Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 15

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 15

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 15

ellieve.com - Semua anak buah keluarga sangat kaget saat mendengar ucapan Bunda Seung Jo yang bilang bahwa Rabu depan bakal di adakan pernikahan Seung Jo serta Ha Ni. Seung Jo kesal serta mengatakan, "Ibu berhentilah mengatur semuanya sesuai dengan yang bunda inginkan." Bunda Seung Jo mengatakan, "Omo mengatur apa? Bukankah kau yang bilang ingin menikah?" Seung Jo menjawab, "Aku bilang seusai lulus." Bunda Seung Jo mengatakan, "Kapan itu? Kau kelak harus bekerja, kemudian meperbuat harus militer. Jadi untuk apa menundanya? Bukankah lebih baik lebih cepat? Perbuatlah selama Ha Ni sangat cantik."

Bapa Seung Jo serta Eun Jo ingin berkomentar tetapi Bunda Seung Jo langsung mengatakan, "Hentikan! Pokoknya kosongkan jadwal anda pada hari rabu depan! Apa anda tak tahu alangkah susahnya mencari reservasi gedung untuk pernikahan? Pada rabu depan kosongkan jadwal anda semua serta ayo saling menolong." Bunda Seung Jo langsung berangkat serta tak menerima komentar apapun. Sementara itu Ha Ni terkesan tersenyum bahagia.

Papah Ha Ni belum tidur serta sedang duduk di teras luar. Bunda Seung Jo menghampirinya serta bertanya, "Ada apa? Apa aku berlebihan dengan meperbuat faktor ini? Aku hanya berfikiran bahwa mereka bakal lebih baik apabila langsung menikah sebab kami telah tinggal bersama-sama." Papah berkomentar, "Ah ya aku mengerti. Tapi ya sejujurnya ini sedikit menggangguku. Tapi terima kasih untuk semuanya." Bunda Seung Jo bertanya, "Tapi kenapa ekspresimu semacam yang tak bahagia?" Papah menjawab, "Ah tidak. Aku hanya bimbang dengan apa yang harus kupersiapkan." Bunda Seung Jo mengatakan, "Apa yang butuh disiapkan? Telah tenang saja. Semuanya telah di persiapkan bahkan gedung pernikahan pun telah aku sewa. Kami hanya memerlukan gaun serta cincin saja."

Ha Ni memberi tahu rencana pernikahannya serta pasti saja Joo Ri serta Min Ah kaget mendengar faktor itu. Joo Ri bertanya dengan berbisik, "Apakah anda mengalami sebuahkecelakaan?" Ha Ni kesal serta mengatakan, "Tentu saja tidak!"

Joo Ri menonton Joon Gu yang sedang memasak di dapur lalu dirinya bertanya, "Hmm apa Bong Joon Gu tau?" Ha Ni menjawab, "Ya. Papah memberi tahu padanya." Min Ah berkomentar, "Pantas saja dirinya terkesan lesu. Bahkan dirinya tak menyadari keberadaan kita." Joo Ri lalu bertanya, "Ah apa kau telah mempersiapkan gaun pengantinmu? Bagaimana dengan cincin pernikahanmu?" Ha Ni menjawab, "Aku bakal mempersiapkannya hari ini. Sangatlah sibuk sekali kau hari ini."

Ada seorang tamu asing yang masuk kedalam restaurant Papah serta itu membikin pelayan kebingungan serta langsung terbuktigil Papah. Ha Ni serta kawan-kawannya kebingungan serta memilih untuk tetap makan saja. Papah tak mengerti apa yang harus di katakan pada orang asing itu jadi dirinya hanya bisa mengatakan, "Hi. Thank You." Papah lalu meminta bantuan Ha Ni sebab Ha Ni merupakan seorang mahasiswa serta Ha Ni pasti bisa berbahasa Inggris.

Ha Ni kebingungan serta mengatakan, "Hi. How are you?" Orang asing itu menjawab, "Hi. Aku... Aku ingin makan mie. Tolong berbagi aku mie." Semuanya kaget mendengar itu sebab nyatanya orang asing itu bisa berbahasa korea dengan fasih. Papah keheranan serta mengatakan, "Ah nyatanya dirinya bisa berbahasa Korea dengan baik."

Papah menyediakan Mie untuk orang asing itu serta orang asing itu menikmatinya serta bertanya tak sedikit faktor mengenai mie korea. Min Ah bertanya, "Tapi bagaimana bisa kau berbahasa Korea dengan fasih?" Orang asing itu menjawab, "Ibuku orang Korea serta Papahku orang Inggris. Aku datang kemari untuk menonton kampung halaman ibuku serta aku disini hanya 10 hari."

Orang asing itu menyicipi Kimchi mentimun serta bilang bahwa kimchi itu sangat enak. Papah mengatakan, "Ah pria itu yang membikin kimchi enak ini." Pria yang di maksud Papah itu merupakan Joon Gu yang hanya bisa mengangguk di dapur serta melanjutkan memasak. Papah berkomentar, "Ah pria itu dari Busan jadi ya sedikit kaku." Orang asing itu hanya bisa mengatakan, "Ah yeah...."

Ha Ni serta Seung Jo datang ke toko cincin serta mencari cincin untuk agenda pernikahan mereka. Ha Ni memilih cincin tetapi Seung Jo rutin menolak cincin opsi Ha Ni. Ha Ni kesal serta mengatakan, "Kalau begitu kau saja yang memilihnya." Seung Jo bertanya, "Haruskah kami membeli cincin?" Ha Ni menjawab, "Tentu saja! Cincin itu merupakan simbol dari cinta." Seung Jo berkomentar, "Simbol cinta? Bagaimana bisa benda yang materialistis ini di sebut simbol cinta?Aku tak bakal membelinya!" Ha Ni mencegah Seung Jo serta mengatakan, "Kau harus membelinya! Ini sebagai tanda bahwa kau merupakan laki-laki yang telah menikah!" Seung Jo bertanya, "Jadi ini bukan simbol cinta, melainkan simbol pengikat?"

