serta mengatakan, "Aku datang bukan untuk menghentikanmu tapi untuk mengantarmu. Aku datang telat sebab macet. Kenapa kau ada di sini serta bukannya di dalam? Apa ada salah jadwal?" Christine tersenyum serta mengatakan, "Aku telah masuk kedalam tapi aku keluar kembali. Apabila aku masuk kedalam, perasaanku bakal sangat sakit."

Papah sedang berada di Restaurant sendirian serta dirinya mengatakan, "Malam ini hanya ada aku disini. Ha Ni berangkat menemui suaminya. Joon Gu sepertinya berangkat ke bandara." Papah menatap patung cetakan tangannya serta Bunda Ha Ni lalu dirinya mengatakan, "Selamat Natal."

Ha Ni berangkat ke Rumah sakit untuk mengantar korban tadi. dokter menghampiri Ha Ni serta mengatakan, "Kau meperbuat pertolongan dengan baik. Apa kau belajar dalam jurusan perawat?" Ha Ni menjawab, "Aku... tidak. Hanya..." Dokter menepuk pundak Ha Ni serta bertkata, "Apabila kau tak meperbuatnya maka sesuatu yang besar bakal terjadi." Ha Ni tersenyum mendengar komentar baik itu. Ha Ni menonton jamnya serta teringat janji makan malamnya dengan Seung Jo.

Ha Ni berangkat ke Restaurant tempat janjian dengan Seung Jo serta nyatanya di Restaurant itu telah sepi. Seorang pelayan mengatakan, "Nyonya maaf tapi restaurant kami telah tutup." Ha Ni sedih serta berlangsung keluar serta nyatanya dirinya menonton Seung Jo maish menantikannya. Ha Ni mengatakan, "Ada kecelakaan di jalan." Seung Jo berkomentar, "Kau seharusnya segera mengirimkan pesan. Aku sangat khawatir. Kau baik-baik saja? Apa terjadi persoalan besar?" Ha Ni langsung berlari memeluk Seung Jo serta mengatakan, "Aku pikir kau telah pergi."

Mereka pulang bersama serta Ha Ni mengatakan, "Aku lapar. Setidaknya ayo berangkat ke Restaurant Hamburger. Ah telahlah sebaiknya kami pulang saja. Nyatanya susah untuk meperbuat satu kali kencan itu." Seung Jo hanya tersenyum mendengar ucapan Ha Ni.

Joon Gu duduk bersama Christine di bandara. Joon Gu mengatakan, "Mesikipun aku telah memberi tahumu sebelumnya tapi ya Ha Ni rutin berada dihatiku. Apabila bukan sebab Ha Ni maka kau tak bakal datang kemari. Ini merupakan loyalitas, persahabatan alias cinta... Apapun mengenai itu Ha Ni telah terpaku di hatiku. Kalian mengerti? Hmm jadi sebab itu aku tak bakal bisa melupakannya. Apa kau menerimanya?" Christine kesal serta mengatakan, "Aku tak bisa menerimanya! Bagaimana mungkin aku bisa menerima itu?" Joon Gu mengatakan, "Baiklah kalau begitu aku bakal pergi."

Christine mencegahnya serta mengatakan, "Baiklah aku juga bisa terpaku di hatimu. Apabila Ha Ni hanya seorang siput maka aku bakal menjadi 10, 20, 100 siput. Aku bakal terpaku di hatimu!" Joon Gu kebingungan serta mengatakan, "Apa kau mencoba membunuhku hah? Apabila kau memaku-ku maka aku bakal mati. Mesikipun hanya 1 paku itu bakal sakit." Christine lalu mengatakan, "Kalau begitu ah bunga! Ya aku bakal melindunginya dengan bunga karna aku tak suka Mr.Bong bersedih." Joon gu tertawa dna mengatakan, "Bocah ini... Berhentilah dengan permisalnyaan itu.Aku membikin kimchi mentimun, kenapa kau tak datang serta mencobanya? Ayo pergi."

Christine merangkul tangan Joon Gu serta Joon Gu mengatakan, "Hey apa-apaan kau ini? Tak sedikit orang yang menontonnya." Christine mencium pipi Joon Gu serta langsung pergi. Joon Gu pun langsung mengejarnya.

Seung Jo mengendarai mobilnya serta berhenti di suatu  taman. Ha Ni mengatakan, "Bukankah pada malam hari mobil tak boleh kemari?" Seung Jo mengatakanm "Hmm mungkin saja." Ha Ni mengatakan, "Bagaimana apabila kami ketahuan?" Seung Jo mengatakan, "Jangan hingga ketahuan. Bukankah membahagiakan sekali-kali melanggar aturan itu?"

