ellieve.com - Tuan Yoon mempersilahkan Seung Jo duduk. He Ra tersenyum serta mengatakan, "Kau tak butuh kaget begitu. Aku juga tak menyangka bahwa kau adalah calon yang di pilihkan oleh Kakekku. Pada mulanya aku tak ingin mengikuti pertemuan pernikahan yang di buat oleh Kakekku ini bahkan aku rutin menolaknya tapi sebabmu kini aku pasti terkesan memalukan di depan Kakekku." Baginda Yoon mengatakan, "Aku tak menyangka kau serta He Ra nyatanya telah saling mengenal." Seung Jo berkomentar, "Ya kami kawan satu kelas serta satu angkatan juga."
Tuan Yoon mengatakan, "Pada mulanya aku kebingungan sebab bisa mengundang dirinya ke agenda pertemuan ini dengan begitu mudah. Semacamnya kau serta He Ra terbukti berjodoh. Kalau begitu mari kami makan bersama, He Ra tolong kau yang memilihkan makanannya. Seung Jo kau juga silahkan pilihlah makanan yang kau sukai." He Ra tiba-tiba berkomentar, "Seung Jo tak suka makanan berminyak. Seung Jo bagaimna menurutmu dengan paket makanan ini? Porsinya tak terlalu tak sedikit, bagaimana?" Seung Jo menjawab, "Kelihatannya enak."
Tuan Yoon melihat tingkah He Ra serta Seung Jo, serta dirinya berkomentar, "Ya ampun sikap anda ini semacam telah menikah saja." He Ra tertawa bahagia sementara Seung Jo kebingungan. Baginda Yoon mengatakan, "Maafkan aku apabila mengangguk keenjoyan anda maka aku bakal berangkat dahulu." He Ra bertanya, "Apa Kakek ada urusan lain?" Baginda Yoon menjawab, "Kau pikir aku ini tak punya perasaan?" (Maksud omongan Baginda Yoon itu "Apa kau pikir Kakek tak punya perasaan untuk tetap disini serta membikin anda berdua merasa terganggu sebab keberadaan Kakek?")
a
Ibu Seung Jo pulang dengan tergesah-gesah serta Ha Ni bertanya, "Ada apa?" Bunda Seung Jo justru balik bertanya, "Dimana Seung Jo?" Ha Ni menjawab, "Dia tadi berangkat katanya ada pertemuan. Dirinya memakai pakaian yang sangat rapih serta langsung pergi. Ada apa?" Bunda Seung Jo menatap Ha Ni kecewa.
Seung Jo serta He Ra berangkat ke taman serta Seung Jo membelikan minuman untuk He Ra. He Ra bertanya, "Kau pasti terkejut?" Seung Jo menjawab, "Ya. Sedikit." He Ra mengatakan, "Kau semacamnya berhasil membikin Kakekku bahagia. Ini pertama kalinya dirinya mendatangiku untuk memperlihatkan gambar seorang pria. Aku awalnya melihat gambar itu dengan tak peduli tapi dirinya bilang bahwa pria itu adalah pewaris perusahaan Game yang populer. Serta saat aku melihat gambar pria itu nyatanya itu kamu. Jadi kenapa aku tak datang apabila pria itu adalah kamu? Aku pikir ini menyenangkan. Aku sangat ingin tau ekspresimu."
Seung Jo tersenyum serta bertanya, "Lalu bagaimana?" He Ra menjawab, "Hmm ekspresimu... ya begitulah." Seung Jo kembali bertanya, "Lalu apa yang wajib kami perbuat selanjutnya? Apabila perusahaanku ingin didanai oleh Kakekmu itu berarti aku wajib menikah denganmu?" He Ra menjawab, "Ya mungkin saja... Tapi pasti kau tak mau. Bukankah begitu?" Seung Jo mengatakan, "Aku pikir kau yang tak bakal menyukai faktor ini."
Seung Jo sedang minum air lewat keran serta He Ra menganggunya jadi air itu mengenai Seung Jo. Seung Jo pun meperbuat faktor yang sama pada He Ra serta mereka tertawa. Seung Jo lalu mengatakan, "Saat ini... Perusahaan kami sedang krisis bahkan tak bisa membayar pegawai. Sebab itu aku sengaja datang ke pertemuan ini supaya Baginda Yoon mau menginvestasikan dananya pada perusahaan. Tapi sebab orang itu adalah kau maka aku merasa lega. Tapi apa kau tak membenci ini?" He Ra berkomentar, "Hmm aku tak percaya bisa mendengar kata-kata itu dari Baek Seung Jo." Seung Jo mengatakan, "Benarkah? Nasib ini sungguh susah. Bukan sebatas permainan biasa saja."
He Ra mengatakan, "Tapi.. aku datang ke pertemuan ini sebab tau itu adalah kau. serta kau merasa lega sebab perempuan itu adalah aku serta ya aku tau alasanmu datang. Sebetulnya aku tau alasanmu ini serta aku merasa harga diriku terluka serta tak ingin datang tapi... entahlah aku tiba-tiba saja ingin datang. Bukankah ini terkesan semacam aku sangat menyukaimu? Tapi tenang saja. Mesikipun keadaan ini terkesan nyata tapi aku tak ingin sejauh itu. Jadi ayo kami ambil peluang satu sama lain ini. Ayo kami coba..." Seung Jo kelihatan bimbang tapi dirinya menjawab, "Hmm baiklah. Aku pikir itu keren." He Ra pasti sangat bahagia mendengar faktor itu sebab itu artinya Seung Jo mau mencoba berhubungan dengannya.
Ibu Seung Jo tau mengenai pertemuan Seung Jo serta cucu Baginda Yoon. Dirinya menceritakan semuanya pada Ha Ni serta meminta Ha Ni supaya sabar serta menerimanya. Bunda Seung Jo mengatakan, "Tenang saja, perempuan itu pasti hanya melihat ketampanannya serta apabila perempuan itu tau sikap orisinil Seung Jo maka dirinya bakal meninggalkannya. Seung Jo itu dingin, tak manusiawi, serta tak bersikap baik pada perempuan. Jadi tenang saja."
Ha Ni bertanya, "Lalu bagaimana dengan keadaan Bapa Seung Jo?" Bunda Seung Jo menjawab, "Dia saat ini telah membaik."
Seung Jo pulang ke rumah serta ibunya mengundang Seung Jo untuk berkata tetapi Seung Jo menolak serta bilang bahwa Ibunya itu wajib cepat berangkat ke rumah sakit untuk menemani Bapanya. Seung Jo langsung berangkat ke kamarnya serta Bunda Seung Jo mengatakan pada Ha Ni, "Kau lihatkan sikapnya yang angkuh itu? Semacamnya hanya kau yang bisa mengontrolnya jadi tetap kuat, mengerti?"