Seung Jo langsung berangkat dari toko cincin itu meninggalkan Ha Ni yang tetap menonton-lihat cincin. ha Ni kesal serta dirinya mersa cemburu saat menonton ada pasangan yang sedang membeli cincin pasangan juga.

Ha Ni luar biasa Seung Jo menuju Butik Baju Pengantik. Seung Jo berkomentar, "Untuk apa membeli gaun ini apabila kau hanya memakainya satu kali? Aku telah mempunyai jas ini." Ha Ni merangkul tangan Seung Jo serta mengatakan, "Ayo masuklah aku ingin menonton-lihat gaun pengantin itu." Seung Jo mengatakan, "Kalau begitu masuklah. Aku bakal berangkat ke sebuahtempat serta menantikan."

Seung Jo berlangsung berangkat serta Ha Ni mengejarnya lalu mengatakan, "Ah baiklah kalau begitu kami kini berangkat ke studio photo saja." Seung Jo bertanya, "Studio? Untuk apa?" Ha Ni menjawab, "Hmm untuk photo album." Seung Jo berkomentar, "Tidak mau! Aku tak mau di gambar semacam itu, 'Suami tolong lihat kemari, istri tolong lebih mendekat.' Apa kau ingin aku meperbuat faktor bego itu? Tak akan!"

Ha Ni kesal serta mengatakan, "Ini tak adil! Kau menolak cincin, menolak gaun, serta kini kau menolak pemotretan? Apabila kau tidang ingin meperbuatnya lalu kenapa kau berangkat keluar bersamaku?" Seung Jo menjawab, "Apa kau pikir aku keluar sebab keinginanku? Aku kemari hanya sebab anda mengharapkannya." Ha Ni mengatakan, "Sebab telah terlanjut keluar lalu kenapa kau tak menolong saja hah? Kau hanya bisa mengeluh serta menolak ini itu!" Tak sedikit orang yang lewat serta memperhatikan mereka. Seung Jo mengatakan, "Kenapa kau mengatakan semacam ini di jalan hah? Ini memalukan!" Ha Ni berkomentar, "Memalukan? Aku juga malu! Menurutmu bagaimana pikiran orang di toko cincin tadi hah? Kenapa aku harus rutin mengikuti keinginanmu?"

Seung Jo mengatakan, "Kalau begitu tak usah beli!" Ha Ni kesal serta balas mengatakan, "Lalu bagaimana kami bisa saling mengikat hah?" Seung Jo berkomentar, "Huh kini aku mengerti kenapa tak sedikit pasangan yang berpisah sebelum mereka menikah." Seung Jo berlangsung berangkat serta meninggalkan Ha Ni yang kebingungan.

Ha Ni serta Seung Jo sedang ada di dalam mobil. Seung Jo mengatakan, "Aku katakan padamu sekarang. Bahkan seusai melamarmu aku mungkin tak bakal mampu menontonmu. Aku tak bisa menyesuaikan diri denganmu." Ha Ni bertanya, "Kapan kau sempat semacam itu?" Seung Jo berkomentar, "Sangatlah... Ini semua sebab Ibuku." Ha Ni mengatakan, "Ini bukan sebab Ibu! Kalau begitu kenapa kau ingin melamarku?" Seung Jo berkomentar, "Yeah. Aku rugi kenapa sempat mengatakan faktor itu. Aku pikir kami harus memikirkan kembali faktor ini." Ha Ni sangatlah sedih mendengar kata-kata Seung Jo.

Ha Ni menceritakan semua ini pada Joo Ri serta Min Ah yang kaget mendengarnya. Joo Ri bertanya, "Benarkah? Jadi kau bahkan belum memperoleh gaunmu?" Ha Ni menjawab, "Ya. Bahkan kami tak berkata di rumah. Apabila kami berjumpa, maka dirinya bakal menghindariku." Min Ah bertanya, "Apa? Padahal tinggal kemarin hari lagi waktu pernikahanmu itu." Ha Ni mengatakan, "Dia bilang padaku bahwa dirinya rugi sebab telah memintaku menikah serta ingin memikirkan faktor ini lagi."

Min Ah mencoba menenangkan Ha Ni dengan mengatakan, "Kau kan tau kalau Baek Seung Jo itu terbukti dingin. Bahkan apabila dirinya berkata semacam itu, itu bukan maksud yang ingin dirinya katakan."

Papah sedang ada di Restaurant sambil membaca buku. Seung Jo datang ke Restaurant serta bertanya, "Buku apa yang kamu baca?" Papah menjawab, "Buku mengenai nasihat ayah pada anak perempuannya. Apa yang membikinmu datang pada jam segini?" Seung Jo terkesan kebingungan serta mengatakan, "Hmm ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."

Ibu Seung Jo membuka bingkisan cangkir serta Ha Ni terkesan lesu. Bunda Seung Jo bertanya, "Kenapa calon pengantin terkesan begitu lesu? Apa Seung Jo bertingkah menyebalkan?" Ha Ni menjawab, "Ah tidak-tidak. Hey cangkir ini terkesan cantik."

HP Ha Ni berbunyi serta itu telfon dari Papah. Papah bertanya, "Ha Ni... Kau sedang apa? Kalau begitu datanglah kemari." Ha Ni kebingungan serta balik bertanya, "Sekarang? Kenapa? Apa terjadi sesuatu? Kencan? Ah baiklah aku bakal segera kesana."

Ha Ni datang ke Restaurant serta menemui Papah yang berdiri di luar. Ha Ni menonton kedalam Restaurant serta kaget saat menonton ada Seung Jo di dalam Restaurant.

Mereka bertiga pun berangkat ke sebuahtempat dengan mobil Seung Jo. Ha Ni bertanya, "Kita bakal berangkat kemana?" Seung Jo hanya menjawab, "Kau bakal mengenalnya begitu kami hingga."

Dan nyatanya mereka bertiga berangkat ke sebuah tempat pemakaman. Seung Jo meletakan bunga di sebuah makam serta Papah mengatakan pada Ha Ni, "Seung Jo ingin berjumpa dengan Nenek serta Ibumu. Aku terlalu sibuk jadi lupa bakal faktor ini." Ha Ni hanya bisa terdiam.

Seung Jo lalu mengatakan, "Bahagia berjumpa denganmu Ibu. Nenek... Cucu menantumu ada disini. Apa kau menyukaiku? Aku khawatir sebab Ha Ni telah tak mendengarkanku lagi. Tapi kamu tak butuh khawatir sebab aku bakal menjaganya." Ha Ni bergumam pelan, "Aku benci...." Seung Jo mendengar kata-kata itu serta bertanya, "Benci?" Ha Ni menggeleng serta menjawab, "Aku suka... Terima kasih. Ibu... Nenek... Aku bakal menikah." Seung Jo serta Ha Ni tersenyum sementara Papah terkesan sedih.

Mereka berdua lalu berlangsung bersama-sama. Seung Jo mengatakan, "Kyung Soo bakal menjadi pembawa agenda sebab EO pernikahan kami tidka menyediakan pembawa acara." Ha Ni bertanya, "Lalu bagaimana dengan rencana bulan madu kita? Kemana kami bakal berbulan madu?" Seung Jo berkomentar, "Hmm bulan madu? Apa kami harus meperbuatnya? Kami tak mempunyai tak sedikit waktu." Ha Ni kesal serta mengatakan, "Huh lagi-lagi kau menolak." Seung Jo pun mengatakan, "Baik baik... Kemana? Kamu mau berangkat kemana?" Ha Ni menjawab, "Hmm Italy? Rome?" Seung Jo berkomentar, "Rome? Dalam mimpimu saja!"

Ha Ni mengatakan, "Aku bercanda. Mesikipun tak berangkat jauh tapi aku harap kami berangkat ke sebauah pulau." Seung Jo berkomentar, "Baiklah. Bagaimana apabila Pulau Yeo Eui Do? kenapa? Bukankah itu salah satu pulau yang indah? Alias Pulau Bam? Ah ya baiklah Pulau Ddook?" Ha Ni jelas tak setuju sebab itu Pulau-pulau dekat yang ada di kurang lebih sungai Han. Seung Jo pun mengatakan, "Baiklah kami tentukan dengan permainan di HP ini. Apabila gambar yang keluar 3 kali sama maka kami bakal berangkat ke tempat yang kau inginkan. Bagaimana?" Ha Ni berkomentar, "Baiklah. Tapi itu kemungkinannya sangat kecil." Seung Jo langsung mengawali permainan di HP serta nyatanya gambar yang keluar itu sama serta pasti saja Ha Ni sangat bahagia sebab dirinya yang bakal memutuskan bulan madu mereka itu ke Pulau Jeju. Seung Jo juga diam-diam ikut tersenyum bahagia.

Joo Ri serta Min Ah menginap di rumah Seung Jo sebab besok merupakan hari pernikahan Ha Ni. Joo Ri bertanya, "Bagaimana perasaanmu? Besok hari pernikahanmu." Ha Ni menjawab, "Entahlah. Aku belum merasakan perasaaan deg degan itu."

Joo Ri serta Min Ah saling menatap lalu mengeluarkan sebuah kotak hadiah untuk Ha Ni. Ha Ni membuka hadiah iu serta nyatanya hadiahnya merupakan pakaian dalam, baju tidur serta juga parfume. Joo Ri mengatakan, "Kami membeli ini di internet. Mereka bilang bahwa hadiah yang tepat untuk pasangan yang bakal bulan madu itu merupakan pakaian dalam serta pakaian tidur." Ha Ni langsung tersenyum malu-malu.

Joo Ri mengatakan, "Kau harus mandi dahulu. Lalu kau pakai pakaian dalam ini serta semprotkan sedikit parfume ini." Min Ah berkomentar, "Dan kau juga harus memakai make up yang keren." Joo Ri mengatakan, "Ah ya saat kau mandi kau dilarang bernyanyi." Ha Ni kebingungan serta bertanya, "Hmm kenapa?" Min Ah menjawab, "Sebab laki-laki bakal berpendapat kau lebih kuat." Semuanya tertawa serta Joo Ri tiba-tiba bertanya, "Hey bagaimana ciuman Baek Seung Jo? Apakah dirinya pandai meperbuat faktor itu?" Ha Ni terus malu saat di tanya semacam itu.

Di ruang keluarga, Papah Ha Ni memberbagi satu set perlengkapan makan. Bunda Sueng Jo bertanya, "Apa ini?" Papah menjawab, "Aku dengar apabila aku tak meperbuat apa-apa maka setidaknya aku butuh memberbagi ini. Ah ya aku juga membeli satu set selimut. Itu ada di kamar tapi aku tak tahu apakah kau suka alias tidak." Bapa Seung Jo berkomentar, "Besan, kau sungguh baik sekali pada kami." Papah tersenyum serta mengatakan, "Ya. Besan semoga kau juga baik padaku ya."

Eun Jo bertanya, "Kak, apakah kau telah tidur?" Seung Jo menjawab, "Belum." Eun Jo kembali bertanya, "Jadi kau bakal menikah dengan Oh Ha Ni?" Seung Jo menjawab, "Semacamnya begitu. Kenapa? Kau tak menyukainya?" Eun Jo berkomentar, "Tentu saja. Oh Ha Ni itu bego serta aneh. Tak epduli apapun pokoknya dirinya itu bodoh! Dirinya tak bisa berenang tapi mencoba menyelamatkanku. Meskipun kau kejam padanya tapi dirinya tetap menyukaimu. Sebuahsaat aku bakal melamar wanita yang lebih pintar dari Oh Ha Ni serta lebih cantik dari dia. Tapi aku mendukungmu menikah dengan Oh Ha Ni sebab aku menyukaimu. Tapi sejujurnya... Aku rasa benar apabila kepribadianmu itu mempunyai tak sedikit persoalan serta aku pikir kau terbukti harus melamar orang semacam Oh Ha Ni. Kau meperbuat faktor yang benar. Selamat!" Seung Jo tersenyum mendengar faktor itu.

Nyatanya malam-malam Joon Gu datang ke rumah Seung Jo serta hanya menontonnya dari jauh. Joon Gu mengatakan, "Ha Ni... Aku sangat bahagia kini ini sebab mungkin kau juga sangat bahagia. Saat kau bahagia maka aku juga bakal bahagia. Selamat Oh Ha Ni. Mimpi indah serta hingga jumpa besok."

Ha Ni berakhir mandi serta dirinya masuk ke kamarnya serta menonton Joo Ri serta Min Ah telah tertidur. Ha Ni berkomentar, "Huh mereka bilang ingon mengobrol denganku semalaman tapi nyatanya mereka tidur terlebih dahulu." Ha Ni menyelimuti mereka serta berangkat keluar kamar.

Papah sedang minum di dapur serta Ha Ni datang menghampirinya. Papah bertanya, "Kenapa kau belum tertidur?" Ha Ni menjawab, "Aku tak bisa tidur. Bagaimana denganmu?" Papah menjawab, "Hmm ya aku juga tidka bisa tidur." Ha Ni menggenggam tangan Papah serta mengatakan, "Pah... Terima kasih sebab telah membesarkanku sebaik ini."

Ha Ni terkesan ingin menangis serta Papah pun mengatakan, "Jangan menangis, Matamu bisa bengkak. Apabila matamu bengkak maka orang-orang bakal bilang bahwa pengantin wanitanya tak cantik. Telah jangan menangis. Kenapa kau menangis di hari bahagiamu? Papah bakal tersenyum jadi kau juga harus tersenyum, ok? Anak tunggal dari Papah yang seorang duda ini apabila dirinya menangis di hari perikahannya maka hari bakal hujan." Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Baiklah... Aku bakal tersenyum."

Ha Ni lalu mengatakan, "Pah? Apakah kau mau berlatih untuk besok?" Papah serta Ha Ni berdiri bersama serta latihan berlangsung untuk hari pernikahan Ha Ni. Papah sangat gugup serta Ha Ni terus memeluk lengan Papah.

Hari pernikahan akhirnya tiba.... Seung Jo serta keluarganya berdiri di depan aula gedung pernikahan untuk menyambut para tamu yang datang. Sementara pengantin wanita yaitu Ha Ni sedang menantikan di sebuahruangan khusus.

Ha Ni berkumpul bersama kawan-kawannya serta bergambar bersama. Pintu ruangan terbuka serta datanglah Guru Kang Yi bersama Guru Ji Oh (Ingat mereka? Guru Kang Yi itu wali kelas Ha Ni serta guru Ji Oh wali kelas Seung Jo.) Guru Kang Yi memberbagi selamat pada Ha Ni yang bakal menikah. Ha Ni menonton Guru Kang Yi yang sedang hamil serta bertanya, "Guru... kau sedang hamil?" Guru Kang Yi tersenyum malu-malu serta menunjuk Guru Ji Oh.

Guru Kang Yi lalu mengatakan, "Ha Ni kau sungguh canggih sebab bisa menikah dengan Baek Seung Jo!" Ha Ni tersenyum malu-malu. Guru Ji Oh lalu mengundang Guru Kang Yi untuk keluar dari ruangan khusus pengantin wanita itu. Joo Ri berkomentar, "Ha Ni kau lihat itu? Sebuahsaat kelak kau juga bakal hamil semacam itu."

Pintu ruangan khusus pengantin terbuka serta He Ra datang masuk. He Ra menonton Ha Ni serta berkomentar, "Kau cantik." Ha Ni balas mengatakan, "Hmm kau juga." He Ra tersenyum lalu mengatakan, "Aku bahagia sebab itu merupakan kamu. Hmm maksudku ya aku bahagia sebab Seung Jo memilihmu, bukan aku. Inilah sebabnya aku menyukainya. Baek Seung Jo mempunyai selera yang keren dalam persoalan perempuan. Berbahagialah, jadi aku iri pada anda serta ingin segera menikah juga." Ha Ni mengatakan, "Baiklah aku bakal bekerja keras." He Ra berkomentar, "Jangan. Kau itu telah sabar serta sangat gigih, apabila kau bekerja keras juga maka semuanya bakal mati."

Mereka berdua tersenyum lalu He Ra mengatakan, "Selamat." Ha Ni balas tersenyum serta mengatakan, "Terima kasih tak sedikit."

Seung Jo sedang menerima ucapan selamat dari kawan-kawannya serta datanglah Joon Gu. Joon Gu berkomentar, "Semacamnya kau bahagia. Kau tersenyum sangat lebar. Hingga mulutmu itu terkesan semacam bakal robek." Seung Jo hanya tersenyum serta mengatakan, "Kau tampan." Joon Gu mengatakan, "Tentu saja. Barangkali Ha Ni bakal berubah pikiran seusai menontonku. Aku bisa berlari bersamanya." Seung Jo hanya tersenyum.

Kyung Soo menjadi pembawa agenda serta dirinya meminta supaya para tamu undangan memasuki aula gedung sebab agenda bakal segera di mulai. Ha Ni sangat gugup serta dirinya langsung menggenggam tangan Eun Jo. Eun Jo bertanya, "Apa kau gugup?" Ha Ni menganggukan kepalanya. Eun Jo berkomentar, "Jangan membikin kesalahan. Semacam menjatuhkan cincinmu atupun menginjak gaunmu sendiri serta terpeleset." Ha Ni kesal serta mengatakan, "Hey jangan katakan semacam itu!"

Eun Jo tiba-tiba mengatakan, "Apa kau mau aku memberimu hadiah pernikahan?" Ha Ni menjawab, "Ya. Apa itu?" Eun Jo langsung membisikan sesuatu serta itu membikin Ha Ni sangat kaget mendengarnya.

Acara pernikahan di mulai. Ha Ni serta papah memasuki ruangan diiringi Min Ah serta Joo Ri yang menjadi pendamping mempelai wanita. Semua yang menonton mereka ikut bahagia serta Seung Jo juga terseyum saat menonton Ha Ni.

Kyung Soo mengatakan, "Sebab tak ada pendeta disini maka mereka sendiri yang bakal berjanji. Silahkan..." Seung Jo membuka buku kecil lalu mengatakan, "Aku Baek Seung Jo bakal menghormati serta mencintai Oh Ha Ni apapun yang terjadi. Bakal saling peduli, bakal menjadi suami yang baik untuknya. Aku berjanji." Ha Ni lalu mengatakan, "Aku Oh Ha Ni dengan suami Baek Seung bakal saling mencintai serta peduli selamanya apapun yang terjadi. Aku berjanji bakal menjadi istri yang baik untuknya."

Lalu agenda selanjutnya merupakan sambutan dari Bapa Seung Jo. Bapa Seung Jo mengatakan, "Sebetulnya Ha Ni ini merupakan anak dari kawan lamaku. Saat SMP, aku tinggal di rumahnya serta ya keluarganya memperperbuatku dengan sangat baik. Ini semacam kembali ke masa itu. Aku rutin berfikir bahwa tak ada orang yang bakal semacam dia. Sahabat yang canggih ini saat ini menjadi besanku. Kawanku... Terima kasih sebab kau telah membesarkan putrimu ini dengan sangat baik serta menikahkannya dengan putraku."

Giliran Papah yang memberbagi sambutan. Papah mengatakan, "Aku terus memikirkan kata-kata apa yang harus aku katakan. Serta ya aku mengingat saat kenasiban pernikahan saya yang begitu singkat. Pada hari pernikahan kami, salju turun. Serta pada saat malam natal, kami makan mie yang tersisa serta saling mengucapkan selamat natal. Seusai 100 hari, Ha Ni lahir serta istipsu meninggal. Aku hanya bisa memeluk Ha Ni serta menangis. Aku tetap ingat bakal faktor itu. Itu mungkin bukan faktor besar tapi ya menyenangkan. Ini mungkin sebab kesusahan yang di tanggung bersama-sama. Nenek tak jarang sekali terbuktigil Ha Ni sebagai siput tapi mesikipun begitu dirinya tahu jalan mana yang bakal dirinya tempuh serta dirinya bakal melaluinya dengan tersenyum. Saya rutin sedih serta rugi bakal kesendiriannya tapi mulai hari ini bakal ada laki-laki tampan serta yang sayang padanya. Hatiku pun saat ini menjadi tenang serta yakin. Seung Jo... Terima kasih. Terulah bersama Ha Ni selamanya."

Kyung Soo sebagai MC lalu mengatakan, "Saatnya agenda tukar cincin." Seung Jo mengambil cincin serta memasukannya ke jari tangan Ha Ni. serta giliran Ha Ni yang memasukan cincin ke jari tangan Seung Jo tapi cincin itu justru terjatuh serta membikin para tamu undangan tertawa. Bapa Seung Jo menemukan cincin itu serta memberbaginya pada Ha Ni. Ha Ni meminta maaf serta memasukan cincin itu ke jari tangan Seung Jo.

Seung Jo berbisik pelan, "Dasar bodoh!" Ha Ni kesal serta mengatakan, "Huh jangan menggodaku Baek Seung Jo sebab kau sebetulnya sangat menyukaiku sejak dulu!" Seung Jo kaget serta bertanya, "Apa? Apa maksudmu hah?" Ha Ni tersenyum serta menjawab, "Ciuman kedua itu. Itu bukan saat hujan bukan? Kau menciumku saat aku tertidur. Huh kekanak-kanakan sekali kau." Seung Jo kesal serta langsung menatap Eun Jo yang sengaja memalingkan wajahnya.

Ha Ni mengatakan, "Seusai meaperbuat itu kau begitu malu-malu." Ha Ni tertawa lalu mencium Seung Jo dengan cara tiba-tiba. Semua tamu undangan sangat kaget menonton itu tetapi mereka semua ikut tertawa. Kyung Soo berkomentar, "Wow pengantin wanitanya sungguh berani sekali." Seung Jo kesal serta langsung melepaskan ciuman Ha Ni. Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Lihatlah dirimu kini ini." Seung Jo terkesan malu serta semua tamu tetap terus tertawa. Hanya Joon Gu lah yang terkesan sedih saat menonton itu.

Mereka pun mengawali agenda bulan madunya. Ha Ni serta Seung Jo mengendarai mobil serta melalui pinggir pantai. Ha Ni mengatakan, "Bisakah kami turun sebentar serta menonton pantainya? Ayolah...." Seung Jo menepikan mobilnya serta Ha Ni pun keluar untuk menonton laut yang begitu bersih serta tetap berwarna biru. Ha Ni menonton ke mobil serta nyatanya Seung Jo tetap diam duduk di dalam mobil. Ha Ni menghampiri Seung Jo serta bertanya, "Kenapa? Apa kau tetap marah sebab kejadian di pesta pernikahan itu?" Seung Jo hanya menjawab, "Apabila kau telah berakhir maka cepatlah kami pergi."

Nyatanya di pesta pernikahan itu ada faktor yang membikin Seung Jo lebih malu lagi dari pada dicium Ha Ni dengan cara mendadak. Ya Bunda Seung Jo menunjukan gambar-gambar masa kecil Seung Jo yang di dandani semacam perempuan. Ha Ni serta para tamu undangannya tertawa menonton faktor itu. Kyung Soo sendiri kebingungan saat menonton gambar Seung Jo yang sangat imut itu. Eun Jo bertanya pada Ibunya, "Apakah itu Kakak?" Bunda Seung Jo tersenyum serta menjawab, "Ya. Itu kakakmu."

Balik lagi ke pasangan yang sedang berbulan madu ini... Ha Ni mengatakan, "Ya aku tau Bunda mertua terlalu keterlaluan padahal aku yakin dirinya mengenal bahwa kau tak menyukai faktor ini." Seung Jo kesal serta langsung meninggalkan Ha Ni. Ha Ni kaget serta langsung mengejar mobil Seung Jo sambil terus berteriak, "Hey Baek Seung Jo!!!!"

He Ra sedang berlangsung serta Kyung Soo diam-diam terus mengikutinya. He Ra kesal serta bertanya, "Kau hingga kapan mau terus mengikutiku hah?" Kyung Soo kaget serta menjawab, "Hmm aku... He Ra.. Apa kau lapar? Aku tau kalau kau belum makan. Apa aku harus membelikanmu makanan?"

Ha Ni serta Seung Jo jalan-jalan di tempat penginapan mereka. Ha Ni sangat bahagia sekali sebab akhirnya bisa berangkat bulan madu bersama Seung Jo. Lalu ada yang lewat di depan mereka, seorang laki-laki serta perempuan yang semacamnya mereka ini pasangan juga dna terkesan jelas kalau si perempuan rutin memarahi si laki-laki. Perempuan itu menonton Seung Jo serta Ha Ni lalu mengatakan, "Ah anda disini? Apa anda tetap ingat kami? Kami tadi duduk bersebelahan pada saat di pesawat. Hey kau nyatanya lumayan tampan, aku tak menyadarinya. Kau bisa menjadi aktor." Ha Ni cemburu menonton perempuan itu memuji Seung Jo makanya dirinya langsung menggandeng Seung Jo serta mengundang Seung Jo langsung pergi.

He Ra serta Kyung Soo berangkat ke Restaurant Hot Dog. He Ra berkomentar, "Hmmsemacamnya kau begitu menyukai Hot Dog." Kyung Soo bertanya, "Kenapa? Apa kau tak menyukainya? Haruskah kami pindah ke Restaurant lain?" He Ra menjawab, "Tidak eprlu." Kyung Soo mencoba membikin sebuah lelucon tapi justru itu malah membikin He Ra jadi pendiam.

Kyung Soo menonton sebuah poster yang bertuliskan, "Makan 30 Hot Dog dalam waktu 10 menit serta kau bakal terbang ke New York untuk mengikuti perlombaan." Kyung Soo menghampiri He Ra serta mengatakan, "Makan 30 hot dog dalam 10 menit hmm berarti 1 hot dog 20 detik? Ah aku pasti bisa meperbuatnya. Apabila aku memenangkannya maka aku bisa membelikanmu barang mewah. Ah baiklah kami coba berlatih, aku bakal memakan Hot Dog serta kau harus menghitung hingga 20." He Ra tiba-tiba tertawa serta itu membikin Kyung Soo bahagia.

Kyung Soo mengatakan, "Wow kau tertawa," He Ra langsung menghentikan tawanya serta kembali terdiam. Kyung Soo bertanya, "Apa kau tak merasa sakit pada hari itu? Kau berlatih tennis sangat keras." He Ra menjawab, "Ah tidak." Kyung Soo mengatakan, "Hey kau itu berlatih tennis selama 4 jam. Itu sangat berat." He Ra kebingungan serta bertanya, "Apa kau menontonku selama 4 jam itu?" Giliran Kyung Soo yang kebingungan serta mengalihkan pembicaraan, "Ah aku... Aku bakal memakan hot dog ini." He Ra tersenyum menonton faktor itu.

Ha Ni menonton Seung Jo sedang duduk di kursi luar tempat penginapan serta dirinya pun menghampiri Seung Jo lalu mengatakan, "Hmm disini udaranya sangat keren. Serta lagi pantai ada di depan kita. Sangatlah indah. Ah ya aku tau kalau aku tak pandai dalam tak sedikit faktor tapi aku bakal berusaha keras untuk menjadi istri yang baik." Seung Jo diam saja serta Ha Ni pun menyenderkan kepalanya di bahu Seung Jo. Ha Ni malu-malu serta mengatakan dala hati, "Oh my... Apa yang harus aku perbuat?" Tiba-tiba datang pasangan yang tadi serta mengatakan, "Kamar anda disini? Kamar kami ada di sebelah sana. Wow ini takdir...."

Ha Ni serta Seung Jo mendatangi petugas hotel untuk menonton berbagai program yang di sediakan oleh hotel. Ha Ni bertanya, "Acara lilin? Apa ini?" Petugas hotel membahas, "Ah ini... Ini merupakan program yang paling tak jarang di pilih oleh pasangan yang sedang berbulan madu. Serta kami juga ada program makan malam dengan anggur. Bagaimana?" Ha Ni mengatakan, "Wow keren sekali. Bagaimana Sueng Jo?" Seung Jo mengatakan, "Baiklah kami bakal mengambil program itu." Ha Ni tersenyum bahagia.

Petugas hotel lalu mengatakan, "Ah baiklah kamu hanya butuh datang ke Restaurant disana. Serta ada juga pasangan yang memesan program ini." Ha Ni bertanya, "Hmma ada pasangan berbulan madu lainnya?"

Nyatanya pasangan yang bakal makan malam bersama itu merupakan pasangan yang tadi siang berjumpa dengan Seung Jo serta Ha Ni. Perempuan itu mengatakan, "Wow aku kira program ini bakal sangat membosankan tapi nyatanya sangat romantis. Huh kami ini sangatlah ditakdirkan semacamnya. Ah ya berapa usia kalian? Anda terkesan tetap sangat muda." Ha Ni menjawab, "Kami 21 tahun." Perempuan itu mengatakan, "Wow sama semacamku. Tapi anda semacamnya terlalu cepat... Apakah pernikahan paksa?" Ha Ni kesal mendengar kata-kata itu.

Perempuan itu lalu mengatakan, "Usiaku serta pasanganku beda 11 tahun. Bukankah terkesan jelas?" Seung Jo menuangkan minuman pada laki-laki itu serta si perempuan mengatakan, "Wow kau baik sekali menuangkan minuman untuknya. Ah sebab usia kami sama, haruskah kami berkata informal?" Seung Jo mengatakan, "Terserah kau saja." Ha Ni kesal serta langsung meminum anggurnya dengan terburu-buru. Si perempuan mengejek Ha Ni dengan mengatakan, "Hey apakah kau berniat meminumnya dengan satu kali teguk?" Ha Ni mengatakan, "Huh aku tak begitu tau tutorial meminum anggur." Seung Jo diam saja menonton Ha Ni.