Ha Ni tersenyum serta bertanya, "Baek Seung Jo ada apa denganmu? Aku tak mempunyai ide apapun. Kau sangat keren." Seung Jo mengatakan, "Apa kau baru menyadari bahwa aku ini terbukti sungguh mempesona. Kau dalam masaah besar kini sebab jatuh dalam pesona Baek Seung Jo." Ha Ni tertawa mendengar ucapan itu.

He Ra sedang berlangsung-jalan serta dirinya masuk kedalam restaurant Hamburger sebab teringat bakal Kyung Soo dahulu. Kyung Soo menelfon He Ra serta mengatakan, "He Ra sedang apa kau?" He Ra tersenyum serta berbohong, "Hmm aku sedang bersama kawan-kawanku. Apa kau makan dengan baik di tempat harus militer? Ah apa maksudmu kalau aku sedang memikirkanmu? Ah baiklah sedikit demi sedikit..." He Ra terus menelfon Kyung Soo serta tersenyum ceria.

Ibu Seung Jo, Bapa Seung jo serta Eun Jo melewatkan malam natal bersama di rumah serta Eun Jo telah tertidur terlebih dahulu. Bunda Seung Jo berkomentar, "Aku pikir natal tahun ini kau bakal sibuk." Bapa Seung Jo mengatakan, "Bagaimanapun aku ingin melewatkan natal denganmu. Tumben sekali Eun Jo tak ada acara. Ah selamat natal."

Seung Jo lalu mengatakan, "Sekarang kau menajadi senior. Aku bahkan belum memperoleh pasienku sementara kau telah menyelamatkan seseorang serta membunuh suatu  boneka." Ha Ni berkomentar, "Hmm sebetulnya ini tak sama dari saat percobaan dengan boneka. Aku tak merasa takut serta yang aku pikirkan hanya menolongnya. Aku bahkan lupa dengan janji denganmu. Aku ingin menjadi suster sebabmu serta nyatanya ini lebih canggih dari yang aku pikirkan. Aku pikir aku bakal mencoba mendaftarnya kembali." Seung Jo tersenyum serta mengatakan, "Aku bakal menolongmu."

Ha Ni mengatakan, "Ah natal ini menyenangkan."Seung Jo berkomentar, "Setahun penuh bakal terasa natal apabila bersamamu. Selamat natal." Ha Ni tersenyum serta balas mengatakan, "Ya selamat natal."

Ha Ni tiba-tiba memeluk Seung Jo serta menciumnya. Seung Jo mengatakan, "Hey bagaimana apabila ada yang menontonnya? Seharusnya pria yang meperbuat ini duluan hey! Kenapa kau meperbuat ini dengan cepat hah?" Ha Ni tak mendengarkan protes dari Seung Jo serta terus menciumnya.

Restaurant Joon Gu sangat laris serta saat ini Joon Gu bersama Christine mengelola Restaurant itu bersama. serta ya Joon Gu terkesan bahagia saat menonton Christine yang menolongnya di Restaurant.

Min Ah mengadakan launching komiknya serta memberbagi tanda tangan pada pecintanya. Min Ah bertanya, "Ah aku bakal menandatangani buku ini atas nama siapa?" Seorang laki-laki menjawab, "Lee Jin Ki." Min Ah menatap laki-laki itu serta tersenyum. Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan serta Min Ah malu-malu menjabat tangan laki-laki itu.

Joo Ri seperti biasa sedang sibuk di salon serta ada yang datang dengan memakai seragam tentara. Joo Ri terkesan bahagia serta menghampiri laki-laki itu. Joo Ri langsung memeluknya serta laki-laki itu balas membalasnya.

Eun Jo berlangsung kaki untuk pulang serta ada seorang perempuan yang memberbagi surat cinta untuk Eun Jo. Eun Jo tak mempedulikan surat cinta itu serta langsung pergi. (Omo Baek Seung jo kedua nih kayanya hehe :")

Sementara itu Bunda Seung Jo, Bapa Seung Jo serta Papah Ha Ni berlibur bersama-sama.

He Ra datang ke camp harus militer serta mengangkat tak sedikit makanan. Tentara penjaga bertanya, "Apa ini?' He Ra menjawab, "Ini untuk tentara Kyung Soo." Tentara penjaga mempersilahkan He Ra masuk serta He Ra pun langsung mengayunkan tangan pada para tentara yang terpesona padanya.

Seung Jo serta Ha Ni maish di dalam mobil serta berciuman. Tiba-tiba Seung Jo mengatakan, "Aku mencintaimu..."

THE END

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16

Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment