Sinopsis Lengkap Serial TV Drama Turki Cansu dan Hazal Episode 1 - Bagian 2

Sinopsis Lengkap Serial TV Drama Turki Cansu dan Hazal Episode 1 - Bagian 2

ellieve.com - SEBELUMNYA... Cansu meskipun hidupnya mewah tapi cara berpakaiannya tidak berlebihan sedangkan Hazal yang hidup sederhana, bersama temannya selalu berusaha berpenampilan mewah dan glamor dan ingin menarik perhatian banyak orang.


Sinopsis Lengkap Serial TV Drama Turki Cansu dan Hazal Episode 1 - Bagian 2

Cansu sedang lomba pacuan kuda. Dilara sudah berada disana sebelumnya, sedangkan suaminya sedikit terlambat karena sebelumnya dia ada bisnis. Mereka akhirnya menyaksikan pertandingan kuda. Dilara terlalu ingin Cansu memenangkan lomba mendapat medali emas sedangkan suaminya hanya ingin Cansu belajar berkuda dengan baik. Setelah lomba selesai, Cansu berada diurutan kedua. Dilara kecewa karena Cansu tidak memenangkan medali emas. Dilara adalah perempuan yang ambisius sedangkan suaminya selalu berpikir dengan akal sehat. Ayah Cansu sangat bangga dengan kemenangan Cansu meskipun tidak mendapat juara satu bahkan dia ingin merayakannya. Saat Cansu ingin mengganti baju, Dilara mengatakan seharusnya Cansu bisa juara satu jika dia lebih keras berusaha. Cansu marah karena ibunya bahkan tidak pernah bangga dengan apa yang dia lakukan. Cansu kesal lalu dia berlari dan dari arah yang berlawanan, muncul sebuah mobil. Mobil itu menabrak Cansu tepat didepan mata ibunya.

Cihan, sang ayah Cansu sedang mengendarai mobilnya menuju kantor. Lalu temannya menghubunginya, Cihan diberitahu bahwa Cansu kecelakaan. Cihan segera memutar balik mobilnya menuju rumah sakit. Dia sangat panik karena anak kesayangannya kecelakaan. Sesampai dirumah sakit, Dilara langsung memeluk Cihan sambil menangis.

Gulseren ditempat kerjanya meminta bicara dengan bosnya. Gulseren ingin meminjam uang dari bosnya untuk menyewa rumah, tapi justru bosnya malah marah-marah padanya. Akhirnya Gulseren mengatakan bahwa dia tidak jadi meminjam uang karena kesal dengan sikap bosnya.

Dirumahnya, Hazal menangis dikamarnya. Gulseren menghampirinya dan menanyakan kenapa putri kesayangannya menangis. Lalu Hazal mengatakan bahwa temannya akan mengadakan pesta ulang tahun dan dia tidak bisa datang. Gulseren bertanya kenapa Hazal tidak bisa datang. Hazal menceritakan bahwa dia tidak punya baju yang bagus, semua bajunya sudah usang sedangkan semua gadis akan menggunakan baju baru. Gulseren sangat menyayangi putrinya lalu meminta putrinya mengambil dompet Gulseren. Gulseren bertanya apa sudah ada baju yang ingin dia beli, lalu Gulseren memberikan Hazal uang untuk membeli baju baru. Hazal sangat senang lalu memeluk ibunya dan berterimakasih.

Dirumah sakit, Cansu masih dalam keadaan koma. Ayahnya, Cihan, Dilara dan kakaknya, Ozan menunggui Cansu dirumah sakit. Ozan sangat sedih karena adiknya kecelakaan, dia sangat takut Cansu meninggal. Ayahnya menghibur Ozan dan meyakinkan Ozan bahwa Cansu akan baik-baik saja.

Ditoko tempat Gulseren bekerja, Gulseren bercerita dengan sahabatnya mengenai kisah dengan Oscar.  Oscar memberikan Gulseren sebuah cincin berlian dan Gulseren memutuskan untuk menjual cincin itu demi membayar sewa rumah barunya. Lalu Gulseren diperintah bosnya untuk mengantarkan barang ke sebuah rumah seorang laki-laki. Sepertinya laki-laki itu ingin berbuat tidak baik saat melihat badan Gulseren yang cantik.

Dirumah sakit, Cansu sudah sadar. Ozan memanggil ayahnya karena melihat adiknya sudah sadar. Dokter mengatakan Cansu sudah membaik dan segera bisa dipindahkan ke kamar biasa.

Gulseren berusaha membela diri saat akan dipaksa untuk makan bersama laki-laki itu. Lalu Gulseren segera meninggalkan rumah laki-laki itu. Gulseren kembali ke toko, dia ingin memberitahu bosnya bahwa temannya itu ingin berbuat jahat padanya. Temannya melarang Gulseren memberitahu karena bisa saja Gulseren kehilangan pekerjaannya.

Gulseren sangat kecewa karena cincin itu ternyata bukan cincin berlian sedangkan dilain tempat, Cihan sangat kecewa dengan sikap Dilara yang bertengkar dengan Cansu hanya karena Cansu tidak bisa mendapatkan juara satu dalam perlombaan.

Keesokan hari, dokter memanggil Cihan dan Dilara. Dokter memberitahu bahwa sampel darah yang dia ambil dari Cihan dan Dilara tidak cocok dengan darah Cansu. Dokter juga mengatakan setelah mereka memeriksanya berkali-kali, Cansu bukanlah anak kandung dari Cihan dan Dilara. 

Post a Comment