Ha Ni berlangsung menuju kamarnya serta melihat Seung Jo. Ha Ni bertanya, "Kau pulang cepat?" Seung Jo balik bertanya, "Kenapa? Tak boleh?" Ha Ni hanya mengatakan, "Maaf. Ah kau berakhir datang dari agenda petemuan perjodohan?" Seung Jo menjawab, "Ya." Ha Ni bertanya, "Bagaimana itu?" Seung Jo balik bertanya, "Apa kau tau siapa itu?" Ha Ni menjawab, "Ya. He Ra. Dirinya adalah cucu dari pemilik Windy Media yang bakal menginvestasikan dananya pada perusahaan game Bapamu."
Seung Jo mengatakan, "Ya. Bukankah itu keren?" Ha Ni kecewa serta bertanya, "Apa.. Apa kau bakal menikah dengannya?" Seung Jo menjawab, "Hmm menikah? Mungkin. Bukankah biasanya seusai ada perjodohan maka bakal ada pernikahan?" Seung Jo langsung masuk ke kamarnya.
Ha Ni sangat kecewa mendengar faktor itu serta dirinya terjatuh. Dirinya menangis serta diam-diam Eun Jo melihat faktor itu. Sementara itu Seung Jo diam di dalam kamarnya serta memikirkan faktor yang tadi dirinya katakan pada Ha Ni.
Ha Ni berangkat ke kampus dengan lesu. Joo Ri serta Min Ah melihat Ha Ni lalu terbuktigil Ha Ni. Joo Ri bertanya pada Min Ah, "Apa ada sesuatu yang terjadi?" Min Ah menjawab, "Mungkin."
Min Ah bertanya, "Ha Ni... Kenapa kau kecewa?" Joo Ri ikut bertanya, "Apa sebab Baek Seung Jo lagi?" Min Ah juga bertanya kembali, "Apa kau di pecat dari perusahaannya?" Ha Ni emnajwab, "Tidak. Aku bilang bahwa aku sedang sakit serta meminta libur." Joo Ri mengatakan, "Kau sedang skait nyatanya." Min Ah menyarankan supaya Ha Ni ke rumah sakit saja apabila terbukti sedang sakit. Ha Ni menyentuh dadanya serta mengatakan, "Ini... Terasa sakit disini." Joo Ri kebingungan, "Hmm kenapa?" Ha Ni menjawab, "Sebab bakal ada pernikahan."
Joo Ri serta Min Ah sama-sama kaget serta bertanya, "Pernikahan? Mungkinkah Baek Seung Jo? Dengan siapa?" Ha Ni menajwab, "Yoon He Ra." Min Ah bertanya, "Kenapa bisa tiba-tiba dengan dia?" Ha Ni menjawab, "Ini perjodohan. Kakek He Ra adalah salah satu investor yang bakal menginvestasikan dananya ke perusahaan Bapa Seung Jo." Joo Ri berkomentar, "Ya ampun. Nyatanya He Ra bukan gadis biasa." Min Ah memukul Joo Ri serta bertanya pada Ha Ni, "Lalu apakah mereka bakal menikah?" Ha Ni menjawab dengan kecewa, "Ya. Dirinya bilang ini bukan ide yang kurang baik. Ini pertama kalinya aku mendengar Seung Jo mengatakan semacam itu." Joo Ri berkomentar, "Kalau begitu keren. Kau wajib bisa melupakan Baek Seung Jo! Serta kau bisa menemukan laki-laki yang lebih baik!"
Seung Jo sedang di ruangannya serta Manager bertanya, "Hmm bagaimana pertemuan kemarin dengan cucu Baginda Yoon?" Seung Jo menjawab, "Baik." Manager mengatakan, "Aku dengar anda telah saling mengenal. Baginda Yoon semacamnya snagat menyukai kamu apabila menjadi mempelai pria untuk cucunya." Seung Jo tak suka persoalan itu semakin di bahas makanya dirinya mengalihkan pembicaraan dengan bertanya, "Apa power point itu telah berakhir?" Manager menjawab, "Sedang di persiapkan. Baiklah aku permisi pergi."
HP Seung Jo berbunyi serta ada SMS dari He Ra yang berbunyi, "Mesikipun kau sibuk tapi kau wajib tetap makan. Semangat! Bersikap semacam pacamu." Seung Jo menutup HPnya serta meletakan di atas meja. Tapi dirinya langsung mengambil HPnya kembali.
Ha Ni serta Min Ah sedang ada di perpustakaan serta HP Ha Ni berbunyi yang membikin semua orang melihat ke arahnya. Ha Ni sendiri tak menyadari HPnya itu berbunyi. Min Ah mengatakan, "Ha Ni ada sms." Ha Ni membuka HPnya serta nyatanya itu SMS dari Seung Jo yang berbunyi, "Tampaknya kau mengambil cuti. Aku bakal memotong gajihmu!" Ha Ni kecewa serta langsung menunduk. HP Ha Ni lagi-lagi berbunyi serta semua orang langsung melihat ke arahnya.
Nyatanya telfon ke HP Ha Ni itu berasal dari Joon Gu. Joon Gu membikin Mie special untuk Ha Ni serta Ha Ni memuji Mie buatan Joon Gu yang sangat enak. Joon Gu bahagia serta bilang bahwa mie buatan dirinya khusus di buat untuk Ha Ni. Ha Ni mengatakan, "Kau keren Bong Joon Gu. Kau telah siap menjadi koki canggih." Joon Gu bahagia serta mengatakan, "Bagaimanapun juga aku ingin kau yang pertama mencoba mie yang aku buat. Sebelum aku mulai memasaknya, aku mencuci tanganku serta menenangkan hatiku. Aku meletakan semuanya di mangkok itu."
Ha Ni bertanya, "Siapa aku ini sampai kau meperbuat semua ini padaku?" Joon Gu menjawab, "Siapa dirimu? Kalau bukan sebab kau maka aku tak bakal mau mencuci wajahku. Itu benar. Sebab aku tak tau kapan kau bakal datang maka aku berpakaian rapih setiap hari, menata rambutku, serta tekun belajar memasak. Dengan cara singkat, Ha Ni kau adalah alasanku untuk nasib." Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Terima kasih. Sebabmu aku merasa special. Serta Mie ini sangat enak. Kau sungguh keren Joon Gu."
Joon Gu lalu mengatakan, "Apabila begitu sewajibnya kami berangkat kencan lain waktu. Bakal keren apabila kami berangkat kencan bersama..." Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Baiklah ayo kami perbuat. Mari berangkat kencan." Joon Gu merasa tak percaya sekaligus bahagia, "Hmm benarkah? Kencan? Kencan? Terima kasih Ha Ni! Kapan kami bakal berangkat bersama untuk kencan?"
Seung Jo berangkat sarapan serta dirinya tak melihat Ha Ni makanya dirinya bertanya pada Eun Jo, "Dimana Oh Ha Ni?" Eun Jo menjawab, "Dia berangkat kencan. Dirinya sangatlah mempersiapkan dirinya bahkan dirinya memakai mantel merah serta sepatu merah. Sangatlah merah." Seung Jo berkomentar, "Benarkah? Semacamnya dirinya berangkat berjumpa dengan laki-laki yang seleranya aneh." En Jo hanya diam melihat kakaknya itu.
Joon Gu datang ke tempat Game Center serta dirinya sangat bersemangat saat melihat Ha Ni. Ha Ni bertanya, "Kau datang lebih awal?" Joon Gu menjawab, "Hmm aku baru disini 3 jam saja." Ha Ni kaget mendengar itu serta bertanya, "Apa jamku salah?" Joon Gu menjawab, "Tidak. Aku semakin melihat Jamku tapi semacamnya tak bergerak semakin jadi aku memutuskan untuk berangkat duluan saja. Kau nyatanya sangatlah datang serta aku sangat tersentuh semacam mau mati. Serta Ha Ni kau sangat cantik hari ini."
Ha Ni tersenyum serta bertanya, "Kemana kami bakal berangkat pertama?" Joon Gu menjawab, "Hal pertama... ayo melihat film. Aku rutin menginginkan bisa melihat bersamamu." Ha Ni mengatakan, "Aku juga... Ah ini film yang sedang aku ingin tonton." Joon Gu bahagia serta mengatakan, "Benarkah? Kalau begitu ayo kami masuk serta ah apa kau ingin membeli pop corn?"
Berakhir melihat. Mereka berlangsung-jalan bersama serta saing berebut tas. Joon Gu imgin membawakan tas Ha Ni serta akhirnya dirinya berhasil merebut tas Ha Ni serta membawakannya. Lalu mereka makan bersama serta Joon Gu yang menatanya lalu menyuapi Ha Ni. Kemudian mereka berangkat ke toko topi serta toko kacamata serta bermain baseball.
Lalu mereka berlangsung-jalan di taman serta mengambil berbagai bunga. Joon Gu sangat bahagia serta menyelipkan bunga itu di rambut Ha Ni. Joon Gu melihat ada tukang gambar serta meminta supaya mereka berdua di gambar bersama.
Tuan Yoon datang ke Rumah Sakit tempat bapa Seung Jo di rawat serta dirinya mengatakan maksud supaya Seung Jo menikahi He Ra. Pasti saja yang paling kaget mendnegar faktor ini adalah Bunda Seung Jo. Baginda Yoon mengatakan, "Aku dengar bahwa mereka masuk ke Universitas Parang dengan peringkat 1 serta 2. Serta saat SMA juga mereka telah sempat berjumpa dalam pertandingan Tennis. Bukankah ini artinya mereka berjodoh?" Bunda Seung Jo mengatakan, "Apabila kau berfikir semacam itu maka setiap pasnagan itu di turunkan dari surga. Jadi..."
Bapa Seung Jo menyela ucapan istrinya serta mengatakan, "Tapi mereka ini tetap sekolah. Bagaimana apabila mereka menyelesaikan sekolahnya dahulu?" Baginda Yoon menjawab, "Bisakah mereka semacam itu? Hmm aku pikir mereka bisa melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Apabila mereka berdua menikah, pikirkan lah bakat-bakat yang bakal ada di anak mereka. Meperbuat bisnis dengan segala hal. Aku telah meneliti serta berfikir bahwa manusia adalah faktor paling penting. Satu orang pintar bisa meperbuat pekerjaan 100 orang. Untuk kini kau tak butuh mengkhawatirkan persoalan dana investasi."
Seung Jo serta He Ra berangkat kencan serta mereka melihat pertunjukan badut di taman. Seung Jo melihat ada yang sedang bermain badminton serta dirinya jadi teringat Ha Ni yang sempat marah-marah serta memukul-mukulkan raket tennisnya. Saat Ha Ni marah-marah tiba-tiba terdengar tepuk tangan yang berasal dari Seung Jo serta Eun Jo yang mengatakan, "Itu sangat menghibur. Lanjutkanlah." Ha Ni kesal serta langsung menutup pintu kamarnya.
Pertunjukan badut berakhir serta semua bertepuk tangan kecuali Seung Jo yang sedang melamun.
Ha Ni sedang berlangsung bersama dengan Joon Gu. Ha Ni bilang bahwa dirinya bakal meneraktir Joon Gu makan malam tetapi Joon Gu menolaknya sebab seorang pria lah yang wajib membelikan makan malam. Ha Ni tersenyum lalu bilang bahwa hari ini sangat membahagiakan serta film yang tadi mereka tonton juga sangat menyenangkan. Joon Gu juga bahagia serta mengatakan, "Hari ini sangat membahagiakan serta menjadi hari paling baik dalam nasibku."
Ha Ni berhenti berlangsung serta tersenyum. Joon Gu mengatakan, "Ha Ni senyummu adalah yang paling baik di dunia ini. Apabila aku bisa melihat senyummu setiap hari maka mungkin aku sangat kenyang mesikipun aku tak makan." Ha Ni hanya tertawa serta semakin menatap Joon Gu. Joon Gu kebingungan serta bertanya, "Ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku?" Ha Ni menggelengkan kepalanya. Joon Gu kembali bertanya, "Lalu apakah aku terkesan aneh?" Ha Ni menggelengkan kepalanya lagi serta menjawab, "Terima kasih. Kamu sangatlah orang yang sangat baik. Aku tau kalau kau orang baik tapi... aku sangatlah baru merasakannya akhir-akhir ini." Joon Gu menggaruk kepalanya sebab malu lalu mengundang Ha Ni berangkat ke Sungai Han.
He Ra serta Seung Jo juga berangkat ke suatu Cafe dekat sungai Han. He Ra sangat bahagia serta bilang bahwa Sungai Han sangat indah. Seung Jo berkomentar, "Ya kau benar." He Ra menghampiri Seung Jo serta bertanya, "Pikiranmu sedang tak disini, bukan? Ah bagaimana dengan perkembangan Game-mu? Kakekku bilang bahwa idemu itu sangat keren sekali." Seung Jo menjawab, "Tidak juga. Aku hanya bakal membikin sesuatu yang tak sama. Mungkin lebih dari 3D. Semacam animasi." He Ra memuji ide Seung Jo itu sebab ide itu terbukti sangat keren sekali.
Mereka menuturkan mengenai Game terakhir yang bakal di buat oleh Seung Jo serta He Ra mengatakan, "Pantas saja apabila Kakekku sangat menyukaimu." Seung Jo hanya terdiam serta meminum kopinya.
Joon Gu serta Ha Ni berlangsung menuruni tangga serta Joon Gu mengatakan, "Ha Ni ayo lihat Sungai Han ini." Ha Ni berkomentar, "Wow keren sekali." Joon Gu melihat suatu bangunan dekat Sungai Han serta dirinya bertanya, "Hmm Ha Ni bangunan apa itu?" Ha Ni menjawab, "Semacamnya Cafe." Joon Gu lalu mengatakan, "Bagaimana apabila kami kesana? Ayo Ha Ni."