Ha Ni serta Seung Jo berangkat jalan-jalan dengan mobil serta Ha Ni terasa sangat mual jadi Seung Jo menepikan mobil. Seung Jo mengatakan, "Apa kau baik-baik saja?" Ha Ni menjawab, "Ya."

Joon Gu mendampingi pesanan mie pada wanita asing yang waktu itu datang ke Restaurant serta nyatanya nama waniat itu merupakan Christine. Christine meminta Joon Gu membawakan dirinya garpuh tetapi Joon Gu jutsru memarahinya serta bilang bahwa Christine harus memakan memakai sumpit apabila di Korea. JoonGu terus mengajarkan Christine tutorial memegang sumpit yang benar. Diam-diam Papah Ha Ni tersenyum menonton Joon Gu yang dekat dengan Christine.

Seung Jo serta Ha Ni berangkat berlangsung-jalan bersama serta Seung Jo yang membahas tak sedikit faktor mengenai tempat yang mereka datangi. Pasangan itu datang ke tempat itu juga serta semacam biasa si Perempuan menganggu agenda Ha Ni serta Seung Jo. Perempuan itu menggandeng Seung Jo serta meminta Seung Jo untuk membahas tak sedikit faktor mengenai gedung museum yang mereka datangi. Ha Ni sangat kesal menonton itu tetapi dirinya diam saja serta berlangsung di belakang.

Ha Ni tiba-tiba mengatakan pada si laki-laki, "Kau sebagai suami harusnya menjaga istrimu itu!" Laki-laki itu mengatakan, "Aku juga sebetulnya khawatir. Aki pikir Seung Jo terus mengejar istipsu." Ha Ni kesal serta mengatakan, "Seung Jo? Istrimu lah yang terus mengejarnya!" Si laki-laki mengatakan, "Ah tak istipsu tak semacam itu. Dirinya itu sangat baik serta ramah. Bahkan aku pikir dirinya itu terlalu baik untukku ini."

Perempuan itu terus mengikuti Seung Jo serta dirinya mengatakan, "Hey lihatlah mereka terkesan sangat serasi sekali bukan?" Seung Jo menonton Ha Ni yang sedang berkata dengan laki-laki itu serta dirinya diam saja. Si perempuan itu memeluk tangan Seung Jo serta meminta Seung Jo mengajaknya untuk berlangsung-jalan ke museum lagi. Tiba-tiba ada perempuan asing yang menabrak mereka berdua serta itu membikin si perempuan kesal. Serta pasti saja yang menabrak itu merupakan Bunda Seung jo yang diam-diam mengikuti mereka.

Ha Ni serta Seung Jo mendatangi tempat oleh-oleh serta Ha Ni menonton sebuah maianan serta mengatakan, "Haruskah kami membeli ini untuk Eun Jo?" Seung Jo menonton ada seorang anak laki-laki yang berambut coklat serta dirinya mengatakan, "Tidak butuh." Serta ya anak laki-laki berambut coklat itu merupakan Eun Jo!

Mereka telah berakhir berlangsung-jalan serta kembali ke hotel. Ha Ni mengatakan, "Wow kami telah mengunjungi tak sedikit museum hari ini. Apakah kau tak lelah? Kau bahkan menyetir juga." Seung Jo mengatakan, "Ah tidak. Kau apa mau mandi duluan?" Ha Ni panik serta menjawab, "Hmm haruskah aku duluan?" Ha Ni tersenyum serta menyiapkan dalaman yang bakal dirinya pakai serta dirinya terus berfikir, "Ya ampun apa yang harus aku perbuat kini ini?"

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar serta Seung Jo pun membukakan pintunya. Nyatanya yang datang merupakan pasangan itu lagi. Si perempuan mengatakan, "Ayo kami minum anggur ini bersama-sama." Ha Ni jelas sangat kesal sebab faktor itu. serta semacamnya Seung Jo juga tak suka bakal faktor itu.

Besok paginya mereka berdua berangkat sarapan. Ha Ni kesal serta mengatakan, "Ii hari terbaru kami disini tapi kami bahkan tidka punya gambar bersama-sama." Seung Jo tersenyum serta berkomentar, "Jangan khawatir. " Ha Ni bertanya, "Kenapa?" Seung Jo diam saja tak menjawab. (Mungkin maksud Seung Jo jangan khawatir itu sebab dirinya tau kalau Ibunya pasti bakal memotret tak sedikit gambar mereka.)

Ha Ni mengatakan, "Huh bahkan kami tak mempunyai waktu berdua saja. Jadi kami bakal berangkat berdua saja, ok?" Seung Jo tersenyum serta mengatakan, "Ya baiklah." Ha Ni pun ikut tersenyum bahagia.

Ha Ni bersiap-siap untuk jalan-jalan di dalam kamar serta tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Seung Jo membuka pintu serta si laki-laki itu lah yang nyatanya mengetuk pintu. Laki-laki itu datang ke kamar Seung Jo untuk meminta bantuan Seung Jo sebab istrinya sedang kesakitan.

Seung Jo datang ke kamar pasangan itu serta mengecek keadaan si perempuan. Ha Ni tak suka menonton itu serta mengatakan dalam hati, "Kumohon jangan sentuh dia!" Si perempuan itu terkesan jelas pura-pura sakit serta memegang tangan Seung Jo lalu mengatakan, "Dadaku sakit." Ha Ni langsung mengatakan, "Hentikan! Aku tak suka kau menyentuh wanita lain!" Seung Jo mengatakan kejam, "Oh Ha Ni kau ini menikah dengan calon dokter. Bagaimana bisa kau cemburu pada orang yang sakit ini? Kau bahkan cemburu sebab aku menyentuhnya? Apa kamu tak merasa malu hah? Apabila kau terus cemburu semacam ini maka kautidak bisa nasib bersamaku. Apa kau mengerti?" Ha Ni sedih mendengar faktor itu serta langsung berlari pergi. Si laki-laki meminta Seung Jo mengejar Ha Ni tetapi Seung Jo tak mengejarnya sheingga laki-laki itu yang berangkat mengejar Ha Ni.

Si perempuan bangun lalu memegang tangan Seung Jo serta dirinya mengatakan, "Akhirnya tinggal kami berdua. Bukankah kau tak menyukai Ha Ni? Bahkan kau tak ingin menyentuhnya. Kasihan sekali kau. Kau seharusnya berjumpa denganku sebelum berjumpa dengan Ha Ni. Apabila itu terjadi maka..."

Seung Jo tiba-tiba berdiri serta mengatakan, "Apabila itu terjadi maka aku tak bakal menyukaimu! Aku tak ada opsi lain kecuali menghadapimu sebab situasi ini. Kamu bahkan tak seimbang dengan Ha Ni!" Si laki-laki itu datang ke kamar serta bilang bahwa dirinya tidka sukses mengejar Ha Ni. Seung Jo pun berangkat dari kamar itu.

Seung Jo menonton Ha Ni sedang duduk di kursi taman serta dirinya tersenyum lalu duduk di samping Ha Ni. Ha Ni kaget menonton Seung Jo serta dirinya langsung menggeser duduknya menjauh dari Seung Jo. Seung Jo mengatakan, "Aku pikir kau ingin bersamaku hari ini, tapi kenapa kau berangkat sendiri? Apakah kau tetap marah?" Ha Ni menjawab, "Coba kau ada di posisiku sekarang, kau juga pasti bakal marah semacamku!" Seung Jo mengatakan, "Tapi kau terkesan cantik apabila tersenyum. Apabila kau tersneyum maka aku merasa lebih baik."

Ha Ni kaget mendnegar faktor itu. Seung Jo menggelitik Ha Ni serta Ha Ni pun mulai tertawa ceria kembali.

Malamnya.... Ha Ni serta Seung Jo terkesan sama-sama gugup serta mereka duduk terdiam. Ha Ni mengatakan, "Maafkan aku. Aku bersikap bego dengan cemburu hanya sebab faktor itu" Seung Jo berkomentar, "Aneh! Kamu lucu saat ini ataupun nanti. Ada saat dimana kamu terkesan cantik. Tapi kenapa aku meyukaimu ya? Kamu tak cantik serta lucu kini ini. Tapi kenapa aku rutin merindukanmu?"

Seung Jo tiba-tiba mendorong Ha Ni ke belakang serta menciumnya lalu Seung Jo menggendongnya serta mengangkat ke kamar. Ha Ni mengatakan, "Tunggu sebentar... " Seung Jo kebingungan serta bertanya, "Ada apa?" Ha Ni menjawab, "Ada yang butuh aku periapkan. Ya sesuatu yang perempuan harus siapkan." Seung Jo mengatakan, "Tidak butuh. Aku tak bisa menantikan."

Mereka telah kembali ke rumah dari perjalanan bulan madunya. Ha Ni tersadar serta dirinya tersenyum bahagia saat menonton gambar dirinya serta Seung Jo bersama. Tiba-tiba Ha Ni teringat sesuatu serta dirinya langsung berlari turun menuju dapur.

Nyatanya di dapur Seung Jo, Eun Jo serta Bunda Seung Jo telah berkumpul serta sarapan. Bunda Seung Jo mengatakan, "Ha Ni tidurlah kembali apabila kau lelah." Ha Ni mengatakan, "Maaf aku telat." Seung Jo mengatakan, "Alarm berbunyi jam 5 pagi, aku pikir kau bakal membikinkan sarapan pagi untukku." Eun Jo berkomentar, "Kak seharusnya kau memikirkan kembali kata-katamu tadi."

Ibu Seung Jo mengatakan, "Ha Ni ayo saparan bersama. Ah apa kau ingin mandi terlebih dahulu?" Ha Ni menjawab, "Ya aku bakal mandi dahulu. Ah Seung Jo kau bakal ke perpustakaan bukan? Aku bakal cepat-cepat jadi kami bisa berangkat bersama." Bunda Seung Jo berkomentar, "Wow anakku menjadi dokter serta menantuku bakal menjadi suster. Keren sehari ini." Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Tapi aku tak bisa memperoleh sertifkikat apabila tak masuk program ini. Apabila tak maka aku tak bakal memperoleh keduanya." Eun Jo berkomentar, "Hanya sebab dirinya mengambil program ini maka belum pasti ini artinya dirinya bakal lulus." Bunda Seung Jo langsung memarahi Eun Jo serta bilang bahwa Ha Ni ini kini telah menjadi kakak ipar Eun Jo.

Ibu Seung Jo lalu mengatakan, "Ah ya Seung Jo kau harus segera mendaftarkan pernikahan anda ini. Aku tau kau sibuk tapi kau harus berangkat bersama Ha Ni mendaftarkan pernikahan anda berdua." Seung Jo tiba-tiba mengatakan, "Tunggu. Aku tetap ingin memikirkan faktor ini." Jelas semuanya kaget serta Bunda Seung Jo bertanya, "Apa maksudmu dengan berfikir hah? Apa ini kata-kata dari pasangan yang baru saja berakhir berbulan madu bersama?" Seung Jo menjawab, "Kami meperbuat pernikahan ini sebabmu Ibu. Aku rasa ini terlalu terburu-buru."

Ha Ni kebingungan serta bertanya, "Lalu apa yang harus aku perbuat hah?" Seung Jo menjawab, "Kau harus mengubar jurusanmu itu menjadi jurusan perawat. Daftarlah terlebih dahulu lalu merubah jurusanmu." Bunda Seung Jo berkomentar, "Huh apa hubungannya ini dengan pernikahanmu hah?" Ha Ni mengatakan, "Tidak mau!" Seung Jo balik bertanya, "Kenapa?Apa kau tak yakin? Bukankah kau terbukti ingin jadi perawat?" Ha Ni menjawab, "Bukan. Aku... Aku hanya berfikir mengenai kemungkinanku tak bisa memperoleh program itu." Seung Jo berkomentar, "Huh telah kuduga faktor ini bakal terjadi sebuahsaat nanti."

Seung Jo langsung berlangsung berangkat serta dirinya diam-diam tersenyum. Sementara Bunda Seung jo serta Ha Ni terkesan kebingungan.

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16

Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment