Kisah berawal dari kerajaan Ayodya yang dipimpin oleh Prabu Dasarata yang mempunyai tiga permaisuri yaitu Kosalya, Kekayi, serta Sumitra. Telah lama menikah tetapi prabu Dasarata belum juga mempunyai keturunan, akhirnya Prabu dasarata meminta anugerah pada dewa untuk mempunyai keturunan. Selang berbagai bulan akhirnya ketiga istri prabu Dasarata diberitakan hamil. Kelahiran keempat putranya disambut dengan meriah Dari Dewi Kosalya, lahirlah Sang Rama. Dari Dewi Kekayi, lahirlah Sang Bharata. Dari Dewi Sumitra, lahirlah putera kembar, bernama Lakshmana serta Satrugna. Mereka berempat mempunyai paras gagah serta pandai dalam segala bidang.
Seusai berusia 7 tahun, keempat putranya dikirim untuk belajar tak sedikit faktor selagi 12 tahun, selagi itu prabu Dasarata tak dapat menemui putranya. 12 tahun berlalu serta keempat putranya pulang ke Ayodya. Betapa bahagianya sang prabu serta ketiga istrinya menonton anak-anak mereka telah besar.
Selang kemarin hari, prabu Dasarata mendapat tamu kehormatan dari Resi Wiswamitra. Ia meminta bantuan rama serta laksmana untuk melindungi para resi dari gangguan para rakshasa. Selagi bersama resi Wiswamitra, Rama serta Laksmana memperoleh tak sedikit ilmu. Sebuahhari, resi Wiswamitra di undang oleh Raja Mithila Prabu Janaka untuk menonton proses sayembara putrinya. Sayembara itu tak sedikit diikuti oleh Raja serta pangeran tetapi tak satupun yang dapat memenangkan sayembara tersebut. Terkesan lumayan mudah untuk mengangkat busur panah, tetapi butuh diketahui apabila busur tersebut merupakan busur Siwa yang hanya dapat diangkat oleh dewa. Akhirnya Rama pun maju untuk mengangkat Busur tersebut serta akhirnya dapat keangkat. Rama pun berhak meminang Dewi Sinta serta dibawa pulang ke Ayodhya bersama adiknya Laksmana.
Waktu yang terus berlangsung membikin usia Prabu Dasarata terus tua. Ia ingin turun tahta serta digantikan anak tertuanya Rama tetapi atas permohonan Dewi Kekayi, tahta Ayodya diberbagi terhadap Bharata sedangkan Rama wajib meninggalkan kerajaan selagi 14 tahun sebagai syarat untuk itu. Bharata menyusul Rama kehutan sebab ia ingin kakaknya menjadi raja tetapi Rama menolak untuk pulang serta menetap diHutan bersama Shinta serta laksmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama.
Selama dihutan tak sedikit sekali cobaan yang dihadapi oleh Rama. Serangan para Raksasa tak jarang membikin Rama serta laksamana wajib membunuh mereka. Sebuahhari Laksmana bertarung dengan salah satu raksasa yang bernama Surpanaka. Laksmana tak pernah untuk membunuh hanya saja melukai nasib Surpanaka. Tak terima dengan perlakuan laksamana, Surpanaka mengadu terhadap Rawana bahwa ia dianiaya. Rawana datang dengan tipu muslihat berniat menculik Sinta. Jatayu yang pada saat itu mengenal Shinta diculik berusaha menolong tetapi akhirnya ia dibunuh Rahwana. ( baca juga: Pemeran jodha )
Sebelum meninggal Jatayu memberitahu apabila Shinta di culik oleh Rahwana, rama pun bergegas mengejar rahwana ke Alengka. Di tengah Perjalanan yang jauh, Rama berjumpa Sugriwa Raja dari Kiskindha. Sugriwa meminta bantuan Rama untuk menolong merebut kerajaan dari kekuasaan kakaknya, Subali. Setalah kerajaan direbut Sugriwa, Rama memperoleh balas jasa Sugriwa untuk ikut mengempur Alengka.
Rawana bersiap untuk menerima serangan dari Rama dengan mengutus para sekutunya, putranya serta Indrajit. Nasehat Wibisana sang adik untuk mengembalika Shinta ditolak oleh Rahwana, bahkan Wibisana diusir dari kerajaan. Wibisana pun berbelok menolong Rama. Dalam pertempuran Indrajit melepas senjata nagapasa serta memperoleh kemenangan. Tetapi Indrajit tewas di panah Lakshmana. Tak sedikit yang tewas dalam pertempuran ini serta akhirnya Rahwana sendiri yang bertempur. Senjata andalan Rahwana Panah Brahmastra tak mampu menang dari Rama serta akhirnya rahwana pun tewas.
Raja Alengka telah tewas, Tahta pun dikembalikan terhadap adiknya Rahwana yaitu Wibisana. Seusai itu Rama, Sinta, serta Lakshmana pulang ke Ayodhya dengan selamat. Hanuman menyerahkan dia bulat-bulat untuk mengabdi terhadap Rama. Kedatangan Rama serta Shinta di ayodya disambut dengan penyerahan tahta oleh Bharata.

Post a Comment