Joon Gu serta Ha Ni berlangsung menaiki tangga Cafe itu. Joon Gu mengatakan, "Ini pertama kalinya aku menuju ke cafe semacam ini. Apabila aku tak mengenalmu mungkin aku tak bakal sempat kemari." Ha Ni bertanya, "Kau menyukainya?" Joon Gu menjawab, "Tentu saja aku menyukai hari ini. Ha Ni ini dingin sekali kau sewajibnya memakai pakaian lebih tebal."
Di saat yang sama Seung Jo serta He Ra telah mau berangkat dari Cfe serta mereka berjumpa dengan Ha Ni serta Joon Gu. Seung Jo bertanya, "Apa anda sedang kencan?" Joon Gu menjawab, "Apa kau tak bisa melihatnya hah? Ah semacamnya kau serta He Ra juga sedang menikmati waktu yang membahagiakan ya." Seung Jo mengatakan, "Ya menyenangkan." Ha Ni diam saja mendnegar kata-kata Seung Jo. He Ra lalu mengatakan, "Semacamnya Seoul ini kecil ya jadi kami bisa berjumpa disini." Ha Ni mengatakan, "Ya aku juga heran."
He Ra merangkul lengan Seung Jo serta mengatakan, "Kalian mau bergabung dengan kami? Kami mau berangkat ke bar Jazz. Tempatnya sangat santai." Seung Jo mengatakan, "Untuk apa? Bakal menyebalkan apabila ada mereka. Anda berdua sewajibnya pegrgi ke tempat semacam taman bermain saja. Bukankah itu lebih tepat untuk kalian?" Joon Gu kesal serta mengatakan, "Hey apa maksudmu hah? Aku serta Ha Ni juga mempunyai telinga serta bisa mendengarkan music dengan baik." Ha Ni menahan Joon Gu serta mengatakan, "Seung Jo kau benar. Joon Gu ayo kami berangkat ke tempat lain saja."
Saat Ha Ni serta Joon Gu bakal pergi, Seung Jo mengatakan, "Oh Ha Ni... Anda berdua sangat serasi." Ha Ni jelas kecewa mendengar faktor itu. Joon Gu berkomentar, "Benarkah kamu serasi? Ah kau serta He Ra juga serasi sebab kepribadian kejam anda sangat tepat." Ha Ni luar biasa Joon Gu serta mengundang Joon Gu segera berangkat saja.
Seusai Joon Gu serta Ha Ni pergi, He Ra melihat Seung Jo yang terkesan kecewa.
Ha Ni serta Joon Gu berlangsung bersama di pinggir pantai serta Ha Ni terkesan kecewa. Joon Gu mengatakan, "Ha Ni..." Ha Ni terbangun dari lamunannya serta langsung tersenyu, "Ah sangat indah sekali pemandangan sungai Han ya." Joon Gu juga mengatakan, "Ya sangat cantik." Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Terima kasih telah membawaku kemari."
Joon Gu terkesan gugup serta dirinya menuruni berbagai tangga lalu mengatakan, "Menikahlah denganku! Yang aku katakan... Menikahlah denganku." Ha Ni yang mendengar faktor itu sangat kaget.
Seung Jo serta He Ra berangkat dari cafe serta Seung Jo membukakan pintu mobil untuk He Ra. He Ra tertawa serta Seung Jo bertanya, "Hmm ada apa?" He Ra menjawab, "Apa kau tak punya tangan? Mungkin kau bakal mengatakan semacam itu apabila aku Ha Ni. Mengapa kau begitu kasar pada Ha Ni?" Seung Jo kebingungan menjawabnya, "Sebab..." He Ra tertawa serta mengatakan, "Apa aku aneh?Aku merasa lebih bahagia apabila kau juga bertindak kasar semacam itu padaku." Seung Jo hanya tersenyum.
Ha Ni sedang duduk di kamarnya serta memikirkan kata-kata Joon Gu tadi, "Maukah... Maukah kamu menikah denganku? Aku selagi ini rutin memperhatikanmu serta kau memperhatikan Seung Jo. Faktor ini telah terjadi 4 tahun. Pasti saja aku bakal menantikanmu tapi... Baek Seung Jo telah mempunyai orang lain. Kami berdua sama-sama memperhatikan seseorang. Kami hentikan saja ini serta mulai saling melihat Ha Ni. Yang kau butuh perbuat hanya menatapku sebab aku ada disini. Ha Ni... Ayo kami menikah."
Kembali ke Ha Ni yang sedang duduk di dalam kamarnya. Ha Ni melihat gambar kelulusan dirinya bersama Seung Jo serta dirinya berfikir, "Hmm semacamnya dirinya bakal pulang malam. Apa yang sedang dirinya perbuat saat ini? Hmm Jazz Bar? Pasti menyenangkan. Aish kenapa aku memikirkan Baek Seung Jo lagi?" Ha Ni langsung naik ke tempat tidurnya serta menutup dirinya dengan selimut.
Seung Jo pulang ke rumah serta melihat ibunya yang sedang duduk di tangga serta bertanya, "Jam berapa sekarang?" Seung Jo menjawab dengan santai, "Hmm jam 11." Bunda Seung Jo marah, "Apa yang kau perbuat sampai larut malam begini baru pulang? Kamu berangkat ke agenda perjodohan tanpa memberi tahu keluargamu terlebih dahulu. Lalu kini kau berangkat kencan dengannya? Apa yang sedang kau rencanakan hah?"
Ha Ni keluar dari kamarnya serta mendengar omongan Bunda Seung Jo serta Seung Jo. Bunda Seung Jo mengatakan, "Bapamu baik-baik saja lalu mengapa kau mengambil keputusan ini?" Seung Jo menjawab, "Aku tak meperbuat ini demi Bapa." Bunda Seung Jo mengatakan, "Kau tak jujur! Kamu meperbuat ini demi perusahaan Bapamu!" Seung Jo berkomentar, "Aku? Tak mungkin! Bunda tau kan bagaimana sifatku."
Ibu Seung Jo bertanya, "Lalu apa alasanmu menemui cucu Baginda Yoon hah?" Seung Jo melihat ke atas sesaat lalu menjawab, "Ibu sangatlah ingin tau? Itu sebab aku menyukai cucu Baginda Yoon." Ha Ni mendengar itu serta sangat kaget. Bunda Seung Jo mengatakan, "Itu argumen yang tak masuk akal!" Seung Jo tak mempedulikan ibunya serta langsung naik tangga menuju kamarnya.
Ha Ni mendengar suara Seung Jo naik ke tangga serta dirinya pun langsung berlari seakan-akan baru keluar dari kamarnya. Ha Ni mengatakan, "Kau pulang larut malam?" Seung Jo balik mengatakan, "Dan kau pulang cepat? Anda berdua tepat." Ha Ni mengatakan, "Ya benar. Aku sangat menikmati kencan yang membahagiakan serta Joon Gu sangat baik. Tak semacam seseorang yang rutin jahat padaku. Aku menyukainya." Seung Jo berkomentar, "Kerenlah. Semoga kau berhasil." Seung Jo langsung masuk ke kamarnya serta menutup pintu dengan keras.
Seung Jo masuk kamarnya serta langsung bersender ke pintu kamar. Eun Jo belum tidur serta dirinya heran melihat sikap Kakaknya itu.
Ha Ni menceritakan persoalan lamaran Joon Gu ini pada Min Ah serta Joo Ri. Pasti saja reaksi mereka berdua sangat kaget mendengar faktor ini. Joo Ri berkomentar, "Wow Bong Joon Gu sangat canggih." Min Ah bertanya, "Lalu apa yang bakal kau katakan padanya?" Ha Ni menjawab, "Hmm aku tak mengatakan apapun. Aku tau Joon Gu sangat baik, tapi... Aku tak punya perasaan apapun padanya. Bahkan saat aku memperoleh lamaran itu... Aku sedikit terkejut tapi kini aku telah merasa tenang."
Min Ah mengatakan, "Hey mana ada orang yang begitu memperhatikanmu semacam Joon Gu!" Joo Ri juga berkomentar, "Yeah dirinya benar. Jujur saja ya dari pada Seung Jo, kau bakal lebih baik apabila bersama Joon Gu saja." Ha Ni terdiam memikirkan Seung jo serta He Ra. Joo Ri mengatakan, "Lagi pula Seung Jo serta He Ra bakal segera menikah juga." Min Ah berkomentar, "Ya benar. Hari ini kau pikirkan baik-baik mengenai Joon Gu. Dirinya ini rutin memikirkanmu selagi 4 tahun. Kau mungkin lebih mengerti perasaannya. Kau mengerti maksudku kan?" Ha Ni menjawab, "Ya aku mengerti."
Seung Jo serta He Ra berangkat ke toko olah raga serta Seung Jo mencoba berbagai jaket. He Ra bertanya pada Seung Jo, "Menurutmu baju yang lebih keren yang mana? Yang putih alias pink?" Seung Jo menjawab, "Yang putih." He Ra bahagia serta mengatakan, "Ya aku pikir ini lebih keren." Lalu mereka membayar belanjaan di kasir serta Seung Jo lah yang membayarnya.
He Ra lalu mengatakan, "Sebab kau telah meneraktirku ini maka aku bakal meneraktirmu makan malam. Aku tau tempat yang enak."
Ha Ni sedang berlangsung sendirian serta dirinya berfikir, "Orang bersamaku bukan Baek Seung Jo melainkan Joon Gu. Walau aku tak berminat padanya tapi dirinya membahagiakan sperti keluarga sendiri." Ha Ni menabrak seorang pria serta tasnya terjatuh. Lalu ada yang mengambil tas Ha Ni serta itu adalah He Ra yang baru keluar dari toko olah raga bersama Seung Jo.
He Ra mengatakan, "Kau ada disini? Ah kamu mau makan bersama." Seung Jo mengatakan, "Kau mau ikut?" Ha Ni diam saja serta He Ra pun mengundang Ha Ni untuk bergabung makan bersama dirinya serta Seung Jo. Tiba-tiba Seung Jo mengatakan kejam, "Jangan berpendapat bahwa aku sedang memohon padamu untuk ikut makan bersama!" Seung Jo langsung berlangsung berangkat disusul dengan He Ra yang menggandeng lengan Seung Jo.
Di Restaurant, Joon Gu sedang melihat gambar ia bersama Ha Ni serta Papah memarahi Joon Gu yang sejak tadi hanya melihat gambar itu saja. Seung Jo, He Ra serta Ha Ni datang ke Restaurant itu serta He Ra baru tau kalau Restaurant itu milik keluarga Ha Ni. Papah bertanya pada Seung Jo, "Ah kau datang bersama kawanmu?" Joon Gu menjawab, "Apa itu kawan? Mereka ini bakal segera menikah." Papah kaget mendengar faktor itu. He Ra basa busuk bilang bahwa dirinya tau Restaurant Papah ini dari internet makanya datang kemari.
Joon Gu menyaapabilan makanan untuk He Ra, Seung Jo serta Ha Ni. HeRa melihat makanan itu serta bilang bahwa makanannya sangat cantik serta sagat sayang apabila di makan. Joon Gu berkomentar, "Koki(Papah Ha Ni) membikin sesuatu yang special sebab kedatangan kalian." Papah mengatakan, "Ya apabila Seung Jo datang bersama kawannya maka anda adalah tamu VIP. Silahkan makan"
He Ra memakan Mie-nya serta Joon Gu langsung mengatakan, "Bukan begitu caranya. Kau wajib menuangkan minyak ini terlebih dahulu, mengaduknya lalu kau bisa memakannya." Ha Ni berkomentar, "Oh semacam itu? Bahkan aku pun tak tau tutorial memakannya yang benar." Joon Gu tersenyum serta mengatakan, "Tidak apa-apa. Tak sedikit orang yang tak mengenal faktor itu. Makanlah yang tak sedikit." Joon Gu berangkat ke dapur serta He Ra berkomentar, "Dia membikin pekualitasanku berubah."
Seung Jo tiba-tiba mengatakan, "Kau pasti bahagia Oh Ha Ni sebab mempunyai kekasih yang tahu tak sedikit hal." Ha Ni serta He Ra sama-sama kaget mendengar faktor itu. He Ra berusaha menghapus ketegangan serta mengatakan, "Ah aku tak begitu canggih memegang sumpit jadi kau tak boleh menertawakan aku." He Ra menyuapi Seung Jo serta Ha Ni hanya bisa terdiam menatap Seung Jo. He Ra mengatakan, "Ha Ni kenapa kau semakin melihat Seung Jo semacam itu? Apabila kau semacam itu semakin wajah Seung Jo bisa terjatuh." Papah diam-diam melihat faktor itu juga.
Seung Jo meperbuat persentasi mengenai permainan yang bakal di buat oleh perusahaan. Baginda Yoon pasti sajabahagia melihat itu serta memuji Seung Jo, "Wow ini sangat canggih. Mesikipun ini susah tapi nyatanya kau bisa menyelesaikan perpersoalanan ini dengan begitu cepat." Seung Jo tersenyum serta berkomentar, "Ah tidak. Ini semua berkah karyawan yang bekerja sampai larut malam."
Persentasi berakhir serta Baginda Yoon mengatakan, "Kau sangat bekerja keras. Wajibkah aku menelfon He Ra untuk mengundang He Ra makan bersama kita?" Seung Jo menjawab, "Ah maaf. Hari ini Bapaku keluar dari rumah sakit jadi aku bakal makan di rumah bersama keluarga." Baginda Yoon mengatakan, "Oh itu waktu yang tepat. Aku bakal meminat He Ra untuk datang ke rumahmu untuk memberbagi salam terhadap Bapamu yang baru pulang dari rumah sakit." Seung Jo terkesan kaget mendengarnya.
He Ra datang ke rumah serta langsung memberbagi salam pada Bapa Seung Jo serta Bunda Seung Jo. Bunda Seung Jo tak suka He Ra makanya dirinya sengaja semakin dekat-dekat dengan Ha Ni. He Ra mengatakan, "Sebelumnya aku telah sempat berjumpa dengan Bunda Seung Jo." Bunda Seung Jo berkomentar, "Benarkah? Semacamnya kesan pertama berjumpa denganmu tak begitu menyentuh jadi aku tak begitu ingat. Ah kau telah tau kan kalau Ha Ni tinggal bersama Seung Jo?" He Ra menjawab, "Ya aku tau."
Ibu Seung Jo melihat ada kue di ruang tengah serta mengatakan, "Ini kau yang membawa? Sayang sekali Bapa Seung Jo tak boleh makan manis serta Seung Jo juga tak menyukai makanan yang manis." Ha Ni tiba-tiba mengatakan, "Hmm itu aku yang membawanya." Bunda Ha Ni mengatakan, "Benarkah? Wah keren." He Ra lalu mengeluarkan barang bawaannya yang adalah kue beras supaya semua bisa memakannya." Eun Jo berkomentar, "Wow dirinya sangat tak sama dari Oh Ha Ni." Bunda Seung Jo kesal serta mengatakan, "Huh aku lebih suka Kue yang di bawa oleh Ha Ni ini."
Bapa Seung Jo mengatakan, "Ah aku bakal ke kamar untuk beristirahat. Anda silahkan berbicang-bincang." Eun Jo juga mengatakan, "Ya aku juga bakal berangkat ke kamar."
Akhirnya di ruang tengah hanya ada Ha Ni, Bunda Seung Jo, He Ra serta Seung Jo. Ha Ni terkesan lemas serta He Ra terkesan bahagia. He Ra mengambil kue serta menyuapi ke Seung Jo, Seung Jo mengambil kue itu serta memakannya sendiri. Bunda Seung Jo mengatakan, "Seung Jo ini anakku tapi ya dirinya ini pemarah, egois, angkuh serta dirinya sama sekali tak menyenangkan." He Ra mengatakan, "Dia tak semacam itu. Dirinya membahagiakan serta bisa berkomunikasi dengan sangat baik."
Ibu Seung Jo kesal serta mengatakan, "Huh kau juga pasti jenis yang membosankan. Bicaramu keren serta kau hanya menuturkan mengenai buku. Kau orang semacam itu kan?" He Ra menjawab, "Ya kau benar. Kami ini orang yang rasinal serta logis. Tapi mesikipun orang-orang melihat kami semacam itu, Kami tetap merasa bahwa ini menyenangkan." Bunda Seung Jo mengatakan, "Dan lagi dirinya ini tak sempat bersikap baik pada wanita, dirinya tak sempat mengatakan hal-hal yang baik serta dirinya jenis orang yang mengoreksi surat cinta seseorang." He Ra berkomentar, "Benarkah? Wow aku juga meperbuat faktor yang sama."
Ibu Seung Jo sangatlah kehilangan akal lagi serta mengatakan, "Ya anda terkesan serasi. Muskipun Seung Jo terkesan pandai tapi dirinya itu bodoh. Dirinya tak tahu perasaannya sendiri. Apabila dirinya menyukai seseorang maka dirinya bakal bersikap dingin serta menyakiti orang itu. Serta bahkan dirinya berusaha menyingkirkan orang itu, itulah yang aku lihat. Itu artinya dirinya takut. Dirinya takut tak bisa menyelesaikan persoalan ini semacam menyelesaikan persamaan matematika. Apa kau orang yang semacam itu juga He Ra?"
Seung Jo telah lelah mendengar semua kata-kata ibunya jadi dirinya sedikit membentak "Ibu!" He Ra terdiam serta melihat Seung Jo.
Malamnya, Seung Jo bilang pada Ibunya "Kau kekanak-kanakan!" Bunda Seung Jo pasti tak terima di sebut semacam itu. Seung Jo mengatakan, "Aku tak sempat mengatakan apapun mengenai Bunda yang menyukai Ha Ni. Tapi kenapa Bunda rutin mendorongku untuk menyukainya?" Ha Ni mendengar faktor itu serta merasa kecewa. Bunda Seung Jo mengatakan, "Apa kata-kataku salah? Kau adalah putraku serta aku mengenal dirimu tapi kau lah yang tak mengenal dirimu sendiri." Seung Jo kesal serta mengatakan, "Biarkan aku perbuat apa yang aku inginkan! Karirku serta kenasiban cintaku, aku mohon kau jangan ikut campur lagi."
Ibu Seung Jo mengatakan, "Ikut campur? Aku rutin menghargai keputusanmu. Tapi apa ini? Kau bahkan tau perasaan Ha Ni tapi kenapa kau tetap mengangkat perempuan itu kemari? Ini adalah persoalan sopan santun! Apa kau tak mempunyai sopan santun hah?" Ha Ni mendengar faktor itu serta mengatakan, "Ibu.. Aku baik-baik saja." Bapa Seung Jo mendengar faktor ini juga serta marah pada Seung jo. Seung Jo mengatakan, "Baiklah apabila bunda menghormati keputusanku maka tolong perbuat faktor ini pada keputusanku kini ini." Seung Jo langsung berangkat menuju kamarnya.
Eun Jo sedang belajar di ruang belajar serta dirinya mendengar dialog ibunya serta bapanya, "Aku yakin bahwa Seung Jo pasti menyukai Ha Ni. Sebab dirinya anakku maka aku yakin dirinya bakal menyukainya." Bapa Seung Jo berkomentar, "Tapi kau tak boleh memaksakan keinginanmu ini pada anakmu." Bunda Seung jo bertanya, "Tapi bukankah mereka berdua sangat serasi? Mereka itu saling mengisi serta melengkapi. Bukankah begitu?" Bapa Seung Jo menjawab, "Ya itu juga faktor yang aku lihat tapi semacamnya Seung Jo tak semacam itu." Bunda Seung Jo kecewa serta mengatakan, "Apa yang ahrus aku perbuat? AKu merasa meperbuat faktor yang kurang baik pada Seung Jo serta Ha Ni."
Eun Jo tiba-tiba menghampiri Bunda serta Bapanya lalu mengatakan, "Dia menyukainya. Dirinya menyukai Oh Ha Ni. Jadi Bunda tak butuh kecewa." Bunda Seung Jo kaget mendnegar itu serta mengatakan, "Eun Jo, apa yang kau katakan?" Eun Jo langsung berlari berangkat ke kamar Seung Jo.
Eun Jo masuk ke kamar Eun Jo serta bertanya, "Kak... Apa kau bakal menikah dengan He Ra?" Seung Jo balik bertanya, "Bukankah dirinya cantik? Kau pasti bahagia mempunyai kaka ipar yang cantik." Eun Jo bertanya, "Kau suka yang semacam dia?" Seung Jo menjawab, "Hmm apabila tak semacam itu apakah bakal tetap terjadi?" Eun Jo mengatakan, "Tapi kau kan menyukai..." Seung Jo menjawab, "Dia sangat baik. Dirinya pintar, serta juga bermian tennis dengan baik. Apabila kau berjumpa dengannya berbagai kali maka kau bakal menyukainya."
Seung Jo terdiam sesaat untuk merenung serta melihat pekerjaannya. Eun Jo melihat Kakaknya itu serta berkomentar pelan, "Pembohong!"
Flashback saat Ha Ni serta Eun Jo berangkat ke suatu tempat dimana Seung Jo menjadi pemandu wisata. Eun Jo sedang mencari serangga serta dirinya melihat Ha Ni yang sedang tertidur di kursi. Eun Jo melihat ada serangga di tangan Ha Ni serta ingin menangkapnya jadi dirinya berlangsung pelan-pelan ke arah Ha Ni tapi nyatanya ada yang datang yaitu Seung Jo. Akhirnya Eun Jo pun bersembunyi di dekat pohon serta melihat Seung Jo duduk di samping Ha Ni yang tertidur.
Seung Jo terkesan tersenyum serta mencium Ha Ni. Eun Jo sangat kaget melihat faktor itu. Seung Jo berakhir mencium Ha Ni yang tetap tertidur serta ya dirinya melihat Eun Jo. Seung Jo hanya mengatakan pelan "Sut!" Eun Jo mengangguk mengerti lalu bersembunyi serta Seung Jo pergi.
Eun Jo sedang di balkon serta dirinya mengatakan, "Kakak mencium Oh Ha Ni. Tapi aku tak bisa memberi tahukan faktor ini pada Ibu. Mesikipun Kakak mengatakan tak menyukai Ha Ni tapi aku yakin bahwa dirinya menyukai Oh Ha Ni."
Tuan Yoon mengatakan, "Apa ada sesuatu yang terjadi?" He Ra menjawab, "Hmm tidak. Tak ada yang terjadi. Aku hanya bermain datang kemari." Baginda Yoon mengatakan, "Apa itu Yoon He Ra si jenius? Apa aku wajib menaruh kecepatan dalam faktor ini hah?" HHe Ra tak mengerti serta bertanya, "Kecepatan? Apa maksud Kakek?" Baginda Yoon menjawab, "Kita ini pisaunya serta dirinya adalah yang berusaha, bukan kita." He Ra mengatakan, "Tidak butuh. Apabila kau meperbuat itu maka itu bakal melukai harga diriku. Apabila aku memperoleh kesusahan maka aku bakal meminta bantuanmu Kakek."
Ibu Seung Jo ingin mengenal apa maksud ucapan Eun Jo semalam jadi dirinya sengaja membikin puding kesukaan Eun Jo untuk membikin Eun Jo mengatakan suatu rahasia. Bunda Seung Jo menyuapi Eun Jo puding serta bertanya, "Eun Jo... Apa maksud ucapanmu bahwa Kakak-mu itu menyukai Ha Ni?" Eun Jo kaget serta mengatakan, "Aku tak bakal memakan puding itu lagi." Eun Jo langsung berlari serta Bunda Seung Jo mengejarnya.
Ha Ni serta Papah sedang di balkon serta menatap langit malam. Ha Ni bertanya, "Papah, apa pendapatmu apabila aku berpacaran dengan Joon Gu?" Papah balik bertanya, "Kenapa? Apa ada sesuatu?" Ha Ni menjawab, "Hmm tidak.Aku kan hanya bertanya bagaimana apabila seandainya aku berpacaran dengan Joon Gu." Papah berkomentar, "Hmm aku tak begitu menyukainya sebab dirinya kasar tapi dirinya itu sangatlah laki-laki sebab apabila dirinya memasak maka dirinya bakal sangatlah fokus. Sebagai koki aku pikir dirinya itu canggih. Serta dirinya rutin memikirkanmu lebih dari apapun Ha Ni. Dirinya juga rutin menjagamu jadi tak ada yang tak aku sukai dari dia." Ha Ni hanya berkomentar, "Benarkah?"
Papah lalu bertanya, "Apa Seung Jo bakal segera menikah?" Ha Ni menjawab, "Hmm ya." Papah kembali bertanya, "Apa dengan wanita yang waktu itu datang ke Restaurant? Semacamnya aku mengambil keputusan yang tak bijaksana. Sewajibnya kami tak kembali kemari, mesikipun mereka semakin membujuk. Kau tau? Apabila kami tetap disini maka bakal terasa aneh. Ini bakal membikin ketidakenjoyan. Seung Jo... Huh Oh Ha Ni adalah perempuan yang baik. Faktor ini membikinku tak sedikit berfikir."
Ha Ni sedang duduk di taman serta dirinya memperoleh telfon dari Joon Gu. Joon Gu meminta Ha Ni untuk datang ke Restaurant sebab dirinya ingin meminta Ha Ni mencicipi masakannya serta apabila masakan itu enak maka Joon Gu bakal meminta Papah Ha Ni mencicipinya juga.
Kyung Soo sedang melatih para anak buah klub serta Seung Jo datang menghampirinya. Kyung Soo mengatakan, "Wow kau datang Seung Jo? sejak kau tak datang ke klub maka anak buah klub wanita pun pergi. Lihatlah hanya ada anak buah pria. Sebab kau telah datang bagaimana apabila kami bermain sebentar?" Seung Jo menjawab, "Maaf aku datang kemari untuk membersihkan lokerku sebab tak bakal datang kemari untuk berbagai lama."
Seung Jo melihat ke sekeliling lapangan Tennis serta bertanya, "Hmm aku tak melihat pengambil bola. Kemana dia?" Kyung Soo menjawab, "Apa Ha Ni maksudmu? Dirinya telah kemarin hari tak datang sebab sibuk berkencan dengan pria yang bekerja di Restaurant milik Papahnya." Seung Jo langsung berlangsung pergi.
Min Ah memperlihatkan lapangan tennis Universitas terhadap Joo Ri. Joo Ri bertanya, "Jadi ini lapangan tennis dimana selagi ini Ha Ni rutin di abaikan serta menderita?" Min Ah menjawab, "Ya kau benar."
Seung Jo berlangsung di depan Min Ah serta Joo Ri, lalu Joo Ri bertanya, "Baek Seung Jo sedang apa kau disini?" Seung Jo balik bertanya, "Bukankah sewajibnya aku yang bertanya semacam itu?" Min Ah mengatakan, "Hmm dirinya benar." Joo Ri lalu bertanya, "Hmm bukankah kau bakal menikah dengan Yoon He Ra?" Seung Jo melalaikan pertanyaan itu serta berlangsung pergi.
Min Ah serta Joo Ri mengikuti Seung Jo dari belakang serta sengaja berkata dengan suara yang besar. Joo Ri mengatakan, "Hey kau tau? Joon Gu itu laki-laki yang sangat baik bahkan rutin memberbagi makanan enak pada Ha Ni." Min Ah menjawab, "Ya aku tahu faktor itu. Siapa yang menyangka bahwa dirinya telah menikahi Ha Ni ." Seung Jo tiba-tiba berhenti berlangsung. Joo Ri mengatakan, "Wow bukankah hari ini Ha Ni bakal menjawab lamaran Joon Gu?" Min Ah mengatakan, "Ya benar sebab itu Ha Ni berdandan dengan sangat cantik hari ini." Joo Ri membalas mengatakan, "Ya benar. Jangan-jangan Ha Ni yang bakal menikah duluan." Min Ah serta Joo Ri langsung berangkat seusai mengatakan semacam itu serta Seung Jo teridam.
Ha Ni datang ke Restaurant serta mencicipi masakan Joon Gu serta berkomentar, "Aku sangat kenyang. Bilanglah pada Papah bahwa masakanmu ini pasti bakal mengangkat keberuntungan untuk Restaurant. Joon Gu kau sangat canggih serta semacamnya performamu ini lebih canggih dari Papahku." Joon Gu mengatakan, "Tidak sedikit faktor yang wajib aku pelajari supaya menjadi koki. Tapi ya pujianmu itu memberbagi semangat padaku."
Ha Ni menatap hujan deras di luar Restaurant serta Joon Gu mengatakan, "Ha Ni... mengenai yang aku katakan padamu kemarin hari lalu itu.... Apa kau telah memikirkannya? Apa kau tak bisa? Hmm aku menuturkan mengenai Seung Jo. Dirinya telah berangkat ke perjodohan serta bakal segere menikah, Apa kau tetap tetap memikirkannya? Ha Ni... Dirinya itu laki-laki dingin, apa kau begitu menyukainya? Aku sempat bilang padamu bahwa aku ini rumahmu yang bakal rutin menerimamu kapan saja. Tapi apabila kau membiarkan rumah ini kosong maka kau tak bisa memakainya lagi."
Ha Ni mengatakan, "Aku...." Terdengar ada suara petir serta itu membikin Ha Ni takut jadi dirinya hampir jatuh menimpa Joon Gu. Joon Gu memegang lengan Ha Ni serta mengatakan, "Ha Ni aku sangatlah menyukaimu." Joon Gu memaksa ingin mencium Ha Ni tetapi Ha Ni semakin memberontak serta mengatakan, "Jangan semacam ini Joon Gu!" Joon Gu mengatakan, "Aku tebak... Aku tak ada peluang." Ha Ni merasa bersalah serta mengatakan, "Maafkan aku Joon Gu." Ha Ni langsung berlari keluar dari Restaurant.
Ha Ni turun dari bis serta berteduh di suatu tempat sebab hujan sedang turun. Ha Ni mengatakan, "Aku sangatlah tak baik pada Joon Gu. Seusai selagi ini memberbagi andalan padanya akhirnya dirinya saat ini merasakan sakit hati. Apakah aku meperbuat ini semua? Apakah sebab itu bukan Seung Jo maka aku menolaknya?"
Ha Ni berlangsung mesikipun sedang hujan serta dirinya berjumpa dengan Seung Jo yang sedang duduk di halte. Ha Ni bertanya, "Apa yang kau perbuat disini?" Seung Jo menjawab, "Apa maksudmu? Apa ini tak nyata? Tak mungkin kau mengangkat payung." Ha Ni bertanya, "Apa kau menantikanku?" Seung Jo tak menjawabnya serta langsung membuka payung yang dirinya bawa. Seung Jo semakin diam sampai akhirnya Ha Ni berlangsung ke sisinya serta berlangsung bersama-sama.
Seung Jo bertanya, "Apa kau habis berjumpa dengan laki-laki itu? Lalu apa jawaban yang kau berbagi padanya? Aku dengar dirinya menikahimu." Ha Ni balik bertanya, "Apa aku tak bisa meperbuatnya?" Seung Jo kembali bertanya, "Itu sebabnya kenapa aku bertanya padamu, Jawaban apa yang kau berbagi pada dia?" Ha Ni menjawab, "Apa jawaban yang aku berbagi itu bukan urusanmu." Seung Jo mengatakan, "Hmm benar."
Ha Ni lalu mengatakan, "Aku bakal segera pindah dai rumahmu. Aku telah mengatakan faktor ini pada Papah. serta aku bakal berangkat dai nasibmu..." Seung Jo langsung berlangsung dengan cepat serta meninggalkan Ha Ni. Ha Ni mengejar Seung Jo serta mengatakan, "Sangat melegakan sebab Joon Gu bekerja keras serta Papahku menyukainya. Kini sewajibnya aku menolong dirinya serta Papah di Restaurant."
Seung Jo tiba-tiba berhenti berlangsung serta bertanya, "Apa kau menyukainya? Bong Joon Gu?" Ha Ni menjawab, "Hmm pasti saja. selagi 4 tahun dirinya menyukaiku." Seung Jo kembali bertanya, "Lalu apabila ada seseorang yang mengatakan menyukaimu, maka kau juga bakal menyukainya?" Ha Ni menjawab, "Hmm kenapa? Apa aku tak boleh meperbuatnya? Aku lelah rutin menyukai seseorang, Aku ingin melihat laki-laki yang menyukaiku, aku suka Bong Joon Gu."
Seung Jo mengatakan, "Kamu menyukaiku! Kamu tak bakal bisa menyukai orang lain!" Ha Ni berkomentar, "Apa itu? Kau terlalu percaya diri!" Seung Jo bertanya, "Apa aku salah?" Ha Ni menjawab, "Tidak. Kau terbukti benar! Aku hanya menyukaimu, jadi apa yang wajib aku perbuat hah? Kau bahkan tak sempat melihatku! Seseorang semacamku...."
Seung Jo tiba-tiba menjatuhkan payungnya serta memegang wajah Ha Ni lalu langsung mencium Ha Ni. Ha Ni jelas sangat kaget.
Seung Jo : "Jangan katakan bahwa kau menyukai laki-laki lain!"
Ha Ni : "Ini kedua kalinya..."
Seung Jo : "Kedua kalinya apa?"
Ha Ni : "Kau menciumku."
Seung jo : "Ini yang ketiga. Baiklah aku tak bakal menghitungnya kembali."
Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment