Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 12

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 12

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 12


ellieve.com - Seung Jo mampir ke rumah sebentar untuk mengantar Eun Jo serta Ha Ni lali bakal segera kembali lagi ke apartemennya. Bunda Seung Jo meminta Seung Jo untuk menginap saja sebab telah larut malam tetapi Seung Jo tetap ingin pulang sebab ada berbagai buku yang ingin dirinya baca.

Saat Seung Jo bakal pergi, Bunda Seung Jo mengatakan, "Kau wajib berhenti serta kembalilah kemari. Bunda mengerti bahwa keputusanmu berangkat dari sini itu untuk mencapai tujuan nasibmu. Tapi bagaimana dengan cita-cita nasib Bunda yang ingin nasib bahagia dengan bersama-sama? Serta lagi apabila kau seperti ini hanya bakal membikin Ha Ni tak baik. Ha Ni berfikir bahwa kau meninggalkan rumah ini sebab kehadirannya. Jadi bersikaplah baik padanya."

Seung Jo hanya berkomentar, "Aku mohon biarkan aku membikin keputusan mengenai nasibku sendiri. Aku tak ingin di manipulasi serta aku tak ingin tinggal di rumah ini itulah yang membikin aku ingin pergi. Kau mengangkat Ha Ni kembali ke rumah ini tanpa bertanya padaku serta memikirkan perasaanku. Sebab itu perbuat apapun yang Bunda suka." Bunda Seung Jo sedih mendengar faktor itu tetapi Seung Jo tak peduli serta hanya mengatakan, "Maaf. Aku berangkat sekarang."

Ibu Seung Jo tetap sedih menonton sikap Seung Jo tadi. Bapa Seung Jo menonton itu serta mengatakan, "Kau wajib mengerti dia." Bunda Seung Jo kesal serta mengatakan, "Ini bukan mengenai dirinya tak kembali ke rumah ini. Dirinya berangkat dari rumah ini untuk mencari cita-citanya serta mengubah dirinya. Tapi pada akhirnya kami tak menonton perubahannya sama sekali. Dirinya bahkan tetap tetap bersikap dingin pada Ha Ni. Ah Suamiku... Bagaimana apabila kau mengajaknya berbicara? Setidaknya dirinya bakal mendengarkan apa yang Bapanya katakan." Bapa Seung Jo menjawab, "Apabila aku bicara dirinya hanya mendengarkannya saja. Jadi kami hanya dapat menantikan serta menonton keputusan apa yang bakal dirinya ambil."

Ibu Seung Jo jadi sedih mendengar faktor itu dari suaminya sendiri. Bapa Seung Jo bertanya, "Tapi... Apakah dirinya selagi ini makan dengan baik?" Bunda Seung Jo menjawab, "Yang aku lihat sepertinya dirinya terus kurus." Bapa Seung Jo mengatakan, "Kalau begitu kami tunggu saja hingga dirinya membikin sebuah keputusan."

Ha Ni, Joo Ri serta Min Ah mampir untuk makan siang bersama di Restaurant Papah Ha Ni. Joo Ri kepanasan saat memegang sumpitnya serta dirinya bilang bahwa tangannya sangat pedih sebab setiap hari dapat mencuci 50 rambut orang. Pasti saja Ha Ni serta Min Ah sangat kasihan padanya. Tapi Joo Ri mengatakan, "Hmm ini setidaknya lebih baik dari pada duduk di kelas serta belajar faktor yang membosankan. Tapi ya aku tetap bahagia. Ah ya Min Ah bagaimana tugas Web-mu itu?" Min Ah menjawab, "Aku sedang membikin karakter komik serta bekerja paruh waktu." Ha Ni ikut bahagia mendengar itu.

Joo Ri tiba-tiba memukul meja serta mengatakan, "Kalian rutin sibuk serta meninggalkanku sendiri." Ha Ni berbisik pelan, "Untuk sekarang aku tak dapat. Seusai aku mengacaukan sesuatu maka aku bakal beres dengan menulis laporan." Min Ah berkomentar, "Kau wajib lebih bekerja keras Ha Ni."

Papah datang serta bertanya, "Bagaimana masakannya? Enak?" Pasti saja Joo Ri serta Min Ah bilang bahwa masakan Papah Ha Ni sangat enak. Mereka berbicang-bincang mengenai Mie yang di buat oleh Papah serta akhirnya Min Ah meminta tambahan satu porsi lagi. Ha Ni bertanya, "Papah, dimana Joon Gu?" Papah menjawab, "Belakangan ini dirinya sedang bahagia memasak. Bahkan dirinya berangkat ke pasar untuk mencari bahan-bahannya sendiri." Joo Ri berkomentar, "Benarkah itu Bong Joon Gu? Wah dirinya yang sekarang ini sangat tak sama dengan dirinya saat SMA ya."

Min Ah lalu bilang bahwa kelak SMA mereka bakal mengadakan agenda resuni serta ada dress codenya yaitu memakai seragam SMA mereka kembali. Joo Ri mengatakan, "Aku telah mendengar faktor itu tapi... Seragmu telah sempit sebab berad badanku bertambah. Bagaimana ini?" Ha Ni berkomentar, "Aku tak tau siapa yang membikin ide ini tapi aku menyukainya. Kenanagan dengan seragam kita. Seung Jo pun terkesan sangat tampan apabila memakai seragam sekolah, Terutama seragam musim dingin." Min Ah serta Joo Ri mengatakan, "Hah? Baek Seung Jo lagi?" Ha Ni hanya tersenyum.

Ha Ni datang ke kampus memakai sepedah serta dirinya berjumpa dengan Seung Jo. Ha Ni bertanya, "Apa kau sdah mendengarnya?" Seung Jo justru balik bertanya, "Apa?" Ha Ni pun menjawab, "Akan ada Reuni SMA serta dress codenya merupakan seragam sekolah. Bukankah ini luar biasa?" Seung Jo berkomentar, "Siapa yang mempunyai ide kekanak-kanakan seperti ini hah? Aku telah mendengar faktor itu serta aku tak berminat sama sekali." Ha Ni mengatakan, "Tetap saja membahagiakan berjumpa dengan kawan-kawan lama. Apa kau tak penasaran dengan apa yang mereka kerjakan sekarang?" Seung Jo menjawab, "Kalau menurutmu luar biasa maka berangkat saja."

Seung Jo berlangsung meninggalkan Ha Ni serta Ha Ni bergumam, "Huh sangatlah... Aku tak sempat mengerti apa yang dirinya pikirkan." Seung Jo mendengar faktor itu makanya dirinya langsung berbalik serta menatap Ha Ni. Ha Ni kaget serta tersenyum.

Ha Ni sedang menolong Bunda Seung Jo menyetipsa serta Eun Jo sedang belajar. Bunda Seung Jo bertanya, "Apa Seung Jo tak bakal datang ke agenda reuni SMA?" Ha Ni menjawab, "Ya. Dirinya bilang agenda ini kekanak-kanakan." Bunda Seung Jo lalu mulai bercerita mengenai dirinya yang penah kencan saat musa mudanya ke Restaurant di dekat sekolahnya. Eun Jo bertanya, "Apa? Kau berkencan pada saat tetap SMA?" Bunda Seung Jo tertawa serta menjawab, "Aku kencan dengan Bapamu! Dirinya pada saat muda sangat lucu."

Ha Ni lalu mengatakan, "Kalau aku... Aku tak dapat melupakan saat Seung Jo berpidato kelulusan sekolah.'Semuanya dimanapun, nasiblah dengan bahagia.'" Bunda Seung Jo memperoleh ide serta mengatakan, "Ha Ni aku pikir ide keren untuk mengajak Seung Jo ke reuni SMA." Eun Jo mencium aroma sesuatu serta bertanya, "Hmm aroma apa itu?" Bunda Seung Jp panik sebab baju yang di setipsanya sedikit terbakar serta dirinya pun langsung berteriak-teriak panik.

Hari Reuni SMA tiba serta Ha Ni pun siap-siap memakai seragam SMAnya dulu. Ha Ni menemukan sebuah daun di dalam saku bajunya serta dirinya pun teringat kedalam mimpinya (Episode 1). Ya pada saat itu ada daun yang jatuh di pundaknya Seung Jo. Ha Ni mengatakan, "Ah nyatanya yang membikinku berjumpa dengan Seung Jo di dalam mimpi merupakan daun."

Ha Ni lalu menonton surat cinta yang dulu sempat dikirim ke Seung Jo. Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Setidaknya dirinya tak memberbagiku kualitas F."

Ha Ni datang ke agenda Reuni Sekolah serta berfikir, "Apakah Seung Jo tak datang?" Joo Ri serta Min Ah menghampiri Ha Ni serta bertanya, "Kau kenapa datang telat? Bahkan telfon kami tak kau angkat." Ha Ni menjawab, "Maaf. Bunda Seung Jo memintaku supaya tak mengangkat HP." Min Ah kebingungan, "Tidak mengangkat HP? Kenapa?" Ha Ni menjawab, "Entahlah tapi sepertinya dirinya merencanakan sesuatu."

Ha Ni bertanya, "Hey bukankah ini aneh datang kemari serta memakai seragam sekolah?" Joo Ri menjawab, "Kenapa aneh? Ini sangat menyenangkan, seperti kami sedang membolos, bukankah kami jarang meperbuatnya di sekolah?" Mereka semua tertawa bahagia. Joo Ri bertanya, "Ah dimana Joon Gu?" Ha Ni menjawab, "Di Restaurant sedang sangat ramai jadi dirinya tak dapat datang kemari." Min Ah berkomentar, "Wow dirinya sekarang telah menjadi koki ya."

Ha Ni bertanya, "Ngomong-ngomong apakah Baek Seung Jo tak datang?" Joo Ri menjawab, "Astaga... Apabila kau datang kemari untuk menonton Seung Jo lalu kenapa kau tak mencarinya hah?" Min Ah mengatakan, "Dia disana. Sepertinay dirinya tak merasa enjoy." Ha Ni kaget sekaligus bahagia menonton Seung Jo serta dirinya mengatakan, "Tunggu sebentar. Aku bakal menyapanya." Joo Ri menggodanya, "Hanya menyapa?" Ha Ni tersenyum serta berlangsung ke arah Seung Jo duduk.

Ha Ni menghampiri Seung Jo serta mengatakan, "Kau bilang kau tak bakal datang kemari..." Seung Jo berkomentar, "Kenapa kau tak mengangkat telfonmu hah? Ini kunci rumah. Bunda bilang bahwa dirinya bakal berangkat ke Busan untuk berjumpad engan keluarga serta kau lupa mengangkat kunci rumah. Dirinya memintaku untuk memberbagi ini padamu makanya aku datang kemari." Ha Ni mengatakan, "Benarkah? Ah maaf sepertinya kau keluar hanya sebab aku saja. Terima kasih. Apabila kau tak datang aku mungkin tak dapat pulang ke rumah."

Seung Jo berdiri untuk pulang serta Ha Ni menahannya, "Sebab kau telah datang... Maka berbahagia-bahagialah dengan kawan-kawanmu." Seung Jo dengan dinginnya mengatakan, "Tidak butuh."

Seung Jo langsung berangkat meninggalkan Ha Ni. Lalu ada kawan Seung Jo yang datang serta mengajak Seung Jo berbincang-bincang jadi Seung Jo pun tak jadi pulang. Kawan-kawan Seung Jo bilang bahwa Seung Jo wajibnya masuk Universitas Tae San saja dari pada Universitas Parang sebab di Universitas Parang itu Seung Jo tetap di sebut 'Ajaib' sebab terlalu pintar.

Seeorang kawan Seung Jo menonton ada Oh Ha Ni serta dirinya pun bertanya, "Loh bukankah itu Oh Ha Ni? Dirinya pacarmu Seung Jo?" Kawan Seung Jo yang lainnya pun ikut berkomentar, "Dia telah lama sekali menyukaimu bahkan mengikutimu hingga masuk Universitas Parang serta nyatanya keinginannya terwujud." Ha Ni mendengar pembicaraan itu serta dirinya mulai senyum-senyum. Seung Jo pasti saja merasa tak enjoy serta langsung mengatakan kejam, "Pacar? Dirinya sangat menganggu jadi hilangkan omong kosong itu." Kawan Seung Jo berkomentar, "Ya kau benar lagi pula dirinya tak tepat dengan Baek Seung Jo yang sempurna."

Ha Ni mendengar kata-kata kejam Seung Jo itu serta langsung berangkat dari dekat Seung Jo. Seung Jo menonton itu serta diam saja. Kawan Seung Jo bertanya, "Seung Jo, apa kau telah memutuskan jurusan yang bakal kau ambil?" Seung Jo menjawab, "Tidak ada. Aku tetap ragu." Kawan Seung Jo lainnya berkomentar, "Kau dapat mewarisi perusahaan ayahmu bukan? Posisi Direktur untukmu itu hanya menantikan waktu saja." Seung Jo terdiam.

Di dalam agenda Reuni ini ada band yang tampil yaitu Bye Bye Sea. Semuanya menikmati suasana kecuali Seung Jo yang hanya diam saja. Ha Ni diam-diam terus menonton ke arah Seung Jo yang sedang berfikir. Tapi saat Ha Ni menonton lagi ke arah Seung Jo, Seung Jo telah tak ada serta yang ada hanya jasnya Seung Jo.

Ha Ni akhirnya pulang sendiri naik Bis serta dirinya mengatakan, "Pasti membahagiakan berjumpa kawan-kawan lamanya, tapi dirinya berangkat tanpa sepatah kata pun. Apa dirinya sakit? Aish."

Seung Jo sedang berlangsung kaki serta dirinya duduk di kursi pinggir jalan. Dirinya berfikir mengenai permintaan ayahnya yang meminta dirinya supaya mau meneruskan perusahaan game milik ayahnya itu. Tetapi di lain segi dirinya juga memikirkan permintaan Ha Ni yang meminta dirinya menjadi dokter supaya dapat menyembuhkan penyakit.

Ha Ni menonton Seung Jo serta mengatakan, "Kau meninggalkan jasmu." Seung Jo mengambil jasnya serta mengucapkan terima kasih. Ha Ni bertanya, "Boleh aku duduk disini?" Seung Jo menjawab, "Seperti yang kau inginkan." Ha Ni pun duduk di samping Seung Jo serta bertanya, "Kau sedang mengkhawatirkan sesuatu? Katakan saja padaku. Apabila kau membaginya menjadi dua maka kekhawatiranmu itu bakal bertidak lebih. Aku mungkin dapat menolongmu." Seung Jo hanya tersenyum tipis. Ha Ni melanjutkan lagi omongannya, "Aku saat mengkhawatirkan sesuatu alias pun saat bahagia maka aku rutin membaginya dengan Joo Ri serta Min Ah. Seusai meperbuat itu maka bebanku terasa bertidak lebih. Tapi kadang aku memberi tahu terlalu tak sedikit faktor pada mereka serta tu menjadi persoalan."

Seung Jo tiba-tiba berdiri serta mengatakan, "Aku bakal mengambil jurusan medis. Entah itu tepat alias tak bagiku. Untuk pertama kalinya... Aku menemukan apa yang luar biasa untukku. Jangan memberi tahu faktor ini pada siapapun. Terutama orang tua-ku. Serta juga jangan menyebarkan rumor yang tak benar di sekelilingku. Apa kau mengerti?" Ha Ni mengatakan, "Aku mengerti. Untuk apa menyebarkan rumor?" Seung Jo langsung berangkat meninggalkan Ha Ni yang tetap duduk. Ha Ni berfikir, "Omo... Hanya aku yang mengenal rahasia ini?" Ha Ni langsung tersenyum bahagia.

Kyung Soo berkata di lapangan tennis bahwa mereka bakal merayakan 10 tahun berdirinya klub tennis jadi mereka bakal merayakannya dengan tutorial mengajak para alumni serta berpesta. Serta nyatanya Kyung Soo itu sedang berkata sendiri, tak ada anak buah di lapangan itu kecuali Ketua Tennis. Ketua Tennis bertanya, "Minggu depan libur. Apa kau pikir He Ra bakal datang?" Kyung Soo menjawab, "Tapi aku memperoleh harga khusus karna sedang liburan."

Ketua Tennis mengatakan, "Dan lagi apabila pesta dengan alumni... aku berfikir untuk tak datang." Ketua Tennis lalu menyarankan supaya Kyung Soo wajib dapat membikin Seung Jo datang ke pesta ini supaya He Ra juga mau ikut datang. Kyung Soo sangat bahagia dengan ide itu serta bilang, "Ah kau canggih pantas saja kau dapat menjadi Ketua Tennis. Baiklah Seung Jo... He Ra... Aku bakal mendiskusikan faktor ini dengan Ha Ni."

Ha Ni datang ke fakultas kedokteran serta dirinya berfikir, "Hmm jadi ini jurusan yang bakal di ambil oleh Seung Jo. Kudengar disini sangat sibuk. Jadi ini artinya aku bakal jarang berjumpa dengan dia?"

Kyung Soo datang ke fakultas kedokteran serta berjumpa Ha Ni. Ha Ni bertanya, "Kau ngapain ada disini?" Kyung Soo balas bertanya, "Aku mencarimu. Serta sedang apa kau disini?" Ha Ni menjawab, "Seung Jo... Ups maksudku aku hanya menonton-lihat. Apa yang ingin kau katakan?" Kyung Soo pun menceritakan bahwa dirinya mempunyai agenda untuk perayaan 10 tahun klub tennis serta dirinya ingin He Ra datang tapi kalau ingin He Ra datang maka mereka wajib membujuk Seung Jo datang juga. Ha Ni pasti tidka setuju sebab Kyung Soo menjadikan Seung Jo sebagai umpan.

Kyung Soo bilang bawa apabila dirinya tak memakai tutorial ini maka dirinya bakal kehilangan peluang menyebutkan perasaannya itu pada He Ra. Kyung Soo sangatlah memohon pada Ha Ni.

Kyung Soo menonton Seung Jo serta dirinya langsung mendorong Ha Ni ke dekat Seung Jo. Seung Jo bertanya, "Apa kau mengikutiku?" Ha Ni menajwab, "Ah tidak..." Seung Jo terus berlangsung serta Ha Ni mengikutinya dari belakang. Ha Ni menonton Kyung Soo memohon padanya jadi dirinya pun jadi tak enak pada Kyung Soo.

Ha Ni mengatakan pada Seung Jo, "Aku ingin menonton-lihat fakultas ini ya mungkin aku kelak bakal tak jarang kemari. Tapi disini sangatlah canggih. Sepertinya mereka disini bakal menjadi dokter yang canggih di masa depan." Seung Jo berkomentar, "Mungkin juga tidak." Ha Ni bertanya, "Tapi apa yang kau perbuat disini? Inu belum waktunya memilih jurusan, bukan?" Seung Jo menjawab, "Aku kemari untuk berjumpa dengan professor." Ha Ni bertanya kembali, "Untuk apa?" Seung Jo balik bertanya, "Apabila aku memkabarhumu apakah kau bakal mengerti?" Ha Ni kesal serta mengatakan, "Jangan merendahkanku begitu!"

Ha Ni mengatakan, "Ah ya hari ini Bapa-mu berangkat ke rumah sakit untuk check up tapi aku tak tau hasilnya. Mau berangkat ke rumah bersamaku?" Seung Jo berkomentar, "Hadiah apa yang bakal mereka bawa hari ini?" Ha Ni bimbang serta bertanya, "Hadiah? Kue? Tunggu apa ini hari ulang tahunmu?" Seung Jo mengatakan, "Bodoh! Penyakit maksudku!"

Seung Jo mampir ke rumah. Bapa Seung Jo mengatakan, "Huh aku sangatlah bosan serta lelah dengan Rumah Sakit." Bunda Seung Jo bertanya, "Bagaimana hasilnya? Biar aku lihat. Hmm apa ini indeksi? Gula darah? Apa maksudnya?" Seung Jo mengambil hasil periksa serta mengatakan, "Tekanan darah Bapa tinggi serta detak jantungnya juga tinggi. Bapa mempunyai sedikit tekanan jantung serta kolestrol juga tinggi. Bapa kau wajib menjaga kesehatan jantungmu."

Bapa Seung Jo berkomentar, "Huh aku mendengar faktor yang smaa seperti yang di katakan dokter." Bunda Seung Jo mengatakan, "Suamiku... Kau wajib menjadi sehat serta menjaga kesehatanmu itu. Ah Seung Jo Bagaimana kau dapat mengerti kata-kata rumit itu? Anakku sangatlah mengangumkan." Eun Jo berkomentar, "Kakak dapat menjadi dokter sebab pintar." Bunda Seung Jo mengatakan, "Hey Baek Eun Jo... pintar bukan segalanya."

Ha Ni datang ke Restaurant serta Papah bahagia menyambutnya tapi Papah merasa sedikit aneh pada Joon Gu yang tak menyapa Ha Ni. Ha Ni bertanya, "Mana Joon Gu?" Papah menjawab, "Dia sedang ada di dapur. Dirinya sedang membikin makanan. Kau mau lihat? Ayo kami lihat ke dapur."

Papah serta Ha Ni diam-diam menonton Joon Gu di dapur serta Ha Ni berkomentar, "Awalnya aku pikir dirinya hanya dapat bermain-main saja tapi nyatanya dirinya dapat seperti ini." Papah mengatakan, "Lihatlah seberapa kerja kerasnya dirinya membikin itu semua. Performanya dapat di katakan lumayan. Serta dirinya ingin memperlihatkan performanya itu padamu, bukankah itu pantas di puji?" Ha Ni tersenyum serta di dalam hati dirinya mengatakan, "Ini pertama kalinya aku menonton dirinya seperti ini. Bahkan dirinya tak menyadari kehadiranku."

Joon Gu beres memasak serta dirinya meminta Ha Ni untuk mencobanya. Ha Ni memuji masakan Joon Gu serta bilang bahwa ini sangat enak serta Joon Gu berhasil membikin makanan. Joon Gu mengatakan, "Apabila aku berhasil membikin makanan maka aku ingin orang pertama yang menyicipinya merupakan kau Ha Ni. Tunggu sebentar... Ini merupakan mie pangsit buatanku. Pangsit dalam mie ini ada 3 warna serta mie-nya pun sangat enak. Apabila kau mencobanya pasti kau bakal menyukainya. Makanlah yang tak sedikit. Sekarang aku telah menemukan sesuatu yang membikinku percaya diri. Ah ada lagi, tunggu sebentar disini."

Joon Gu masuk kedapur serta Ha Ni mengatakan dalam hati, "Hari ini aku menonton segi lain dari Joon Gu. Aku rutin mengabaikannya tapi... Maafkan aku Joon Gu."

Ha Ni menonton He Ra di kampus serta dirinya bertanya, "Hmm apa kau sedang menantikan seseorang?" He Ra menjawab, "Duduk lah." Ha Ni duduk di samping He Ra serta dirinya bertanya, "Apa kau bakal datang ke agenda perayaan 10 tahun klub tennis?" He Ra balik bertanya, "Kenapa kau ingin tau?" Ha Ni menjawab, "Hmm ini mengenai klub serta tak sedikit alumni yang datang jadi ya bakal sangat keren apabila tak sedikit yang datang." He Ra mengatakan, "Aku tak berminat untuk datang ke agenda seperti itu. Ah kenapa kau tak berangkat saja serta menikmatinya untuk mengantikan aku? Itu pasti sangat menyenangkan." Ha Ni hanya diam saja.

He Ra merasa ada sesuatu yang aneh makanya dirinya bertanya, "Apa ada sesuatu yang ingin kau tanyakan?" Ha Ni menjawab, "Hmm begini aku ingin tau sesuatu." He Ra mengatakan, "Kita telah menuturkan mengenai perayaan klub tennis. Lalu apa yang ingin kau tau lagi?" Ha Ni Menjawab, "Begini... Kau dulu bimbang kan menentukan jurusan yang ingin kau ambil. Apa sekarang kau telah memutuskannya?" He Re kebingungan serta bilang, "Kau sangat lucu hari ini. Untuk apa kau mengenal jurusan yang bakal aku ambil?" Ha Ni mengatakan, "Hmm sesjujurnya kau dapat mengambil jurusan apapun yang kau mau dengan performamu sendiri..." He Re memotong serta bertanya, "Lalu?" Ha Ni melanjutkan pertanyaannya, "Lalu... Apakah kau berfikir untuk mengambil jurusan yang sama dengan Seung Jo?" He Ra langsung tertawa.

He Ra mengatakan, "Kenapa kau berfikir seperti itu? Kau sangatlah bodoh! Hanya sebab orang yang kamu sukai itu berangkat maka kamu juga wajib berangkat ke neraka bersama dia? Mesikipun aku berminat pada Seung Jo tapi aku tak berminat pada jurusan yang dirinya ambil. Aku... Aku bakal perbuat apa yang ingin aku perbuat sebab ini nasibku. Kau tak butuh bersamanya apabila unuk pacaran saja. Aku pergi... Hingga jumpa." He Ra berangkat serta Ha Ni mengatakan, "Huh dirinya rutin seperti itu tapi ya aku akui pendapatnya."

Ha Ni sedang naik sepedah serta dirinya menabrak kursi di taman kampus. Seung Jo menonton itu serta berkomentar, "Hati-hatilah." Seung Jo duduk di kursi serta Ha Ni tetap terdiam. Seung Jo mengatakan, "Apabila kau ingin berangkat maka pergilah, apabila kau ingin tetap disini maka duduklah." Akhirnya Ha Ni pun duduk di kursi samping Seung Jo.

Ha Ni mengatakan, "Joon Gu... dirinya tetap bekerja keras untuk menjadi koki serta He Ra juga mempunyai sesuatu yang dapat diperbuat... Bahkan Joo Ri serta Min Ah juga. Eun Jo juga terkesan khawatir dengan masa depannya." Seung Jo bertanya, "Dan maksudmu itu merupakan kau tak mempunyai apapun yang ingin kau perbuat?" Ha Ni menganggukan kepalanya. Seung Jo mengatakan, "Aku iri padamu. Kcerobohanmu itu." Ha Ni mengatakan, "Aku.. Aku juga punya cita-cita. Tapi..." Seung Jo memotong pembicaraam, "Tapi apa?Sesuatu yang ingin kau perbuat bersamaku? Kabarhu padaku mengenai cita-citamu. Aku bakal mendengarkannya."

Ha Ni pun menjawab, "Apabila kau menjadi dokter di sebuah desa maka aku bakal menjadi perawatnya yang menolongmu. Kau pasti populer apabila di rumah sakit, bukan rumah sakit yang besar seperti rumah sakit di kampus ini tapi tetap saja aku bakal terus bekerja keras serta menolongmu. Seperti mengurus anak kecil yang menangis serta sebagainya. Tapi ada sebuah persoalan dengan cita-cita itu. Apabila kau bilang ingin menjadi pilot maka aku bakal menjadi pramugari. Apabila kau ingin menjadi pemain golf maka aku bakal menjadi caddy. Pada akhirnya cita-citaku sangat sederhana serta meperbuat apapun yang diharapkan. Aku hanya bergerak dengan arahan Baek Seung Jo. Ini tetap saja diriku tak nyata."

Seung Jo berkomentar, "Tepat seperti yang kau katakan, Saat aku memutuskan untuk menjadi dokter, aku juga tak sedikit memikirkan faktor itu. Lalu apa? Cita-cita yang tak realistis itu.. cita-cita tetap cita-cita. itu tepat untukmu." Ha Ni bertanya, "Hah? Apa kau pikir cita-citaku ini tak realistis?" Seung Jo menjawab, "Apa kau pikir kau dapat menjadi perawat hanya sebab aku menjadi dokter? Tapi lagi-lagi ini mengenai cita-cita...terus susah untuk di capai maka terus ingin kau mencoba menggapainya. Benar bukan?" Seung Jo menepuk punggung Ha Ni serta pergi. Ha Ni mengejarnya tapi dirinya ingat sepedahnya jadi dirinya mengambil sepedahnya lalu mengikuti Seung Jo.

Seung Jo sedang ada di kelas serta dirinya memperoleh telfon dari Bapanya yang meminta Seung Jo untuk datang ke rumah.

Seung Jo pulang ke rumah serta Bapanya meminta berkata sebentar. Bapa Seung Jo bertanya, "Tadi ada yang menelfonku dari seorang professor di kampusmu. Apa benar kau bakal mengambil jurusan kedokteran?" Seung Jo menjawab, "Ya. Aku berencana masuk kedokteran pada semester depan." Bapa Seung Jo kaget mendengar itu serta mengatakan dengan marah, "Kau memutuskan faktor itu tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu denganku? Apa kau tak menghiraukan apa yang aku katakan padamu?" Diam-diam Bunda Seung Jo serta Eun Jo mendengar semua itu.

Seung Jo mengatakan, "Aku juga memikirkan perusahanmu. Tapi sepertimu serta seperti Papah Ha Ni, aku memutuskan apa yang ingin aku perbuat. Aku telah memutuskan untuk menjadi dokter, apa yang Bapa katakan itu tak ada gunanya. Aku tak bakal meneruskan perusahaanmu itu." Bapa Seung Jo sangat sedih serta dirinya memperoleh serangan jantung. Seung Jo, Bunda Seung Jo serta Eun Jo pun sangat panik menontonnya.

Akhirnya Bapa Seung Jo di bawa ke rumah sakit serta dirinya di rawat. Bunda Seung Jo bilang pada Papah Ha Ni bahwa dokter bilang ini tak begitu serius serta hasil medis belum keluar. Papah Ha Ni bertanya, "Sebetulnya apa yang terjadi jadi dapat seperti ini?" Bunda Seung Jo menjawab, "Ini seperti angin duduk alias penyakit jantung. Belakangan ini kondisi perusahaan sedang kurang baik serta itu pasti membikinnya tak sedikit pikiran. Yang terpenting sekarang merupakan mejaga kestabilan. Dirinya bakal tinggal disini untuk sementara waktu." Papah mengatakan, "Benar. Disini tak sedikit dokter canggih yang bakal memeliharanya. Ini pasti susah untukmu. Aku tak sempat membayangkan faktor ini sebab dirinya rutin tersenyum ceria."

Ha Ni bilang pada Bunda Seung Jo bahwa dirinya bakal pulang duluan ke rumah sebab kasihan Eun Jo ada di rumah sendirian. Ha Ni mengingatkan Bunda Seung Jo supaya istirahat juga. Bunda Seung Jo meminta Seung Jo juga pulang serta akhirnya Seung Jo serta Ha Ni pulang bersama.

Ha Ni bertanya pada Seung Jo, "Apa Bapamu bakal baik-baik saja?" Seung Jo menjawab, "Mungkin bakal susah baginya sebab besok bakal ada pemeriksaan. Aku bakal memakai peluang ini untuk beristirahat serta cuti kuliah." Ha Ni mengatakan dalam hati, "Keadaan ini sangat susah untuk semuanya. Meskipun sedikit tapi aku juga ingin menolongnya."

He Ra beres latihan tennis serta dirinya berlangsung menghampiri Kyung Soo. Kyung Soo bertanya, "He Ra kau tak datang ke agenda perayaan klub tennis?" He Ra menjawab, "Aku tak sempat bilang bakal pergi. Ah aku dengar yang datang hanya kau serta ketua tennis, jadi sepertinya pesta itu bakal menyedihkan ya. Aku dengar pesta ini juga tak sedikit memakai uang pribadimu jadi ini aku bakal membayarnya mesikipun aku tak datang, aku harap kau mau menerimanya."

Kyung Soo menerima uang itu. Lalu He Ra mengatakan, "Kau telah makan? Ayo makan bersamaku aku bakal meneraktirmu." Kyung Soo gugup serta mengatakan, "Tidak butuh. Aku telah membeli hot dog ini serta ada daging sapinya. Apabila memakannya dengan sekaligus maka tak bakal lapar lagi." Kyung Soo memakan hot dog itu serta He Ra mengatakan, "Oh baiklah kalau begitu aku pergi."

Seung Jo berkata dengan dokter yang menangani Bapanya. Dokter bilang bahwa ini bukan seragam jantung tapi apabila Bapanya itu terlalu kelelahan maka mungkin saja ini dapat menjadi serangan jantung yang berbahaya bagi kesehatan Bapa Seung Jo serta tutorial pengobatannya dengan operasi. Seung Jo bilang bahwa ada pengobatan dengan tutorial pembuluh darah. Dokter memuji Seung Jo yang tau tak sedikit persoalan medis serta bilang bahwa tutorial pembuluh darah itu bakal dihindari serta pengobatan selanjutnya bakal memakai obat biasa saja.

Seung Jo masuk kedalam kamar Bapanya di rawat serta menonton ada seseorang yang sedang berkata dengan Bapanya. Seung Jo bertanya pada Ibunya, "Dia itu siapa?" Bunda Seung Jo menjawab, "Itu Manager di perusahaan." Seung Jo mengatakan, "Bukankah keadaannya wajib tetap stabil dulu? Ini dilarang menuturkan pekerjaan." Seung Jo mau berdiri tetapi Ibunya melarang serta mengatakan, "Ini pekerjaan yang penting sepertinya. Kau kau tau bahwa Bapamu tak bakal tenang apabila tak meperbuat keputusannya sendiri." Seung Jo berkomentar, "Dia terlalu memikirkan pekerjaannya jadi dirinya jatuh sakit."

Tiba-tiba Bapa Seung Jo kesakitan serta dokter pun langsung datang untuk turun tangan. Untuk hari ini Bapa Seung Jo tak boleh di kunjungi dahulu hingga keadaannya sangatlah pulih. Bunda Seung Jo mengatakan pada Seung Jo, "Hampir saja. Tinggal kemarin hari lagi permainan baru bakal di luncurkan. Sebab Bapamu sakit maka perusahaan yang ingin mengembangkannya itu berangkat serta Bapamu mendengar faktor itu jadi dirinya terus sakit. Apa yang wajib kami perbuat? Bapamu terbaring disana serta perusahaan dalam tak sedikit persoalan."

Seung Jo mengatakan, "Aku bakal menanganinya. Mesikipun aku tetap muda serta tak ada pengalaman tapi aku bakal menanganinya hingga Bapa sehat." Bunda Seung Jo bahagia mendengar faktor itu.

Ibu Seung Jo sedang di rumah serta dirinya menceritakan faktor itu pada Ha Ni, "Seung Jo untuk sementara bakal menangani perusahaan. Bapa Seung Jo sangat bahagia serta kesehatannya pun mulai stabil serta membaik." Ha Ni ikut bahagia mendengar faktor itu serta Ha Ni tambah bahagia saat Bunda Seung Jo bilang bahwa Seung Jo bakal kembali lagi ke rumah itu. Bunda Seung Jo mengatakan, "Hmm mungkin ini yang di sebut kemalangan berubah menjadi keberuntungan. Ah Ha Ni aku bakal kerumah sakit, apa kau tak apa-apa apabila aku menyerahkan semua ini padamu?" Ha Ni menjawab, "Tentu saja. Percayakan padaku."

Ibu Seung Jo mengatakan, "Ha Ni ini merupakan peluang untukmu karna tak ada yang menganggu. Coba bayangkan saja ini sebagai bulan madumu!" Ha Ni tersenyum malu-malu.

Seung Jo datang ke perusahaan Bapanya serta kaget saat menonton suasana kantor ang berantakan. Manager menghampirinya serta mengatakan, "Ah kau telah datang. hey semuanya ini merupakan direktur baru. Ah maaf suasana perusahaan game terbukti seperti ini. Ayo ikut aku menuju ruanganmu."

Karyawan perempuan di perusahaan Bapa Seung Jo itu langsung bahagia menonton Seung Jo serta bilang bahwa Seung Jo mempunyai senyuman yang manis serta IQnya itu 200. Sementara itu karyawan laki-laki berkomentar, "Dia tak bakal memecatku kan sebab aku ini telah tua?"

Manager membawakan setumpuk arsip yang wajib Seung Jo pelajari mengenai perusahaan serta permaian baru yang bakal di buat. Seung Jo meminta supaya Manager bicara dengan dirinya dengan enjoy saja tetapi manager bilang bahwa Seung Jo ini merupakan di rektur untuk sementara jadi dirinya wajib tetap sopan berbicaranya.

Manager keluar dari ruangan Seung Jo serta para karyawan langsung menghampirinya. Karyawan laki-laki bertanya, "Dia tak bakal mengubah struktur karyawan kan? Apa kami bakal di pecat?" Sedangkan karyawan perempuan bertanya, "Apa dirinya telah punya pacar alias sedang kencan dengan seseorang hah?" Manager langsung menjawab, "Telahlah jangan mengurusi urusan orang lain. Urus saja pekerjaan kalian!"

Seung Jo menghampiri Manager serta mereka mengulas mengenai perusahaan yang dengan cara pendapatannya mulai menurun dari tahun lalu. Manager bilang bahwa pendapatan mereka menurun sebab ada perusahaan game yang skalanya lebih internasional serta lagi permainan yang bakal mereka luncurkan ini kehilangan dana sponsor jadi kemungkinan terkurang baik perusahaan dapat bangkrut.

Ha Ni sedang memasak serta meminta Eun Jo untuk menantikan berbagai menit lagi. Eun Jo telah sangat lapar serta mengatakan, "Kita pesan dari restaurant saja." Ha Ni pasti saja langsung menentangnya serta mengatakan, "Apa maksudmu? Makanan di Restaurant itu tinggi kalori, serta lagi mereka tak menaruh sayuran tau." Eun Jo mengatakan, "Y akau mengerti jadi cepatlah memasaknya. Lain kali jangan pura-pura mengenal tak sedikit hal!"

Tiba-tiba Ha Ni jadi panik sebab masakannya gosong. Eun Jo mengatakan, "Aku penasaran dengan masakanmu. Aku harap kau tak membikinku serta Kak Seung Jo sakit."

Seung Jo telah pulang serta Ha Ni langsung menyambut Seung Jo pulang. Ha Ni mau melepas jas Seung Jo tetapi Seung Jo langsung bertanya, "Hah ? Apa yang ingin kau perbuat?" Ha Ni menjawab, "Aku hanya ingin melepas jasmu." Eun Jo berkomentar, "Dia ingin bersikap seperti pengantin baru." Ha Ni mengatakan, "Apa maksudmu hah? Aku tak mungkin berfikir seperti itu apalagi Paman(Bapa Seung Jo) sedang di rumah sakit. Ah Seung Jo cepatlah ganti baju sana."

Ha Ni memasak tak sedikit makanan serta Eun Jo bilang bahwa sup yang di masak Ha Ni itu terlalu payau jadi sebaiknya Seung Jo tak memakannya. Seung Jo mencoba masakan Ha Ni serta nyatanya belum matang. Eun Jo meminta Seung Jo untuk memuntahkannya supaya tak sakit perut. Tetapi Seung Jo terus menelannya serta bilang pada Eun Jo supaya makan juga serta tak berkomentar. Seung Jo memakan sup payau itu tanpa komentar serta Ha Ni tersenyum sambil mengatakan dalam hati, "Seung Jo memakan makanan mengerikan ini tanpa komentar."

Ha Ni menelfon Papah serta bilang bahwa dirinya ingin membikin bekal makan siang untuk Seng Jo serta Eun Jo. Joon Gu mendengar faktor itu serta pasti saja dirinya tak suka faktor itu sebab Ha Ni bakal membikin makanan untuk Seung Jo.

Seung Jo telah mau berangkat ke kantor serta Ha Ni memberbagi bekal makan siang pada Seung Jo. Seung Jo bilang bahwa dirinya bakal makan di kantin saja. Tapi Ha Ni melarang Seung Jo makan siang di kantin sebab dirinya telah membikin telur gulung khusus untuk Seung Jo serta Seung Jo pasti kaget apabila membuka bekal makan siang yang telah Ha Ni buat sejak subuh. Akhirnya Seung Jo mengambil bekal makan siang itu serta pergi. Ha Ni bahagia serta mengatakan, "Sampai jumpa!"

Eun Jo menghampiri Ha Ni serta mengatakan, "Mungkin kau lain kali bakal terbuktigilnya "Suamiku." Serta kau bakal di panggil sebagai Pengantin baru Oh Ha Ni." Ha Ni berkomentar, "Apa maksudmu? Kami tak boleh berfikir seperti itu karen Bapamu tetap di rumah sakit." Eun Jo pamit berangkat ke sekolah serta mengatakan, "Terserah kau. Aku pergi."

Ha Ni keluar dari kelas serta langsung di hampiri oleh He Ra yang bertanya, "Ha Ni apa benar Bapa Seung Jo dirawat di rumah sakit?" Ha Ni menjawab, "Hmm ya. Tapi kau dilarang mengunjunginya dirinya wajib tetap stabil jadi tak boleh ada pengunjung." He Ra bertanya, "Lalu bagaimana kondisi Seung Jo? Aku pikir dirinya juga dilarang menemui Bapanya." Ha Ni kebingungan serta menjawab, "Dia... Dirinya bekerja di perusahaan Bapanya sekarang." He Ra berkomentar, "Oh. Terima kasih infonya," Ha Ni langsung memukul mulutnya sebab telah memberbagi info penting pada He Ra.

Seung Jo membuka bekal makan siangnya serta dirinya tersenyum. Manager datang serta Seung Jo mengajak makan bersama tetapi Manager menolaknya. Manager mlihat bekal makan siang Seung Jo serta bertanya, "Apakah ini pacarmu yang membikinnya?" Seung Jo tertawa kaku serta menjawab, "Ah iya." Manager mengatakan, "Kalau begitu aku bakal datang lagi kemari seusai makan siang."

Saat Seung Jo mau memakan bekal makan siangnya, Joon Gu datang serta mengambil bekal makan siang yang dibangun Ha Ni lalu mengganti dengan bekal makan siang buatannya sendiri. Seung Jo mau protes tetapi Joo Gu langsung bilang bahwa dirinya tak bakal membiarkan Seung Jo memakan masakan Ha Ni serta mulai sekarang dirinya bakal ke kantor Seung Jo untuk mengambil bekal makan siang buatan Ha Ni.

Seung Jo bertanya, "Makanan buatanmu ini tak di racuni kan?" Joon Gu menjawab, "Tentu saja! Aku tak sempat main-main dengan makanan!" Seung Jo tersenyum serta mengatakan, "Baiklah kalau begitu aku bakal makan dengan lahap."

Joon Gu duduk di taman serta membuka bekal makan siang buatan Ha Ni. Joon Gu menonton bekal itu serta berkomentar, "Bekal ini tak terlalu kurang baik. Tapi menonton hati Ha Ni untuk Seung Jo... hatiku tersayat-sayat. Tapi aku bakal tetap mencoba makan siang buatan Ha Ni ini."

Joon Gu memakan bekal itu yang nyatanya rasanya tak enak. Joon Gu mengatakan, "Ha Ni apa kau begitu tak menyukai Seung Jo hingga rsanya seperti ini? Tapi... Ini masakan Ha Ni serta aku wajib menghabiskannya. Tapi... aku tak dapat memakan ini."

Ha Ni menuruni tangga serta dirinya kaget saat menonton ada Seung Jo di ruang makan, "Apa yang kau perbuat disini tanpa lampu menyala?" Seung Jo menjawab, "Aku sedang berfikir." Ha Ni bertanya, "Ada apa? Apa ada sesuatu? Aku dapat menolongmu... ah mungkin juga tidak. Kalau begitu aku tidur dulu." Seung Jo tiba-tiba mengatakan, "Bapa belum membaik keadaannya. Dirinya mungkin bakal butuh operasi jantung. Aku mungkin bakal bekerja di perusahaannya sementara sebab terlalu tak sedikit faktor yang wajib di atasi."

Ha Ni bertanya, "Lalu bagaimana dengan sekolah kedokteranmu?" Seung Jo menjawab, "Tidak ada lagi argumen bagiku untuk meperbuatnya." Ha Ni mengatakan, "Tentu ada! Bukankah ini pertama kalinya kau ingin meperbuat sesuatu, mimpimu." Seung Jo berkomentar, "Ini bukan mimpi. Aku hanya sedikit kagum saja. Tapi apabila aku sekali masuk maka aku tak tau bagaimana selanjutnya."

Ha Ni bertanya, "Apa membahagiakan bekerja di perusahaan?" Seung Jo menjawab, "Tidak." Ha Ni bertanya, "Lalu bagaimana kau dapat menjalani nasibmu dengan bahagia? Bukankah kau sempat berjanji bakal menjalani hidpmu dengan bahagia?" Seung Jo menjawab, "Aku tak peduli asalkan orang lain bahagia." Ha Ni mendekati Seung Jo serta memeluknya dari belakang, "Apa yang wajib aku perbuat?"

Ha Ni sedang duduk di kursi taman serta dirinya mendengar seorang mahasiswa yang sedang menuturkan Seung Jo yang bakal keluar kuliah. He Ra menghampiri Ha Ni serta mengatakan, "Hmm sepertinya Seung Jo bakal meneruskan usaha Bapanya. Seperti yang aku duga... Kupikir apabila itu Seung Jo, akankah dirinya meperbuatnya? Lagipula kondisi Bapanya sedang tak baik." Ha Ni heran serta bertanya, "Dari mana kau tau faktor itu?" He Ra tersenyum serta menjawab, "Apakah itu faktor yang mengejutkan? Ini merupakan faktor yang mudah terfikirkan apabila kau memikirkannya dengan benar. Terutama bagaimana perasaan Seung Jo saat ini. Ya aku lihat dirinya mengambil cuti serta aku mengerti..."

Ha Ni bertanya, "Mengerti apa? Apa yang kau tahu mengenai Seung Jo?" He Ra menjawab, "Aku berfikir mengenai bagaimana tutorial supaya aku dapat menolongnya. Oh Ha Ni Bagaimana tutorial kau menolong Seung Jo dalam kondisi susah begini? Dengan terus mengikuti kemana pun dirinya pergi? Alias merengek serta bialng bahwa semuanya bakal baik-baik saja. Apakah seperti itu? Benar... Hanya itu yang kau dapat perbuat pada Seung Jo. Aku pergi." He Ra meninggalkan Ha Ni yang duduk berfikir.

Seung Jo memimpin rapat serta bilang bahwa bermain game 2D diabad 21 ini telah sangat membosankan jadi sebaiknya perusahaan mereka mencoba membikin game terakhir 3D. Karyawan memuji Seung Jo yang sangatlah jenius dengan IQ 200nya itu. Seung Jo hanya berkomentar, "Anda hanya tak memakai otak kamu dengan cara maksimal saja. Otak bakal berkarat apabila tak dipakai dengan cara maksimal jadi apa nama permainan yang bakal kami buat ini?" Para karyawan mulai berfikir serta ada yang mengatakan, "Bagaimana dengan Rusty?" Seung Jo setuju serta semua bertepuk tangan.

Seung Jo sangat bekerja keras untuk membangkitkan kembali perusahaan Bapanya ini hingga dirinya mengangkat pekerjaannya ke rumah serta mempelajarinya. Ha Ni diam-diam mengintip ke kamar Seung Jo serta menonton Seung Jo yang sedang serius bekerja.

Ibu Seung Jo pulang ke rumah serta Ha Ni bertanya, "Apa ada sesuatu yang terjadi?" Bunda Seung Jo menjawab, "Tidak. Aku kemari hanya untuk mengambil berbagai pakaian. Ha Ni terima kasih sebab kau telah mau menolongku. Aku juga sangat lega sebab Seung Jo mau mengambil alih perusahaan Bapanya. Aku sangat terbantu sekali sebab kalian."

Ha Ni mengatakan, "Seung Jo rutin berangkat pagi-pagi sekali serta pulang larut malam bahkan dirinya tetap bekerja hingga sekarang di kamarnya." Bunda Seung Jo berkomentar, "Benarkah itu? Ini pasti sangat susah untuk dia. Tapi kau baik-baik saja kan? Kau wajib tetap kuliah serta juga mengerjakan pekerjaan rumah." Ha Ni mengatakan, "Tidak apa-apa itu terbukti wajib aku perbuat. Tapi... Ah ada sesuatu yang ingin aku diskusikan denganmu." Bunda Seung Jo bertanya, "Hah? Apa itu?"

Pagi-pagi Ha Ni tergesah-gesah berlari menuruni tangga serta menghampiri Seung Jo yang telah mau pergi. Seung Jo bertanya, "Kenapa terburu-buru?" Ha Ni menjawab, "Boleh aku menumpang? Aku bakal berangkat ke tempat yang sama dengan tempat yang bakal kau datangi." Seung jo kebingungan serta dirinya langsung bilang, "Kau? Tidak!!!" Ha Ni tersenyum serta mengatakan, "Aku di terima bekerja paruh waktu di kantor Bapamu. Jadi mohon bantuannya ya."

Manager menawarkan Ha Ni pada karyawan lainnya serta Ha Ni menawarkan diri dengan ceria. Sementara Seung Jo hanya menonton Ha Ni dari jauh serta terkesan kesal.

Manager berbisik pada Seung Jo, "Investor telah ada di bawah serta ingin berjumpa dengan anda." Seung Jo pun langsung menemui investor itu. Investor itu mengatakan, "Selama ini Baek Su Chan(Bapa Seung Jo) rutin membanggakan anaknya serta nyatanya kau terbukti pantas di banggakan. Ah bagaimana kondisi Bapamu saat ini?" Seung Jo menjawab, "Dia telah mulai membaik tapi kurasa dirinya memerlukan waktu istirahat." Investor itu berkomentar, "Hmm sepertinya telah saatnya aku menolong."

Seung Jo memperlihatkan dokumen mengenai permainan yang bakal di buat serta Investor bahagia dengan ide permainan itu. Investor mengatakan, "Aku rasa Bapamu bakal sangat merasa lega sebab mempunyai anak sepertimu. Kau wajib dapat membikin perusahaan ini menjadi lebih besar lagi." Seung Jo berkomentar, "Kami bakal memikirkan faktor itu seusai melalui masa krisis kami terlebih dahulu."

Ha Ni masuk ke ruangan Seung Jo untuk mendampingi kopi untuk Investor itu. Investor itu bertanya, "Seung Jo, berapa umurmu?" Seung Jo menjawab, "Aku 20 tahun." Investor kemabli bertanya, "Apakah kau mempunyai pacar?" Ha Ni tersenyum bahagia serta merapihkan rambutnya. Seung Jo langsung menjawab, "Tidak." Ha Ni sedih mendengar faktor itu. Investor bertanya, "Kenapa tak punya? Aku lihat kau sangat populer." Ha Ni menjawab, "Ya dirinya sangat populer tapi dirinya tak sempat mempedulikan mereka sebab dirinya lebih bahagia mendengarkan musik serta membaca. dirinya juga canggih dalam tennis serta memenangkan berbagai pertandingan. IQnya 200 serta dirinya dapat memasak seperti masakan koki. Dirinya sangat sempurna."

Investor bahagia mndnegar itu serta memuji Seung Jo. Seung Jo lalu mengatakan, "Nona Ha Ni... Dapatkah kau keluar sekarang?" Ha Ni tersenyum serta menjawab, "Ya baiklah."

Seung Jo sedang di rumah sakit menantikani Bapanya. Manager datang serta meminta berkata sebentar dengan Seung Jo. Manager mengatakan, "Sepertinya pertemuan dengan Baginda Yoon(Investor) itu berlangsung lancar. Karyawannya datang serta menanyakan mengenai dana yang kami butuhkan untuk game kita." Seung Jo bertanya, "Jadi menurutmu dirinya bakal menginvestasikan uangnya pada kita?" Manager menjawab, "Hmm tapi ada sesuatu. Baginda Yoon sangat menyukaimu. Dirinya mempunyai cucu perempuan serta dirinya bertanya apakah kau dapat menemui cucunya itu?"

Seung Jo bertanya, "Apa maksudmu ini seperti kencan yang telah di atur?" Manager menjawab, "Ya. Dirinya mengatakan bahwa bakal percuma apabila menikahkan cucunya dengan orang lain. Serta kami membutuhkan dana dari dia. Aku sangat bimbang sebab ditanya dengan cara mendadak, bagaimana menurutmu?" Seung Jo diam saja tak berkomentar.

Ha Ni pulang ke rumah serta mengangkat belanjaan. Seung Jo menolong membawakan belanjaan itu serta Ha Ni tersenyum bahagia. Ha Ni mengatakan, "Ayo kami masak Bulgogi yang tak sedikit. Aku rasa kau lelah jadi aku wajib memanjakanmu dengan memasakan makanan untukmu." Seung Jo menyimpan belanjaan itu serta kembali ke kamarnya. Ha Ni sangat bahagia serta berteriak, "Terima Kasih!!"

Seung Jo mengendarai mobilnya menuju sebuahRestaurant dimana dirinya bakal berjumpa dengan Baginda Yoon serta juga cucunya. Saat Seung Jo mau memasuki ruangan pertemuan, dirinya sangat kaget sebab menonton cucu dari Baginda Yoon itu merupakan He Ra!! He Ra tersenyum serta mengatakan, "Hallo Baek Sung Jo."

Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16

Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment