ellieve.com - Hari ini Seung Jo bakal mulai pindah dari rumah. Bunda Seung Jo serta Eun Jo mengantar Seung Jo ke pintu depan serta memberi tau berbagai nasihat, "Seung Jo... Jagalah dirimu. Ingat makan serta pertidak sedikit makan sayuran serta buah. Jangan keluar malam hari dan..." Seung Jo memotong omongan Bunda serta mengatakan, "Aku mengerti. Aku mengerti." Bunda Seung Jo kembali mengatakan, "Telfonlah Bunda apabila kau membutuhkan sesuatu serta ingat datanglah ke rumah sesekali." Seung Jo berkomentar, "Aku tak memerlukan apapun."
Ha Ni sangat sedih melepaskan Seung Jo jadinya dirinya hanya bisa mengantar hingga pintu serta dirinya terus menunduk sedih. Seung Jo menonton Ha Ni serta mengatakan, "Aku berangkat Eun Joo." Eun Jo sedih sebab kakaknya ini bakal berangkat jadi Eun Jo langsung memeluk Seung Jo.
Ha Ni menonton kepergian Seung Jo serta dirinya mengatakan dalam hati, "Dia pergi... Dirinya sangatlah berangkat semacam ini. Aku sangat bahagia saat kembali ke rumah ini karne bisa tinggal kembali bersama Seung Jo. Mesikipun dirinya sangat dingin serta kata-katanya sangat kejam, tapi aku merasa itu membahagiakan sebab bisa bersamanya."
Ibu Seung Jo menonton Ha Ni menangis serta dirinya mengatakan, "Ha Ni jangan menangis. Kami tunggu saja dia. Dirinya tak berangkat jauh jadi tunggulah dirinya bakal kembali." Ha Ni hanya tersenyum kecil serta menghapus air matanya.
Ha Ni menaiki bis serta dirinya mengatakan dalam hati, "Kini aku tak bisa menontonnya tidak hanya di kampus. Dia... Dirinya mungkin telah melupakanku. Huh menyedihkan."
Min Ah datang menghampiri Ha Ni yang sedang melamun serta bilang bahwa seminggu ini Ha Ni rutin terkesan lesu bahkan semacam Gurita yang tak mempunyai tulang. Min Ah memberbagi semangat pada Ha Ni supaya segera bangkit mesikipun Seung Jo berangkat dari rumah.
Terkesan Seung Jo serta kawan-kawannya sedang berlangsung serta Min Ah pun mengatakan, "Ha Ni cepat sapa dia. Bukankah kau sangat merindukannya?" Ha Ni menggeleng serta mengatakan, "Tidak. Untuk sesaat aku merasa ketakutan untuk berkata dengannya." Min Ah pun tak bisa berbuat apa-apa lagi serta mengundang Ha Ni berangkat ke kantin untuk menemui Joo Ri yang sedang makan siang disana.
Joo Ri menonton Ha Ni yang lesu serta berkomentar, "Omo Ha Ni berubah menjadi berbagai tahun yang lalu." Min Ah juga berkomentar, "Ya. dirinya kembali semacam pada saat SMA dulu." Ha Ni diam saja. Joon Gu bahagia menonton Ha Ni serta langsung menyapanya tapi justru Ha Ni memalingkan kepalanya serta pergi.
Joo Ri serta Min Ah kasihan pada Joon Gu serta mengatakan, "Kau telah berusaha keras Joon Gu serta semacamnya kau sedang bahagia. Ada apa?" Joon Gu menjawab, "Ya aku sedang bahagia. Apabila semacam ini aku maka Ha Ni bakal datang padaku serta itu membikinku semangat. Ini semacam aku telah menghajar Baek Seung Jo. Bukankah menyenangkan?" Joo Ri serta Min Ah hanya geleng-geleng kepala serta berangkat meninggalkan Joon Gu.
Joo Ri bertanya, "Kau apa tau dimana tinggalnya Seung Jo saat ini?" Ha Ni menjawab, "Entahlah." Min Ah bertanya, "Lalu bagaimana dengan tempat dirinya bekerja?" Ha Ni lagi-lagi menjawab, "Entahlah." Joo Ri sangatlah tak percaya perempuan semacam Ha Ni bahkan tak mengenal dimana Seung Jo tinggal serta bekerja paruh waktu. Min Ah ikut sedih menonton Ha Ni serta bilang bahwa kehilangan orang yang di cintai terbukti menyedihkan.
Ha Ni ada kegiatan klub tennis serta dirinya mengumpulkan bola tennis dengan lesu. Bahkan pada saat bola mengenai kepalanya, dirinya tak menyadari faktor itu. Anak buah klub pun mulai kebingungan menonton sikap Ha Ni yang sepeti itu serta bilang bahwa Ha Ni sangat aneh serta tak semacam biasanya. Lalu beredar berita bahwa Ha Ni terkesan lesu itu sebab Seung Jo berangkat dari rumah serta itu membikin Ha Ni sedih.
Ha Ni mengatakan dalam hati, "Seung Jo tak datang untuk latihan Tennis. Aku tau kalau dirinya tak bakal datang tapi mungkin saja..."
Kyung Soo menonton Ha Ni yang lesu serta langsung memarahinya sebab Ha Ni tak mengumpulkan bola dengan baik. Kyung Soo berfikir sesuatu lalu mengatakan, "Ha Ni apakah kau mau meneraktirku makan malam?" Ha Ni langsung menggeleng serta menjawab, "Aku tak mau!" Kyung Soo mengatakan lagi, "Benarkah? Aku merasa ini suatu penghinaan. Tadinya aku ingin memberbagimu info mengenai Baek Seung Jo. Apabila kamu tak mau maka telahlah ayo latihan saja."
Ha Ni langsung setuju serta mengatakan, "Ya aku setuju. Aku bakal meneraktirmu." Kyung Soo bahagia serta mengatakan, "Kerenlah aku tau tempat makan yang enak. Ini tak terlalu mahal jadi kau tak butuh memikirkannya." Ha Ni lalu bilang, "Lalu bagaimana dengan info yang bakal kau berbagi padaku?" Kyung Soo menjawab, "Ah info itu. Kau tau kan bahwa Seung Jo tak sempat menyembunyikan sesuatu dariku jadi pasti saja info yang bakal aku berbagi padamu itu sangat keren. Seusai latihan aku bakal mengantarmu ke tempat Seung Jo bekerja." Ha Ni jelas langsung sangat bahagia serta bersemangat kembali.
Selesai latihan. Kyung Soo mengundang Ha Ni ke suatu Restaurant. Ha Ni bertanya, "Apakah Seung Jo bekerja disini?" Kyung Soo mejawab, "Ya. Dirinya menjadi pelayan disini serta akulah yang mengenalkan tempat ini padanya. Serta sebetulnya aku juga bekerja di sini pada saat libur. Ayo masuk."
Mereka masuk ke dalam Restaurant serta nyatanya pelayan yang menyambut itu kenal dengan Kyung Soo, "Oh Kyung Soo... Kau datang untuk bekerja hari ini?" Kyung Soo menjawab, "Tidak. Aku datang kemari sebagai penggan. Serta tolong siapkan 2 tempat."
Kyung Soo serta Ha Ni pun duduk serta menonton-lihat menu. Ha Ni maish mencoba mencari Seung Jo di dalam Restaurant itu tetapi Kyung Soo langsung mengatakan, "Ha Ni pesanlah makanan cepat." Ha Ni mengerti serta langsung menonton menu sambil berfikir lama. Tiba-tiba ada suara, "Apakah kau telah memutuskannya? Cepatlah. Kau telah menonton itu lumayan lama serta sewajibnya kau telah bisa menentukannya." Ha Ni kaget mendengar suara itu sebab itu merupakan suara Seung Jo.
Seung Jo bersikap ketus pada Ha Ni serta Kyung Soo saat pemesanan serta dirinya juga langsung meninggalkan meja Ha Ni serta Kyung Soo. Kyung Soo mengatakan, "Ha Ni, bagaimana? Apa? Kenapa kau semacam mau menangis begitu?" Ha Ni terkesan sedih serta mengatakan, "Telah lama sekalu aku tak berkata dengannya." Kyung Soo bertanya, "Kau berkata dengannya? Aku hanya mendnegar bahwa tadi itu hanya pemesanan saja bukan pembicaraan. "
Ha Ni menonton Seung Jo yang sedang melayani tamu serta dirinya berkoemntar, "Omo... Bagaimana mungkin dirinya tetap terkesan sangat tampan dengan pakaiannya itu? Ah ya Kyung Soo... Apakah kau tau dimana Seung Jo tinggal?" Kyung Soo menjawab, "Tinggal? Ah aku belum tau mengenai itu." Ha Ni sedih mendengar itu.
Seung Jo datang menghampiri meja Ha Ni serta Kyung Soo untuk mengantar pesanan. Seung Jo langsung berangkat lagi seusai memberbagi pesanan dengan wajah dinginnya. Ha Ni terbuktigil Seung Jo serta mengatakan, "Seung Jo Ah, Hallo. Dimana kamu tinggal sekarang?" Seung Jo menjawab, "Aku sedang bekerja." Ha Ni bertanya, "Apa kau marah sebab aku datang kemari?" Seung Jo menjawab, "Aku tau kalau kamu pasti cepat alias lambat bakal mengenal tempat ini serta datang kemari. Bagaimanapun jangan beritahu yang lain!" Ha Ni mengerti serta tersenyum bahagia.
Mata hati menonton poster di Restaurant yang nyatanya sedang membuka lowongan pekerjaan juga. Ha Ni bertekat untuk menikahi pekerjaan di Restaurant itu juga supaya bisa bersama-sama dengan Seung Jo.
Ha Ni menemui Manager serta bilang bahwa dirinya bakal bekerja dengan keras. Manager kebingungan serta bilang bahwa dirinya baru saja menerima seseorang untuk bekerja serta nyatanya orang itu merupakan He Ra. Ha Ni jelas sangat kaget serta meminta pekerjaan pada Manager tapi Manager tidka bisa berbuat apa-apa lagi.
He Ra tersenyum menang serta mengatakan, "Semacamnya takdir mulai berubah. Semenjak Seung Jo berangkat dari rumah, tempat dimana kau bisa menonton Seung Jo hanya di klub tennis kan? Tapi sayangnya dirinya jarang datang. Aku rutin sekelas dengan Seung Jo, bahkan satu tempat kerja dengan Seung Jo. Ya ampun bagaimana ini? Aku merasa bersalah padamu. Haha... Baiklah aku permisi untuk bekerja."
Kyung Soo makan dengan lahap sementara Ha Ni diam saja sebab kesal. Kyung Soo bertanya, "Bagaimana? Apa kau mendapat pekerjaan? Kerenlah apabila telah sebab kami telah menyelesaikan persoalan. Kamu wajib berterima kasih padaku sebab aku lah yang menolongmu." Ha Ni sedang kesal jadi dirinya mengundang Kyung Soo cepat pergi.
Seung Jo menghampiri Ha Ni serta mengatakan, "Kau telah mau pulang? Bagaimana dengan teh pesananmu?" Ha Ni baru ingat mengenai itu serta bertanya, "Apakah kau bisa menyimpannya untuk besok? Besok aku bakal kembali lagi kesini." Seung Jo jelas langsung mengatakan, "Tidak bisa! Serta aku tak suka apabila kau timbul kembali besok." Ha Ni mengatakan, "Aku janji tak bakal menganggumu. Bagaimanapun juga aku ini pelangganmu." Seung Jo tak bisa berbuat apa-apa lagi serta hanya mengatakan, "Jangan bilang pada keluargaku!"
Ha Ni tersenyum serta bertanya, "Jadi aku boleh datang kemari?" Seung Jo hanya menghela nafas panjang.
Ha Ni belum pulang juga sebab dirinya diam-diam tetap menonton Seung Jo yang nyatanya sedang mengobrol bersahabat dengan He Ra. Ha Ni menonton itu serta mengatakan, "Aku tak bisa menenangkan hatiku apabila He Ra rutin ada di segi Seung Jo. Aku bakal datang besok hari! Bagaimanapun juga aku bahagia menontonnya." Kyung Soo menghampiri Ha Ni serta mengundang Ha Ni untuk cepat pulang.
Ha Ni pulang ke rumah dengan ceria. Bunda Seung Jo sedang makan malam bersama Eun Jo serta memperkenalkan Ha Ni untuk makan malam bersama. Ha Ni bilang bahwa dirinya telah makan tadi. Bunda Seung Jo mengatakan, "Ah aku telah lama tak menonton Ha Ni tersenyum. Apa ada yang terjadi?" Ha Ni tersenyum serta menjawab, "Tidak..."
Ibu Seung Jo mengatakan, "Sejak Seung Jo pindah kau terkesan sedih serta itu membikinku khawatir." Ha Ni mencoba bilang bahwa dirinya tau tempat kerja Seung Jo tapi dirinya ingat bahwa Seung Jo telah mengancamnya serta meminta dirinya tak memberi tahu pada siapapun juga mengenai dirinya bekerja di Restaurant. Tapi pada akhirnya Ha Ni menceritakan faktor ini pada Bunda Seung Jo serta Eun Jo. Jelas Bunda Seung Jo sangat kaget serta ingin sekali datang kesana untuk menonton Seung Jo yang menjadi pelayan. serta pasti saja Eun Jo juga ingin menontonnya.
Ibu Seung Jo lalu mengatakan, "Hmm bagaimana apabila besok kami makan malam disana?" Ha Ni kaget mendengarnya, "Apa? Tapi dirinya bilang ini wajib di rahasiakan..." Bunda Seung Jo memperoleh ide serta mengatakan, "Aish Aku mengerti. Bagaimana apabila kami menyamar serta duduk di kursi pojok?" Eun Jo langsung setuju serta Bunda Seung Jo sangat gembira.
Ha Ni masuk ke kamarnya serta berfikir, "Seung Jo... Apa yang kau perbuat saat sendiri begini? Apa kamu sedang membikin makan malam alias membaca buku? Dimana kamu tinggal kini ini Seung Jo ah?"
Keesokan harinya. Di restaurant ada yang sedang makan malam bersama dengan kawan-kawannya serta mereka memesan makanan dengan tak sedikit faktor yang rumit. Salah seorang mengatakan. "Ya pelayan itu pasti tak bisa mengerti apa yang kami pesan. Pelan-pelanlah mengatakannya." Seung Jo langsung mengulangi semua pesanan dengan cocok serta bahkan dirinya tak menulis pesanan itu pada memo. Tamu pun langsung kagum pada Seung Jo serta bilang bahwa Seung Jo pasti sangat pintar.
Di meja lain terkesan Bunda Seung Jo, Eun Jo serta Ha Ni yang sedang menyamar. Eun Jo bilang bahwa Seung Jo sangat keren. Bunda Seung Jo mengatakan, "Ya dirinya berbakat tapi dirinya tak imut. Dirinya bakal terkesan imut apabila tersenyum." Eun Jo bertanya, "Ibu... Apa kau pikir kami tak bakal ketahuan oleh Kakak?" Ha Ni panik serta Bunda Seung Jo mengatakan, "Tidak butuh khawatir. Kami menyamar dengan sangat baik."
Ibu Seung Jo terbuktigil pelayan serta yang datang merupakan Seung Jo. Seung Jo telah mulai curiga serta akhirnya tau kalau Ibu, Eun Jo serta Ha Ni menyamar serta dirinya pun membongkar penyamaran itu. Ha Ni langsung meminta maaf pada Seung Jo.
He Ra menghampiri meja Bunda Seung Jo serta memberbagi salam. Bunda Seung Jo jelas sangat kaget saat tau kalau He Ra nyatanya kerja di tempat yang sama dengan Seung Jo. Bunda Seung Jo berbisik pada Ha Ni, "Ha Ni kenapa bisa semacam ini?" Ha Ni menjawab, "Maafkan aku. Dirinya mendahuluiku saat bakal menikahi pekerjaan."
Mereka telah selesai makan bersama serta Bunda Seung Jo menasehati Seung Jo, "Ah pulang lah ke rumah sesekali. Serta hati-hati jangan hingga jatuh cinta pada He Ra! Jangan hingga!" Seung Jo menjawab, "Ya aku mengerti." Bunda Seung Jo lalu bertanya, "Seung Jo ayo katakan padaku dimana kamu tinggal?" Seung Jo menjawab, "telah pulanglah cepat." Seung Jo lansgung masuk ke dalam Restaurant.
Ibu Seung Jo menghampiri Ha Ni serta mengatakan, "Ha Ni, kau tak boleh kalah dari He Ra! Ingatlah kalau kamu ini sangat gigih. Kamu wajib beretmu dengannya setiap hari serta menempel padanya semacam lem! Datanglah setiap hari ke sini. Mengerti?" Ha Ni menganggukan kepala mengerti. Eun Jo berkomentar, "Tidak bakal ada yang menyukai seorang penguntit. Kakaku sangat malang. Kasihan Seung Jo."
Min Ah serta Joo Ri sama-sama kaget saat tau kalau He Ra nyatanya rutin mengikuti Seung Jo kemana pun juga bahkan hingga ikut bekerja di Restaurant yang sama dengan tempat Seung Jo bekerja. Min Ah berkomentar, "He Ra cantik serta tak pantang menyerah. Hmm tak ada tutorial lain tidak hanya kau datang ke sana setiap hari." Ha Ni bertanya, "Bukankah Seung Jo tak bakal menyukai faktor itu apabila aku rutin datang?" Joo Ri mengatakan, "Ya Ampun. Apa yang kau katakan? Kamu merupakan Oh Ha Ni yang rutin mengejarnya mesikipun dirinya berlari alias tak menyukaimu sama sekali. Kau ini semacam jangkring yang melekat pada pohon semacam lem." Ha Ni setuju dengan faktor itu.
Joo Ri bertanya, "Tapi persoalannya... Apakah kau punya uang serta waktu untuk datang kesana setiap hari?" Ha Ni baru memikirkan faktor itu.
Ni datang kembali ke Restaurant sambil membawa bukunya untuk belajar. Seung Jo menghampiri Ha Ni serta bertanya, "Apa kau menyewa tempat ini? Apa hari ini kau belajar lagi?" Ha Ni menjawab, "Aku ada tugas yang wajib di kumpulkan minggi depan." He Ra datang serta bilang pada Seung Jo bahwa dirinya yang bakal melayani Ha Ni. Seung Jo berangkat serta pasti saja Ha Ni sangat kesal menonton faktor itu. Ha Ni bertanya, "Kau... Kau kenapa sengaja datang kemari?" He Ra tersenyum serta menjawab, "Semacamnya kamu menganggu kawanku. Apa yang ingin kamu pesan?" Ha Ni sedang kesal serta menjawab, "Berbagi padaku apa saja." He Ra mengatakan, "Baiklah. Tunggu sebentar."
He Ra kembali serta membawa pesanan Ha Ni. Ha Ni sangat kaget menonton makanan itu serta bertanya, "Hmm apa ini?" He Ra menjawab, "Ini merupakan menu special Restaurant kami. Buknakah kamu memintaku membawakan apa saja? Baiklah selamat menikmati." Ha Ni sangatlah kesal pada He Ra.
Seharian Ha Ni terus berada di Restaurant bahkan saat dirinya mulai merasa bosan, dirinya mencoba menghapus kebosanannya itu dengan merangkai tusuk gigi serta memainkan permainan yang ada di HPnya. He Ra menghampiri Ha Ni serta bertanya, "Apakah kau ingin aku menuangkan kopi yang ke5 untukmu? Sebetulnya apabila kamu meminum kopi hingga 6 gelas dalam 1 hari, ini bakal membikin kamu sakit perut." Ha Ni kesal serta mengatakan, "Terima kasih sebab kau bahkan telah mengkhawatirkan aku. Aku baik-baik saja."
He Ra berkomentar, "Pria macam apa yang bakal menyukai perempuan yang hanya membuang-buang waktunya hanya untuk sesuatu yang tak berkegunaaan? Apabila aku menjadi pria maka aku bakal merasa bosan serta kesal. Jadi... Bekerja keraslah."
Ha Ni ketiduran di Restaurant hingga akhirnya seorang pelayan membangunkan Ha Ni sebab Restaurant telah mau tutup. Ha Ni berlangsung menuju kasir serta kaget saat tau kalau anggaran makannya itu sangat mahal sebab tadi dirinya dipesankan menu special oleh He Ra. Ha Ni mengeluarkan uangnya serta dirinya membayar dengan receh juga.
Ha Ni lalu bertanya pada kaisr, "Sampai jam berapa Baek Seung Jo bekerja?" Kaisr awalnya hanya diam tapi akhirnya dirinya menjawab, "Hmm mungkin hingga jam 9 malam ini." Ha Ni tersenyum bahagia serta mengucapkan terima kasih
Ha Ni menunggu Seung Jo di luar Restaurant serta berniat mengikuti Seung Jo supaya bisa tau dimana Seung Jo tinggal. Ha Ni terus menunggu serta yang dirinya lihat justru Seung Jo serta He Ra yang berlangsung pulang bersama. Ha Ni mengatakan pada dirinya, "Mereka pasti berlangsung bersama sebab rumah mereka di daerah yang sama. Ya pasti begitu."
Ha Ni terus mengikuti Seung Jo serta He Ra yang masuk ke apartemen yang sama. Ha Ni sangat sedih serta mengatakan, "Apa? Seung Jo dengan He Ra tinggal bersama?" Ha Ni sangat kaget da dirinya sangatlah sedih.
Ha Ni pulang ke rumah dengan lesu serta Bunda Seung Jo bertanya, "Ha Ni.. Ada apa? Kenapa kau pulang begitu terlambat? Aku snagat khawatir sebab telah hampir tengah malam." Ha Ni meminta maaf sebab pulang terlambat. Bunda Seung Jo bertanya kembali, "Ada apa? Apa tadi ada pertemuan klub tennis? Apa sesuatu telah terjadi?" Ha Ni hanya menjawab, "Tidak. Semuanya baik-baik saja..."
Ibu Seung Jo tetap kebingungan serta dirinya bertanya, "Apakah kamu ingin mandi? Aku bakal menyiapkan air panasnya untukmu." Ha Ni mengatakan, "Tidak butuh. Aku hanya ingin tidur. selamat malam." Ha Ni berlangsung menaiki tangga menuju kamarnya serta Bunda Seung Jo berkomentar, "Hmm aneh."
Ha Ni menangis serta mengatakan, "Seung Jo yang dulu tinggal di kamar sebelah, saat ini tinggal bersama He Ra. Apa maksud dari perkataannya yang bilang tak membenciku? Dirinya tak membenciku serta dirinya menyukai He Ri, apakah itu artinya? Mungkin saat ini mereka sedang...."
Ha Ni pun mulai membayangkan hal-hal yang mungkin saat ini sedang terjadi di antara Seung Jo serta He Ra serta pastinya bayangannya itu membikin dirinya terus sedih.
Paginya, Ha Ni pamit pada Bunda Seung Jo, Bapa Seung Jo serta juga Eun Jo. Bunda Seung Jo tiba-tiba mengatakan, "Ha Ni, kenapa ada lingkaran hitam di bawah matamu? Mauatmu terkesan sembab serta wajahmu pucat." Ha Ni mengatakan, "Hmm benarkan? Semalam aku tak tidur dengan nyenyak." Bunda Seung Jo bertanya, "Apakah kau belajar semalaman?" Eun Jo langsung mengatakan, "Tidak mungkin!"
Ibu Seung Jo meminta Ha Ni supaya tak ke kampus saja tapi Ha Ni bersikeras ingin berangkat ke kampus. Bunda Seung Jo berkaa, "Kalau kau merasa tak enak badan, mintalah Seung Jo untuk datang ke rumah." Eun Jo berkomentar, "Ya mungkin apabila Kakak menonton ini maka dirinya bakal melunak padamu." Ha Ni mengatakan, "Mungkin begitu ah aku permisi pergi. Aku tak nafsu makan, permisi." Ha Ni berlangsung keluar serta dirinya tak sengaja menabrak pintu.
Ibu Seung Jo sangatlah merasa aneh pada Ha Ni serta dirinya bertanya pada suaminya, "Apa pendapatmu mengenai Ha Ni?" Bapa Seung Jo berkomentar, "Hmm ini tak semacam biasanya."
Ha Ni semacam biasa berjumpa dengan Min Ah serta Joo Ri. Joo Ri bertanya, "Kenapa kau tak makan? Kau sedang diet hah?" Ha Ni menjawab, "Tidak. Aku hanya sedang tak nafsu makan." Min Ah bertanya, "Kenapa? Apa sebab Seung Jo? Berceritalah pada kami. Kami bakal mendengarkan ceritamu." Ha Pun mulai bercerita bahwa dirinya bakal menyerah mengejar Seung Jo. Min Ah telah bosan mendengar itu serta bilang bahwa dirinya telah mendnegar faktor itu lebih dari 100 kali. Joo Ri juga bilang bahwa telinganya tak mau mendengar faktor itu lagi sebab telah bosan mendengarnya. Ha Ni menggelengkan kepala serta bilang bahwa untuk hari ini dirinya serius.
Ha Ni akhirnya menceritakan mengenai Seung Jo serta He Ra. Joo Ri serta Min Ah kaget sekali mendengarnya. Joo Ri bertanya, "Mereka masuk kedalam suatu apartemen bersama serta tak keluar juga? Mungkinkah terjadi sesuatu?" Ha Ni sangat sedih serta bilang bahwa dirinya sungguh menyukai Seung Jo hingga rasa sedih serta sakit hatinya itu menembus ke tulang. Min Ah berkomentar, "Patah hati terbukti menyakitkan..." Joo Ri pun ikut sedih sebab Ha Ni sedih.
Ha Ni masuk kedalam kelas mata pelajaran serta dirinya melirik ke belakang untuk mencari Seung Jo tetapi tak ada Seung Jo. Di kelas lain, Seung Jo juga melirik ke belakang untuk mencari Ha Ni tetapi dirinya tak menemukan Ha Ni. He Ra yang duduk di samping Seung Jo ikut menonton ke belakang mencoba mencari sosok yang di cari Seung Jo.
Di Restaurant juga Seung Jo merasa aneh sebab tumben sekali Ha Ni tak datang ke Restaurant. Ha Ni sangatlah merasa lesu hingga dirinya marahi oleh Kyung Soo sebab dirinya tak serius dalam berlatih. Joo Ri serta Min Ah menonton bahwa Ha Ni belakangan ini sedih terus jadi mereka pun memutuskan untuk meperbuat sesuatu.
Ya mereka memutuskan untuk mendatangi Seung Jo tapi Seung Jo tak mengenali mereka. Min Ah serta Joo Ri jelas kesal pada Seung Jo sebab selagi ini dirinya rutin bersama Ha Ni tapi Seung Jo bahkan tak mengingat kawan-kawan Ha Ni. Seung Jo mengatakan, "Aku rutin membuang ingatanaku yang aku rasa tak penting. Ah aku ingat siapa kalian. Otak Anda berada di satu level dengan Oh Ha Ni. Kau Joo Ri serta Kau Min Ah. Bukankah aku benar?" Joo Ri kesal serta bergumam, "Kenapa Oh Ha Ni bisa menyukai laki-laki semacammu huh?" Seung Jo menjawab, "Ya Kamu benar. Lalu ada persoalan apa?"
Joo Ri marah-marah, "Apakah kau pikir kau tak keterlaluan? Ini mengenai Ha Ni, kau tau? Sepuluh hari terbaru ini dirinya terkesan lesu!" Min Ah ikut marah-marah, "Kami sebagai kawan pasti saja tak bisa tinggal diam menonton dirinya semacam ini." Seung Jo langsung bertanya, "Lalu apa maksud anda menghampiriku hah?" Joo Ri serta Min Ah pun menjawab dengan berbarengan, "Tinggal bersama!" Seung Jo kebingungan, "Tinggal bersama apa?"
Joo Ri mengatakan, "Apa? Kau mau menyangkalnya hah kini kalau kamu tinggal bersama He Ra! Kata Ha Ni, anda tinggal bersama serta dirinya menontonnya dengan mata kepalanya sendiri! Kau tau kalau Ha Ni itu menunggumu lebih dari 1 jam!" Min Ah ikut mengomel, "Apa kau wajib meninggalkan rumah serta berangkat tinggal dengan wanita lain? Setidaknya selesaikan lah semua persoalan. Kau ini sangatlah pengecut! Janagn pura-pura bego serta jadi lah laki-laki di depannya serta katakan dengan jujur!" Seung Jo mengatakan, "Baiklah. Yang butuh aku perbuat hanya mengatakan jujur saja bukan?"
Joo Ri mengatakan, "Jangan. Itu justru bakal membikinnya lebih sakit hati." Min Ah setuju, "Ya dirinya itu terlalu sensitif." Joo Ri berfikir sesaat serta mengatakan, "Jadi intinya... Jangan menyakiti Ha Ni lagi!" Min Ah mengatakan, "Kami tak memintamu untuk berhenti mencintai He Ra. Katakan saja pada Ha Ni bahwa dirinya telah tak mempunyai andalan jadi sebaiknya menyerah. Oh Ha Ni mempunyai cinta bertepuk sebelah tanganmu selagi 4 tahun. Telahlah kami pergi." Joo Ri serta Min Ah berangkat meninggalkan Seung Jo yang tersenyum.
Ha Ni, Joo Ri, Min Ah serta Joon Gu sedang berada di kantin kampus. Min Ah bilang pada Ha Ni bahwa Joon Gu telah memasak makanan khusus untuk Ha Ni. Joo Ri berkomentar, "Kau wajib makan yang tak sedikit." Min Ah juga berkomentar, "Ya dirinya benar. Kau juga wajib mulai mencari cinta baru." Joo Ri setuju serta mengatakan, "Kau pikir hanya ada satu pria saja di dunia ini? Tetap tak sedikit pria lain yang tampan di dunia ini." Joon Gu bahagia menonton itu serta tersenyum pada Ha Ni sambil menunjuk dirinya.
Ha Ni mengatakan, "Kalian semua benar. Tapi sayangnya aku sedang tak ada nafsu makan. Makanlah kalian." Joon Gu berkomentar, "Ha Ni jangan bersedih. Kau membikinku ikut sedih. Kau wajib makan mesikipun sedikit."
Ha Ni duduk di bangku taman serta mengatakan, "Aku belum menonton Seung Jo 2 minggu terbaru ini. Benar, tanpa aku berusaha mencarinya kami tak bakal berjumpa." Tiba-tiba ada yang bertanya, "Apa yang sedang kau perbuat disini? Apa kamu sedang menunggu seseorang?" Serta nyatanya yang bertanya itu merupakan Seung Jo!
Seung Jo duduk di samping Ha Ni serta mengatakan, "Telah lama kami tak berjumpa. Aku tak menontonmu belakangan ini." Ha Ni berdiri serta mengatakan, "Ah benar. Aku bakal berangkat duluan." Seung Jo menahan Ha Ni serta meminta Ha Ni duduk untuk menemaninya sesaat sebab dirinya sedang menunggu seseorang. Ha Ni pun duduk kembali serta mencari topik pembicaraan, "Bagaimana dengan rumah barumu?" Seung Jo menjawab, "Keren, Ruangannya luas." Ha Ni kembali bertanya, "Lalu bagaimana dengan makanan?" Seung Jo menjawab, "Hmm... baik. Aku kadang makan saat bekerja part time serta kadang kadang ada seseorang yang memasak untukku." Ha Ni kaget mendengar itu serta di dalam hati mengatakan, "Apa? Ada yang memasak untuknya?"
Ha Ni bertanya, "Sebab kau tinggal sedirian, apakah kau merasa kesepian?" Seung Jo menjawab, "Tidak. Aku menghabiskan tak sedikit waktu bersama He Ra." Ha Ni sangat sedih mendengar faktor ini.
Tiba-tiba ada seorang murid SMA perempuan datang serta mengatakan, "Guru. Aku telah datang." Seung Jo menontonnya serta mengatakan, "Kerenlah. Kau datang cocok waktu." Murid itu mengatakan, "Masuk Universitas Parang merupakan cita-citaku jadi aku bakal belajar dengan sangat keras." Murid itu menonton Ha Ni serta bertanya, "Apakah kau Oh Ha Ni? Wah kau sangat mirip sekali dengan yang di katakan oleh Guru He Ra. Aku telah mendengar tak sedikit faktor mengenai dirimu."
Ha Ni kebingungan serta bertanya, "Apa yang kau ketahui mengenaiku?" Murid itu menjawab, "Aku dengar bahwa kau murid terbawah di sekolahmu tapi berkah Guru Seung Jo maka kau bisa masuk kedalam 50 rengking teratas. Ini sangatlah menjadi sejarah!" He Ra datang serta Murid itu menghampirinya lalu mengatakan pada Ha Ni, "Guru He Ra ini mengajariku pelajaran Bahasa Inggris serta Guru Seung Jo mengajariku pelajaran Matematika. Saya belajar keras sebab ingin masuk Universitas Parang. Mereka bahkan datang 3 kali seminggu ke rumahku. Ibuku sangat menyukai mereka jadi tak jarang membikin makanan untuk mereka juga. Tapi semacamnya Guru He Ra serta Ka Oh Ha Ni tak begitu bersahabat ya."
Ha Ni mengatakan, "Jadi... Tempat yang waktu itu Kau serta Hera datangi.... Anda tak tinggal bersama?" Seung Jo mengatakan, "Tinggal bersama? Kau sangat ceroboh dalam menyimpulkan sesuatu! Aku pikir pekerjaan ini keren sebab bisa sekalian mendapat makan malam." He Ra mengundang Seung Jo berangkat serta Seung Jo pun pamit pada Ha Ni. Ha Ni langsung tersenyum bahagia sebab itu artinya Seung Jo serta He Ra tak tinggal bersama.
Di rumah, Ha Ni membikin coklat. Bunda Seung Jo menonton itu serta menggoda Ha Ni, "Kau membikin coklat? Ah pasti bakal di berbagi pada seseorang yang special. Jangan-jangan kau bakal memberbagi ini pada... Astaga... Aku telah menunggu faktor ini sejak lama. Semacamnya kau kini telah menjadi dirimu yang dulu lagi. Aku sangat khawatir padamu sebab kemarin hari yang lalu kau sangat tak sama. Hari ini kau wajib bersemangat serta bekerja keras. Berjuanglah!"
Ha Ni mencipi coklat buatannya serta ternayata rasanya tak begitu enak. Ha Ni mengatakan, "Hmm ini tak begitu enak tapi tak apa-apa kurasa." Ha Ni merasa dadanya sedikit sakit serta dirinya bilang bahwa dirinya merasa sedikit sakit mungkin sebab kemarin kemarin tak makan. Ha Ni tak mempedulikan itu serta tersenyum bahagia menonton coklat buatannya.
Ha Ni lalu mulai kembali berhayal.... Ha Ni memberbagi suatu kotak pada Seung Jo serta nyatanya kotak itu berisi coklat. Seung Jo tersenyum serta bertanya, "Apa kau membikinnya sendiri?" Ha Ni mengangguk bahagia. Seung Jo mengatakan, "Ini terkesan cantik, rasanya patsi enak. Terima kasih." Lalu Seung Jo mengeluarkan suatu kotak kecil serta memberbaginya pada Ha Ni, "Bisakah kau menggunakan ini di jarimu?" Ya di dalam kotak itu ada cincin yang sangat cantik serta Ha Ni langsung tersenyum bahagia.
Ha Ni kembali ke dunia nyata serta dirinya tersenyum malu-malu mengingat khayalannya itu serta dirinya berharap Seung Jo bakal semacam itu saat dirinya memberbagi coklat.
Ha Ni berangkat untuk menemui Seung Jo serta sayangnya hujan turun sangat deras jadi dirinya pun menaiki taxi. Serta sialnya lagi taxi itu berhenti di tengah jalan sebab rusak. Ha Ni pun jadi kebingungan.
Seung Jo sedang mengobrol dengan He Ra di Restaurant. He Ra menonton ke pintu masuk serta menonton Ha Ni, "Ha Ni datang?" Ha Ni sangatlah basah kuyup serta dirinya menggiggil kedinginan bahkan mulutnya pun berwarna ungu pucat. He Ra tersenyum serta mengatakan, "Di luar sedang hujan deras tapi kau tetap datang? Wah kau sangatlah luar biasa." Sementara itu Seung Jo tetap terus menatap Ha Ni seolah tak percaya Ha Ni datang kembali.
Ha Ni duduk di kursi pelanggan serta He Ra mendatanginya, "Aku rasa kau percuma menunggui Seung Jo sebab kami bakal memberbagi les jadi bakal pulang larut malam. Ah kau bakal memesan kopi? Tunggulah." Ha Ni menonton kotak coklatnya serta mengatakan, "Apa yang wajib aku perbuat? Aku ingin memberbagi padanya tapi disini ada He Ra..."
He Ra datang membawa kopi pesanan Ha Ni serta langsung pergi. Ha Ni meminum kopi itu serta merasa sakit perut. Seung Jo datang memberbagi handuk pada Ha Ni serta bertanya, "Ada apa dengan wajahmu? Kau terkesan tak lebih sehat. Kau sebaiknya pulang saja." Ha Ni langsung menggeleng, "Tidak. Aku baik-baik saja." Seung Jo pun berangkat meninggalkan Ha Ni.
Ha Ni berdiri serta langsung terjatuh. Seorang pelayan yang menontonnya langsung kaget serta menolongnya. Seung Jo berlari ke arah Ha Ni serta menolong Ha Ni. Sementara He Ra hanya diam menonton saja.
Ha Ni bangun dari ridurnya serta dirinya telah ada di ruang Manager. Manager bilang bahwa tadi Seung Jo telah memberbagi penyelamatan penting pada Ha Ni. Ha Ni pun mengucapkan terima kasih. Manager bertanya, "Seung Jo apakah kau mengenai perempuan ini?" Seung Jo menjawab, "Ya." Manager mengatakan. "Kalau begitu kau tolong antar dirinya pulang ya." Ha Ni menolak tetapi Manager terus meminta Seung Jo untuk mengantar Ha Ni pulang.
He Ra tak suka mendengar faktor ini. Seung Jo meminta maaf pada He Ra sebab He Ra wajib bekerja sendirian. He Ra mengatakan, "Aku mengerti. Tolonglah Nona kecil pembawa persoalan ini. Oh Ha Ni kau sangatlah mengangumkan."
Ha Ni serta Seung Jo menunggu di tengah jalan menanti taxi tetapi tak ada taxi yang lewat sebab hujan deras turun. Ha Ni menonton Seung Jo kehujanan mesikipun telah menggunakan payung makanya dirinya mengatakan, "Seung Jo kau basah, sini mendekatlah." Seung Jo berkomentar, "Kau yang sedang sakit jadi kau yang mendekat supaya tak kena hujan." Ha Ni hanya tersenyum.
Ha Ni mengatakan, "Seung Jo... Aku bakal pulang berlangsung ke stasiun jadi kau masuk saja kedalam untuk bekerja." Seung Jo mengatakan, "Butuh waktu 30 menit menuju stasiun serta denga hujan yang selebat ini mungkin jadwal pemberangkatan kereta pun bakal di hentikan. Apartemenku hanya 10 menit dari sini, kau mau ikut? Di apartemenku kau bisa menelfon Bunda serta memeintanya untuk menjemputmu. " Pasti saja Ha Ni setuju sebab itu artinya dirinya bisa tau tempat tinggal Seung Jo.
Ha Ni menonton kamar Seung Jo serta mengatakan, "Wow ini lebih keren dari yang ku bayangkan. Kau bahkan mempunyai dapur yang lengkap serta ini ada kamar mandi." Seung Jo diam saja serta mengganti bajunya yang basah. Ha Ni bertanya, "Apakah He Ra sempat datang kemari?" Seung Jo menjawab, "Kemari? Kau merupakan yang datang pertama kemari." Ha Ni langsung terseyum bahagia mendengar faktor itu.
Seung Jo menuangkan air serta bertanya, "Bagaimana kondisimu sekarang? Ha Ni menjawab, "Aku telah baikan." Seung Jo menasehati Ha Ni supaya tak minum kopi lagi saat perut sedang kosong. Seung Jo melemparkan handuk pada Ha Ni serta Ha Ni mencium handuk itu sambil mengatakan, "Ini... Hmm aroma Seung Jo." Seung Jo mengatakan, "Bau apa? Itu handuk baru."
Seung Jo menelfon ke rumah serta bilang bahwa Ha Ni ada di apartemennya sebab tadi Ha Ni pingsan di tempat kerjanya. Ha Ni menonton itu serta dirinya mengatakan dalam hati, "Kebersamaan kami ini bakal selesai seusai Bunda menjemputku." Bunda Seung Jo terdengar bahagia saat tau kalau saat ini Seung Jo sedang bersama Ha Ni. Seung Jo bilang bahwa dirinya tak memperoleh taxi jadi sebaiknya Bunda cepat menjemput Ha Ni. Tapi tiba-tiba saja telfon mati serta Seung Jo sangat kesal.
Ha Ni bertanya, "Ada apa? Apa yang di katakan Ibumu?" Seung Jo menjawab, "Dia tak bisa menjemputmu sebab di luar sedang hujan deras. Dirinya bakal menjemputmu malam ini jadi kau bakal tinggal disini malam ini."
Seung Jo berangkat ke kamar mandi untuk mandi serta Ha Ni mengatakan dalam hati, "Omo... dirinya sedang mandi serta malam ini kami bakal bersama? Situasi ini rutin timbul dalam novel percintaan. Apa yang wajib aku perbuat? Dulu dituasinya ada di rumah keluarga Seung Jo tapi disini hanya ada kami berdua. Serta lagi hanya ada satu tempat tidur. Bagaimana ini?"
Seung Jo keluar dari kamar mandi serta itu membikin Ha Ni kaget. Seung Jo bertanya, "Apa kau tak bakal mandi?" Ha Ni menjawab, "Mandi? Ah ya aku bakal mandi." Seung Jo bertanya kembali, "Kenapa? Kau gugup?" Ha Ni menjawab, "Gugup? Ah aku tak mungkin." Seung Jo tersenyum sekilas lalu melemparkan bajunya pada Ha Ni, "Pakai itu. Itu satu-satunya bajuku jadi kalau kau tak suka maka tak usah digunakan." Ha Ni mengambil baju itu serta langsung masuk ke kamar mandi.
Ha Ni mengatakan, "Aku suka perasaan gugup ini. Ah tadi Seung Jo ada di kamar mandi serta saat ini aku yang ada di kamar mandi. Apa kini Seung Jo sedang menungguku? Hmm malam ini merupakan pengalaman pertama untukku."
Joon Gu tetap di Restaurant untuk bantu-bantu serta telfon pun berbunyi. Joon Gu membawa telfon yang nyatanya telfon itu berasal dari Bunda Seung Jo. Bunda Seung Jo mengatakan, "Ini aku Bunda Seung Jo, apakah ada Papah Ha Ni? Ah apakah ini Joon Gu?" Joon Gu menjawab, "Ya aku Joon Gu. Saat ini Koki(Papah) sedang sibuk." Bunda Seung Jo pun mengatakan, "Ah kalau begitu, Joon Gu tolong hinggakan pesan ini pada Papah Ha Ni ya. Ha Ni tak bakal pulang hari ini tapi tak butuh khawatir sebab dirinya ada di rumah Seung Jo." Joon Gu sangat kaget mendengarnya.
Ibu Seung Jo mengatakan, "Aku pikir apabila menjemputnya malam ini dengan cuaca hujan semacam ini bakal kurang baik jadi lebih baik kelak di jemput saat telah tak hujan." Joon Gu bertanya, "Kau serius Nyonya? Ah dimana rumah Seung Jo hah?" Bunda Seung Jo tersenyum serta mengatakan, "Ah sayangnya aku tak tau dimana dirinya tinggal. Lagipula... apabila aku tau maka aku tak bakal memberi tau padamu. Baiklah aku tutup telfinnya kini ya...."
Papah bertanya, "Ada apa Joon Gu?" Joon Gu balik bertanya, "Koki.. Apakah kau tau dimana Seung Jo kini tinggal?" Papah menjawab, "Entahlah. Aku hanya tau bahwa dirinya kerja di Restaurant Keluarga yang menjual Ayam." Joon Gu buru-buru mengambil jaketnya serta berangkat keluar.
Ha Ni selesai mandi serta mengatakan, "Hmm terima kasih." Seung Jo mengatakan, "Ya." Ha Ni kebingungan serta bertanya-tanya dalam hati, "Sekarang apa yang wajib aku perbuat?"
Manager Restaurant tempat kerja Seung Jo sangat kaget saat menonton Joon Gu. Joon Gu bertanya, "Apa disini... disini ada pelayan bernama Baek Seung Jo?" Manager kebingungan serta tiba-tiba saja Joon Gu pingsan sebab kehujanan.
Ha Ni duduk di kursi sambil terus menonton Seung Jo yang sedang membaca buku. Seung Jo selesai membaca buku serta mengatakan, "Baiklah aku bakal tidur duluan." Seung Jo tidur serta Ha Ni mengatakan, "Baiklah ini telah jam 12 malam. Aku bakal tidur di lantai saja. Jadi kamu tidur saja di tempat tidur." Seung Jo berkomentar, "Tentu saja. Selimut hanya ada satu jadi apabila kau kedinginan pergilah ke lemari untuk mengambil mantelku serta tidur."
Ha Ni kesal serta mengatakan, "Sewajibnya dalam situasi semacam ini kau mengatakan, 'Hey apa yang amu katakan? Aku bakal tidur di lantai serta kau tidur saja di tempat tidur.' Apa itu masuk akal?" Seung Jo mengatakan, "Aku tak ingin mengatakan faktor itu padamu." Ha Ni kesal serta mengatakan, "Apa-apaan kau ini? Kau mengatakan semacam itu pada orang yang sakit? Kau sangatlah tak mempunyai perasaan. Kamu bukan manusia!" Seung Jo jelas langsung marah.
Tapi akhirnya Seung Jo mengalah serta tidur di lanati sementara Ha Ni di atas kasur. Lampu di matikan serta Ha Ni mengatakan, "Hmm aku benci kegelapan, bisakah kau menyalakan lampunya?" Seung Jo menjawab, "Aku tak bisa tidur apabila tak gelap." Ha Ni ketakutan serta bilang, "Hmm kelak ada hantu yang keluar..." Akhirnya Seung Jo bangun serta menyalakan lampu.
Ha Ni menonton Seung Jo serta bertanya kembali, "Kau... Apa kau tak kedinginan?" Seung Jo menjawab, "Tentu saja aku merasa kedinginan. Bahkan punggungku rasanya sangat dingin." Ha Ni mengatakan, "Kalau begitu aku saja yang tidur di lanati." Seung Jo mengatakan, "Telah tidurlah." Ha Ni tetap tetap ribut serta akhirnya Seung Jo tidur di sebelah Ha Ni di kasur.
Ha Ni serta Seung Jo tak bisa tidur semalaman. Ha Ni menelan ludah serta suara itu terdengar oleh Seung Jo jadi dirinya mengatakan, "Apakah kamu gugup?" Ha Ni menjawab, " Kenapa kau terus bertanya semacam itu? Gugup? Ah tidak." Seung Jo kembali bertanya, "Lalu suara apa itu tadi? Terdengar semacam suara menelan ludah. Kamu menghabiskan malam denganku serta kamu tak bakal tau apabila sesuatu bakal terjadi. Mungkin semacam ciuman.Atau mungkin sesuatu yang lebih bakal terjadi." Seung Jo bangkit dari tempat tidur serta Ha Ni ikut bangkit.
Seung Jo tidur memunggungi Ha Ni serta mengatakan, "Mungkin kamu menginginkan ini tapi maaf aku tak bakal meperbuat apapun. Tidurlah yang nyenyak." Ha Ni berbaring serta mengatakan, "Baiklah selamat malam."
Ha Ni mengatakan dalam hati, "Rasanya semacam mau mati. Tapi aku merasa lega. Tapi aneh... dirinya tak meperbuat apapun pada perempuan mesikipun dalam satu tempat tidur begini? Apa dirinya mati rasa pada perempuan? Alias mungkin dirinya tak meatapku semacam perempuan. Tapi ya terbukti aku tak luar biasa." Seung Jo tiba-tiba mengatakan, "Apa kau menyalahkan dirimu sendiri? Aku hanya tak ingin sesuatu terjadi semacam yang Ibuku inginkan. Apabila sesuatu terjadi pada kami malam ini maka kami bakal terjebak serta selamanya bakal di atur oleh Ibuku. Jadi jangan menginginkan apapun serta tidurlah..."
Ha Ni mengatakan dalam hati, "Benar. dirinya mengatakan bahwa dirinya tak membenciku, Untuk argumen ini... aku merasa hangat serta sangat bahagia. Bisa tidur di samping Seung Jo... ini sangat berharga jadi aku tak bisa tidur." Nyatanya Seung Jo juga merasa susah tidur tapi dirinya memaksakan diri untuk memejamkan matanya. Ha Ni menatap punggung Seung Jo serta tersenyum.
Sinopsis Drama Korea Playful Kiss / Naughty Kiss Episode 1-16
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 1
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 2
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 3
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 4
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 5
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 6
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 7
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 8
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 9
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 10
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 11
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 12
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 13
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 14
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 15
Sinopsis Drama Korea Naughty Kiss Episode 16

Post a Comment